MODEL DIRECT INTERACTION DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI

Authors

  • Tri Dariyah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur’an, Wonosobo, Indonesia
  • Alya Nur Azizah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur’an, Wonosobo, Indonesia
  • Jihan Choiriyah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur’an, Wonosobo, Indonesia
  • Hesti Sangadah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur’an, Wonosobo, Indonesia
  • Danang Isworo Wijayanto Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur’an, Wonosobo, Indonesia

Keywords:

Direct Instruction, pendidikan jasmani, hasil belajar, keterampilan motorik, model pembelajaran

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Jasmani memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan fisik, keterampilan motorik, serta aspek kognitif dan afektif peserta didik. Namun, pencapaian tujuan pembelajaran tersebut sangat dipengaruhi oleh ketepatan model pembelajaran yang digunakan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, karakteristik, langkah penerapan, manfaat, serta tantangan penggunaan model Direct Instruction dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber berupa artikel jurnal nasional dan internasional, prosiding, serta buku yang relevan dan terpercaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Direct Instruction efektif dalam meningkatkan penguasaan keterampilan motorik, pemahaman prosedural gerak, kedisiplinan, serta hasil belajar peserta didik. Model ini sangat sesuai diterapkan pada pembelajaran keterampilan dasar dan teknik olahraga yang memerlukan instruksi yang jelas, terstruktur, dan pengawasan langsung dari guru. Meskipun demikian, penerapan model Direct Instruction masih menghadapi beberapa tantangan, seperti dominasi peran guru, perbedaan kemampuan peserta didik, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Oleh karena itu, guru perlu memiliki kemampuan pedagogis yang baik serta mengombinasikan model Direct Instruction dengan pendekatan pembelajaran lain agar pembelajaran Pendidikan Jasmani tetap efektif, menarik, dan bermakna.

References

Arends, R. I. (2012). Learning to teach. New York: Mc Grow-Hill Companies. Inc.

Hidasari, F. P., Bafadal, M. F., & Saragih, Y. M. (2025). Evaluasi Sarana dan Prasarana Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMPN 4 Pontianak Timur. Jurnal Dunia Pendidikan, 5(4), 1459–1467.

Lusiana, L., & San Diego, C. J. G. (2025). Direct Instruction: Pembelajaran Terstruktur Untuk Peningkatan Kompetensi Guling Depan Pada Siswa Sekolah Dasar. Gelora : Jurnal Pendidikan Olahraga Dan Kesehatan IKIP Mataram, 12(1), 11. https://doi.org/10.33394/gjpok.v12i1.14606

Marani, I. N., Muhyi, M., Ginanjar, S., Widyaningsih, H., Mustafa, P. S., Yono, T., Pratiwi, I. R., Sefriana, N., Siregar, F. S., & Surimeirian, M. A. (2024). Aspek Pembelajaran dan Metode Belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Akademia Pustaka.

Padilah, N., & Mashud, M. (2025). Model Direct Instruction Dengan Media Visual Terhadap Hasil Belajar Guling Depan. PENJAGA: Pendidikan Jasmani Dan Olahraga, 6(1), 65– 75.

Rif’ati, B. (2020). STRATEGI PEMBELAJARAN DIREC INTRUCTION DALAM PROSES

PEMBELAJARAN. Call For Book Tema 2 (Strategi Pembelajaran), 47.

Sagala, S. (2012). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta, 2009. Cet. VII, 11– 47.

Saputro, I. N., Akbar, M. T. H., Rismawati, A. E., & Sapitri, A. (2025). Efektivitas Pembelajaran melalui Direction Instruction Model: Systematic Literature Review. Jurnal Pendidikan Olahraga, 15(3), 148–161. https://doi.org/10.37630/jpo.v15i3.2819

Yudaningsih, N. (2021). Direct Instruction. Hak Cipta Buku Kemenkum Dan HAM Nomor, 259240, 306.

Downloads

Published

2026-01-16