An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) https://journal.nabest.id/index.php/annajah <p><strong style="text-align: justify; font-size: 0.875rem;">Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) </strong><span style="text-align: justify; font-size: 0.875rem;">khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam. <strong>Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) </strong>terbit 6 Kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September dan November dengan jumlah naskah sebanyak 6 Naskah.</span></p> <table style="width: 100%;" border="0" width="100%" rules="none"> <tbody> <tr> <td style="width: 25.4282%;" width="190" height="100"><img style="float: left;" src="https://journal.nabest.id/public/journals/2/journalThumbnail_en_US.jpg" width="200" height="318" /></td> <td style="width: 74.4401%;"> <table class="data" style="height: 257px; width: 100%;" border="0" width="100%"> <tbody> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Journal Title</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%"><strong>An Najah <em>(Jurnal Pendidikann Islam dan Sosial Keagamaan)</em></strong></td> </tr> <tr style="height: 23px;" valign="top"> <td style="height: 23px;" width="30%"><strong>Subjects</strong></td> <td style="height: 23px;">:</td> <td style="height: 23px;" width="70%"><strong>annajah</strong></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Language</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">Indonesia and English</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>e-ISSN</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">2964-965X</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>p-ISSN</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">2964-9633</td> </tr> <tr style="height: 36px;" valign="top"> <td style="height: 36px;" width="30%"><strong>Frequency</strong></td> <td style="height: 36px;">:</td> <td style="height: 36px;" width="70%">Januari, Maret, Mei, Juli, September dan November</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Publisher</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%"><a title="WEB" href="https://web.nabest.id/" target="_blank" rel="noopener"><strong>NAJAH BESTARI</strong></a></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>DOI</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">-</td> </tr> <tr style="height: 36px;" valign="top"> <td style="height: 36px;" width="30%"><strong>Citation Analysis</strong> </td> <td style="height: 36px;">:</td> <td style="height: 36px;" width="70%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=LGFEnskAAAAJ&amp;hl=en&amp;authuser=1" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a></td> </tr> <tr style="height: 36px;" valign="top"> <td style="height: 36px;" width="30%"><strong>Editor-in-chief</strong></td> <td style="height: 36px;">:</td> <td style="height: 36px;" width="70%"><a title="Google scholar" href="https://scholar.google.co.id/citations?user=cbKZSNcAAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener"><strong>Dr. Muhamad Rudi Wijaya</strong></a></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Email</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%"><a href="mailto:rudiwijaya68@gmail.com">rudiwijaya68@gmail.com</a> </td> </tr> </tbody> </table> </td> </tr> </tbody> </table> Najah Bestari en-US An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) 2964-9633 Internalisasi Nilai Tauhid Sejak Dini: Studi Terhadap Nasihat Luqman dalam Surah Luqman ayat 13 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1066 <p>Perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan arus globalisasi memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan karakter anak, khususnya dalam aspek keagamaan. Kondisi ini menuntut adanya upaya penanaman nilai tauhid sejak dini sebagai fondasi utama dalam pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai tauhid pada anak usia dini dalam perspektif tafsir Surah Luqman ayat 13. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik dokumentasi dan analisis isi terhadap berbagai sumber seperti Al-Qur’an, kitab tafsir, dan literatur pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Surah Luqman ayat 13 mengandung prinsip-prinsip penting dalam pendidikan tauhid, yaitu penanaman akidah sejak dini, penggunaan metode nasihat yang lembut dan penuh kasih sayang, serta peran sentral orang tua sebagai pendidik utama dalam keluarga. Internalisasi nilai tauhid tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memerlukan proses berkelanjutan melalui keteladanan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, nilai tauhid memiliki relevansi yang kuat dalam menghadapi tantangan era kontemporer, seperti pengaruh negatif teknologi dan krisis moral. Oleh karena itu, pendidikan tauhid sejak dini menjadi kunci dalam membentuk karakter anak yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki ketahanan spiritual.</p> Farhanah Farhanah Khalisa Nurul Fitri Arfan Hidayatullah Ismail Copyright (c) 2026 Farhanah Farhanah, Khalisa Nurul Fitri Arfan, Hidayatullah Ismail https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-03 2026-06-03 5 4 1 9 Produksi Kepercayaan Sosial antara Guru, Orang Tua, dan Komite Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Nur Asshidiq https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1092 <p>Artikel ini di rancang untuk mengkaji Produksi Kepercayaan Sosial antara Guru, Orang Tua, dan Komte Sekolah dalam penguatan mutu Madrasah Ibtidaiyah melalui perspetif sosiologi lembaga pendidikan. Fokus utama artikel di arahkan pada klaim bahwa kepercayaan social antara Guru, Orang Tua, dan Komte Sekolahmenjadi pondasi penting dalam penguatan mutu Madrasah Ibtidaiyah karena mutu pendidikan tidak hanya di tentukan oleh kurikulum, tetapi juga relasi social yang stabil dan partisipatif. Penelitian lapangan perlu di tempatkan pada sekolah, madrasah, pesantren yang secara empiris memperihatkan praktik social terkait isu tersebut. Data utama dapat di gali melalui observasi terhadap keterlibatan orang tua dalam rapat, kegiatan keagamaan, dan program sekolah, wawancara dengan aktor pendidikan yang terlibat, serta dokumentasi mengenai kebijakan, program,dan praktik kelembagaan. Tiga dimensi bukti yang perlu di uji adalah keterlibatan orng tua dalam rapat, kegiatan keagamaan, dan program. sekolah, komunikasi rutin guru dengan orang tua tentang perkembanagan akademik dan perilaku siswa, dan peran komite sekolah sebagai mediator kebutuhan madrasah dan aspirasi masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, artikel ini di harapkan mampu menunjukan bagaimana relasi sosial, norma kelembagaan, otoritas pendidikan, serta pengalaman siswa/guru/orang tua membentuk praktik pendidikan sehari-hari. Kontribusi artikel tidak berhenti pada deskripsi kasus, tetapi juga di arahkan untuk membangun argumentasi teoritik tentang bagaimana lembaga pendidikan bekeja sebagai arena sosial yang memproduksi kepercayaan, identitas, disiplin, solidaritas atau perubahan sosial. Temuan yang di peroleh di harapkan memperkaya diskusi sosiologi pendidikan islam di Indonesia dan menawarkan rekomendasi penguatan tata kelola lembaga pendidikan berbasis data lapangan</p> Ardevita Jauza Cindy Maluyu Muh. Hanif Copyright (c) 2026 Ardevita Jauza Cindy Maluyu, Muh. Hanif https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-14 2026-06-14 5 4 124 129 QAWA’IDUL FIQHIYYAH https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1140 <p><em>Qawa'idul Fiqhiyyah</em> merupakan kaidah-kaidah umum dalam fikih yang berfungsi sebagai landasan dalam memahami, menetapkan, dan menyelesaikan berbagai persoalan hukum Islam, khususnya terhadap permasalahan kontemporer yang tidak dijelaskan secara rinci dalam nash. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep <em>Qawa'idul Fiqhiyyah</em>, fungsi dan ruang lingkup penerapannya, serta relevansinya dalam pengembangan hukum Islam pada era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap berbagai literatur klasik maupun kontemporer yang berkaitan dengan kaidah fikih, kemudian dianalisis menggunakan teknik <em>content analysis</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Qawa'idul Fiqhiyyah</em> memiliki peran strategis sebagai pedoman universal dalam proses istinbath hukum, memberikan kemudahan bagi para fuqaha dalam menyelesaikan persoalan hukum yang terus berkembang, serta mewujudkan hukum Islam yang adaptif tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariat. Lima kaidah fikih utama (<em>al-qawā'id al-kulliyyah al-khams</em>) menjadi fondasi dalam penyelesaian berbagai persoalan muamalah, ibadah, maupun kehidupan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, <em>Qawa'idul Fiqhiyyah</em> tetap relevan sebagai instrumen metodologis dalam menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan dinamika kehidupan masyarakat modern dengan tetap berorientasi pada kemaslahatan serta tujuan syariat (<em>maqā</em><em>ṣ</em><em>id al-syar</em><em>ī</em><em>'ah</em>).</p> Holila Nasution Mutmainnah Mutmainnah Rasti Yuniar Besse Ruhaya Copyright (c) 2026 Holila Nasution, Mutmainnah Mutmainnah , Rasti Yuniar, Besse Ruhaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-29 2026-06-29 5 4 298 302 UNSUR-UNSUR HUKUM DALAM USHUL FIQH: AL-HAKIM, AL-HUKM, MAHKUM FIH, DAN MAHKUM ‘ALAIH https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1159 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan keterkaitan antara al-hakim, al-hukm, al-mahkum fih, dan almahkum ‘alaih , yang menjadi dasar dalam memahami hukum Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, sedangkan analisis data menggunakan analisis kualitatifdeskriptif dengan cara mengkaji berbagai literatur kitab AlGhazali dan pendapat para ulama tentang hubungan antara kekuasaan Allah swt sebagai pembuat hukum, aturan yang ditetapkan, serta peran manusia sebagai pelaksana hukum atau mukallaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-hakim adalah Allah swt sebagai penentu hukum, al-hukm merupakan ketentuan yang mengatur perbuatan manusia, al-mahkum fih adalah perbuatan yang menjadi objek hukum, sedangkan almahkum ‘alaih adalah orang yang dibebani hukum, yaitu manusia yang telah berakal dan mencapai usia balig. </em><em>Penelitian ini menegaskan bahwa seseorang baru dapat dibebani hukum apabila ia memiliki kemampuan berpikir dan memahami perintah serta larangan Allah swt. Oleh karena itu, anak kecil dan orang yang tidak berakal belum termasuk dalam golongan mukallaf. Kajian ini diharapkan dapat membantu pembaca memahami struktur dasar hukum Islam serta tanggung jawab manusia sebagai subjek hukum dalam perspektif ushul fiqih.</em></p> Rifal Rifal Muh. Raihan Rahmansyah Amira Huhajirah Copyright (c) 2026 Rifal Rifal, Muh. Raihan Rahmansyah, Amira Huhajirah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 4 429 439 PENGARUH DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1 KEJOBONG PURBALINGGA https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1076 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya dukungan teman sebaya dalam motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat dukungan teman sebaya, (2) tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, dan (3) pengaruh dukungan teman sebaya terhadap motivasi belajar siswa kelas X di SMK Negeri 1 Kejobong Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 312 siswa kelas X, dengan sampel sebanyak 175 siswa yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis persentase, korelasi Pearson Product Moment, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya memperoleh persentase sebesar 60,46% dan termasuk kategori cukup baik, sedangkan motivasi belajar memperoleh persentase sebesar 82,46% dan termasuk kategori sangat baik. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0,733 dengan signifikansi 0,000 &lt; 0,05, yang berarti terdapat hubungan positif dan kuat antara dukungan teman sebaya dan motivasi belajar. Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 42,339 + 0,507X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan dukungan teman sebaya akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0,507 satuan. Hasil uji t menunjukkan bahwa t hitung (14,174) &gt; t tabel (1,973), sehingga terdapat pengaruh positif dan signifikan dukungan teman sebaya terhadap motivasi belajar. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,537 menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya memberikan pengaruh sebesar 53,7% terhadap motivasi belajar, sedangkan 46,3% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, semakin tinggi dukungan teman sebaya, semakin tinggi pula motivasi belajar siswa</p> Siti Wahyuningsih Fatkhurrohman Fatkhurrohman Sofan Rizqi Copyright (c) 2026 Siti Wahyuningsih, Fatkhurrohman Fatkhurrohman , Sofan Rizqi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-09 2026-06-09 5 4 64 71 Penerapan Model Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pai Materi Asmaul Husna Siswa Kelas IV https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1105 <p><em>This study was motivated by the low learning outcomes in Islamic Religious Education (PAI) on the topic of Asmaul Husna among fourth-grade students of SDN 13 Way Khilau, which was caused by teacher-centered learning. This study aims to improve learning outcomes in PAI on the topic of Asmaul Husna through the application of the Make a Match learning model. This research is a Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection. The subjects were 25 fourth-grade students. Data were collected through tests, observation, and documentation, then analyzed using quantitative and qualitative descriptive techniques. The results show an increase in classical completeness from 40% in the pre-cycle to 64% in cycle I and 88% in cycle II, accompanied by an increase in student activeness. Thus, the application of the Make a Match model can improve PAI learning outcomes on Asmaul Husna for fourth-grade students of SDN 13 Way Khilau.</em></p> Muhamad Rif'an Rohma Yunita Imam Fauzi Copyright (c) 2026 Muhamad Rif'an, Rohma Yunita, Imam Fauzi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-22 2026-06-22 5 4 191 196 TINJAUAN SOSIOLOGIS TENTANG KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1148 <p>Penelitian ini mengkaji kurikulum pendidikan Islam melalui perspektif sosiologi pendidikan untuk menilai kemampuannya dalam merespons dinamika sosial dan pendidikan pada era kontemporer. Perkembangan globalisasi, kemajuan teknologi, dan meningkatnya keberagaman masyarakat menghadirkan tantangan baru bagi pendidikan Islam dalam mempertahankan nilai-nilai dasar keislaman sekaligus memenuhi kebutuhan zaman. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka kualitatif dengan landasan teori fungsionalisme, teori konflik, dan interaksionisme simbolik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum tidak hanya berperan sebagai media pewarisan nilai-nilai Islam, tetapi juga menjadi ruang pembentukan relasi sosial, dinamika kekuasaan, dan interaksi pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi kurikulum menuju model yang lebih holistik, integratif, dan interdisipliner dengan menghubungkan ajaran Islam, perkembangan ilmu pengetahuan, serta realitas sosial. Upaya tersebut memerlukan kolaborasi para pemangku kepentingan, kebijakan lembaga yang berorientasi pada kearifan lokal, serta inovasi pembelajaran berbasis literasi digital yang tetap berlandaskan nilai tauhid. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat peran pendidikan Islam sebagai penggerak transformasi sosial yang berkelanjutan.</p> Raditya Musyarrof Nur Azizah Kinabalu Copyright (c) 2026 Raditya Musyarrof, Nur Azizah Kinabalu https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-01 2026-07-01 5 4 340 351 HUKUM SYAR'I (HUKUM TAKLIFI) https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1169 <p><em>Hukum taklifi merupakan komponen penting dalam hukum syariat Islam yang mengatur tindakan mukallaf melalui tiga bentuk utama, yakni perintah, larangan, dan kebolehan. Pemahaman yang mendalam tentang hukum taklifi menjadi urgensi tersendiri, sebab ia berperan sebagai rambu-rambu bagi umat Islam dalam menyikapi dan menjalankan berbagai aktivitas keseharian. Artikel ini disusun dengan tujuan untuk menguraikan secara konseptual tentang hukum taklifi, dasar-dasar penetapannya, klasifikasinya, serta relevansinya dalam kehidupan praktis. Pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah beragam sumber primer dan sekunder, seperti kitab-kitab ushul fikih, jurnal ilmiah, serta dalil Al-Qur'an dan hadis. Berdasarkan hasil kajian, hukum taklifi terbagi ke dalam lima kategori, yaitu&nbsp;wajib,&nbsp;sunnah,&nbsp;haram,&nbsp;makruh, dan&nbsp;mubah. Kelima tingkatan ini berfungsi sebagai panduan komprehensif dalam mengarahkan perilaku manusia agar selaras dengan nilai-nilai syariat. Lebih dari sekadar mengatur hubungan vertikal antara manusia dengan Allah, hukum taklifi juga memberikan kerangka dalam menjalin hubungan sosial (hablum minannas), membina akhlak mulia, serta menjadi landasan dalam merespons isu-isu kekinian. Dengan demikian, pemahaman terhadap hukum taklifi tidak hanya bersifat teoretis-akademis, melainkan memiliki kontribusi nyata dalam membentuk tatanan masyarakat yang religius, bertanggung jawab, dan senantiasa berpijak pada prinsip kemaslahatan bersama</em></p> Nur Inayah Ralli Isratul Ayni Abdul Basir Besse Ruhaya Copyright (c) 2026 Nur Inayah Ralli, Isratul Ayni, Abdul Basir, Besse Ruhaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 5 4 492 501 SOSIOLOGI BUDAYA PRESTASI DI PESANTREN: STUDI KONSTRUKSI PRESTASI DAN POLA APRESIASI SANTRI DI PONDOK PESANTREN NUURURROHMAN SIRAU KEMRANJEN BANYUMAS https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1089 <p>Prestasi di lingkungan pesantren tidak sekadar dipahami sebagai keberhasilan memenangkan perlombaan, melainkan juga berkaitan dengan pembentukan citra lembaga, pengakuan sosial, serta posisi pesantren di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola budaya prestasi yang berkembang di Pondok Pesantren Nuururrohman Sirau Kemranjen Banyumas, bentuk penghargaan terhadap santri berprestasi, dan tekanan moral yang muncul dalam proses mempertahankan reputasi pondok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan memanfaatkan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga validitas penelitian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa budaya prestasi di Pondok Pesantren Nuururrohman dibangun melalui keterlibatan santri dalam kegiatan religius maupun sosial seperti Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK), lomba hadroh, serta karnaval Hari Santri. Prestasi dipandang sebagai media penguatan identitas pesantren sekaligus sarana memperoleh kepercayaan masyarakat. Selain itu, santri mengalami dorongan moral kolektif untuk menjaga nama baik pondok melalui capaian yang diperoleh. Bentuk apresiasi yang diberikan pondok berupa pengakuan simbolik, pujian dari pengurus, hingga pemberian uang saku kepada santri yang memperoleh prestasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa budaya prestasi pesantren dibentuk melalui relasi antara kapital simbolik, legitimasi sosial, dan kultur kolektif yang berkembang dalam kehidupan pesantren.</p> Rausyan Fikri Rabbani Muh. Hanif Copyright (c) 2026 Rausyan Fikri Rabbani, Muh. Hanif https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-13 2026-06-13 5 4 111 115 WORKSHOP HARMONISASI DAN MODERASI BERAGAMA BAGI SANTRI PUTRI BERAGAM ENTNIS DIBUMIRATU NUBAN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1134 <p>Indonesia merupakan negara multikultural dengan keragaman suku, agama, dan budaya yang tinggi yang berpotensi memperkaya sekaligus menimbulkan tantangan sosial apabila tidak dikelola secara bijaksana. Dalam konteks pendidikan pesantren, penguatan nilai-nilai moderasi beragama dan harmonisasi antaretnis menjadi kebutuhan strategis untuk membentuk karakter santri yang toleran, inklusif, dan berjiwa damai. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan pemahaman santri putri mengenai pentingnya sikap moderat dalam beragama serta meningkatkan kemampuan mereka dalam berinteraksi lintas budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa Workshop Harmonisasi dan Moderasi Beragama bagi Santri Putri Beragam Etnis di Bumi Ratu Nuban dilaksanakan melalui metode partisipatif dengan pendekatan interaktif, meliputi diskusi kelompok, studi kasus, refleksi bersama, dan simulasi peran yang mendorong keterlibatan aktif peserta. Metode tersebut dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang komunikatif dan kontekstual sesuai dengan realitas kehidupan santri di lingkungan pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman, kesadaran, dan komitmen peserta terhadap nilai-nilai moderasi beragama serta kesediaan mereka untuk menerapkan sikap toleran dan menjaga keharmonisan sosial di lingkungan sekitarnya. Peserta juga mampu merumuskan langkah-langkah konkret dalam membangun interaksi yang harmonis antaretnis dan antarumat beragama. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan moderasi beragama di kalangan generasi muda pesantren serta mendukung program nasional dalam memperkokoh persatuan dan solidaritas sosial berbasis nilai kebhinekaan dan spiritualitas Islam</p> Ahmad Mukhlishin Jauharotun Nafisah M. Muslih Naura indah sabila Afikri Mainuri Copyright (c) 2026 Ahmad Mukhlishin, Jauharotun Nafisah, M. Muslih, Naura indah sabila, Afikri Mainuri https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-29 2026-06-29 5 4 277 292 TINJAUAN SOSIOLOGI TENTANG POLA PENDIDIKAN dan KEPEMIPINAN PESANTREN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1157 <p>Pesantren adalah institusi pendidikan Islam yang paling tua di Indonesia dan memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter, moral, serta interaksi sosial masyarakat. Dari sudut pandang sosiologis, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar agama, tetapi juga sebagai lembaga sosial yang terlibat dalam proses sosialisasi, penginternalisasian nilai, serta pembentukan budaya dan norma dalam masyarakat. Metode pendidikan pesantren berfokus pada pengembangan akhlak, disiplin, kemandirian, dan tanggung jawab melalui pembelajaran yang berlangsung baik secara formal maupun dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kepemimpinan kiai menjadi elemen utama dalam menjaga kelangsungan sistem pendidikan, melalui teladan, otoritas moral, serta kemampuan membimbing para santri. Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini, pesantren menghadapi berbagai tantangan, seperti digitalisasi pendidikan, peningkatan mutu manajemen, persaingan dengan institusi pendidikan modern, serta kebutuhan untuk mengembangkan kepemimpinan yang adaptif sambil tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.</p> Hilwah Azizah Ahmad Akbar Maulana Copyright (c) 2026 Hilwah Azizah, Ahmad Akbar Maulana https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 4 410 416 STRATEGI GURU PAI DAN BUDI PEKERTI DALAM MENGATASI KESULITAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA SISWA DI SMP NEGERI 3 RANDUDONGKAL KABUPATEN PEMALANG https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1072 <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru PAI dan Budi Pekerti dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an pada siswa, mengidentifikasi bentuk kesulitan yang dialami siswa, mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan tersebut, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan strategi di SMP Negeri 3 Randudongkal Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru PAI dan Budi Pekerti serta siswa kelas VII F. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesulitan membaca Al-Qur’an yang dialami siswa meliputi kesulitan mengenal huruf hijaiyah, makharijul huruf, shifatul huruf, dan penerapan tajwid. Faktor penyebabnya terdiri dari faktor internal (kurangnya pemahaman dasar membaca Al-Qur’an, rendahnya motivasi dan rasa percaya diri, serta kurangnya latihan mandiri) dan faktor eksternal (perbedaan latar belakang kemampuan siswa dan keterbatasan waktu pembelajaran). Strategi yang diterapkan guru meliputi diagnosa awal kemampuan siswa, pembelajaran berdiferensiasi, pendampingan individu, peer teaching (tutor sebaya), metode drill and practice, penguatan motivasi, dan evaluasi formatif. Faktor pendukung adalah antusias dan keterlibatan aktif siswa, sedangkan faktor penghambat adalah keterbatasan waktu, kejenuhan siswa, dan ketidakhadiran siswa</p> Tazqia Dwi Ariva Shobrun Jamil Copyright (c) 2026 Tazqia Dwi Ariva, Shobrun Jamil https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-06 2026-06-06 5 4 49 56 Kreativitas Mahasiswa Iaidu Asahan Dalam Pengembangan Materi Kewirausahaan https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1098 <p>Kewirausahaan dalam pendidikan agama Islam merupakan suatu produktivitas dari kerangka kerja yang mengatur sikap ekonomi individu berdasarkan prinsip-prinsip dan ajaran agama Islam. Peran Pendidikan agama Islam menekankan pentingnya kejujuran, keadilan, dan transparansi dalam semua transaksi usaha maupun ekonomi dengan aspek muamalah. Kewirausahaan ini melarang praktik-praktik seperti riba (bunga), gharar (ketidak pastian), dan penipuan. Nilai-nilai ini bertujuan untuk menciptakan semangat dalam berusaha yang adil dan seimbang, yang tidak hanya berfokus pada keuntungan materi duniawi tetapi juga pada kesejahteraan sosial dan spiritual ukhrawi Islam adalah agama kaum pedagang, disebarkan ke pelbagai wilayah di dunia melalui aktivitas perdagangan. Bahkan, pembawa risalah Islam, Muhammad Sallallahu ‛Alaihi Wa Sallam pun tercatat sebagai pekerja keras dan ulet. Karenanya, tidak aneh jika dikatakan mental kewirausahaan alam Islam senafas atau inheren dengan jiwa umat islam. Tidak sekedar kepribadian Nabi Muhammad Sallallahu ‛Alaihi Wa Sallam yang dapat dijadikan sebagai suri tauladan untuk berbisnis, melainkan juga ajaran-ajaran yang dibawanya, salah satunya adalah <em>أ</em><em>طلبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بِاالصَّيْنِ, فَإِنَّ طَلَبَ الْعِلِم فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلَّ مُسْلِمٍ (رواه البيهقي عن أنس)</em> Carilah ilmu (wawasan pengetahuan) meskipun sampai ke negeri Cina, sebab mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. (Hadis Riwayat al-Baihaqī dari Anas) Menurut Hasanuzzaman, Mendefinsikan ilmu ekonomi islam adalah pengetahuan dan aplikasi dari ajaran dan aturan syari’ah yang mencegah ketidakadilan dalam memperoleh sumber-sumber daya material memenuhi kebutuhan manusia yang memungkinkan untuk melaksanakan kewajiban kepada Allah dan Masyarakat. Akan Tetapi, Islam mengambil posisi dipertengahan berada diantara keduanya, dengan memberikan hak masing-masing individu dan masyarakat secara utuh. Menyeimbangkan antara bidang produksi dan konsumsi, antara produksi dengan produksi lain. Al-Qur'an dan hadis, sebagai kitab suci yang saling menyempurnakan untuk menjadi pedoman hidup bagi umat Islam, tidak hanya memberikan ajaran tentang ibadah, tetapi juga memberikan pedoman praktis dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk usaha maupun ekonomi serta muamalah Adapun Penelitian ini mengkaji konsep-konsep utama dalam karakter berwirausaha pada pendidikan agama Islam, implikasinya terhadap praktik wirausaha terkini dan kontemporer, dan bagaimana penerapannya dapat meningkatkan keadilan dan kesejahteraan dalam masyarakat. Dengan hasil penelitian ini diharapkan untuk memberikan wawasan bagi pelaku usaha untuk mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam kegiatan berwirausaha serta bermuamalah.</p> Mislaina Panjaitan Khairunisa Nabilah Ruri Indah Sari Dalila Dalila Rizki Aulia Sitorus Copyright (c) 2026 Khairunisa Nabilah, Mislaina Panjaitan, Ruri Indah Sari, Dalila Dalila, Fauziah Madinatuz Zahra https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-28 2026-06-28 5 4 250 266 TINJAUAN SOSIOLOGIS TENTANG TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1145 <p>Tujuan pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk individu yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tujuan pendidikan Islam dari perspektif sosiologis guna memahami perannya dalam pembentukan individu dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (<em>library research</em>) dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pengembangan aspek spiritual dan intelektual, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai, pembentukan karakter, serta integrasi sosial. Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk manusia yang bertanggung jawab secara pribadi maupun sosial di tengah dinamika masyarakat.</p> Muhammad Husni Azmi Nada Millatina Dahlan Copyright (c) 2026 Muhammad Husni Azmi, Nada Millatina Dahlan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-30 2026-06-30 5 4 327 334 PERAN PAI DALAM MENGHASILKAN INSAN AKADEMIS BERINTEGRITAS https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1167 <p><em>Integritas akademik merupakan fondasi utama dalam menjaga keluhuran ilmu pengetahuan di lingkungan perguruan tinggi. Namun, era modern menghadirkan tantangan moral yang serius, ditandai dengan maraknya praktik kecurangan akademik seperti plagiarisme, joki karya ilmiah, dan manipulasi data. Artikel ini bertujuan mengkaji secara mendalam bagaimana Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan strategis dalam membentuk insan akademis yang berintegritas. Metode penulisan menggunakan pendekatan studi literatur dari jurnal-jurnal terakreditasi nasional rentang tahun 2016–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI tidak sekadar berfungsi sebagai transfer pengetahuan normatif, melainkan sebagai instrumen internalisasi nilai spiritualitas (iman), keilmuan (ilmu), dan pengamalan nyata (amal). Melalui penanaman sifat jujur (as-sidq) dan amanah, PAI membangun sistem pengawasan internal dalam jiwa mahasiswa. Kesimpulannya, sinergi antara restrukturisasi kurikulum PAI yang kontekstual, keteladanan dosen, dan penciptaan ekosistem kampus yang religius menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi akademisi yang cerdas secara intelektual sekaligus mulia secara akhlak demi kemaslahatan umat</em></p> Ali Reza Faisal Khalid Rahman Hakim Muhammad Abdullah Darraz Copyright (c) 2026 Ali Reza Faisal, Khalid Rahman Hakim, Muhammad Abdullah Darraz https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 5 4 464 470 ANALISIS IMPLEMENTASI SUPERVISI AKADEMIK DALAM PENGUATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SMK AN-NUR 1 BULULAWANG https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1083 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi supervisi akademik dalam penguatan kompetensi pedagogik guru di SMK An-Nur 1 Bululawang. Supervisi akademik merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pembinaan profesional, pendampingan, dan evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru yang terlibat dalam pelaksanaan supervisi akademik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi supervisi akademik dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut supervisi. Pelaksanaan supervisi dilakukan secara terjadwal melalui observasi kelas, pemeriksaan perangkat pembelajaran, serta diskusi reflektif antara supervisor dan guru. Tindak lanjut supervisi diwujudkan dalam bentuk pembinaan, pelatihan, dan pendampingan profesional guru. Implementasi supervisi akademik memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, terutama dalam perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, penggunaan media pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Faktor pendukung implementasi supervisi akademik meliputi kepemimpinan kepala sekolah yang partisipatif, budaya kolaboratif sekolah, dan komitmen guru untuk berkembang. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan waktu, beban administrasi, dan kemampuan teknologi yang belum merata di kalangan guru.</p> Muhammad Husni Abdus somad Copyright (c) 2026 Muhammad Husni, Abdus somad https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-11 2026-06-11 5 4 95 103 Harmonisasi Neurosains dan Islam dalam Memahami Trauma: Implikasi bagi Kesejahteraan dan Pendidikan Peserta Didik Muslim https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1124 <p>Trauma adalah salah satu persoalan kesehatan mental yang paling serius namun paling sering tidak terlihat di lingkungan pendidikan. Artikel ini mengkaji bagaimana neurosains menjelaskan mekanisme trauma pada otak, bagaimana ajaran Islam tentang sabar, tawakal, dzikir, dan shalat menyediakan mekanisme koping yang terbukti efektif secara empiris, serta bagaimana keduanya dapat diintegrasikan untuk kepentingan kesejahteraan dan pendidikan peserta didik Muslim. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka integratif dari sumber-sumber ilmiah tahun 2021–2025, kajian ini menemukan bahwa trauma mengubah otak secara biologis melalui tiga jalur utama: hiperaktivasi amigdala, disregulasi sumbu HPA dan kortisol, serta gangguan struktural pada hipokampus dan korteks prefrontal. Praktik ibadah Islam terbukti secara laboratorium mampu menstabilkan kortisol, mengaktifkan sistem parasimpatis, dan menurunkan reaktivitas amigdala. Sabar dan tawakal terbukti berkorelasi kuat dengan post-traumatic growth pada populasi Muslim yang mengalami trauma berat. Kajian ini menyimpulkan bahwa neurosains dan Islam saling memperkuat dalam membentuk model pemulihan trauma yang holistik, kontekstual, dan bermartabat bagi peserta didik Muslim di Indonesia.</p> Nabila Putri Sarasti Copyright (c) 2026 Nabila Putri Sarasti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-26 2026-06-26 5 4 239 249 PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN SOSIAL DI ERA MODERN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/383-399 <p>Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu instrumen penting dalam pembentukan karakter dan perilaku sosial peserta didik. Di tengah perkembangan masyarakat yang terus mengalami perubahan sosial akibat kemajuan teknologi, globalisasi, dan transformasi budaya, PAI memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam perspektif sosiologi pendidikan, PAI tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan agama, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai, norma, dan etika sosial yang mendukung terciptanya keteraturan masyarakat. Melalui pembelajaran nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian sosial, PAI berkontribusi dalam membentuk individu yang mampu menjalankan peran sosialnya secara baik. Namun, perkembangan zaman juga menghadirkan berbagai tantangan seperti individualisme, penyalahgunaan teknologi, dan menurunnya kepedulian sosial. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendidikan agama yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Artikel ini bertujuan mengkaji hubungan antara Pendidikan Agama Islam dan perubahan sosial serta peran PAI dalam membentuk masyarakat yang berakhlak, harmonis, dan berkeadaban.</p> Ainun shofiy mahfudhah Nayla zalsabila Copyright (c) 2026 Ainun shofiy mahfudhah, Nayla zalsabila https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 4 PELAKSANAAN PROGRAM KEPUTRIAN DALAM PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS SISWI DI SMA N 1 WONOSOBO https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1070 <p>Program keputrian merupakan salah satu bentuk pembinaan keagamaan yang dilaksanakan di SMA N 1 Wonosobo sebagai upaya penguatan karakter religius siswi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi karakter religius siswi, pelaksanaan program keputrian, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisisnya dilakukan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi karakter religius siswi di SMA N 1 Wonosobo tergolong cukup baik namun masih belum merata dikarenakan latar belakang peserta didik yang beragam. Pelaksanaan program keputrian dilakukan setiap hari Jumat dengan materi yang berkaitan dengan keagamaan dan persoalan remaja putri yang relevan. Metode penyampaian materi masih didominasi dengan metode ceramah dengan pemateri yang bertugas dari pihak sekolah maupun narasumber dari luar. Faktor pendukung program ini meliputi dukungan sekolah, kerjasama berbagai pihak, serta keterlibatan narasumber luar yang meningkatkan antusiasme peserta. Adapun faktoe penghambatnya meliputi keterbatasan waktu dan kapasitas tempat, serta kurangnya variasi metode penyampaian materi sehingga perhatian peserta belum optimal.</p> Talita Nadia Kamila Maryono Maryono Muhtar Sofwan Hidayat Copyright (c) 2026 Talita Nadia Kamila, Maryono Maryono, Muhtar Sofwan Hidayat https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-04 2026-06-04 5 4 30 39 Digitalisasi Sertifikasi Halal: Peluang dan Tantangan Industri Halal Indonesia https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1096 <p>Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi strategis untuk menjadi penggerak utama dalam industri halal global. Di era modern ini, transisi menuju digitalisasi sertifikasi halal menjadi langkah krusial untuk mempermudah proses adaptasi teknologi sekaligus meningkatkan daya saing sektor ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji peluang digitalisasi sertifikasi halal dalam mengoptimalkan efisiensi manajemen, memetakan kendala utama yang menghambat proses tersebut, serta merumuskan strategi pengelolaan yang adaptif bagi industri halal domestik. Melalui metode studi kepustakaan (library research), data dikumpulkan dan dianalisis secara mendalam dari berbagai literatur tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi menawarkan peluang besar dalam mempercepat layanan administrasi, memangkas biaya operasional bagi pelaku UMKM, serta menciptakan sistem yang transparan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Kendati demikian, penerapannya masih membentur sejumlah tantangan, seperti tumpang tindih regulasi antarlembaga, ketimpangan infrastruktur teknologi di daerah, rendahnya literasi digital pelaku usaha, dan ancaman keamanan siber. Oleh karena itu, diperlukan strategi integratif yang mencakup penyelarasan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerataan jaringan digital, perluasan akses modal syariah, serta pengetatan pengawasan digital. Kolaborasi sinergis ini diharapkan mampu memperkokoh ekosistem industri halal nasional demi mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi halal dunia</p> Aprilia Putri Dewi Setyarini Afifah Aulia Nisa Eka Ayu Putri Violita Nuril Nabillah Amelia Putri Amalia Nuril Hidayati Copyright (c) 2026 Aprilia Putri Dewi Setyarini, Afifah Aulia Nisa, Eka Ayu Putri Violita, Nuril Nabillah Amelia Putri, Amalia Nuril Hidayati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-18 2026-06-18 5 4 145 152 PEMIKIRAN TOKOH PENDIDIKAN MALALA YOUSAFZAI: ANALISIS FILOSOFIS DAN RELEVANSINYA BAGI PENDIDIKAN GLOBAL https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1143 <p>Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam pemikiran pendidikan Malala Yousafzai, aktivis asal Pakistan yang menjadi simbol global perjuangan hak pendidikan perempuan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (<em>library research</em>), penelitian ini menganalisis sumber primer berupa autobiografi <em>I Am Malala</em> dan pidato internasional Malala, serta sumber sekunder berupa jurnal ilmiah terbitan 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Malala bertumpu pada tiga pilar: (1) pendidikan sebagai senjata melawan ekstremisme, (2) kesetaraan gender sebagai fundamen kemajuan bangsa, dan (3) filosofi literasi minimal sebagai katalisator perubahan sosial. Pemikiran ini memiliki kedalaman filosofis yang relevan bagi pengembangan kebijakan pendidikan global, termasuk di Indonesia dalam kerangka pendidikan inklusif dan berkeadilan gender.</p> Kayma Devinta Putri Azkiatul Fuadah Copyright (c) 2026 Kayma Devinta Putri, Azkiatul Fuadah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-30 2026-06-30 5 4 313 318 RUANG LINGKUP SOSIOLOGI PENDIDIKAN ISLAM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1162 <p>Sosiologi Islam merupakan bidang kajian yang membahas kehidupan sosial manusia dengan memadukan pendekatan sosiologi dan nilai-nilai ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Kajian ini tidak hanya menyoroti fenomena sosial secara nyata, tetapi juga memperhatikan aspek moral dan spiritual dalam setiap interaksi sosial. Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji pengertian, ruang lingkup, serta relevansi sosiologi Islam dalam kehidupan masyarakat modern dengan menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa ruang lingkup sosiologi Islam mencakup interaksi sosial, struktur sosial, perubahan sosial, masalah sosial, serta nilai dan norma yang berkembang di masyarakat. Selain itu, sosiologi Islam juga berperan dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial seperti krisis moral dan ketimpangan sosial. Oleh karena itu, sosiologi Islam tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan modern guna mewujudkan masyarakat yang harmonis, adil, dan seimbang antara kebutuhan material dan spiritual</p> Muhamad Fadil Sahil Sahak Copyright (c) 2026 Muhamad Fadil Sahil Sahak https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 4 458 463 Revitalisasi Landasan Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Al-Qur'an dan Hadis di Era Modern https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1081 <p><em>The development of the modern era which is marked by technological advances and social changes requires adjustments in the development of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum. This article aims to examine the revitalization of the foundation for developing the PAI curriculum based on the Al-Qur'an and Hadith so that it remains relevant to the needs of the times. This research uses a library research method with a descriptive qualitative approach through analysis of various literature related to the PAI curriculum and sources of Islamic teachings. The research results show that the values ​​of the Qur'an and Hadith must be included in the PAI curriculum through a contextual approach that is in line with advances in science and technology. The PAI curriculum must pay equal attention to cognitive and affective aspects, as well as psychomotor and affective aspects. In addition, the curriculum must be designed flexibly and adaptively while maintaining the basic principles of Islamic teachings. Therefore, it is hoped that the revitalization of the PAI curriculum will be able to produce students who are faithful, virtuous and have critical thinking skills that are relevant to today's demands.</em></p> Delli Marlina Tia Aulia Redisti Sumiarti Sumiarti Copyright (c) 2026 Delli Marlina, Tia Aulia Redisti, Sumiarti Sumiarti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-10 2026-06-10 5 4 87 94 INTEGRASI OUTCOME-BASED EDUCATION (OBE) DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM EVALUASI PROGRAM PENDAMPINGAN PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM SWASTA: STUDI KASUS UNIVERSITAS AL-QOLAM MALANG https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1112 <p>Pendampingan mutu menjadi salah satu peran strategis Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang telah berkembang dalam membina perguruan tinggi mitra di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dan potensi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mengevaluasi capaian program pendampingan PTKIS yang dilaksanakan oleh Universitas Al-Qolam Malang terhadap 34 PTKIS mitra di Jawa Timur dan sekitarnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melalui analisis dokumen rekapitulasi kegiatan pendampingan, observasi partisipatif tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), serta tinjauan literatur terkini terkait OBE dan AI dalam pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan PTKIS oleh Universitas Al-Qolam Malang dapat dikategorikan ke dalam enam klaster utama, yaitu bimbingan teknis PDDIKTI, migrasi/alih bentuk kelembagaan, benchmarking, pendampingan akreditasi, pembinaan kelembagaan, dan penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI); namun, evaluasi keberhasilannya masih bersifat administratif dan belum terstruktur dalam kerangka capaian pembelajaran (learning outcomes) yang terukur sebagaimana prinsip OBE. Penelitian ini mengusulkan model integrasi OBE-AI berupa kerangka evaluasi tiga lapis (capaian kelembagaan, capaian program studi, dan capaian individu dosen) yang didukung pemanfaatan AI untuk pemetaan data, deteksi kesenjangan mutu, dan penyusunan draf rekomendasi tindak lanjut. Model ini diharapkan mempercepat siklus penjaminan mutu, meningkatkan objektivitas evaluasi, serta memperkuat peran Universitas Al-Qolam Malang sebagai simpul (hub) pendampingan PTKIS berbasis data di wilayah Jawa Timur.</p> Muhammad Hasyim Copyright (c) 2026 Muhammad Hasyim https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 5 4 225 232 Penerapan Metode Al-Insyirah Dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur’an Pada Santri TPQ Al-Barokah Desa Pagentan Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1153 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Metode Al-Insyirah dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an di TPQ Al-Barokah Desa Pagentan, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian terdiri atas ketua TPQ, ustadz/ustadzah, dan santri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Metode Al-Insyirah dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, pengajar mempersiapkan materi dengan mempelajari ayat dan hukum tajwid yang akan diajarkan tanpa menggunakan perangkat pembelajaran tertulis. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan pembukaan, inti, dan penutup dengan menerapkan sistem membaca bergiliran, menyimak, serta membaca bersama. Tahap evaluasi dilakukan secara formatif melalui koreksi langsung terhadap bacaan santri dan tanya jawab mengenai hukum tajwid. Metode Al-Insyirah terbukti membantu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri melalui pembelajaran yang aktif, interaktif, dan berorientasi pada praktik langsung. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa rendahnya konsistensi kehadiran santri yang memengaruhi efektivitas pembelajaran.</p> Solihun Wildan Shobrun Jamil Copyright (c) 2026 Solihun Wildan, Shobrun Jamil https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 4 364 370 INTEGRASI ILMU DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI RESPON TERHADAP DIKOTOMI ILMU DI SMP SABILILLAH BOARDING SCHOOL WAJAK https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1068 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dikotomi ilmu antara ilmu agama dan ilmu umum yang masih terjadi dalam dunia pendidikan di era globalisasi. Kondisi tersebut mendorong lembaga pendidikan Islam untuk mengembangkan model integrasi ilmu agar peserta didik memiliki keseimbangan intelektual, spiritual, dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi integrasi ilmu dalam manajemen Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Sabilillah Boarding School Wajak yang memadukan pembelajaran ilmu umum dan kitab kuning. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ilmu diterapkan melalui penyusunan kurikulum terpadu, pembiasaan nilai-nilai religius, serta kolaborasi antara pembelajaran umum dan kajian kitab kuning. Integrasi tersebut mampu membentuk peserta didik yang memiliki kompetensi akademik sekaligus karakter religius. Kesimpulannya, integrasi ilmu dalam manajemen PAI menjadi solusi efektif dalam mengatasi dikotomi ilmu di era globalisasi</p> Muhammad Kholidin Muhammad Husni Copyright (c) 2026 Muhammad Kholidin, Muhammad Husni https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-03 2026-06-03 5 4 10 19 PENDIDIKAN ISLAM DAN ISU TRANSNASIONALISME https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1093 <p>Fenomena transnasionalisme Islam adalah salah satu konsekuensi dari globalisasi dan kemajuan dalam teknologi informasi yang memungkinkan penyebaran ide, pemikiran, serta gerakan keagamaan melewati batas negara. Fenomena ini memberikan dampak yang besar terhadap kemajuan pendidikan Islam di Indonesia, baik dalam bentuk peluang maupun tantangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis fungsi pendidikan Islam dalam menghadapi fenomena transnasionalisme Islam dan pengaruhnya terhadap siswa dan lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang berasal dari buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dokumen kebijakan, dan laporan penelitian yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis isi melalui langkah-langkah reduksi data, pengelompokan, analisis tematik, sintesis, dan interpretasi data. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa transnasionalisme Islam mempengaruhi cara berpikir dan pemahaman religius siswa melalui akses yang luas ke berbagai sumber informasi digital. Di samping memberikan peluang seperti peningkatan akses terhadap literatur keislaman, kerjasama akademis internasional, dan peningkatan kualitas pendidikan, fenomena ini juga membawa tantangan berupa masuknya ideologi yang dapat menimbulkan sikap eksklusif, intoleran, dan radikal. Oleh sebab itu, pendidikan Islam perlu menguatkan moderasi beragama, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta nilai-nilai kebangsaan agar siswa dapat menghadapi pengaruh global tanpa mengorbankan identitas keislaman dan kebangsaan mereka.</p> Abdul Rouf Al-Majid Mochamad Samsul Arifin Copyright (c) 2026 Abdul Rouf Al-Majid, Mochamad Samsul Arifin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-17 2026-06-17 5 4 138 144 TA’ARUDL DAN TARJIH DALAM ISTINBAT HUKUM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1141 <p>Ta’arudl dan tarjih merupakan konsep penting dalam ushul fiqih yang berperan dalam menyelesaikan pertentangan dalil serta menentukan dalil yang lebih kuat untuk dijadikan dasar dalam istinbat hukum Islam. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian ta’arudl dan tarjih, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya ta’arudl antar dalil, metode penyelesaiannya, serta kedudukan tarjih dalam proses penetapan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ushul fiqih klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ta’arudl terjadi ketika terdapat dua atau lebih dalil yang secara lahiriah tampak bertentangan sehingga memerlukan upaya penyelesaian untuk memperoleh kepastian hukum. Para ulama ushul fiqih menetapkan beberapa metode penyelesaian ta’arudl, yaitu al-jam’u wa al-taufiq (kompromi antar dalil), al-naskh (penghapusan hukum terdahulu), al-tarjih (menguatkan salah satu dalil), dan al-tasaquth (menggugurkan kedua dalil apabila tidak ditemukan jalan penyelesaian). Tarjih menjadi metode yang sangat penting ketika kompromi dan naskh tidak dapat diterapkan, dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kekuatan sanad, kejelasan matan, kualitas periwayatan, serta kesesuaian dengan prinsip-prinsip syariat</p> Artika Armedia Putri Rifky Dwi Ramadhan Besse Ruhaya Copyright (c) 2026 Artika Armedia Putri, Rifky Dwi Ramadhan, Besse Ruhaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-29 2026-06-29 5 4 303 307 SUMBER HUKUM ISLAM (DALIL SYAR’I): DALIL YANG DISEPAKATI https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1160 <p>Sebagai dasar utama dalam pembentukan hukum Islam, dalil syar'i memiliki peranan penting dalam memberikan arahan bagi umat Islam untuk menjalani kehidupan yang selaras dengan ketentuan syariat. Penelitian ini difokuskan pada pembahasan konsep dalil syar'i, penelusuran sumber-sumber hukum Islam yang memperoleh kesepakatan para ulama, serta kajian mengenai posisi dan kontribusi Al-Qur'an, As-Sunnah, Ijma', dan Qiyas dalam proses istinbath hukum. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang didasarkan pada analisis berbagai sumber literatur terkait ushul fiqh. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa Al-Qur'an dan As-Sunnah menempati posisi sebagai sumber hukum utama yang menjadi pijakan seluruh aturan syariat, sedangkan Ijma' dan Qiyas berfungsi sebagai sarana pengembangan hukum untuk menjawab persoalan-persoalan yang tidak diatur secara eksplisit dalam sumber hukum primer. Kombinasi keempat sumber hukum tersebut menghasilkan sistem hukum Islam yang tidak hanya kokoh secara normatif, tetapi juga adaptif terhadap dinamika sosial dan perkembangan zaman. Melalui penerapan yang terintegrasi antara Al-Qur'an, As-Sunnah, Ijma', dan Qiyas, hukum Islam mampu menawarkan solusi atas berbagai isu kontemporer dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip dasarnya. Dengan demikian, penguasaan yang mendalam terhadap dalil syar'i menjadi kebutuhan penting dalam upaya mengembangkan hukum Islam yang responsif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat</p> Nur Afni Nabila Wasfi Awaliah Jinan Filsa Besse Ruhaya Copyright (c) 2026 Nur Afni Nabila, Wasfi Awaliah, Jinan Filsa, Besse Ruhaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 4 440 448 Implementasi Assessment as Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti: Studi Kasus pada Siswa Kelas VIII H SMP Negeri 2 Purwokerto https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1077 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) berdasarkan konsep </em><em>Assessment as Learning</em><em> (AaL) pada siswa kelas VIII H SMP Negeri 2 Purwokerto serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengintegrasikan prinsip-prinsip </em><em>Assessment as Learning</em><em> dalam proses pembelajaran melalui keterlibatan aktif siswa, pengembangan kesadaran metakognitif, pelaksanaan </em><em>self-assessment</em><em>, penulisan jurnal refleksi, serta pemberian umpan balik konstruktif. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk memahami proses belajarnya secara mandiri. Namun demikian, pelaksanaan </em><em>peer-assessment</em><em> belum berjalan optimal karena masih berada pada tahap perencanaan instrumen. Faktor pendukung implementasi AaL meliputi kompetensi guru, antusiasme peserta didik, dan fleksibilitas Kurikulum Merdeka. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan adalah keterbatasan alokasi waktu pembelajaran dan rendahnya kemampuan refleksi kritis sebagian siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran PAI BP yang lebih reflektif, partisipatif, dan berorientasi pada kemandirian belajar peserta didik.</em></p> Ahmad Mufidudin Yuslam Yuslam Copyright (c) 2026 Ahmad Mufidudin, Yuslam Yuslam https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-09 2026-06-09 5 4 72 77 Internalisasi Nilai Karakter Santriwati melalui Program Fiqhunnisa: Studi Kasus di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1108 <p><em>This study aims to describe the process of internalising character values among female students through the Fiqhunnisa Programme at Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1, as well as to identify the character values instilled in the programme. The Fiqhunnisa Programme is a learning activity designed to equip female students with an understanding of women’s fiqh whilst instilling Islamic character values relevant to daily life. This study employs a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews with mentors and female students, and documentation of activities. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, whilst data validity was tested using source and method triangulation techniques. The research findings indicate that the internalisation of character values within the Fiqhunnisa Programme is carried out through several stages, namely the imparting of an understanding of values, setting a good example, habit formation, supervision, and evaluation. The character values internalised include religiosity, responsibility, discipline, positive modesty, politeness, cleanliness, and self-awareness as Muslim women. The internalisation of these values takes place not only through the delivery of material but also through direct practice in the daily lives of the female students within the boarding school environment. The Fiqhunnisa programme contributes to shaping the character of female students so that they possess noble morals, understand their role and identity as women in accordance with Islamic teachings, and are able to implement these values in both their personal and social lives.</em></p> Arly Zahra Maulida Cecep Sobar Rochmat Idam Mustofa Syarifah Syarifah Copyright (c) 2026 Arly Zahra Maulida, Cecep Sobar Rochmat, Idam Mustofa, Syarifah Syarifah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 5 4 208 216 KONSEP PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF GADAMER DAN RELEVANSINYA TERHADAP TANTANGAN DIGITALISASI PENDIDIKAN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1149 <p>Digitalisasi pendidikan kerap diperlakukan sebagai persoalan teknis-instrumental, padahal di baliknya tersimpan pergeseran epistemologis tentang apa artinya memahami dan menjadi terdidik. Artikel ini bertujuan menelaah konsep pendidikan dalam perspektif hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer serta merumuskan relevansinya bagi pembacaan kritis terhadap tantangan digitalisasi pendidikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (<em>library research</em>) yang bersifat deskriptif-analitis, menelaah karya utama Gadamer <em>Truth and Method</em> beserta literatur akademik pendukung yang terindeks dalam basis data ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Gadamerian berpijak pada tiga pilar: <em>Bildung</em> sebagai proses pembentukan diri yang berkelanjutan, lingkaran hermeneutis (<em>hermeneutic circle</em>) yang menempatkan pemahaman sebagai dialog timbal balik antara prapemahaman (<em>Vorverständnis</em>) dan teks atau realitas yang dihadapi, serta fusi horizon (<em>Horizontverschmelzung</em>) yang menuntut keterbukaan terhadap keberlainan (<em>otherness</em>) dalam proses belajar. Ketiga pilar tersebut berimplikasi kritis terhadap praktik digitalisasi pendidikan kontemporer yang berisiko mereduksi pembelajaran menjadi transmisi informasi terukur, melemahkan dialog intersubjektif guru-murid, dan mempersempit horizon pemahaman peserta didik akibat algoritma personalisasi. Kajian ini menyimpulkan bahwa kerangka hermeneutika Gadamer menuntut perancangan ulang arsitektur pedagogis digital agar tetap memberi ruang bagi dialog, prapemahaman reflektif, dan keterbukaan horizon sehingga makna pendidikan tidak tereduksi</p> Zulfa Khairiah Ali Iefone Shiflana Habiba Maragustam Siregar Copyright (c) 2026 Zulfa Khairiah Ali, Iefone Shiflana Habiba, Maragustam Siregar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-01 2026-07-01 5 4 352 358 Jatuh Jatuh Bangun Manajemen Waktu Mahasiswa Aktif Organisasipada jurusan PGMI di Batusangkar: Mengatasi Prokrastinasi Tugas Kuliah https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/854 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Keterlibatan mahasiswa dalam organisasi mahasiswa adalah elemen krusial yang mendukung pengembangan karakter, kepemimpinan, dan kemampuan sosial, tetapi juga menimbulkan tantangan dalam manajemen waktu yang dapat menyebabkan prokrastinasi akademis. Penelitian ini bertujuan untuk secara komprehensif menggambarkan dinamika pengelolaan waktu siswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang terlibat aktif dalam organisasi, sekaligus memahami faktor-faktor yang menyebabkannya mengalami prokrastinasi dan taktik yang diterapkan untuk mengatasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan tiga orang mahasiswa PGMI yang aktif dalam organisasi sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan pencatatan lapangan, kemudian dianalisis dengan proses yang terdiri dari reduksi data, presentasi data, dan kesimpulan kesimpulan, dengan validitas data yang diupayakan melalui triangulasi sumber. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh faktor internal termasuk kelelahan mental, gangguan digital, pola pikir untuk menunda, dan sifat perfeksionis, serta faktor eksternal yang meliputi tanggung jawab keluarga dan sosial yang menciptakan konflik peran. Para mahasiswa menyusun strategi pengelolaan waktu seperti perencanaan perencanaan, prioritas tugas, pengendalian gangguan, dan pembagian tugas. Pengelolaan waktu yang fleksibel memberikan kontribusi positif terhadap kondisi akademis dan emosional siswa, didukung oleh lingkungan sosial yang berfungsi sebagai faktor penguat.</span></span></span></span></p> Annisa Salsabilla Afrima Sari Safrizal Safrizal Syaiful Marwan Yufi Latmini Lasari Copyright (c) 2026 Annisa Salsabilla, Afrima Sari, Safrizal Safrizal, Syaiful Marwan, Yufi Latmini Lasari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-20 2026-06-20 5 4 173 190 Dinamika Peer Group (Teman Sebaya) Terhadap Pembentukan Moral Remaja https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1091 <p>Kelompok teman sebaya (peer group) merupakan salah satu agen sosialisasi utama yang berperan besar dalam pembentukan moral remaja, namun kajian holistik mengenai dinamikanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan mekanisme pengaruh peer group terhadap pembentukan moral remaja, mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan arah pengaruh tersebut, serta merumuskan implikasi pedagogis bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) terhadap artikel ilmiah yang ditelusuri melalui Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengaruh peer group terhadap moral remaja terjadi melalui tiga mekanisme utama, yaitu remaja cenderung mengikuti kebiasaan kelompoknya (konformitas), meniru perilaku teman yang dianggap berpengaruh (modeling sosial), dan termotivasi oleh penerimaan atau penolakan dari anggota kelompok (reinforcement). Peer group yang konstruktif mendorong penerapan nilai moral positif seperti empati dan tanggung jawab, sedangkan peer group yang disfungsional menjadi faktor risiko perilaku menyimpang. Faktor yang memoderasi arah pengaruh tersebut meliputi kualitas hubungan orang tua dan anak, karakteristik kepribadian remaja, iklim sekolah, keterlibatan komunitas, dan pengaruh media sosial. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pendekatan kolaboratif antara keluarga, sekolah, dan komunitas dalam mengoptimalkan peran positif peer group melalui program peer mentoring, literasi digital, dan pendidikan karakter berbasis kelompok.</p> Lafinatu Asfiya Ellen Prima Copyright (c) 2026 Lafinatu Asfiya, Ellen Prima https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-14 2026-06-14 5 4 116 123 MAQOSIDUS SYARI’AH SEBAGAI METODOLOGI PENETAPAN HUKUM ISLAM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1139 <p><em>Maqā</em><em>ṣ</em><em>id al-Syar</em><em>ī</em><em>'ah</em> merupakan konsep fundamental dalam ushul fikih yang berfungsi sebagai landasan filosofis dalam memahami tujuan ditetapkannya hukum Islam. Di tengah berkembangnya berbagai persoalan kontemporer yang tidak secara eksplisit dijelaskan dalam nash, pendekatan maqāṣid al-syarī'ah menjadi salah satu metodologi yang relevan dalam proses istinbāṭ hukum agar tetap sesuai dengan nilai-nilai kemaslahatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep maqāṣid al-syarī'ah sebagai metodologi penetapan hukum Islam, prinsip-prinsip yang mendasarinya, serta relevansinya dalam menjawab problematika hukum Islam kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap berbagai literatur klasik dan kontemporer yang berkaitan dengan maqāṣid al-syarī'ah, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maqāṣid al-syarī'ah merupakan pendekatan metodologis yang berorientasi pada realisasi kemaslahatan (jalb al-maṣāliḥ) dan pencegahan kemudaratan (dar' al-mafāsid) melalui perlindungan terhadap lima kebutuhan pokok (al-ḍarūriyyāt al-khams), yaitu menjaga agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-'aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan harta (ḥifẓ al-māl). Pendekatan ini memungkinkan hukum Islam bersifat dinamis, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman tanpa mengabaikan otoritas Al-Qur'an dan Sunnah.</p> Putri Amaliyah Ramadhani Husnul Khatimah Rizalul Rizalul Izzahtul Aqidah Besse Ruhaya Copyright (c) 2026 Putri Amaliyah Ramadhani, Husnul Khatimah, Rizalul Rizalul, Izzahtul Aqidah, Besse Ruhaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-29 2026-06-29 5 4 293 297 EKSISTENSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBALISASI https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1158 <p>Globalisasi telah membawa perubahan pesat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran, tetapi juga memunculkan tantangan berupa menurunnya nilai moral, lemahnya kesadaran beragama, serta meningkatnya pengaruh budaya asing terhadap peserta didik. Kondisi ini menuntut Pendidikan Agama Islam untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan perannya dalam membentuk akhlak, karakter, dan spiritual peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan Pendidikan Agama Islam pada era globalisasi dalam perspektif Sosiologi Pendidikan Islam serta mengkaji strategi yang dapat diterapkan untuk memperkuat peran Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi perubahan sosial. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai buku, artikel, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan Pendidikan Agama Islam dapat dilakukan melalui pengembangan kurikulum yang adaptif, optimalisasi peran guru, pemanfaatan teknologi digital secara bijak, penguatan pendidikan karakter, peningkatan literasi dan moderasi beragama, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sehingga peserta didik mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan nilai nilai keislaman dan identitasnya.</p> Annisa Khayla Zahra Maulana Azmi Haryadi Copyright (c) 2026 Annisa Khayla Zahra, Maulana Azmi Haryadi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 4 417 428 IMPLEMENTASI DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 PURWOKERTO https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1074 <p>Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik memahami materi secara mendalam dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan <em>deep learning</em> pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di kelas XI SMA Negeri 3 Purwokerto yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan <em>deep learning</em> telah diterapkan secara sistematis. Pada tahap perencanaan, guru menyusun tujuan pembelajaran, modul ajar, materi kontekstual, metode pembelajaran, serta evaluasi yang berorientasi pada pemahaman mendalam peserta didik. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran berlangsung secara aktif, kolaboratif, dan reflektif melalui diskusi, presentasi, tanya jawab, serta pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari. Pada tahap evaluasi, guru tidak hanya menilai hasil belajar, tetapi juga proses pembelajaran yang meliputi keaktifan, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, serta perubahan sikap peserta didik. Implementasi pendekatan <em>deep learning</em> memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman, kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, dan pembentukan karakter peserta didik</p> Nur Syahira Fauziah Kurniawan Novi Mayasari Copyright (c) 2026 Nur Syahira Fauziah Kurniawan, Novi Mayasari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-08 2026-06-08 5 4 57 63 Kontekstualisasi Ucapan Salam Kepada Non-Muslim: Kajian Hadis dan Implikasinya dalam Komunikasi Lintas Agama di Era Kontemporer https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1104 <p>Artikel ini mengkaji hukum dan etika ucapan salam kepada non-Muslim dalam perspektif hadis Nabi Muhammad SAW. serta implikasinya bagi komunikasi lintas agama di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang bersumber dari hadis-hadis sahih, kitab-kitab syarah hadis klasik, dan literatur akademik kontemporer yang relevan. Melalui analisis takhrij hadis, kajian sanad dan matan, serta pendekatan hermeneutika kontekstual, penelitian ini menemukan bahwa larangan memulai salam kepada non-Muslim yang tersurat dalam hadis riwayat Muslim memerlukan pemahaman kontekstual yang komprehensif. Ulama klasik dan kontemporer menunjukkan variasi ijtihad yang signifikan: sebagian mempertahankan larangan tekstual, sementara sebagian lain membolehkan dengan pertimbangan maslahat dan hubungan sosial. Kajian terhadap fatwa-fatwa kontemporer dan diskursus fiqh minoritas-mayoritas memperlihatkan bahwa kontroversi salam lintas agama masih menjadi perdebatan aktual hingga saat ini, sebagaimana tercermin dalam beda pandangan Majelis Ulama Indonesia dan Kementerian Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan salam alternatif yang inklusif tidak bertentangan dengan ruh ajaran Islam, bahkan sejalan dengan maqashid al-syariah dalam memelihara hubungan sosial (hifzh al-nafs dan hifzh al-din). Implikasi penelitian ini mencakup panduan praktis komunikasi Islam dalam konteks multikultural serta penguatan moderasi beragama di lembaga pendidikan Islam.</p> Hasan Syukur Nasrulloh Nasrulloh Moch Nasiruddin Copyright (c) 2026 Hasan Syukur, Nasrulloh Nasrulloh, Moch Nasiruddin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-20 2026-06-20 5 4 162 172 TA’ARUL TARJIH DALAM ISTINBAT HUKUM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1147 <p>Ta'arudl dan tarjih merupakan dua konsep penting dalam ilmu ushul fikih yang berfungsi sebagai metode untuk menyelesaikan persoalan ketika terdapat dalil-dalil syariat yang secara lahiriah tampak saling bertentangan dalam proses istinbat hukum Islam. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian ta'arudl dan tarjih, dasar hukumnya, sebab-sebab terjadinya ta'arudl, bentuk-bentuk ta'arudl, metode penyelesaiannya, metode tarjih dalam ushul fikih, serta contoh penerapannya dalam penetapan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ushul fikih klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ta'arudl bukanlah pertentangan hakiki dalam syariat Islam, melainkan pertentangan yang tampak akibat perbedaan pemahaman terhadap dalil. Oleh karena itu, penyelesaiannya dilakukan secara bertahap melalui metode <em>al-jam'u</em> (kompromi), tarjih, <em>nasikh</em> dan <em>mansukh</em>, serta <em>tawaqquf</em> apabila belum ditemukan penyelesaian yang memadai. Tarjih dilakukan berdasarkan berbagai kriteria, seperti kekuatan sanad, jumlah dan kualitas perawi, kejelasan makna dalil, serta kesesuaiannya dengan Al-Qur'an dan prinsip kemaslahatan. Penerapan konsep ta'arudl dan tarjih menunjukkan bahwa hukum Islam memiliki sistem istinbat yang sistematis, rasional, dan ilmiah sehingga mampu menghasilkan ketetapan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan serta tetap relevan dalam menghadapi berbagai persoalan hukum yang berkembang.</p> Magfirah Ramadani Suci Mutaqhara Fadil Reskiawan Copyright (c) 2026 Magfirah Ramadani, Suci Mutaqhara, Fadil Reskiawan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-01 2026-07-01 5 4 335 339 Pengaruh Perangkat Digital terhadap Kedisiplinan Akademik Santri: Studi Kasus pada TPQ Ar¬-Ridho Ampelgading https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1168 <p>Penetrasi teknologi digital yang masif telah merambah entitas pendidikan non-formal akar rumput seperti Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Penggunaan perangkat digital yang nir-pengawasan oleh anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah membawa tantangan multidimensional terhadap pembentukan karakter, stabilitas emosional, dan kedisiplinan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dan komprehensif implikasi penggunaan perangkat digital terhadap kedisiplinan akademik santri di TPQ Arridho Ampelgading, melalui lensa psikologi kognitif dan teori perilaku, serta mengidentifikasi strategi mitigasinya. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk mengeksplorasi 30 santri heterogen, tenaga pendidik, dan wali santri. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif di ruang belajar terbatas (5 m²), wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Temuan lapangan yang disandingkan dengan pandangan para ahli (2023-2026) menunjukkan bahwa tingginya intensitas penggunaan gawai berkorelasi signifikan dengan prokrastinasi akut, keterlambatan kronis, perubahan adab ekstrem yang mengarah pada gejala putus zat (withdrawal syndrome), dan penurunan kapasitas retensi hafalan akibat beban kognitif berlebih. Kesimpulannya, degradasi kedisiplinan santri sangat dipengaruhi oleh kegagalan regulasi diri akibat absennya digital parenting dari wali santri, yang diperparah oleh keterbatasan infrastruktur. Hal ini menuntut adanya rekayasa sosial dan intervensi pedagogis yang holistik dari berbagai pemangku kepentingan</p> Izzal Fauzi Sita Acetylena Copyright (c) 2026 Izzal Fauzi, Sita Acetylena https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 5 4 484 491 INTERNALISASI NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI UNTUK MEMBENTUK SIKAP SOSIAL SISWA DI SMA NEGERI 1 AJIBARANG https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1084 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam sistem dan dinamika internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) serta implikasinya terhadap pembentukan sikap sosial siswa di SMA Negeri 1 Ajibarang. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi lapangan yang bersifat deskriptif-naturalistik, data dihimpun melalui observasi non-partisipan secara berkala, wawancara semi-terstruktur bersama pendidik PAIBP dan siswa kelas XII, serta analisis dokumentasi perangkat kurikulum. Hasil analisis data menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai moderasi beragama di sekolah tersebut diimplementasikan secara bertahap melalui tiga fase utama, yakni transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Implikasi dari proses penanaman nilai yang terstruktur ini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kristalisasi tujuh dimensi sikap sosial siswa, yang meliputi empati, kerja sama, toleransi, disiplin sosial, tanggung jawab sosial, sopan santun dan tenggang rasa, serta gotong royong, sehingga mampu mengonstruksi ekosistem sekolah yang inklusif, harmonis, dan aman di tengah pluralitas agama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Budi Pekerti berperan penting dalam membentuk karakter sosial murid yang moderat, inklusif, dan harmonis.</p> Wilda Jamaliyah Ajib Hermawan Copyright (c) 2026 Wilda Jamaliyah, Ajib Hermawan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-11 2026-06-11 5 4 104 110 PEMIKIRAN PENDIDIKAN K.H HASYIM ASY’ARI https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1132 <p>Pemikiran pendidikan tokoh K.H. Hasyim Asy’ari memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam membentuk corak sistem pendidikan Islam di Indonesia, terutama di tengah tantangan disrupsi teknologi dan dekadensi moral di era modern abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep pendidikan menurut pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari, fungsi pendidikan, serta relevansinya terhadap perkembangan pendidikan Islam saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi (<em>content analysis</em>). Konsep pendidikan K.H. Hasyim Asy’ari berakar kuat pada paham <em>Ahlussunnah wal Jama’ah</em> yang menempatkan akhlak, kesucian jiwa, dan adab sebagai pilar utama di atas penguasaan kognitif semata untuk mencetak <em>insan purna</em> yang menyelaraskan iman, ilmu, dan amal. Pemikiran beliau yang tertuang dalam kitab <em>Adab al-'Alim wa al-Muta'allim</em> tetap sangat relevan sebagai rujukan kontemporer untuk merekonstruksi pendidikan karakter berbasis adab, membangun hubungan guru-murid yang harmonis, serta menerapkan pendekatan pemelajaran yang sehat melalui keseimbangan aspek jasmani dan rohani peserta didik.</p> Tri Dariyah Evin Helmi Fadhila Alya Nur Azizah Muhtar Sofwan Hidayat Copyright (c) 2026 Tri Dariyah, Evin Helmi Fadhila, Alya Nur Azizah, Muhtar Sofwan Hidayat https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-28 2026-06-28 5 4 267 276 PAI BERBASIS MULTIKULTURAL UNTUK MENANGGULANGI RADIKALISME DAN KONFLIK SOSIAL https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1156 <p>Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan sikap sosial peserta didik di tengah kehidupan masyarakat yang beragam. Namun, perkembangan sikap intoleransi, radikalisme, dan konflik sosial menjadi tantangan tersendiri dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, penerapan PAI berbasis multikultural menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk menanamkan nilai toleransi, moderasi beragama, serta sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat. Artikel ini membahas pengertian pendidikan multikultural, nilai-nilai PAI berbasis multikultural, faktor penyebab radikalisme dan konflik sosial, peran guru PAI, strategi pembelajaran multikultural, implementasi di sekolah, tantangan penerapan, serta dampaknya terhadap peserta didik. Melalui pendekatan multikultural, peserta didik diharapkan mampu memahami keberagaman sebagai bagian dari kehidupan sosial serta memiliki sikap terbuka, toleran, dan mampu hidup berdampingan secara damai. Dengan demikian, PAI berbasis multikultural dapat menjadi salah satu upaya strategis dalam mencegah berkembangnya paham radikal dan meminimalisasi konflik sosial di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.</p> Afiyah Zahroh Nugeroho Khajah Indri Saputri Copyright (c) 2026 Afiyah Zahroh Nugeroho, Khajah Indri Saputri https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 4 400 409 Integrasi Ilmu Agama dan Sains dalam Manajemen Pendidikan Islam di Era Globalisasi (Studi di MA Sains Al-Qur’an Nurul Huda Pajaran) https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1071 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi integrasi ilmu agama dan sains dalam manajemen pendidikan Islam di era globalisasi di MA Sains Al-Qur’an Nurul Huda Pajaran Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum yang masih berkembang dalam dunia pendidikan Islam, sehingga diperlukan model pendidikan integratif yang mampu menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan perkembangan sains dan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru, dan peserta didik. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi integrasi ilmu agama dan sains di MA Sains Al-Qur’an Nurul Huda Pajaran dilakukan melalui pengembangan kurikulum integratif, pembelajaran berbasis nilai-nilai Al-Qur’an, penguatan budaya religius, serta pemanfaatan teknologi pendidikan yang tetap berlandaskan prinsip-prinsip Islam. Integrasi ilmu diwujudkan dengan mengaitkan materi sains dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman dalam proses pembelajaran. Selain itu, madrasah juga membangun budaya religius melalui kegiatan membaca Al-Qur’an, shalat berjamaah, dan program tahfidz Al-Qur’an. Implementasi integrasi ilmu agama dan sains memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas akademik, karakter religius, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menghadapi tantangan globalisasi. Faktor pendukung implementasi integrasi ilmu meliputi komitmen pimpinan madrasah, kompetensi guru, dan lingkungan sekolah yang religius, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana teknologi dan kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran integratif.</p> Imam Muhidin Muhammad Husni Copyright (c) 2026 Imam Muhidin, Muhammad Husni https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-06 2026-06-06 5 4 40 48 ANALISIS KEBIJAKAN PERUNDANGAN MENGENAI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1097 <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini membahas analisis kebijakan peraturan-undangan mengenai pendidik dan tenaga kependidikan dalam sistem pendidikan nasional di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaturan hukum terhadap pendidik dan tenaga kependidikan, implementasi kebijakan tersebut, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Sumber data diperoleh dari bahan hukum primer berupa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal, dan pendapat para ahli.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></em></p> <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan peraturan-undang-undang di Indonesia telah memberikan landasan hukum yang jelas terhadap kedudukan, hak, kewajiban, serta perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik diakui sebagai tenaga profesional, sedangkan tenaga kependidikan berfungsi sebagai pendukung penyelenggaraan pendidikan. Namun implementasi kebijakan tersebut masih menghadapi beberapa kendala, seperti ketimpangan distribusi guru, rendahnya kesejahteraan tenaga honorer, serta belum meratanya peningkatan kompetensi. Berdasarkan analisis tersebut, diperlukan penguatan implementasi kebijakan agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai secara optimal.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></em></p> Muhammad Agus Salim Nia Hasanah Copyright (c) 2026 Muhammad Agus Salim, Nia Hasanah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-19 2026-06-19 5 4 153 161 ANALISIS KUALITAS BUTIR SOAL ASESMEN SUMATIF AKHIR TAHUN (ASAT) MATA PELAJARAN AL-QUR'AN HADITS DALAM KURIKULUM MERDEKA DI MTS AL-MASRURIYAH BATURRADEN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1144 <p>Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) dalam Kurikulum Merdeka bertujuan mengukur ketercapaian Capaian Pembelajaran secara formal. Penelitian deskriptif kuantitatif ini mengevaluasi kualitas psikometrik butir soal pilihan ganda ASAT mata pelajaran Al-Qur'an Hadits Kelas IX di MTs Al-Masruriyah Baturraden tahun ajaran 2025/2026 yang disusun kolaboratif bersama KKM Pelangi. Berdasarkan Teori Tes Klasik (CTT) dengan bantuan program ANATES V4, analisis dilakukan terhadap respons seluruh populasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara aspek teoretis dan empiris. Validitas isi naskah soal mencapai keselarasan mutlak dengan sebaran tingkat kesukaran yang proporsional didominasi kategori sedang. Namun secara empiris, hampir setengah dari total butir soal terbukti tidak valid secara statistik. Kelemahan empiris ini sejalan dengan derajat konsistensi internal (reliabilitas) instrumen yang berada pada kategori cukup, lemahnya fungsi opsi pengecoh yang mayoritas tidak bekerja secara efektif, serta ditemukannya anomali berupa daya pembeda negatif pada butir soal tertentu. Lemahnya distraktor secara sistematis meningkatkan faktor tebakan acak (guessing factor). Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan melakukan rekonstruksi opsi pengecoh berbasis pola miskonsepsi siswa, penyesuaian kunci jawaban, serta penambahan butir soal homogen guna meningkatkan reliabilitas instrumen evaluasi hasil belajar madrasah</p> Nasrul Taufikurrohman Donny Khoirul Aziz Copyright (c) 2026 Nasrul Taufikurrohman, Donny Khoirul Aziz https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-30 2026-06-30 5 4 319 326 Literasi Artificial Intelligence Berbasis Nilai-Nilai Al-Qur'an dan Hadist https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1166 <p>The development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes in various aspects of life, including education, economics, communication, and decision-making. In addition to the various benefits offered, the use of AI also presents ethical challenges such as the dissemination of invalid information, violation of privacy, misuse of technology, and decreased moral responsibility of users. This study aims to examine the concept of Artificial Intelligence literacy based on the values ​​of the Qur'an and Hadith as an ethical basis for utilizing technology responsibly. The study uses a library research method with a normative-philosophical approach and a study of maudhu'i interpretation of the verses of the Qur'an and Hadith related to knowledge, trustworthiness, honesty, tabayyun, responsibility, and benefits. Data are analyzed descriptively and analytically through interpretation of relevant primary and secondary sources. The results show that AI literacy from an Islamic perspective includes not only the ability to understand and use technology, but also the ability to assess, criticize, and utilize AI based on the values ​​of monotheism, trustworthiness, honesty (ṣidq), information verification (tabayyun), justice, and responsibility. These values ​​serve as the foundation for building an ethical, humanistic, and welfare-oriented digital culture. Therefore, integrating AI literacy with the values ​​of the Quran and Hadith can become a relevant Islamic educational paradigm in addressing technological developments while simultaneously developing intelligent, integrated, and morally upright AI users.</p> Imam Anas Hadi Rizka Dewi Khoirunnisa Ilham Azmi Dul Muhyi Copyright (c) 2026 Imam Anas Hadi, Rizka Dewi Khoirunnisa, Ilham Azmi, Dul Muhyi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-03 2026-07-03 5 4 471 483 Metode Pengajaran Rasulullah SAW dalam Menstimulasi Berpikir Kritis: Analisis Hadis Tarbawi dan Relevansinya bagi Generasi Digital Native https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1082 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan pada era digital, terutama bagi generasi yang tumbuh bersama teknologi dan arus informasi yang sangat cepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis metode pengajaran Rasulullah SAW dalam hadis-hadis tarbawi yang berpotensi menstimulasi pemikiran kritis serta mengkaji relevansinya bagi generasi digital native. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data diperoleh dari hadis-hadis tarbawi dan berbagai sumber yang membahas pendidikan Islam, pemikiran kritis, serta karakteristik </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">digital native</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tanya jawab, perumamaan ( </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">amtsal</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> ), dan refleksi mengandung prinsip-prinsip pedagogis yang mendorong aktivitas interpretasi, analisis, inferensi, evaluasi, dan refleksi. Metode ketiga tersebut tidak hanya berperan dalam penyampaian ajaran, tetapi juga mendukung pengembangan kemampuan berpikir peserta didik secara aktif dan kontekstual. Penelitian menunjukkan bahwa prinsip pembelajaran yang dicontohkan Rasulullah SAW memiliki relevansi dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21, khususnya dalam membentuk kemampuan peserta didik untuk memahami, menilai, dan memverifikasi informasi secara kritis di lingkungan digital.</span></span></p> Nur Sa'adatut Daraini Syamsudin Syamsudin M. Suyudi Copyright (c) 2026 Nur Sa'adatut Daraini, Syamsudin Syamsudin, M. Suyudi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-24 2026-06-24 5 4 197 207 IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH AN-NAHDLIYAH DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN PAI DI SMP ISLAM SEDATI NGORO MOJOKERTO https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1123 <p>Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah (Aswaja An-Nahdliyah) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Islam Sedati Ngoro Mojokerto, sebagai respons terhadap tantangan radikalisme dan ideologi transnasional di era globalisasi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah - meliputi <em>tawasuth</em> (moderasi), <em>tawazun</em> (keseimbangan), <em>tasamuh</em> (toleransi), dan <em>i'tidal</em> (keadilan) - diimplementasikan secara sistematis melalui kurikulum PAI, proses pembelajaran, kegiatan keagamaan, dan budaya sekolah berbasis tradisi ke-NU-an. Internalisasi nilai tersebut tidak hanya bersifat teoritis, melainkan diwujudkan melalui keteladanan guru dan pembiasaan ibadah dalam suasana religius yang toleran. Dampaknya terlihat pada pembentukan karakter siswa yang religius, santun, disiplin, dan toleran, bahkan meluas ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan berbasis Aswaja merupakan strategi efektif dalam membentuk generasi muda yang moderat, berintegritas, serta beridentitas keislaman dan keindonesiaan.</p> Ahmad Sa’dulloh Affan Hasnan Mubarok Vividia Choirun Nisa Copyright (c) 2026 Ahmad Sa’dulloh, Affan Hasnan Mubarok, Vividia Choirun Nisa https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-26 2026-06-26 5 4 233 238 REORIENTASI PERAN DAN FUNGSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENDIDIKAN ISLAM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1154 <p>Perubahan sosial yang semakin pesat, kemajuan teknologi digital, serta pergeseran kebijakan di bidang pendidikan memaksa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk mengubah peran dan fungsi mereka. Guru PAI tidak hanya memberi materi pelajaran, tapi juga membantu siswa, menginspirasi mereka, menjadi perubahan positif dalam masyarakat, serta menjadi contoh baik dalam membentuk sikap dan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan peran dan fungsi guru PAI dari sudut pandang sosiologi pendidikan Islam, serta mengupas dampaknya terhadap jalannya proses pendidikan di masa kini. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan mempelajari berbagai literatur yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan cara mengajar guru PAI berpengaruh positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, meningkatkan profesionalisme guru, memperkuat karakter siswa, mempromosikan moderasi beragama, mendorong berkembangnya budaya sekolah yang berlandaskan agama, meningkatkan kemampuan literasi digital, serta meningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam beradaptasi dengan perubahan sosial di abad ke-21. Oleh karena itu, perubahan peran guru PAI sangat diperlukan agar dapat menciptakan pendidikan Islam yang sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan bisa terus berkembang</p> Irfan Awalludin Nur Hikmatusuriah Copyright (c) 2026 Irfan Awalludin, Nur Hikmatusuriah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 4 381 382 PENGEMBANGAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 1 WAJAK https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1069 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis <em>Artificial Intelligence</em> (AI) sebagai strategi peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa di SMP Negeri 1 Wajak. Penelitian dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi pendidikan yang mendorong integrasi AI dalam proses pembelajaran guna menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Validitas data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan <em>member checking</em>. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pembelajaran PAI berbasis AI dilakukan melalui integrasi teknologi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penggunaan AI mampu meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pembelajaran yang lebih interaktif, meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar, serta mendukung peningkatan prestasi belajar melalui akses pembelajaran yang lebih luas dan kontekstual. Penelitian ini menegaskan bahwa AI tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai strategi pengembangan manajemen pembelajaran PAI yang adaptif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan kompetensi digital guru dan kebijakan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah.</p> Muhammad Husni Kurnia Indrianti Copyright (c) 2026 Muhammad Husni, Kurnia Indrianti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-03 2026-06-03 5 4 20 29 INTEGRASI TRADISI PESANTREN DALAM PENDIDIKAN FORMAL: IMPLEMENTASI METODE BANDONGAN PADA KAJIAN KITAB WASHOYA AL-ABAA' LIL ABNAA' DI SMK AN-NUR SLAWI https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1095 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi tradisi pesantren dalam pendidikan formal melalui implementasi metode bandongan dalam kajian Kitab <em>Washoya Al-Abaa' Lil Abnaa'</em> di SMK An-Nur Slawi. Latar belakang penelitian adalah meningkatnya kebutuhan lembaga pendidikan formal untuk mengadopsi metode dan nilai keilmuan pesantren sebagai respons terhadap krisis akhlak di kalangan pelajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi ustadz pengampu kajian, penanggung jawab kegiatan, dan siswa SMK An-Nur Slawi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode bandongan dilaksanakan melalui tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode bandongan terbukti mampu beradaptasi dari lingkungan pesantren ke sekolah formal melalui penyesuaian kontekstual tanpa kehilangan esensinya. Faktor pendukung meliputi dukungan kelembagaan, suasana religius, dan metode penyampaian yang kontekstual. Faktor penghambat meliputi heterogenitas kemampuan siswa dan minimnya interaksi dua arah.</p> Muhammad Labib Subur Subur Copyright (c) 2026 Muhammad Labib, Subur Subur https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-16 2026-06-16 5 4 130 137 DALALAH https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1142 <p>Dalalah merupakan salah satu konsep fundamental dalam ushul fikih yang berfungsi sebagai metode untuk memahami petunjuk lafaz Al-Qur'an dan Hadis dalam proses istinbat hukum Islam. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian dalalah, macam-macam dalalah, perspektif imam-imam mazhab terhadap dalalah, serta pengaruh perbedaan pemahaman dalalah terhadap hasil istinbat hukum. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ushul fikih klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalalah merupakan hubungan antara lafaz dengan makna yang ditunjukkannya sehingga menjadi dasar penting dalam memahami maksud syariat. Dalalah terbagi menjadi beberapa bentuk, yaitu <em>dalalah al-manthuq</em> dan <em>dalalah al-mafhum</em>, sedangkan mazhab Hanafi mengembangkannya menjadi <em>ibarat al-nash</em>, <em>isyarat al-nash</em>, <em>dalalat al-nash</em>, dan <em>iqtidha' al-nash</em>. Perbedaan metode pemahaman dalalah di kalangan imam mazhab, seperti Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali, melahirkan variasi dalam hasil istinbat hukum sesuai dengan pendekatan kebahasaan, rasional, maupun tekstual yang digunakan. Meskipun demikian, perbedaan tersebut merupakan bentuk kekayaan intelektual dalam tradisi hukum Islam yang menunjukkan luasnya ruang ijtihad serta fleksibilitas syariat dalam menjawab berbagai persoalan hukum.</p> Ernes Katerina Ardika Andi Ziaul Haq Syam Muhammad Rafli Besse Ruhaya Copyright (c) 2026 Ernes Katerina Ardika, Andi Ziaul Haq Syam, Muhammad Rafli, Besse Ruhaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-29 2026-06-29 5 4 308 312 Maqasidus Syari’ah Sebagai Metodologi Penetapan Hukum Islam https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1161 <p>Maqasid al-Syari’ah merupakan konsep fundamental dalam hukum Islam yang berfungsi sebagai landasan dalam memahami tujuan dan hikmah di balik setiap ketentuan syariat. Konsep ini menekankan bahwa seluruh hukum Islam ditetapkan untuk mewujudkan kemaslahatan dan mencegah kemudaratan bagi umat manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengertian Maqasid al-Syari’ah, dasar-dasar yang melandasinya, tujuan utamanya dalam mewujudkan kemaslahatan umat, serta pembagiannya berdasarkan tingkat kebutuhan dan kepentingan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelaahan berbagai literatur yang berkaitan dengan kajian ushul fikih dan Maqasid al-Syari’ah. Hasil kajian menunjukkan bahwa Maqasid al-Syari’ah memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an, hadis, dan praktik ijtihad para ulama. Tujuan utama Maqasid al-Syari’ah adalah menjaga lima unsur pokok kehidupan manusia (al-daruriyyat al-khams), yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Selain itu, Maqasid al-Syari’ah dibagi menjadi tiga tingkatan kebutuhan, yaitu daruriyyat (primer), hajiyyat (sekunder), dan tahsiniyyat (tersier), yang menjadi pedoman dalam menentukan prioritas kemaslahatan dalam penetapan hukum Islam. Dengan demikian, Maqasid al-Syari’ah berperan penting sebagai metodologi penetapan hukum Islam yang mampu menjawab berbagai persoalan kontemporer secara relevan, adil, dan sesuai dengan tujuan syariat</p> Nurul Asti Rais Nur Alika Widia Duratun Nashihah Besse Ruhaya Copyright (c) 2026 Nurul Asti Rais, Nur Alika Widia, Duratun Nashihah, Besse Ruhaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 4 449 457 GREEN SKILL FOR WOMEN MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK BERSAMA MUSLIMAT NU KOTA METRO https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1080 <p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan keterampilan ramah lingkungan (green skill) bagi perempuan melalui pelatihan budidaya sayuran hidroponik pada komunitas Muslimat NU Kota Metro. Program ini menggunakan pendekatan Community Based Research (CBR) yang menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi. Tahap awal dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan potensi dan kebutuhan peserta, kemudian dilanjutkan dengan perancangan pelatihan secara kolaboratif yang mengintegrasikan teori dan praktik hidroponik sederhana, seperti sistem Wick dan NFT. Pelatihan mencakup pembuatan instalasi, penanaman, pengelolaan nutrisi, serta pendampingan kewirausahaan berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam budidaya hidroponik, serta tumbuhnya motivasi berwirausaha dan kesadaran lingkungan. Program ini juga berhasil membentuk kelompok perempuan produktif “Green Women NU Metro” sebagai wadah keberlanjutan kegiatan. Secara akademik, kegiatan ini berkontribusi pada pengembangan model pemberdayaan perempuan berbasis keterampilan hijau serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya kesetaraan gender, ekonomi hijau, dan ketahanan pangan perkotaan.</p> Nur Alfi Khotamin Wiwik Damayanti Didik Kusno Aji Muhammad Anjas Imam Syafi’I Copyright (c) 2026 Nur Alfi Khotamin, Wiwik Damayanti, Didik Kusno Aji, Muhammad Anjas, Imam Syafi’I https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-09 2026-06-09 5 4 78 86 PERAN TUTOR TEMAN SEJAWAT (PEER TUTORING) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL PEMBELAJARAN PAI DI SMP SABILILLAH WAJAK https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1111 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tutor teman sejawat dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Sabilillah Boarding School Wajak yang menerapkan sistem integrasi antara ilmu umum dan ilmu kepesantrenan. Pembelajaran kepesantrenan dilaksanakan melalui kajian kitab <em>Tafsir Ibriz</em>, <em>Lubabul Hadits</em>, <em>Jawahirul Kalamiyah</em>, <em>Taisirul Kholaq</em>, dan <em>Mabadi Fiqih</em> sebagai bagian dari penguatan karakter religius peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>one group pretest-posttest</em>. Subjek penelitian berjumlah 68 peserta didik kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Implementasi tutor teman sejawat dilakukan selama delapan minggu dengan melibatkan 12 siswa sebagai tutor yang mendampingi kelompok belajar heterogen. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar, lembar observasi, dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tutor teman sejawat mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik yang ditandai dengan peningkatan kategori motivasi tinggi dan sangat tinggi dari 39,71% menjadi 82,35%. Selain itu, rata-rata hasil belajar meningkat dari 71,2 menjadi 85,6, sedangkan persentase ketuntasan belajar meningkat dari 57,35% menjadi 89,71%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tutor teman sejawat efektif digunakan dalam pembelajaran PAI berbasis integrasi sekolah dan pesantren karena mampu menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, meningkatkan pemahaman materi, serta mengembangkan kemampuan sosial dan kepemimpinan peserta didik.</p> Muhammad Kholidin Sita Acetylena Copyright (c) 2026 Muhammad Kholidin, Sita Acetylena https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-06-25 2026-06-25 5 4 216 224 MAHKUM ‘ALAIH (SUBJEK HUKUM) DAN AL-AHLIYAH (KECAKAPAN HUKUM) https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1152 <p>Mahkum 'alaih (subjek hukum) dan al-ahliyah (kecakapan hukum) merupakan dua konsep fundamental dalam ilmu ushul fikih yang menjadi dasar penentuan seseorang sebagai pihak yang dibebani hukum syariat Islam. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian mahkum 'alaih, konsep pembebanan hukum (taklif), syarat-syarat seseorang dikenai taklif, pengertian dan macam-macam al-ahliyah, serta pandangan ulama mengenai taklif terhadap orang kafir. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ushul fikih klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahkum 'alaih adalah setiap mukallaf yang telah memenuhi syarat-syarat pembebanan hukum, yaitu berakal, baligh, mampu melaksanakan hukum, telah menerima dakwah syariat, dan memiliki kebebasan dalam bertindak. Pembebanan hukum dalam Islam meliputi lima kategori hukum taklifi, yaitu wajib, sunnah, haram, makruh, dan mubah, yang bertujuan mewujudkan kemaslahatan hidup manusia sesuai dengan prinsip maqashid syariah. Sementara itu, al-ahliyah terbagi menjadi ahliyah al-wujub (kecakapan menerima hak dan kewajiban) serta ahliyah al-ada' (kecakapan melaksanakan perbuatan hukum), yang masing-masing memiliki tingkatan sesuai kondisi dan kemampuan seseorang. Kajian mengenai taklif terhadap orang kafir menunjukkan adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai pembebanan hukum cabang syariat, meskipun seluruh ulama sepakat bahwa keimanan merupakan dasar utama diterimanya seluruh amal ibadah. Dengan demikian, konsep mahkum 'alaih dan al-ahliyah menunjukkan bahwa hukum Islam dibangun di atas prinsip keadilan, tanggung jawab, serta kesesuaian antara beban hukum dan kemampuan manusia sehingga penerapan syariat dapat berlangsung secara proporsional dan membawa kemaslahatan</p> Muhammad Alif Munawwar Rifqiansyah Putra Ramadhan Intan Nuraini Besse Ruhaya Copyright (c) 2026 Muhammad Alif Munawwar, Rifqiansyah Putra Ramadhan, Intan Nuraini, Besse Ruhaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 4 359 363