An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) https://journal.nabest.id/index.php/annajah <p><strong style="text-align: justify; font-size: 0.875rem;">Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) </strong><span style="text-align: justify; font-size: 0.875rem;">khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam. <strong>Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) </strong>terbit 6 Kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September dan November dengan jumlah naskah sebanyak 6 Naskah.</span></p> <table style="width: 100%;" border="0" width="100%" rules="none"> <tbody> <tr> <td style="width: 25.4282%;" width="190" height="100"><img style="float: left;" src="https://journal.nabest.id/public/journals/2/journalThumbnail_en_US.jpg" width="200" height="318" /></td> <td style="width: 74.4401%;"> <table class="data" style="height: 257px; width: 100%;" border="0" width="100%"> <tbody> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Journal Title</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%"><strong>An Najah <em>(Jurnal Pendidikann Islam dan Sosial Keagamaan)</em></strong></td> </tr> <tr style="height: 23px;" valign="top"> <td style="height: 23px;" width="30%"><strong>Subjects</strong></td> <td style="height: 23px;">:</td> <td style="height: 23px;" width="70%"><strong>annajah</strong></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Language</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">Indonesia and English</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>e-ISSN</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">2964-965X</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>p-ISSN</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">2964-9633</td> </tr> <tr style="height: 36px;" valign="top"> <td style="height: 36px;" width="30%"><strong>Frequency</strong></td> <td style="height: 36px;">:</td> <td style="height: 36px;" width="70%">Januari, Maret, Mei, Juli, September dan November</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Publisher</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%"><a title="WEB" href="https://web.nabest.id/" target="_blank" rel="noopener"><strong>NAJAH BESTARI</strong></a></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>DOI</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">-</td> </tr> <tr style="height: 36px;" valign="top"> <td style="height: 36px;" width="30%"><strong>Citation Analysis</strong> </td> <td style="height: 36px;">:</td> <td style="height: 36px;" width="70%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=LGFEnskAAAAJ&amp;hl=en&amp;authuser=1" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a></td> </tr> <tr style="height: 36px;" valign="top"> <td style="height: 36px;" width="30%"><strong>Editor-in-chief</strong></td> <td style="height: 36px;">:</td> <td style="height: 36px;" width="70%"><a title="Google scholar" href="https://scholar.google.co.id/citations?user=cbKZSNcAAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener"><strong>Dr. Muhamad Rudi Wijaya</strong></a></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Email</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%"><a href="mailto:rudiwijaya68@gmail.com">rudiwijaya68@gmail.com</a> </td> </tr> </tbody> </table> </td> </tr> </tbody> </table> Najah Bestari en-US An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) 2964-9633 STRATEGI CALON GURU DALAM MENERAPKAN KURIKULUM BERBASIS CINTA DI MA NU DARUL ISLAH: TANTANGAN, STRATEGI, DAN PRAKTIK PEMBELAJARAN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1251 <p>Penelitian ini mengkaji bagaimana calon guru menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di MA NU Darul Ishlah, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi, strategi yang digunakan, dan praktik pembelajaran yang dikembangkan selama Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan transkrip wawancara PPL sebagai sumber data utama. Data dianalisis secara tematis berdasarkan pemahaman partisipan mengenai KBC, praktik di kelas, tantangan, strategi, dukungan guru pamong, dan refleksi profesional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa calon guru memahami KBC sebagai pendekatan pendidikan yang berlandaskan pada kasih sayang, kepedulian, apresiasi, rasa hormat, empati, dan kepekaan terhadap kondisi siswa, namun tetap mempertahankan aturan dan disiplin yang tepat. Penerapannya di kelas mencakup kegiatan menyapa siswa, menanyakan kabar, mengapresiasi usaha siswa, mendorong pengajuan pertanyaan dan pendapat, menanggapi kesalahan tanpa mempermalukan, memberikan bantuan individual dan waktu tambahan, menyepakati aturan kelas, serta menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. Tantangan utama yang dihadapi meliputi perbedaan karakteristik dan motivasi siswa, pengelolaan kelas, keterbatasan waktu pembelajaran, kesenjangan antara teori pendidikan dan realitas di kelas, serta terbatasnya pengalaman calon guru. Untuk mengatasi tantangan tersebut, mereka menggunakan pendekatan personal, komunikasi terbuka, apresiasi, pendekatan berdiferensiasi, sikap tegas yang tetap menghargai, konsultasi dengan guru pamong, dan refleksi pascapembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan KBC bukan sekadar pelaksanaan konsep kurikulum, melainkan sebuah proses pembelajaran profesional yang menuntut calon guru untuk menyeimbangkan empati dengan ketegasan, menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan siswa, mengelola kelas secara efektif, serta terus melakukan refleksi terhadap praktik mengajar mereka.</p> Waridatuz Zulfa Izzatul Mar’ah Az-Zahroh Balya Jayanda Danial Duwiyani Duwiyani Arifatun Nisak Ulfia Datul Latifah Ahmad Maulana Faiz Al-Ghifari Kamal Misbahul Baihaqi Nugroho Prasetya Adi Copyright (c) 2026 Waridatuz Zulfa, Izzatul Mar’ah Az-Zahroh, Balya Jayanda Danial, Duwiyani Duwiyani, Arifatun Nisak, Ulfia Datul Latifah, Ahmad Maulana Faiz Al-Ghifari Kamal, Misbahul Baihaqi, Nugroho Prasetya Adi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-25 2026-08-25 5 5 143 150 PENERAPAN METODE CERAMAH PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTsN 4 BUTON TENGAH https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1237 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode ceramah pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTsN 4 Buton Tengah, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan faktor penghambat penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode ceramah telah dilaksanakan dengan baik melalui empat tahapan, yaitu persiapan, penyampaian materi, interaksi, dan evaluasi. Guru menyampaikan materi secara sistematis, memanfaatkan media pembelajaran, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, serta melakukan evaluasi melalui tanya jawab dan pemberian tugas. Keberhasilan penerapan metode ceramah didukung oleh kompetensi guru, ketersediaan media pembelajaran, lingkungan madrasah yang kondusif, dan karakteristik materi Pendidikan Agama Islam. Adapun faktor penghambat meliputi menurunnya konsentrasi peserta didik, kurangnya interaksi dua arah, perbedaan kemampuan belajar, serta munculnya rasa bosan akibat penggunaan metode ceramah secara monoton. Oleh karena itu, metode ceramah perlu dipadukan dengan strategi pembelajaran yang lebih interaktif agar proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam menjadi lebih efektif.</p> Widyawati Widyawati Ajin Ajin Nurlathifah Thulfitrah B Copyright (c) 2026 Widyawati Widyawati , Ajin Ajin, Nurlathifah Thulfitrah B https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-04 2026-08-04 5 5 50 60 IMPLEMENTASI METODE DEMONSTRASI PADA MATA PELAJARAN PAI MATERI SHOLAT FARDHU KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH YAYASAN AL-FATH KENDARI https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1249 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode demonstrasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) materi shalat fardhu di kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Yayasan Al-Fath Kendari serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik kelas IV yang berjumlah 18 orang. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode demonstrasi telah dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode demonstrasi mampu meningkatkan keaktifan, pemahaman, serta keterampilan peserta didik dalam mempraktikkan shalat fardhu. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, keterlibatan peserta didik sebagai demonstrator, motivasi belajar yang tinggi, serta alokasi waktu yang memadai. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, rendahnya kepercayaan diri sebagian peserta didik, serta perbedaan kemampuan dan konsentrasi belajar. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode demonstrasi merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan penguasaan materi praktik ibadah pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di madrasah ibtidaiyah</p> Meriana Meriana Nurmiati Nurmiati Nurlathifah Thulfitrah B Copyright (c) 2026 Meriana Meriana, Nurmiati Nurmiati, Nurlathifah Thulfitrah B https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-24 2026-08-24 5 5 125 136 PENERAPAN METODE ROLE PLAY DALAM PEMBELAJARAN FIQIH DI MIN 1 KOLAKA https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1235 <p>Pembelajaran Fiqih materi adab makan minum di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kolaka kelas 3A masih didominasi ceramah sehingga 28 siswa usia 8-9 tahun sulit mempraktikkan adab baca bismillah dan makan tangan kanan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan role play, mengidentifikasi inovasi guru, dan menganalisis kendala yang dihadapi. Metode kualitatif studi kasus tunggal dengan peneliti sebagai guru kelas 3A. Pengumpulan data melalui observasi partisipatif saat mengajar, wawancara mendalam 2 siswa purposive sampling, dan dokumentasi selama 1 minggu. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman &amp; Saldana dengan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Penerapan role play melalui skenario "Warung Berkah" 3 peran membuat 26 siswa membaca bismillah dan 24 siswa makan tangan kanan. Wawancara siswa R dan F mengonfirmasi adab lebih mudah diingat. 2) Inovasi "Nama Peran Lucu + Guru Ikut Main" berhasil mengurangi rasa malu 3 siswa awal menangis menjadi berani tampil. 3) Kendala yang muncul adalah kebiasaan minum tangan kiri karena rumah, rebutan peran, dan malu bersuara. Kendala diatasi melalui pengawas adab, kartu giliran, dan bimbingan langsung guru. Temuan mendukung penelitian dari Moleong dan Vygotsky, berbeda dengan Aminah (2022) dan Sari &amp; Huda (2023) karena posisi peneliti sebagai guru memungkinkan intervensi langsung</p> Muthmainnah Erwita Ramadani Tahir Risna Risna Annisa Asmaul Hasanah Nurlathifah Thulfitrah B Copyright (c) 2026 Muthmainnah Erwita Ramadani Tahir, Risna Risna, Annisa Asmaul Hasanah, Nurlathifah Thulfitrah B https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-02 2026-08-02 5 5 24 31 Pendidikan Sepanjang Hayat dalam Islam Telaah Al-Qur’an, Hadis, dan Pemikiran Ulama https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1244 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan konsep pendidikan sepanjang hayat dalam perspektif Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tarbawi. Pembahasan penelitian berfokus pada konsep pendidikan sepanjang hayat menurut ajaran Islam yang dikaji melalui tiga aspek utama, yaitu: (1) pendidikan sepanjang hayat berdasarkan Al-Qur’an, (2) pendidikan sepanjang hayat berdasarkan Hadis, dan (3) pandangan para ulama mengenai pendidikan sepanjang hayat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam menempatkan aktivitas menuntut ilmu sebagai suatu kewajiban bagi setiap umat, baik laki-laki maupun perempuan, yang berlangsung sepanjang kehidupan manusia, mulai dari lahir hingga akhir hayat. Islam juga memberikan dorongan yang kuat kepada umatnya untuk terus memperoleh ilmu pengetahuan dengan menjanjikan berbagai keutamaan, seperti peningkatan derajat, memperoleh pahala yang besar, serta mendapatkan berbagai kemudahan dalam kehidupan. Dalam perspektif Islam, orang yang memiliki ilmu pengetahuan, khususnya para ulama dan ilmuwan, memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan bahkan dipandang lebih utama dibandingkan orang yang memiliki jabatan, kekayaan, maupun mereka yang hanya tekun beribadah tanpa disertai ilmu.</p> Akhmad Trifai Copyright (c) 2026 Akhmad Trifai https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-20 2026-08-20 5 5 112 117 Agile Educational Leadership: Outlining a Basic Governance Model to Address Student Grade Inflation https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1227 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Inflasi nilai siswa menjadi tantangan penting dalam menjaga integritas penilaian dan mutu pendidikan di sekolah menengah, termasuk di SMAN 1 Genteng. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan kebijakan pendidikan agile dalam mengatasi nilai inflasi serta merumuskan model tata kelola dasar yang memperkuat akuntabilitas dan transparansi penilaian siswa. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan pimpinan sekolah, guru, serta dokumen akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan agile mendorong pengambilan keputusan yang adaptif, pengawasan kolaboratif, dan evaluasi berbasis bukti sehingga mampu mengurangi praktik pemberian nilai yang subjektif dan meningkatkan kredibilitas penilaian. Model tata kelola yang dihasilkan mengintegrasikan kebijakan kelincahan, partisipasi pemangku kepentingan, dan mekanisme pengendalian mutual berkelanjutan untuk meminimalkan nilai inflasi secara sistematis. Penelitian menyimpulkan bahwa kepemimpinan pendidikan tangkas merupakan strategi tata kelola yang efektif dalam membangun sistem penilaian yang adil dan akuntabel. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa prinsip tata kelola agile dapat diadopsi sekolah untuk memperkuat penjaminan mutu pendidikan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil evaluasi akademik.</span></span></span></span></p> M. Ilham Faizin Akbar Siti Aimah Copyright (c) 2026 M. Ilham Faizin Akbar, Siti Aimah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-02 2026-08-02 5 5 13 23 PENERAPAN METODE DISKUSI PADA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MA NURUL HIDAYAH AL MINCIS https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1241 <p>Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan metode diskusi dalam pembelajaran Akidah Akhlak di MA Nurul Hidayah Al Mincis, mengkaji berbagai hambatan yang muncul selama proses pembelajaran, serta mengetahui kontribusi metode tersebut terhadap pemahaman peserta didik. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Peneliti menentukan guru Akidah Akhlak dan beberapa peserta didik sebagai informan melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Peneliti memperoleh data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, peneliti menganalisis data melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti memastikan keabsahan temuan melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan metode diskusi secara sistematis melalui tujuh tahapan utama. Tahapan tersebut meliputi persiapan pembelajaran, pemberian materi dan masalah, pembagian kelompok, pelaksanaan diskusi, penyajian hasil, penguatan dan klarifikasi, serta evaluasi dan penyimpulan. Penerapan metode ini mendorong peserta didik untuk lebih aktif mengikuti pembelajaran, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan komunikasi, memperkuat kerja sama, dan menumbuhkan tanggung jawab. Metode diskusi juga membantu peserta didik memahami materi Akidah Akhlak secara lebih mendalam. Namun, beberapa kendala masih ditemukan, seperti rendahnya keberanian peserta didik dalam menyampaikan pendapat, perbedaan kemampuan akademik, dan keterbatasan waktu. Oleh sebab itu, guru perlu meningkatkan pengelolaan waktu dan menerapkan strategi pembelajaran inovatif secara berkelanjutan.</p> Nurkholis Nurkholis Wa Fita Nurlathifah Thulfitrah B Copyright (c) 2026 Nurkholis Nurkholis, Wa Fita, Nurlathifah Thulfitrah B https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-10 2026-08-10 5 5 90 100 ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TRANSFORMASI DIGITAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM: STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN AL-MUBAROK PUGER JEMBER https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1223 <p><em>Transformasi digital menjadi salah satu arah kebijakan strategis dalam pengembangan pendidikan Islam sebagai respons terhadap perkembangan teknologi informasi. Pondok pesantren dituntut mampu mengintegrasikan teknologi digital ke dalam penyelenggaraan pendidikan tanpa menghilangkan nilai-nilai kepesantrenan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan transformasi digital di Pondok Pesantren Al-Mubarok Puger Jember, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya, serta menganalisis implikasinya terhadap tata kelola pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi transformasi digital diwujudkan melalui penerapan sistem absensi digital dan pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi. Keberhasilan implementasi didukung oleh kepemimpinan kiai, kompetensi guru, dukungan yayasan, dan budaya inovasi, sedangkan hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, keterbatasan anggaran dan infrastruktur, budaya organisasi yang masih konvensional, serta variasi literasi digital santri. Implementasi transformasi digital memberikan implikasi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, pelayanan akademik, komunikasi kelembagaan, dan tata kelola pendidikan Islam yang lebih efektif, efisien, transparan, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital di pesantren memerlukan sinergi antara kebijakan kelembagaan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan infrastruktur, dan pelestarian nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama penyelenggaraan pendidikan</em></p> Moh Syaikhol Hadi Copyright (c) 2026 Moh Syaikhol Hadi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-08 2026-08-08 5 5 71 85 IMPLEMENTASI KEGIATAN KOKURIKULER DALAM PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK PADA SEKOLAH BERBASIS PONDOK PESANTREN (STUDI DI SMP ALFA ALI MASYKUR WONOSOBO) https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1253 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan kokurikuler dalam &nbsp;penguatan karakter religius peserta didik di SMP Alfa Ali Masykur Wonosobo sebagai sekolah &nbsp;berbasis pondok pesantren, sekaligus mengidentifikasi bentuk pelaksanaan, instrument &nbsp;evaluasi, kendala, faktor&nbsp; pendukung,&nbsp; serta strategi&nbsp; keberlanjutannya.&nbsp; Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum sekaligus Koordinator Kegiatan Kokurikuler, serta studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) implementasi kegiatan kokurikuler dilaksanakan melalui pembiasaan keagamaan terstruktur seperti doa bersama, shalat dhuha dan dzuhur berjamaah, zuma (ziarah<em> makam</em>), serta pembacaan Al-Qur’an; (2) integrasi kurikulum sekolah dan tradisi pesantren dilakukan tanpa mengubah struktur kurikulum nasional, melainkan menginternalisasikan nilai-nilai pesantren ke dalam budaya harian sekolah; (3) terdapat pembagian peran terpadu antara guru sekolah (fokus akademik dan karakter sekolah) dan ustaz/ustazah (pendampingan kepesantrenan); (4) monitoring keterlibatan siswa diukur melalui Buku PPKS dan catatan harian sebagai media kontrol eksternal; (5) kendala utama meliputi heterogenitas motivasi siswa dan manajemen waktu (seperti agenda <em>simaan</em>), yang diatasi melalui partisipasi kolektif guru serta sinergi lintas ekosistem; dan (6) keberlanjutan program ditopang oleh koordinasi berkala, keteladanan pendidik (<em>uswah</em>), dan pengondisian ekosistem pesantren. Secara keseluruhan, kegiatan kokurikuler di SMP Alfa Ali Masykur Wonosobo terbukti menjadi sarana strategis dalam menghubungkan pengetahuan teoritis agama dengan praktik kehidupan harian siswa secara holistik.</p> Dwi Ayu Siti Masitoh Rina Shafira Afifah Afni Novalia Diya Nur ramadhani Nadifa Fadilah Al Ayasy Zarir Muslikhul Khanan M. Lutfi Azmi Alaudin Zhohar Nubli Copyright (c) 2026 Dwi Ayu Siti Masitoh, Rina Shafira, Afifah Afni Novalia, Diya Nur ramadhani, Nadifa Fadilah Al Ayasy, Zarir Muslikhul Khanan, M. Lutfi Azmi Alaudin, Zhohar Nubli https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-28 2026-08-28 5 5 151 159 IMPLEMENTASI METODE DRILL DAN REFLEKSI PADA PEMBELAJARAN MATERI NABI MUHAMMAD SAW DI SD NEGERI 2 BAUBAU https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1238 <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode drill dan refleksi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Nabi Muhammad SAW di SD Negeri 2 Baubau, mengidentifikasi berbagai hambatan selama pelaksanaannya, serta menjelaskan kontribusinya terhadap peningkatan pemahaman peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik kelas III yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian menganalisisnya dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Peneliti menjamin keabsahan data melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode drill dan refleksi berlangsung melalui enam tahapan, yaitu persiapan, penyampaian materi, pelaksanaan drill, penguatan hasil latihan, kegiatan refleksi, serta evaluasi dan tindak lanjut. Metode drill membantu peserta didik memperkuat penguasaan materi melalui latihan yang dilakukan secara berulang dan sistematis, sedangkan kegiatan refleksi mendorong peserta didik memahami nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian juga menemukan hambatan berupa keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan peserta didik, dan rendahnya keaktifan dalam refleksi. Secara keseluruhan, kedua metode tersebut berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman, daya ingat, partisipasi aktif, serta pembentukan karakter peserta didik</p> Hikma Hikma Samsul Samsul Nurlathifah Thulfitrah B Copyright (c) 2026 Hikma Hikma, Samsul Samsul, Nurlathifah Thulfitrah B https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-04 2026-08-04 5 5 61 70 IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM KEGIATAN KOKURIKULER DI SMK N 1 WONOSOBO https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1250 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan nilai-nilai moderasi beragama dalam lingkungan pendidikan melalui kegiatan yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kegiatan kokurikuler membuat tumpeng di SMK N 1 Wonosobo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi selama kegiatan kokurikuler berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membuat tumpeng dilaksanakan secara berkelompok melalui pembagian tugas dan tanggung jawab kepada peserta didik. Dalam proses tersebut, terlihat adanya nilai-nilai moderasi beragama berupa toleransi, kerja sama, musyawarah, dan tanggung jawab. Peserta didik belajar menghargai perbedaan kemampuan dan pendapat, berkomunikasi dalam menyelesaikan pekerjaan, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Selain itu, kegiatan membuat tumpeng juga menjadi sarana pengenalan dan pelestarian budaya lokal karena tumpeng merupakan bagian dari tradisi masyarakat Jawa. Dengan demikian, kegiatan kokurikuler membuat tumpeng tidak hanya berorientasi pada keterampilan dan hasil kegiatan, tetapi juga dapat menjadi media penguatan karakter dan implementasi nilai-nilai moderasi beragama melalui pengalaman langsung peserta didik</p> Septiani Muslim Miming Hidayaturrohmah M. Ulul ‘Azmi Azzah Nur Laili Amliur Rohmah Latifah Munawaroh Nurul Hikmah M. Khasbi Noor Aziz Copyright (c) 2026 Septiani Muslim, Miming Hidayaturrohmah, M. Ulul ‘Azmi, Azzah Nur Laili, Amliur Rohmah, Latifah Munawaroh, Nurul Hikmah, M. Khasbi, Noor Aziz https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-24 2026-08-24 5 5 137 142 IMPLEMENTASI METODE PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN QUR’AN HADITS DI SMA-TQ MUADZ BIN JABAL KENDARI https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1236 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode <em>Problem Solving</em> dalam Pembelajaran Qur’an Hadits di SMA-TQ Muadz bin Jabal Kendari, beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap aktivitas belajar 41 siswa kelas X, wawancara semi terstruktur dengan guru mata pelajaran dan siswa, serta dokumentasi, kemudian analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi metode <em>problem solving</em> dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang secara umum telah berjalan sesuai dengan prinsip teoritis metode tersebut. Faktor pendukung implementasi metode <em>problem solving </em>meliputi komunikasi yang baik antara siswa dan guru, sarana yang memadai, serta profesionalisme guru, sementara berdasarkan data observasi dan wawancara mengidentifikasi faktor penghambat yang ditemukan adalah keraguan serta rendahnya kepercayaan diri siswa dalam berpendapat dan keterbatasan waktu pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan metode <em>&nbsp;problem solving</em> tidak hanya ditentukan oleh tepatnya langkah pelaksanaan, tetapi juga oleh kesiapan psikologis siswa, sehingga guru perlu mengintegrasikan strategi penguatan kepercayaan diri dalam penerapannya.</p> ST. Resida Yuniar Samsu Alang Nurlathifah Thulfitrah B Copyright (c) 2026 ST. Resida Yuniar, Samsu Alang, Nurlathifah Thulfitrah B https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-02 2026-08-02 5 5 40 49 ADAB ISLAMI DALAM BERKOMENTAR DI VIDEO YOUTUBE YANG BERISI SENSITIFITAS NEGATIF UNSUR SARA https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1245 <p>Penelitian ini mengkaji adab Islami dalam berkomentar pada video YouTube yang memuat sensitivitas negatif unsur SARA dengan merujuk pada Al-Quran dan As-Sunah sebagai landasan normatif utama. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi pustaka melalui telaah kritis terhadap ayat-ayat Al-Quran, hadis, serta literatur ilmiah terkini tentang etika komunikasi digital. Analisis berfokus pada ayat seperti QS. Al-Hujurat:6 tentang tabayyun, QS. Al-Isra:53 tentang tutur kata yang baik, QS. Al-Isra:36 tentang larangan mengikuti sesuatu tanpa ilmu, dan QS. Al-Ahzab:58 mengenai ancaman bagi pelaku kedzoliman . Hasil penelitian menegaskan bahwa kesantunan, kejujuran, tanggung jawab, serta pengendalian lisan menjadi prinsip utama pencegah hoaks, ujaran kebencian, dan konflik sosial di kolom komentar YouTube</p> Slamet Ariyanto Pratiwi Rahmah Hakim Copyright (c) 2026 Slamet Ariyanto, Pratiwi Rahmah Hakim https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-22 2026-08-22 5 5 118 124 IMPLEMENTASI METODE TANYA JAWAB BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PADA PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MADRASAH ALIYAH NURUL HIDAYAH ALMINCIS KOLAKA https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1234 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi metode tanya jawab berdasarkan <em>Higher Order Thinking Skills</em> (HOTS) pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Aliyah (MA) Nurul Hidayah Almincis Kolaka. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain <em>studi kasus</em> digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui wawancara <em>semi terstruktur</em> kepada guru SKI dan siswa kelas XI, observasi partisipatif dalam proses pembelajaran, serta dokumentasi berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan hasil evaluasi siswa. Analisis data menerapkan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode tanya jawab berbasis HOTS diwujudkan melalui tiga tahapan utama: stimulasi kritis berbasis masalah sejarah, penelitian pertanyaan <em>analitis-evaluatif</em> (<em>mengapa</em> dan <em>bagaimana</em>), serta penguatan konsep melalui refleksi nilai moral sejarah (<em>ibrah</em>). Tantangan utama yang dihadapi meliputi keragaman kemampuan dasar keagamaan siswa dan kecenderungan pola pikir pasif dalam menanggapi pertanyaan analitis. Meskipun demikian, metode ini terbukti efektif meningkatkan keaktifan kritis siswa serta mengubah persepsi mata pelajaran SKI dari sekadar hafalan menjadi analisis kontekstual yang bernilai sosial-budaya. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pemulihan kompetensi pedagogik guru dalam merancang stimulus pembelajaran berbasis HOTS di lingkungan madrasah.</p> Wa Ode Juli Siti Mariah Nurlathifah Thulfitrah B Copyright (c) 2026 Wa Ode Juli, Siti Mariah, Nurlathifah Thulfitrah B https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-02 2026-08-02 5 5 32 39 PENERAPAN MEMETODE TEMAN SEBAYA PADA PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MTS NURUL HIDAYAH AL MINCIS https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1243 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode teman sebaya pada pembelajaran Aqidah Akhlak di MTs Nurul Hidayah Al Mincis, meliputi tahapan pelaksanaan, keterlibatan peserta didik, peran guru, serta faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas guru Aqidah Akhlak dan peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan metode teman sebaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui perbandingan informasi dari berbagai sumber dan teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode teman sebaya dilaksanakan melalui delapan tahapan, yaitu persiapan, pemilihan tutor sebaya, pembentukan kelompok, pemberian arahan, pelaksanaan tutor sebaya, diskusi dan tanya jawab, evaluasi dan penguatan, serta refleksi dan tindak lanjut. Penerapan metode ini menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, komunikatif, interaktif, dan kolaboratif. Peserta didik lebih berani bertanya, menyampaikan pendapat, membantu teman, dan memahami materi melalui bahasa yang sederhana. Hambatan yang ditemukan meliputi perbedaan kemampuan peserta didik, kurangnya fokus, serta kecenderungan bercanda. Metode ini juga membantu membangun rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung</p> Siti Fatimah Muh. Rizal Akbar Hidayat Nurlathifah Thulfitrah B Copyright (c) 2026 Siti Fatimah, Muh. Rizal Akbar Hidayat, Nurlathifah Thulfitrah B https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-19 2026-08-19 5 5 101 111 PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SD NEGERI 4 BUTON https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1226 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD 4 Negeri Buton. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk memperoleh informasi mengenai proses penerapan metode demonstrasi, aktivitas peserta didik, serta kendala yang dihadapi selama pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi dilaksanakan melalui tujuh tahapan, yaitu perencanaan, kegiatan pendahuluan, pemberian penjelasan awal, demonstrasi oleh guru, praktik peserta didik, evaluasi dan umpan balik, serta penutup. Penerapan metode demonstrasi membantu peserta didik memahami materi yang bersifat praktik, seperti wudu dan salat, melalui kegiatan mengamati dan mempraktikkan secara langsung materi yang diajarkan. Metode ini juga meningkatkan keaktifan, motivasi belajar, keterampilan praktik ibadah, serta minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi guru, yaitu keterbatasan waktu pembelajaran, keterbatasan sarana dan prasarana, serta perbedaan kemampuan peserta didik. Secara keseluruhan, metode demonstrasi memberikan kontribusi positif terhadap proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang lebih bermakna, interaktif, dan berpusat pada peserta didik sehingga dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan praktik keagamaan peserta didik di SD Negeri 4 Buton.</p> Lina Hardianti Sahaludin Sahaludin2 Nurlathifah Thulfitrah B Copyright (c) 2026 Lina Hardianti, Sahaludin Sahaludin2, Nurlathifah Thulfitrah B https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-02 2026-08-02 5 5 1 12 PENERAPAN GAME-BASED LEARNING BERBANTUAN KUIS DAN REWARD UNTUK MEREDUKSI DISRUPSI KELAS III DAN V DI MI MA'ARIF KLIWONAN WONOSOBO https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1254 <p>Pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar menghadapi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pengelolaan kelas dan keterlibatan murid. Permasalahan tersebut juga ditemukan selama pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di MI Kliwonan, khususnya pada kelas III dan kelas V yang memiliki karakteristik dan kondisi pembelajaran yang berbeda. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan permasalahan pembelajaran yang ditemukan serta upaya yang dilakukan untuk membantu menciptakan kondisi pembelajaran yang lebih kondusif dan meningkatkan keterlibatan murid . Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap observasi kondisi kelas, penerapan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik murid , serta evaluasi dan refleksi terhadap respons muridselama kegiatan pembelajaran. Pada kelas III, strategi yang diterapkan berupa penggunaan media pembelajaran dan pemberian reward, sedangkan pada kelas V diterapkan kontrak belajar serta pembelajaran berbasis permainan dan challenge. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa muridkelas III menunjukkan ketertarikan dan rasa ingin tahu yang lebih tinggi ketika menggunakan media pembelajaran, sementara pemberian reward dapat meningkatkan keterlibatan sebagian muridmeskipun belum sepenuhnya mengatasi kondisi kelas yang ramai. Pada kelas V, muridmenunjukkan antusiasme yang lebih baik ketika pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan dan challenge, sedangkan kontrak belajar membantu muridmengikuti aturan pembelajaran, terutama ketika kegiatan berlangsung pada siang hari. Berdasarkan hasil tersebut, strategi pengelolaan kelas yang fleksibel dan disesuaikan dengan karakteristik muriddapat membantu meningkatkan keterlibatan muriddalam pembelajaran. Namun, penerapan strategi perlu dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan kondisi setiap kelas.</p> Garneta Hematala Maulana Rizki Ramadhan Faridatul Fuadah Sholehkah Sofi Nur Innayah Nadia Nurul Aini Nurdhiya Laila Syita Copyright (c) 2026 Garneta Hematala, Maulana Rizki Ramadhan, Faridatul Fuadah, Sholehkah Sofi Nur Innayah, Nadia Nurul Aini, Nurdhiya Laila Syita https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-30 2026-08-30 5 5 160 166 MEMAHAMI PERILAKU DAN PERKEMBANGAN MANUSIA https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1240 <p>Memahami perilaku dan perkembangan manusia sangat penting untuk menjelaskan bagaimana individu tumbuh, beradaptasi, dan berinteraksi dalam masyarakat. Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi perilaku manusia serta proses perkembangannya pada berbagai tahap kehidupan. Penelitian dilakukan untuk menekankan pentingnya memahami pengaruh biologis, psikologis, dan sosial dalam membentuk perkembangan individu. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa perilaku dan perkembangan manusia merupakan hasil interaksi antara faktor keturunan dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka kualitatif dengan menganalisis berbagai buku, jurnal, dan sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kognitif, emosional, sosial, dan lingkungan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pola perilaku dan hasil perkembangan individu. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman yang holistik mengenai perkembangan manusia untuk meningkatkan kualitas pendidikan, konseling, dan intervensi psikologis, serta memberikan wawasan yang bermanfaat bagi peneliti dan praktisi</p> Dion Almuzaki Hamzah hirfanda Copyright (c) 2026 Dion Almuzaki, Hamzah hirfanda https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2026-08-08 2026-08-08 5 5 86 89