An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) https://journal.nabest.id/index.php/annajah <p><strong style="text-align: justify; font-size: 0.875rem;">Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) </strong><span style="text-align: justify; font-size: 0.875rem;">khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam. <strong>Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) </strong>terbit 6 Kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September dan November dengan jumlah naskah sebanyak 6 Naskah.</span></p> <table style="width: 100%;" border="0" width="100%" rules="none"> <tbody> <tr> <td style="width: 25.4282%;" width="190" height="100"><img style="float: left;" src="https://journal.nabest.id/public/journals/2/journalThumbnail_en_US.jpg" width="200" height="318" /></td> <td style="width: 74.4401%;"> <table class="data" style="height: 257px; width: 100%;" border="0" width="100%"> <tbody> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Journal Title</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%"><strong>An Najah <em>(Jurnal Pendidikann Islam dan Sosial Keagamaan)</em></strong></td> </tr> <tr style="height: 23px;" valign="top"> <td style="height: 23px;" width="30%"><strong>Subjects</strong></td> <td style="height: 23px;">:</td> <td style="height: 23px;" width="70%"><strong>annajah</strong></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Language</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">Indonesia and English</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>e-ISSN</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">2964-965X</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>p-ISSN</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">2964-9633</td> </tr> <tr style="height: 36px;" valign="top"> <td style="height: 36px;" width="30%"><strong>Frequency</strong></td> <td style="height: 36px;">:</td> <td style="height: 36px;" width="70%">Januari, Maret, Mei, Juli, September dan November</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Publisher</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%"><a title="WEB" href="https://web.nabest.id/" target="_blank" rel="noopener"><strong>NAJAH BESTARI</strong></a></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>DOI</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">-</td> </tr> <tr style="height: 36px;" valign="top"> <td style="height: 36px;" width="30%"><strong>Citation Analysis</strong> </td> <td style="height: 36px;">:</td> <td style="height: 36px;" width="70%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=LGFEnskAAAAJ&amp;hl=en&amp;authuser=1" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a></td> </tr> <tr style="height: 36px;" valign="top"> <td style="height: 36px;" width="30%"><strong>Editor-in-chief</strong></td> <td style="height: 36px;">:</td> <td style="height: 36px;" width="70%"><a title="Google scholar" href="https://scholar.google.co.id/citations?user=cbKZSNcAAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener"><strong>Dr. Muhamad Rudi Wijaya</strong></a></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Email</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%"><a href="mailto:rudiwijaya68@gmail.com">rudiwijaya68@gmail.com</a> </td> </tr> </tbody> </table> </td> </tr> </tbody> </table> en-US rudiwijaya68@gmail.com (Dr. Muhamad Rudi Wijaya) ahmadlisin1988@gmail.com (Ahmad Mukhlisin) Wed, 03 Jun 2026 19:10:08 +0700 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGEMBANGAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 1 WAJAK https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1069 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis <em>Artificial Intelligence</em> (AI) sebagai strategi peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa di SMP Negeri 1 Wajak. Penelitian dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi pendidikan yang mendorong integrasi AI dalam proses pembelajaran guna menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Validitas data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan <em>member checking</em>. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pembelajaran PAI berbasis AI dilakukan melalui integrasi teknologi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penggunaan AI mampu meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pembelajaran yang lebih interaktif, meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar, serta mendukung peningkatan prestasi belajar melalui akses pembelajaran yang lebih luas dan kontekstual. Penelitian ini menegaskan bahwa AI tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai strategi pengembangan manajemen pembelajaran PAI yang adaptif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan kompetensi digital guru dan kebijakan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah.</p> Muhammad Husni, Kurnia Indrianti Copyright (c) 2026 Muhammad Husni, Kurnia Indrianti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1069 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0700 INTEGRASI TRADISI PESANTREN DALAM PENDIDIKAN FORMAL: IMPLEMENTASI METODE BANDONGAN PADA KAJIAN KITAB WASHOYA AL-ABAA' LIL ABNAA' DI SMK AN-NUR SLAWI https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1095 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi tradisi pesantren dalam pendidikan formal melalui implementasi metode bandongan dalam kajian Kitab <em>Washoya Al-Abaa' Lil Abnaa'</em> di SMK An-Nur Slawi. Latar belakang penelitian adalah meningkatnya kebutuhan lembaga pendidikan formal untuk mengadopsi metode dan nilai keilmuan pesantren sebagai respons terhadap krisis akhlak di kalangan pelajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi ustadz pengampu kajian, penanggung jawab kegiatan, dan siswa SMK An-Nur Slawi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode bandongan dilaksanakan melalui tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode bandongan terbukti mampu beradaptasi dari lingkungan pesantren ke sekolah formal melalui penyesuaian kontekstual tanpa kehilangan esensinya. Faktor pendukung meliputi dukungan kelembagaan, suasana religius, dan metode penyampaian yang kontekstual. Faktor penghambat meliputi heterogenitas kemampuan siswa dan minimnya interaksi dua arah.</p> Muhammad Labib, Subur Subur Copyright (c) 2026 Muhammad Labib, Subur Subur https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1095 Tue, 16 Jun 2026 00:00:00 +0700 DALALAH https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1142 <p>Dalalah merupakan salah satu konsep fundamental dalam ushul fikih yang berfungsi sebagai metode untuk memahami petunjuk lafaz Al-Qur'an dan Hadis dalam proses istinbat hukum Islam. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian dalalah, macam-macam dalalah, perspektif imam-imam mazhab terhadap dalalah, serta pengaruh perbedaan pemahaman dalalah terhadap hasil istinbat hukum. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ushul fikih klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalalah merupakan hubungan antara lafaz dengan makna yang ditunjukkannya sehingga menjadi dasar penting dalam memahami maksud syariat. Dalalah terbagi menjadi beberapa bentuk, yaitu <em>dalalah al-manthuq</em> dan <em>dalalah al-mafhum</em>, sedangkan mazhab Hanafi mengembangkannya menjadi <em>ibarat al-nash</em>, <em>isyarat al-nash</em>, <em>dalalat al-nash</em>, dan <em>iqtidha' al-nash</em>. Perbedaan metode pemahaman dalalah di kalangan imam mazhab, seperti Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali, melahirkan variasi dalam hasil istinbat hukum sesuai dengan pendekatan kebahasaan, rasional, maupun tekstual yang digunakan. Meskipun demikian, perbedaan tersebut merupakan bentuk kekayaan intelektual dalam tradisi hukum Islam yang menunjukkan luasnya ruang ijtihad serta fleksibilitas syariat dalam menjawab berbagai persoalan hukum.</p> Ernes Katerina Ardika, Andi Ziaul Haq Syam, Muhammad Rafli, Besse Ruhaya Copyright (c) 2026 Ernes Katerina Ardika, Andi Ziaul Haq Syam, Muhammad Rafli, Besse Ruhaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1142 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0700 Maqasidus Syari’ah Sebagai Metodologi Penetapan Hukum Islam https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1161 <p>Maqasid al-Syari’ah merupakan konsep fundamental dalam hukum Islam yang berfungsi sebagai landasan dalam memahami tujuan dan hikmah di balik setiap ketentuan syariat. Konsep ini menekankan bahwa seluruh hukum Islam ditetapkan untuk mewujudkan kemaslahatan dan mencegah kemudaratan bagi umat manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengertian Maqasid al-Syari’ah, dasar-dasar yang melandasinya, tujuan utamanya dalam mewujudkan kemaslahatan umat, serta pembagiannya berdasarkan tingkat kebutuhan dan kepentingan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelaahan berbagai literatur yang berkaitan dengan kajian ushul fikih dan Maqasid al-Syari’ah. Hasil kajian menunjukkan bahwa Maqasid al-Syari’ah memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an, hadis, dan praktik ijtihad para ulama. Tujuan utama Maqasid al-Syari’ah adalah menjaga lima unsur pokok kehidupan manusia (al-daruriyyat al-khams), yaitu agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Selain itu, Maqasid al-Syari’ah dibagi menjadi tiga tingkatan kebutuhan, yaitu daruriyyat (primer), hajiyyat (sekunder), dan tahsiniyyat (tersier), yang menjadi pedoman dalam menentukan prioritas kemaslahatan dalam penetapan hukum Islam. Dengan demikian, Maqasid al-Syari’ah berperan penting sebagai metodologi penetapan hukum Islam yang mampu menjawab berbagai persoalan kontemporer secara relevan, adil, dan sesuai dengan tujuan syariat</p> Nurul Asti Rais, Nur Alika Widia, Duratun Nashihah, Besse Ruhaya Copyright (c) 2026 Nurul Asti Rais, Nur Alika Widia, Duratun Nashihah, Besse Ruhaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1161 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0700 STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1182 <p>Strategi pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses belajar mengajar untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan jenis-jenis strategi pembelajaran berbasis TIK, implementasinya dalam proses pembelajaran, khususnya pada Pendidikan Agama Islam, serta berbagai tantangan dan solusi dalam penerapannya guna meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai pembelajaran berbasis TIK. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis TIK mampu meningkatkan motivasi belajar, partisipasi aktif peserta didik, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kemampuan kolaborasi, serta literasi digital melalui pemanfaatan berbagai media dan platform pembelajaran digital. Implementasi strategi ini dilakukan melalui berbagai pendekatan, antara lain pembelajaran berbantuan komputer, pembelajaran berbasis internet (<em>web-based learning</em>), <em>blended learning</em>, pembelajaran berbasis video dan multimedia, pembelajaran kolaboratif berbasis TIK, serta gamifikasi pembelajaran. Keberhasilan penerapannya didukung oleh perencanaan pembelajaran yang sistematis, pelaksanaan yang mengintegrasikan kompetensi <em>Technological Pedagogical Content Knowledge</em> (TPACK), serta evaluasi autentik berbasis teknologi. Meskipun demikian, implementasi strategi pembelajaran berbasis TIK masih menghadapi berbagai kendala, seperti kesenjangan digital, keterbatasan infrastruktur, rendahnya kompetensi TIK guru, serta berbagai persoalan pedagogis dan etika digital.</p> Anita Anita , Anugratul Mufida, Muljono Damopolii, M. Sabir Umar Copyright (c) 2026 Anita Anita , Anugratul Mufida, Muljono Damopolii, M. Sabir Umar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1182 Tue, 07 Jul 2026 00:00:00 +0700 GREEN SKILL FOR WOMEN MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK BERSAMA MUSLIMAT NU KOTA METRO https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1080 <p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan keterampilan ramah lingkungan (green skill) bagi perempuan melalui pelatihan budidaya sayuran hidroponik pada komunitas Muslimat NU Kota Metro. Program ini menggunakan pendekatan Community Based Research (CBR) yang menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi. Tahap awal dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan potensi dan kebutuhan peserta, kemudian dilanjutkan dengan perancangan pelatihan secara kolaboratif yang mengintegrasikan teori dan praktik hidroponik sederhana, seperti sistem Wick dan NFT. Pelatihan mencakup pembuatan instalasi, penanaman, pengelolaan nutrisi, serta pendampingan kewirausahaan berbasis komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam budidaya hidroponik, serta tumbuhnya motivasi berwirausaha dan kesadaran lingkungan. Program ini juga berhasil membentuk kelompok perempuan produktif “Green Women NU Metro” sebagai wadah keberlanjutan kegiatan. Secara akademik, kegiatan ini berkontribusi pada pengembangan model pemberdayaan perempuan berbasis keterampilan hijau serta mendukung pencapaian SDGs, khususnya kesetaraan gender, ekonomi hijau, dan ketahanan pangan perkotaan.</p> Nur Alfi Khotamin, Wiwik Damayanti, Didik Kusno Aji, Muhammad Anjas, Imam Syafi’I Copyright (c) 2026 Nur Alfi Khotamin, Wiwik Damayanti, Didik Kusno Aji, Muhammad Anjas, Imam Syafi’I https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1080 Tue, 09 Jun 2026 00:00:00 +0700 PERAN TUTOR TEMAN SEJAWAT (PEER TUTORING) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL PEMBELAJARAN PAI DI SMP SABILILLAH WAJAK https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1111 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tutor teman sejawat dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Sabilillah Boarding School Wajak yang menerapkan sistem integrasi antara ilmu umum dan ilmu kepesantrenan. Pembelajaran kepesantrenan dilaksanakan melalui kajian kitab <em>Tafsir Ibriz</em>, <em>Lubabul Hadits</em>, <em>Jawahirul Kalamiyah</em>, <em>Taisirul Kholaq</em>, dan <em>Mabadi Fiqih</em> sebagai bagian dari penguatan karakter religius peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>one group pretest-posttest</em>. Subjek penelitian berjumlah 68 peserta didik kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Implementasi tutor teman sejawat dilakukan selama delapan minggu dengan melibatkan 12 siswa sebagai tutor yang mendampingi kelompok belajar heterogen. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar, lembar observasi, dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tutor teman sejawat mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik yang ditandai dengan peningkatan kategori motivasi tinggi dan sangat tinggi dari 39,71% menjadi 82,35%. Selain itu, rata-rata hasil belajar meningkat dari 71,2 menjadi 85,6, sedangkan persentase ketuntasan belajar meningkat dari 57,35% menjadi 89,71%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tutor teman sejawat efektif digunakan dalam pembelajaran PAI berbasis integrasi sekolah dan pesantren karena mampu menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, meningkatkan pemahaman materi, serta mengembangkan kemampuan sosial dan kepemimpinan peserta didik.</p> Muhammad Kholidin, Sita Acetylena Copyright (c) 2026 Muhammad Kholidin, Sita Acetylena https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1111 Thu, 25 Jun 2026 00:00:00 +0700 MAHKUM ‘ALAIH (SUBJEK HUKUM) DAN AL-AHLIYAH (KECAKAPAN HUKUM) https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1152 <p>Mahkum 'alaih (subjek hukum) dan al-ahliyah (kecakapan hukum) merupakan dua konsep fundamental dalam ilmu ushul fikih yang menjadi dasar penentuan seseorang sebagai pihak yang dibebani hukum syariat Islam. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian mahkum 'alaih, konsep pembebanan hukum (taklif), syarat-syarat seseorang dikenai taklif, pengertian dan macam-macam al-ahliyah, serta pandangan ulama mengenai taklif terhadap orang kafir. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ushul fikih klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahkum 'alaih adalah setiap mukallaf yang telah memenuhi syarat-syarat pembebanan hukum, yaitu berakal, baligh, mampu melaksanakan hukum, telah menerima dakwah syariat, dan memiliki kebebasan dalam bertindak. Pembebanan hukum dalam Islam meliputi lima kategori hukum taklifi, yaitu wajib, sunnah, haram, makruh, dan mubah, yang bertujuan mewujudkan kemaslahatan hidup manusia sesuai dengan prinsip maqashid syariah. Sementara itu, al-ahliyah terbagi menjadi ahliyah al-wujub (kecakapan menerima hak dan kewajiban) serta ahliyah al-ada' (kecakapan melaksanakan perbuatan hukum), yang masing-masing memiliki tingkatan sesuai kondisi dan kemampuan seseorang. Kajian mengenai taklif terhadap orang kafir menunjukkan adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai pembebanan hukum cabang syariat, meskipun seluruh ulama sepakat bahwa keimanan merupakan dasar utama diterimanya seluruh amal ibadah. Dengan demikian, konsep mahkum 'alaih dan al-ahliyah menunjukkan bahwa hukum Islam dibangun di atas prinsip keadilan, tanggung jawab, serta kesesuaian antara beban hukum dan kemampuan manusia sehingga penerapan syariat dapat berlangsung secara proporsional dan membawa kemaslahatan</p> Muhammad Alif Munawwar, Rifqiansyah Putra Ramadhan, Intan Nuraini, Besse Ruhaya Copyright (c) 2026 Muhammad Alif Munawwar, Rifqiansyah Putra Ramadhan, Intan Nuraini, Besse Ruhaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1152 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0700 ETIKA KOMUNIKASI ISLAMI: MENANGKAL HOAKS DAN UJARAN KEBENCIAN DENGAN BELAJAR DARI ADAB ILMUWAN MASA KEJAYAAN ISLAM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1171 <p>Tulisan ini membahas etika komunikasi Islami sebagai pendekatan untuk menangkal hoaks dan ujaran kebencian dengan mengambil pelajaran dari adab ilmuwan pada masa kejayaan peradaban Islam. Kajian bersifat kualitatif-historis dan konseptual, berbasis telaah pustaka terhadap sumber klasik (kitab adab dan karya ulama) serta literatur kontemporer tentang media dan komunikasi. Fokus pembahasan meliputi nilai-nilai etis komunikasi tradisional, cara-cara mengadaptasi adab tersebut ke ranah digital, dan implikasinya dalam upaya pencegahan disinformasi serta intoleransi. Temuan kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip adab ilmuwan kehatian-hatian dalam penyampaian, verifikasi informasi, tawadhu (kerendahan hati), kesantunan dalam berdebat, dan tanggung jawab moral atas ucapan memiliki relevansi kuat dan potensi efektif bila diintegrasikan ke praktik komunikasi modern. Rekomendasi meliputi pengembangan literasi media berbasis nilai Islami, pedoman etika untuk komunitas daring, serta peran aktif tokoh agama dan lembaga pendidikan sebagai teladan. Kajian lanjutan diusulkan untuk mengeksplorasi penerimaan dan efektivitas intervensi dalam konteks keluarga, sekolah, dan platform digital.</p> Nur Halimah, Esa Amanda, Fithrina Qotrunnada, Brian Adam, Abdul Fadhil Copyright (c) 2026 Nur Halimah, Esa Amanda, Fithrina Qotrunnada, Brian Adam, Abdul Fadhil https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1171 Sun, 05 Jul 2026 00:00:00 +0700 Internalisasi Nilai-Nilai Aqidah Akhlak dalam Pembentukan Regulasi Emosi Peserta Didik Kelas V MI Darul Hikmah https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1194 <p>Penelitian ini mengkaji internalisasi nilai-nilai Aqidah Akhlak dan perannya dalam membentuk regulasi emosi pada peserta didik kelas V di MI Darul Hikmah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis study kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur kepada satu orang guru dan tiga pesrta didik terpilih, serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai berlangsung melalui tiga tahap, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai, dan transaksi nilai, dan transinternaslisasi, yang difasilitasi oleh gabungan ceramah , diskusi, dan pembiasaan. Peserta didik menunjukkan pemahaman konseptual yang baik mengenai nilai-nilai seperti sabar, ikhlas, dan tawakkal. Lebih penting lagi, mereka melaporkan penerapan praktik spiritual seperti membaca istighfar dan kaliamat tarji’ sebagai stategi regulasi emosi yang spontan dalam situasi nyata, seperti konflik dengan teman atau kekecewaan akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai nilai Aqidah Akhlak yang terinternalisasi secara efektif berfungsi sebagai strategi <em>cognitive reappraisal </em>dan <em>response modulation, </em>yang membentuk sistem regulasi emosi berbasis nilai-nilai islami yang komprehensif. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan Pendidikan islam dan psikologi untuk membina ridak hanya ketakwaan ritual, tetapi juga Kesehatan emosional peserta didik usia dasar.</p> Ruqoyyah Nafisah, Nurun Nafisah Indah Qomari, Jazilurrahman3 Copyright (c) 2026 Ruqoyyah Nafisah, Nurun Nafisah Indah Qomari, Jazilurrahman3 https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1194 Sun, 12 Jul 2026 00:00:00 +0700 Internalisasi Nilai Tauhid Sejak Dini: Studi Terhadap Nasihat Luqman dalam Surah Luqman ayat 13 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1066 <p>Perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan arus globalisasi memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan karakter anak, khususnya dalam aspek keagamaan. Kondisi ini menuntut adanya upaya penanaman nilai tauhid sejak dini sebagai fondasi utama dalam pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai tauhid pada anak usia dini dalam perspektif tafsir Surah Luqman ayat 13. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik dokumentasi dan analisis isi terhadap berbagai sumber seperti Al-Qur’an, kitab tafsir, dan literatur pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Surah Luqman ayat 13 mengandung prinsip-prinsip penting dalam pendidikan tauhid, yaitu penanaman akidah sejak dini, penggunaan metode nasihat yang lembut dan penuh kasih sayang, serta peran sentral orang tua sebagai pendidik utama dalam keluarga. Internalisasi nilai tauhid tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memerlukan proses berkelanjutan melalui keteladanan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, nilai tauhid memiliki relevansi yang kuat dalam menghadapi tantangan era kontemporer, seperti pengaruh negatif teknologi dan krisis moral. Oleh karena itu, pendidikan tauhid sejak dini menjadi kunci dalam membentuk karakter anak yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki ketahanan spiritual.</p> Farhanah Farhanah, Khalisa Nurul Fitri Arfan, Hidayatullah Ismail Copyright (c) 2026 Farhanah Farhanah, Khalisa Nurul Fitri Arfan, Hidayatullah Ismail https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1066 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0700 Produksi Kepercayaan Sosial antara Guru, Orang Tua, dan Komite Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Nur Asshidiq https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1092 <p>Artikel ini di rancang untuk mengkaji Produksi Kepercayaan Sosial antara Guru, Orang Tua, dan Komte Sekolah dalam penguatan mutu Madrasah Ibtidaiyah melalui perspetif sosiologi lembaga pendidikan. Fokus utama artikel di arahkan pada klaim bahwa kepercayaan social antara Guru, Orang Tua, dan Komte Sekolahmenjadi pondasi penting dalam penguatan mutu Madrasah Ibtidaiyah karena mutu pendidikan tidak hanya di tentukan oleh kurikulum, tetapi juga relasi social yang stabil dan partisipatif. Penelitian lapangan perlu di tempatkan pada sekolah, madrasah, pesantren yang secara empiris memperihatkan praktik social terkait isu tersebut. Data utama dapat di gali melalui observasi terhadap keterlibatan orang tua dalam rapat, kegiatan keagamaan, dan program sekolah, wawancara dengan aktor pendidikan yang terlibat, serta dokumentasi mengenai kebijakan, program,dan praktik kelembagaan. Tiga dimensi bukti yang perlu di uji adalah keterlibatan orng tua dalam rapat, kegiatan keagamaan, dan program. sekolah, komunikasi rutin guru dengan orang tua tentang perkembanagan akademik dan perilaku siswa, dan peran komite sekolah sebagai mediator kebutuhan madrasah dan aspirasi masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, artikel ini di harapkan mampu menunjukan bagaimana relasi sosial, norma kelembagaan, otoritas pendidikan, serta pengalaman siswa/guru/orang tua membentuk praktik pendidikan sehari-hari. Kontribusi artikel tidak berhenti pada deskripsi kasus, tetapi juga di arahkan untuk membangun argumentasi teoritik tentang bagaimana lembaga pendidikan bekeja sebagai arena sosial yang memproduksi kepercayaan, identitas, disiplin, solidaritas atau perubahan sosial. Temuan yang di peroleh di harapkan memperkaya diskusi sosiologi pendidikan islam di Indonesia dan menawarkan rekomendasi penguatan tata kelola lembaga pendidikan berbasis data lapangan</p> Ardevita Jauza Cindy Maluyu, Muh. Hanif Copyright (c) 2026 Ardevita Jauza Cindy Maluyu, Muh. Hanif https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1092 Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 +0700 QAWA’IDUL FIQHIYYAH https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1140 <p><em>Qawa'idul Fiqhiyyah</em> merupakan kaidah-kaidah umum dalam fikih yang berfungsi sebagai landasan dalam memahami, menetapkan, dan menyelesaikan berbagai persoalan hukum Islam, khususnya terhadap permasalahan kontemporer yang tidak dijelaskan secara rinci dalam nash. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep <em>Qawa'idul Fiqhiyyah</em>, fungsi dan ruang lingkup penerapannya, serta relevansinya dalam pengembangan hukum Islam pada era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap berbagai literatur klasik maupun kontemporer yang berkaitan dengan kaidah fikih, kemudian dianalisis menggunakan teknik <em>content analysis</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Qawa'idul Fiqhiyyah</em> memiliki peran strategis sebagai pedoman universal dalam proses istinbath hukum, memberikan kemudahan bagi para fuqaha dalam menyelesaikan persoalan hukum yang terus berkembang, serta mewujudkan hukum Islam yang adaptif tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariat. Lima kaidah fikih utama (<em>al-qawā'id al-kulliyyah al-khams</em>) menjadi fondasi dalam penyelesaian berbagai persoalan muamalah, ibadah, maupun kehidupan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, <em>Qawa'idul Fiqhiyyah</em> tetap relevan sebagai instrumen metodologis dalam menjawab tantangan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan dinamika kehidupan masyarakat modern dengan tetap berorientasi pada kemaslahatan serta tujuan syariat (<em>maqā</em><em>ṣ</em><em>id al-syar</em><em>ī</em><em>'ah</em>).</p> Holila Nasution, Mutmainnah Mutmainnah , Rasti Yuniar, Besse Ruhaya Copyright (c) 2026 Holila Nasution, Mutmainnah Mutmainnah , Rasti Yuniar, Besse Ruhaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1140 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0700 UNSUR-UNSUR HUKUM DALAM USHUL FIQH: AL-HAKIM, AL-HUKM, MAHKUM FIH, DAN MAHKUM ‘ALAIH https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1159 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan keterkaitan antara al-hakim, al-hukm, al-mahkum fih, dan almahkum ‘alaih , yang menjadi dasar dalam memahami hukum Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, sedangkan analisis data menggunakan analisis kualitatifdeskriptif dengan cara mengkaji berbagai literatur kitab AlGhazali dan pendapat para ulama tentang hubungan antara kekuasaan Allah swt sebagai pembuat hukum, aturan yang ditetapkan, serta peran manusia sebagai pelaksana hukum atau mukallaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-hakim adalah Allah swt sebagai penentu hukum, al-hukm merupakan ketentuan yang mengatur perbuatan manusia, al-mahkum fih adalah perbuatan yang menjadi objek hukum, sedangkan almahkum ‘alaih adalah orang yang dibebani hukum, yaitu manusia yang telah berakal dan mencapai usia balig. </em><em>Penelitian ini menegaskan bahwa seseorang baru dapat dibebani hukum apabila ia memiliki kemampuan berpikir dan memahami perintah serta larangan Allah swt. Oleh karena itu, anak kecil dan orang yang tidak berakal belum termasuk dalam golongan mukallaf. Kajian ini diharapkan dapat membantu pembaca memahami struktur dasar hukum Islam serta tanggung jawab manusia sebagai subjek hukum dalam perspektif ushul fiqih.</em></p> Rifal Rifal, Muh. Raihan Rahmansyah, Amira Huhajirah Copyright (c) 2026 Rifal Rifal, Muh. Raihan Rahmansyah, Amira Huhajirah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1159 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0700 PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN PAI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA SMP https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1179 <p>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP masih menghadapi kendala dalam menghubungkan materi dengan kehidupan nyata siswa, sehingga pendekatan kontekstual menjadi alternatif yang relevan untuk diterapkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan kontekstual serta pengaruhnya terhadap pemahaman siswa dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual mampu meningkatkan pemahaman kognitif dan afektif siswa, mendorong keaktifan belajar, serta memperkuat penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendekatan kontekstual efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP dan dapat menjadi acuan bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna.</p> Anita Puja Kusuma, Alka Ta’ah, Sumiarti Sumiarti Copyright (c) 2026 Anita Puja Kusuma, Alka Ta’ah, Sumiarti Sumiarti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1179 Tue, 07 Jul 2026 00:00:00 +0700 PENGARUH DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1 KEJOBONG PURBALINGGA https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1076 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya dukungan teman sebaya dalam motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat dukungan teman sebaya, (2) tingkat motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, dan (3) pengaruh dukungan teman sebaya terhadap motivasi belajar siswa kelas X di SMK Negeri 1 Kejobong Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 312 siswa kelas X, dengan sampel sebanyak 175 siswa yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis persentase, korelasi Pearson Product Moment, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya memperoleh persentase sebesar 60,46% dan termasuk kategori cukup baik, sedangkan motivasi belajar memperoleh persentase sebesar 82,46% dan termasuk kategori sangat baik. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0,733 dengan signifikansi 0,000 &lt; 0,05, yang berarti terdapat hubungan positif dan kuat antara dukungan teman sebaya dan motivasi belajar. Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 42,339 + 0,507X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan dukungan teman sebaya akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0,507 satuan. Hasil uji t menunjukkan bahwa t hitung (14,174) &gt; t tabel (1,973), sehingga terdapat pengaruh positif dan signifikan dukungan teman sebaya terhadap motivasi belajar. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,537 menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya memberikan pengaruh sebesar 53,7% terhadap motivasi belajar, sedangkan 46,3% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, semakin tinggi dukungan teman sebaya, semakin tinggi pula motivasi belajar siswa</p> Siti Wahyuningsih, Fatkhurrohman Fatkhurrohman , Sofan Rizqi Copyright (c) 2026 Siti Wahyuningsih, Fatkhurrohman Fatkhurrohman , Sofan Rizqi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1076 Tue, 09 Jun 2026 00:00:00 +0700 Penerapan Model Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pai Materi Asmaul Husna Siswa Kelas IV https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1105 <p><em>This study was motivated by the low learning outcomes in Islamic Religious Education (PAI) on the topic of Asmaul Husna among fourth-grade students of SDN 13 Way Khilau, which was caused by teacher-centered learning. This study aims to improve learning outcomes in PAI on the topic of Asmaul Husna through the application of the Make a Match learning model. This research is a Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection. The subjects were 25 fourth-grade students. Data were collected through tests, observation, and documentation, then analyzed using quantitative and qualitative descriptive techniques. The results show an increase in classical completeness from 40% in the pre-cycle to 64% in cycle I and 88% in cycle II, accompanied by an increase in student activeness. Thus, the application of the Make a Match model can improve PAI learning outcomes on Asmaul Husna for fourth-grade students of SDN 13 Way Khilau.</em></p> Muhamad Rif'an, Rohma Yunita, Imam Fauzi Copyright (c) 2026 Muhamad Rif'an, Rohma Yunita, Imam Fauzi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1105 Mon, 22 Jun 2026 00:00:00 +0700 TINJAUAN SOSIOLOGIS TENTANG KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1148 <p>Penelitian ini mengkaji kurikulum pendidikan Islam melalui perspektif sosiologi pendidikan untuk menilai kemampuannya dalam merespons dinamika sosial dan pendidikan pada era kontemporer. Perkembangan globalisasi, kemajuan teknologi, dan meningkatnya keberagaman masyarakat menghadirkan tantangan baru bagi pendidikan Islam dalam mempertahankan nilai-nilai dasar keislaman sekaligus memenuhi kebutuhan zaman. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka kualitatif dengan landasan teori fungsionalisme, teori konflik, dan interaksionisme simbolik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kurikulum tidak hanya berperan sebagai media pewarisan nilai-nilai Islam, tetapi juga menjadi ruang pembentukan relasi sosial, dinamika kekuasaan, dan interaksi pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi kurikulum menuju model yang lebih holistik, integratif, dan interdisipliner dengan menghubungkan ajaran Islam, perkembangan ilmu pengetahuan, serta realitas sosial. Upaya tersebut memerlukan kolaborasi para pemangku kepentingan, kebijakan lembaga yang berorientasi pada kearifan lokal, serta inovasi pembelajaran berbasis literasi digital yang tetap berlandaskan nilai tauhid. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat peran pendidikan Islam sebagai penggerak transformasi sosial yang berkelanjutan.</p> Raditya Musyarrof, Nur Azizah Kinabalu Copyright (c) 2026 Raditya Musyarrof, Nur Azizah Kinabalu https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1148 Wed, 01 Jul 2026 00:00:00 +0700 HUKUM SYAR'I (HUKUM TAKLIFI) https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1169 <p><em>Hukum taklifi merupakan komponen penting dalam hukum syariat Islam yang mengatur tindakan mukallaf melalui tiga bentuk utama, yakni perintah, larangan, dan kebolehan. Pemahaman yang mendalam tentang hukum taklifi menjadi urgensi tersendiri, sebab ia berperan sebagai rambu-rambu bagi umat Islam dalam menyikapi dan menjalankan berbagai aktivitas keseharian. Artikel ini disusun dengan tujuan untuk menguraikan secara konseptual tentang hukum taklifi, dasar-dasar penetapannya, klasifikasinya, serta relevansinya dalam kehidupan praktis. Pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah beragam sumber primer dan sekunder, seperti kitab-kitab ushul fikih, jurnal ilmiah, serta dalil Al-Qur'an dan hadis. Berdasarkan hasil kajian, hukum taklifi terbagi ke dalam lima kategori, yaitu&nbsp;wajib,&nbsp;sunnah,&nbsp;haram,&nbsp;makruh, dan&nbsp;mubah. Kelima tingkatan ini berfungsi sebagai panduan komprehensif dalam mengarahkan perilaku manusia agar selaras dengan nilai-nilai syariat. Lebih dari sekadar mengatur hubungan vertikal antara manusia dengan Allah, hukum taklifi juga memberikan kerangka dalam menjalin hubungan sosial (hablum minannas), membina akhlak mulia, serta menjadi landasan dalam merespons isu-isu kekinian. Dengan demikian, pemahaman terhadap hukum taklifi tidak hanya bersifat teoretis-akademis, melainkan memiliki kontribusi nyata dalam membentuk tatanan masyarakat yang religius, bertanggung jawab, dan senantiasa berpijak pada prinsip kemaslahatan bersama</em></p> Nur Inayah Ralli, Isratul Ayni, Abdul Basir, Besse Ruhaya Copyright (c) 2026 Nur Inayah Ralli, Isratul Ayni, Abdul Basir, Besse Ruhaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1169 Fri, 03 Jul 2026 00:00:00 +0700 STRATEGI PEMBELAJARAN MANDIRI https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1190 <p>Strategi pembelajaran mandiri merupakan salah satu strategi pembelajaran yang menekankan kemandirian peserta didik dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses belajarnya dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar sesuai kebutuhan dan kemampuannya. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian strategi pembelajaran mandiri, karakteristik utamanya, metode dan langkah-langkah penerapannya, serta keunggulan dan kelemahannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai strategi pembelajaran mandiri. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran mandiri mampu meningkatkan kemandirian belajar, motivasi, tanggung jawab, kemampuan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah, serta kepercayaan diri peserta didik dalam mengelola proses belajarnya. Penerapan strategi ini dilakukan melalui tahapan yang sistematis, meliputi penetapan tujuan pembelajaran, penyusunan rencana belajar, pelaksanaan dan pemantauan kemajuan belajar, penyusunan hasil akhir, serta penilaian autentik terhadap capaian pembelajaran. Strategi pembelajaran mandiri juga didukung oleh berbagai metode, seperti <em>Self-Directed Learning</em> (SDL), <em>Discovery Learning</em>, <em>Project Based Learning</em> (PjBL), <em>Problem Based Learning</em> (PBL), <em>Collaborative Learning</em>, dan <em>Cooperative Learning</em>, yang berorientasi pada pembelajaran berpusat pada peserta didik (<em>student centered learning</em>). Meskipun demikian, penerapan strategi pembelajaran mandiri masih menghadapi beberapa kendala, seperti rendahnya disiplin dan motivasi sebagian peserta didik, kurangnya interaksi apabila tidak dipadukan dengan pembelajaran kolaboratif, kebutuhan akan kesiapan guru sebagai fasilitator, serta perlunya sarana dan sumber belajar yang memadai</p> Syarifah Ria Wardani, Fitriani Saputri S, A. Muljono Domopolii, M. Shabir Umar Copyright (c) 2026 Syarifah Ria Wardani, Fitriani Saputri S, A. Muljono Domopolii, M. Shabir Umar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1190 Thu, 09 Jul 2026 00:00:00 +0700 SOSIOLOGI BUDAYA PRESTASI DI PESANTREN: STUDI KONSTRUKSI PRESTASI DAN POLA APRESIASI SANTRI DI PONDOK PESANTREN NUURURROHMAN SIRAU KEMRANJEN BANYUMAS https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1089 <p>Prestasi di lingkungan pesantren tidak sekadar dipahami sebagai keberhasilan memenangkan perlombaan, melainkan juga berkaitan dengan pembentukan citra lembaga, pengakuan sosial, serta posisi pesantren di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola budaya prestasi yang berkembang di Pondok Pesantren Nuururrohman Sirau Kemranjen Banyumas, bentuk penghargaan terhadap santri berprestasi, dan tekanan moral yang muncul dalam proses mempertahankan reputasi pondok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan memanfaatkan triangulasi sumber dan teknik untuk menjaga validitas penelitian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa budaya prestasi di Pondok Pesantren Nuururrohman dibangun melalui keterlibatan santri dalam kegiatan religius maupun sosial seperti Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK), lomba hadroh, serta karnaval Hari Santri. Prestasi dipandang sebagai media penguatan identitas pesantren sekaligus sarana memperoleh kepercayaan masyarakat. Selain itu, santri mengalami dorongan moral kolektif untuk menjaga nama baik pondok melalui capaian yang diperoleh. Bentuk apresiasi yang diberikan pondok berupa pengakuan simbolik, pujian dari pengurus, hingga pemberian uang saku kepada santri yang memperoleh prestasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa budaya prestasi pesantren dibentuk melalui relasi antara kapital simbolik, legitimasi sosial, dan kultur kolektif yang berkembang dalam kehidupan pesantren.</p> Rausyan Fikri Rabbani, Muh. Hanif Copyright (c) 2026 Rausyan Fikri Rabbani, Muh. Hanif https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1089 Sat, 13 Jun 2026 00:00:00 +0700 WORKSHOP HARMONISASI DAN MODERASI BERAGAMA BAGI SANTRI PUTRI BERAGAM ENTNIS DIBUMIRATU NUBAN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1134 <p>Indonesia merupakan negara multikultural dengan keragaman suku, agama, dan budaya yang tinggi yang berpotensi memperkaya sekaligus menimbulkan tantangan sosial apabila tidak dikelola secara bijaksana. Dalam konteks pendidikan pesantren, penguatan nilai-nilai moderasi beragama dan harmonisasi antaretnis menjadi kebutuhan strategis untuk membentuk karakter santri yang toleran, inklusif, dan berjiwa damai. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan pemahaman santri putri mengenai pentingnya sikap moderat dalam beragama serta meningkatkan kemampuan mereka dalam berinteraksi lintas budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa Workshop Harmonisasi dan Moderasi Beragama bagi Santri Putri Beragam Etnis di Bumi Ratu Nuban dilaksanakan melalui metode partisipatif dengan pendekatan interaktif, meliputi diskusi kelompok, studi kasus, refleksi bersama, dan simulasi peran yang mendorong keterlibatan aktif peserta. Metode tersebut dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang komunikatif dan kontekstual sesuai dengan realitas kehidupan santri di lingkungan pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman, kesadaran, dan komitmen peserta terhadap nilai-nilai moderasi beragama serta kesediaan mereka untuk menerapkan sikap toleran dan menjaga keharmonisan sosial di lingkungan sekitarnya. Peserta juga mampu merumuskan langkah-langkah konkret dalam membangun interaksi yang harmonis antaretnis dan antarumat beragama. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan moderasi beragama di kalangan generasi muda pesantren serta mendukung program nasional dalam memperkokoh persatuan dan solidaritas sosial berbasis nilai kebhinekaan dan spiritualitas Islam</p> Ahmad Mukhlishin, Jauharotun Nafisah, M. Muslih, Naura indah sabila, Afikri Mainuri Copyright (c) 2026 Ahmad Mukhlishin, Jauharotun Nafisah, M. Muslih, Naura indah sabila, Afikri Mainuri https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1134 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0700 TINJAUAN SOSIOLOGI TENTANG POLA PENDIDIKAN dan KEPEMIPINAN PESANTREN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1157 <p>Pesantren adalah institusi pendidikan Islam yang paling tua di Indonesia dan memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter, moral, serta interaksi sosial masyarakat. Dari sudut pandang sosiologis, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar agama, tetapi juga sebagai lembaga sosial yang terlibat dalam proses sosialisasi, penginternalisasian nilai, serta pembentukan budaya dan norma dalam masyarakat. Metode pendidikan pesantren berfokus pada pengembangan akhlak, disiplin, kemandirian, dan tanggung jawab melalui pembelajaran yang berlangsung baik secara formal maupun dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kepemimpinan kiai menjadi elemen utama dalam menjaga kelangsungan sistem pendidikan, melalui teladan, otoritas moral, serta kemampuan membimbing para santri. Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini, pesantren menghadapi berbagai tantangan, seperti digitalisasi pendidikan, peningkatan mutu manajemen, persaingan dengan institusi pendidikan modern, serta kebutuhan untuk mengembangkan kepemimpinan yang adaptif sambil tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.</p> Hilwah Azizah, Ahmad Akbar Maulana Copyright (c) 2026 Hilwah Azizah, Ahmad Akbar Maulana https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1157 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0700 KONSEP HIMPUNAN DALAM KLASIFIKASI AYAT MAKKIYAH DAN MADANIYAH PADA KODIFIKASI AL-QUR’AN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1176 <p>Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan klasifikasi ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah menggunakan konsep teori himpunan, memodelkan perbedaan pendapat ilmiah melalui operasi himpunan, dan mengintegrasikan temuan-temuan ini sebagai konteks pembelajaran matematika berdasarkan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian kepustakaan, menggabungkan disiplin ilmu Ulum Al-Qur'an dan matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua ayat Al-Qur'an membentuk himpunan universal S, dengan himpunan M untuk ayat-ayat Makkiyah dan himpunan N untuk ayat-ayat Madaniyah membentuk partisi S melalui relasi M ∪ N = S dan M ∩ N = ∅ pada tingkat surah. Perbedaan pendapat ilmiah mengenai ayat-ayat mukhtalaf fih dimodelkan melalui operasi gabungan, irisan, dan komplemen, dan divisualisasikan menggunakan diagram Venn. Temuan-temuan ini diintegrasikan sebagai konteks pembelajaran teori himpunan yang memenuhi tujuan kurikulum sekaligus mengembangkan karakter ketelitian dan konsistensi logis siswa.</p> <p>&nbsp;</p> Inez Apsarini, Nur Efendi, Kojin Kojin Copyright (c) 2026 Inez Apsarini, Nur Efendi, Kojin Kojin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1176 Tue, 07 Jul 2026 00:00:00 +0700 STRATEGI GURU PAI DAN BUDI PEKERTI DALAM MENGATASI KESULITAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA SISWA DI SMP NEGERI 3 RANDUDONGKAL KABUPATEN PEMALANG https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1072 <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru PAI dan Budi Pekerti dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an pada siswa, mengidentifikasi bentuk kesulitan yang dialami siswa, mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan tersebut, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan strategi di SMP Negeri 3 Randudongkal Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru PAI dan Budi Pekerti serta siswa kelas VII F. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesulitan membaca Al-Qur’an yang dialami siswa meliputi kesulitan mengenal huruf hijaiyah, makharijul huruf, shifatul huruf, dan penerapan tajwid. Faktor penyebabnya terdiri dari faktor internal (kurangnya pemahaman dasar membaca Al-Qur’an, rendahnya motivasi dan rasa percaya diri, serta kurangnya latihan mandiri) dan faktor eksternal (perbedaan latar belakang kemampuan siswa dan keterbatasan waktu pembelajaran). Strategi yang diterapkan guru meliputi diagnosa awal kemampuan siswa, pembelajaran berdiferensiasi, pendampingan individu, peer teaching (tutor sebaya), metode drill and practice, penguatan motivasi, dan evaluasi formatif. Faktor pendukung adalah antusias dan keterlibatan aktif siswa, sedangkan faktor penghambat adalah keterbatasan waktu, kejenuhan siswa, dan ketidakhadiran siswa</p> Tazqia Dwi Ariva, Shobrun Jamil Copyright (c) 2026 Tazqia Dwi Ariva, Shobrun Jamil https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1072 Sat, 06 Jun 2026 00:00:00 +0700 Kreativitas Mahasiswa Iaidu Asahan Dalam Pengembangan Materi Kewirausahaan https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1098 <p>Kewirausahaan dalam pendidikan agama Islam merupakan suatu produktivitas dari kerangka kerja yang mengatur sikap ekonomi individu berdasarkan prinsip-prinsip dan ajaran agama Islam. Peran Pendidikan agama Islam menekankan pentingnya kejujuran, keadilan, dan transparansi dalam semua transaksi usaha maupun ekonomi dengan aspek muamalah. Kewirausahaan ini melarang praktik-praktik seperti riba (bunga), gharar (ketidak pastian), dan penipuan. Nilai-nilai ini bertujuan untuk menciptakan semangat dalam berusaha yang adil dan seimbang, yang tidak hanya berfokus pada keuntungan materi duniawi tetapi juga pada kesejahteraan sosial dan spiritual ukhrawi Islam adalah agama kaum pedagang, disebarkan ke pelbagai wilayah di dunia melalui aktivitas perdagangan. Bahkan, pembawa risalah Islam, Muhammad Sallallahu ‛Alaihi Wa Sallam pun tercatat sebagai pekerja keras dan ulet. Karenanya, tidak aneh jika dikatakan mental kewirausahaan alam Islam senafas atau inheren dengan jiwa umat islam. Tidak sekedar kepribadian Nabi Muhammad Sallallahu ‛Alaihi Wa Sallam yang dapat dijadikan sebagai suri tauladan untuk berbisnis, melainkan juga ajaran-ajaran yang dibawanya, salah satunya adalah <em>أ</em><em>طلبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ بِاالصَّيْنِ, فَإِنَّ طَلَبَ الْعِلِم فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلَّ مُسْلِمٍ (رواه البيهقي عن أنس)</em> Carilah ilmu (wawasan pengetahuan) meskipun sampai ke negeri Cina, sebab mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. (Hadis Riwayat al-Baihaqī dari Anas) Menurut Hasanuzzaman, Mendefinsikan ilmu ekonomi islam adalah pengetahuan dan aplikasi dari ajaran dan aturan syari’ah yang mencegah ketidakadilan dalam memperoleh sumber-sumber daya material memenuhi kebutuhan manusia yang memungkinkan untuk melaksanakan kewajiban kepada Allah dan Masyarakat. Akan Tetapi, Islam mengambil posisi dipertengahan berada diantara keduanya, dengan memberikan hak masing-masing individu dan masyarakat secara utuh. Menyeimbangkan antara bidang produksi dan konsumsi, antara produksi dengan produksi lain. Al-Qur'an dan hadis, sebagai kitab suci yang saling menyempurnakan untuk menjadi pedoman hidup bagi umat Islam, tidak hanya memberikan ajaran tentang ibadah, tetapi juga memberikan pedoman praktis dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk usaha maupun ekonomi serta muamalah Adapun Penelitian ini mengkaji konsep-konsep utama dalam karakter berwirausaha pada pendidikan agama Islam, implikasinya terhadap praktik wirausaha terkini dan kontemporer, dan bagaimana penerapannya dapat meningkatkan keadilan dan kesejahteraan dalam masyarakat. Dengan hasil penelitian ini diharapkan untuk memberikan wawasan bagi pelaku usaha untuk mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam kegiatan berwirausaha serta bermuamalah.</p> Mislaina Panjaitan, Khairunisa Nabilah, Ruri Indah Sari, Dalila Dalila, Rizki Aulia Sitorus Copyright (c) 2026 Khairunisa Nabilah, Mislaina Panjaitan, Ruri Indah Sari, Dalila Dalila, Fauziah Madinatuz Zahra https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1098 Sun, 28 Jun 2026 00:00:00 +0700 TINJAUAN SOSIOLOGIS TENTANG TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1145 <p>Tujuan pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk individu yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tujuan pendidikan Islam dari perspektif sosiologis guna memahami perannya dalam pembentukan individu dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (<em>library research</em>) dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pengembangan aspek spiritual dan intelektual, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai, pembentukan karakter, serta integrasi sosial. Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk manusia yang bertanggung jawab secara pribadi maupun sosial di tengah dinamika masyarakat.</p> Muhammad Husni Azmi, Nada Millatina Dahlan Copyright (c) 2026 Muhammad Husni Azmi, Nada Millatina Dahlan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1145 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 PERAN PAI DALAM MENGHASILKAN INSAN AKADEMIS BERINTEGRITAS https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1167 <p><em>Integritas akademik merupakan fondasi utama dalam menjaga keluhuran ilmu pengetahuan di lingkungan perguruan tinggi. Namun, era modern menghadirkan tantangan moral yang serius, ditandai dengan maraknya praktik kecurangan akademik seperti plagiarisme, joki karya ilmiah, dan manipulasi data. Artikel ini bertujuan mengkaji secara mendalam bagaimana Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan strategis dalam membentuk insan akademis yang berintegritas. Metode penulisan menggunakan pendekatan studi literatur dari jurnal-jurnal terakreditasi nasional rentang tahun 2016–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI tidak sekadar berfungsi sebagai transfer pengetahuan normatif, melainkan sebagai instrumen internalisasi nilai spiritualitas (iman), keilmuan (ilmu), dan pengamalan nyata (amal). Melalui penanaman sifat jujur (as-sidq) dan amanah, PAI membangun sistem pengawasan internal dalam jiwa mahasiswa. Kesimpulannya, sinergi antara restrukturisasi kurikulum PAI yang kontekstual, keteladanan dosen, dan penciptaan ekosistem kampus yang religius menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi akademisi yang cerdas secara intelektual sekaligus mulia secara akhlak demi kemaslahatan umat</em></p> Ali Reza Faisal, Khalid Rahman Hakim, Muhammad Abdullah Darraz Copyright (c) 2026 Ali Reza Faisal, Khalid Rahman Hakim, Muhammad Abdullah Darraz https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1167 Fri, 03 Jul 2026 00:00:00 +0700 STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPERIMEN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1188 <p>Strategi pembelajaran eksperimen merupakan salah satu strategi pembelajaran yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik melalui kegiatan percobaan secara langsung untuk membuktikan, menemukan, dan memahami suatu konsep atau teori berdasarkan metode ilmiah. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian strategi pembelajaran eksperimen, karakteristik utamanya, prosedur penerapannya dalam proses pembelajaran, serta kelebihan dan kekurangannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai strategi pembelajaran eksperimen. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran eksperimen mampu meningkatkan pemahaman konsep peserta didik melalui pengalaman belajar secara langsung, mengembangkan keterampilan proses sains, melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, serta menumbuhkan sikap ilmiah seperti jujur, teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Penerapan strategi ini dilakukan melalui tahapan yang sistematis, meliputi penetapan tujuan pembelajaran, persiapan alat dan bahan, pengaturan peserta didik, pelaksanaan eksperimen, pengamatan, analisis data, hingga evaluasi hasil pembelajaran. Meskipun demikian, penerapan strategi pembelajaran eksperimen masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, kebutuhan biaya yang relatif besar, alokasi waktu yang lebih panjang, perlunya kompetensi guru dalam mengelola eksperimen, serta potensi risiko keselamatan apabila tidak disertai pengawasan yang memadai. Oleh karena itu, strategi pembelajaran eksperimen menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik sehingga mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam maupun mata pelajaran lainnya.</p> ST. Maryam. B, A. Muljono Domopolii, M. Shabir Umar Copyright (c) 2026 ST. Maryam. B, A. Muljono Domopolii, M. Shabir Umar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1188 Thu, 09 Jul 2026 00:00:00 +0700 ANALISIS IMPLEMENTASI SUPERVISI AKADEMIK DALAM PENGUATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SMK AN-NUR 1 BULULAWANG https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1083 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi supervisi akademik dalam penguatan kompetensi pedagogik guru di SMK An-Nur 1 Bululawang. Supervisi akademik merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pembinaan profesional, pendampingan, dan evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru yang terlibat dalam pelaksanaan supervisi akademik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi supervisi akademik dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut supervisi. Pelaksanaan supervisi dilakukan secara terjadwal melalui observasi kelas, pemeriksaan perangkat pembelajaran, serta diskusi reflektif antara supervisor dan guru. Tindak lanjut supervisi diwujudkan dalam bentuk pembinaan, pelatihan, dan pendampingan profesional guru. Implementasi supervisi akademik memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, terutama dalam perencanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, penggunaan media pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Faktor pendukung implementasi supervisi akademik meliputi kepemimpinan kepala sekolah yang partisipatif, budaya kolaboratif sekolah, dan komitmen guru untuk berkembang. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan waktu, beban administrasi, dan kemampuan teknologi yang belum merata di kalangan guru.</p> Muhammad Husni, Abdus somad Copyright (c) 2026 Muhammad Husni, Abdus somad https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1083 Thu, 11 Jun 2026 00:00:00 +0700 Harmonisasi Neurosains dan Islam dalam Memahami Trauma: Implikasi bagi Kesejahteraan dan Pendidikan Peserta Didik Muslim https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1124 <p>Trauma adalah salah satu persoalan kesehatan mental yang paling serius namun paling sering tidak terlihat di lingkungan pendidikan. Artikel ini mengkaji bagaimana neurosains menjelaskan mekanisme trauma pada otak, bagaimana ajaran Islam tentang sabar, tawakal, dzikir, dan shalat menyediakan mekanisme koping yang terbukti efektif secara empiris, serta bagaimana keduanya dapat diintegrasikan untuk kepentingan kesejahteraan dan pendidikan peserta didik Muslim. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka integratif dari sumber-sumber ilmiah tahun 2021–2025, kajian ini menemukan bahwa trauma mengubah otak secara biologis melalui tiga jalur utama: hiperaktivasi amigdala, disregulasi sumbu HPA dan kortisol, serta gangguan struktural pada hipokampus dan korteks prefrontal. Praktik ibadah Islam terbukti secara laboratorium mampu menstabilkan kortisol, mengaktifkan sistem parasimpatis, dan menurunkan reaktivitas amigdala. Sabar dan tawakal terbukti berkorelasi kuat dengan post-traumatic growth pada populasi Muslim yang mengalami trauma berat. Kajian ini menyimpulkan bahwa neurosains dan Islam saling memperkuat dalam membentuk model pemulihan trauma yang holistik, kontekstual, dan bermartabat bagi peserta didik Muslim di Indonesia.</p> Nabila Putri Sarasti Copyright (c) 2026 Nabila Putri Sarasti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1124 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0700 PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN SOSIAL DI ERA MODERN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/383-399 <p>Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu instrumen penting dalam pembentukan karakter dan perilaku sosial peserta didik. Di tengah perkembangan masyarakat yang terus mengalami perubahan sosial akibat kemajuan teknologi, globalisasi, dan transformasi budaya, PAI memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam perspektif sosiologi pendidikan, PAI tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan agama, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai, norma, dan etika sosial yang mendukung terciptanya keteraturan masyarakat. Melalui pembelajaran nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan kepedulian sosial, PAI berkontribusi dalam membentuk individu yang mampu menjalankan peran sosialnya secara baik. Namun, perkembangan zaman juga menghadirkan berbagai tantangan seperti individualisme, penyalahgunaan teknologi, dan menurunnya kepedulian sosial. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendidikan agama yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Artikel ini bertujuan mengkaji hubungan antara Pendidikan Agama Islam dan perubahan sosial serta peran PAI dalam membentuk masyarakat yang berakhlak, harmonis, dan berkeadaban.</p> Ainun shofiy mahfudhah, Nayla zalsabila Copyright (c) 2026 Ainun shofiy mahfudhah, Nayla zalsabila https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/383-399 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0700 Rekonstruksi Pemikiran Pendidikan Agama Islam di Tengah Perubahan Sosial https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1174 <p>Perubahan sosial yang terjadi pada era globalisasi dan digitalisasi membawa pengaruh besar terhadap sistem pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Perubahan pola pikir masyarakat, perkembangan teknologi, budaya modern, serta tantangan moral generasi muda menuntut adanya rekonstruksi pemikiran pendidikan Islam agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika rekonstruksi pemikiran PAI di tengah perubahan sosial serta strategi pengembangannya dalam dunia pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa rekonstruksi pemikiran PAI perlu diarahkan pada pendidikan yang integratif, humanis, moderat, kontekstual, dan berbasis teknologi. Dengan demikian, PAI tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang religius, kritis, adaptif, dan mampu menghadapi tantangan global</p> Iskandar Mirza, Akhmad Roziqin, Iis Mulyani Copyright (c) 2026 Iskandar Mirza, Akhmad Roziqin, Iis Mulyani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1174 Mon, 06 Jul 2026 00:00:00 +0700 PELAKSANAAN PROGRAM KEPUTRIAN DALAM PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS SISWI DI SMA N 1 WONOSOBO https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1070 <p>Program keputrian merupakan salah satu bentuk pembinaan keagamaan yang dilaksanakan di SMA N 1 Wonosobo sebagai upaya penguatan karakter religius siswi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi karakter religius siswi, pelaksanaan program keputrian, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisisnya dilakukan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi karakter religius siswi di SMA N 1 Wonosobo tergolong cukup baik namun masih belum merata dikarenakan latar belakang peserta didik yang beragam. Pelaksanaan program keputrian dilakukan setiap hari Jumat dengan materi yang berkaitan dengan keagamaan dan persoalan remaja putri yang relevan. Metode penyampaian materi masih didominasi dengan metode ceramah dengan pemateri yang bertugas dari pihak sekolah maupun narasumber dari luar. Faktor pendukung program ini meliputi dukungan sekolah, kerjasama berbagai pihak, serta keterlibatan narasumber luar yang meningkatkan antusiasme peserta. Adapun faktoe penghambatnya meliputi keterbatasan waktu dan kapasitas tempat, serta kurangnya variasi metode penyampaian materi sehingga perhatian peserta belum optimal.</p> Talita Nadia Kamila, Maryono Maryono, Muhtar Sofwan Hidayat Copyright (c) 2026 Talita Nadia Kamila, Maryono Maryono, Muhtar Sofwan Hidayat https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1070 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0700 Digitalisasi Sertifikasi Halal: Peluang dan Tantangan Industri Halal Indonesia https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1096 <p>Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi strategis untuk menjadi penggerak utama dalam industri halal global. Di era modern ini, transisi menuju digitalisasi sertifikasi halal menjadi langkah krusial untuk mempermudah proses adaptasi teknologi sekaligus meningkatkan daya saing sektor ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji peluang digitalisasi sertifikasi halal dalam mengoptimalkan efisiensi manajemen, memetakan kendala utama yang menghambat proses tersebut, serta merumuskan strategi pengelolaan yang adaptif bagi industri halal domestik. Melalui metode studi kepustakaan (library research), data dikumpulkan dan dianalisis secara mendalam dari berbagai literatur tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi menawarkan peluang besar dalam mempercepat layanan administrasi, memangkas biaya operasional bagi pelaku UMKM, serta menciptakan sistem yang transparan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Kendati demikian, penerapannya masih membentur sejumlah tantangan, seperti tumpang tindih regulasi antarlembaga, ketimpangan infrastruktur teknologi di daerah, rendahnya literasi digital pelaku usaha, dan ancaman keamanan siber. Oleh karena itu, diperlukan strategi integratif yang mencakup penyelarasan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerataan jaringan digital, perluasan akses modal syariah, serta pengetatan pengawasan digital. Kolaborasi sinergis ini diharapkan mampu memperkokoh ekosistem industri halal nasional demi mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi halal dunia</p> Aprilia Putri Dewi Setyarini, Afifah Aulia Nisa, Eka Ayu Putri Violita, Nuril Nabillah Amelia Putri, Amalia Nuril Hidayati Copyright (c) 2026 Aprilia Putri Dewi Setyarini, Afifah Aulia Nisa, Eka Ayu Putri Violita, Nuril Nabillah Amelia Putri, Amalia Nuril Hidayati https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1096 Thu, 18 Jun 2026 00:00:00 +0700 PEMIKIRAN TOKOH PENDIDIKAN MALALA YOUSAFZAI: ANALISIS FILOSOFIS DAN RELEVANSINYA BAGI PENDIDIKAN GLOBAL https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1143 <p>Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam pemikiran pendidikan Malala Yousafzai, aktivis asal Pakistan yang menjadi simbol global perjuangan hak pendidikan perempuan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (<em>library research</em>), penelitian ini menganalisis sumber primer berupa autobiografi <em>I Am Malala</em> dan pidato internasional Malala, serta sumber sekunder berupa jurnal ilmiah terbitan 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Malala bertumpu pada tiga pilar: (1) pendidikan sebagai senjata melawan ekstremisme, (2) kesetaraan gender sebagai fundamen kemajuan bangsa, dan (3) filosofi literasi minimal sebagai katalisator perubahan sosial. Pemikiran ini memiliki kedalaman filosofis yang relevan bagi pengembangan kebijakan pendidikan global, termasuk di Indonesia dalam kerangka pendidikan inklusif dan berkeadilan gender.</p> Kayma Devinta Putri, Azkiatul Fuadah Copyright (c) 2026 Kayma Devinta Putri, Azkiatul Fuadah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1143 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 RUANG LINGKUP SOSIOLOGI PENDIDIKAN ISLAM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1162 <p>Sosiologi Islam merupakan bidang kajian yang membahas kehidupan sosial manusia dengan memadukan pendekatan sosiologi dan nilai-nilai ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Kajian ini tidak hanya menyoroti fenomena sosial secara nyata, tetapi juga memperhatikan aspek moral dan spiritual dalam setiap interaksi sosial. Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji pengertian, ruang lingkup, serta relevansi sosiologi Islam dalam kehidupan masyarakat modern dengan menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa ruang lingkup sosiologi Islam mencakup interaksi sosial, struktur sosial, perubahan sosial, masalah sosial, serta nilai dan norma yang berkembang di masyarakat. Selain itu, sosiologi Islam juga berperan dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial seperti krisis moral dan ketimpangan sosial. Oleh karena itu, sosiologi Islam tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan modern guna mewujudkan masyarakat yang harmonis, adil, dan seimbang antara kebutuhan material dan spiritual</p> Muhamad Fadil Sahil Sahak Copyright (c) 2026 Muhamad Fadil Sahil Sahak https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1162 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0700 Optimalisasi Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MAN 1 Wonosobo https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1183 <p>Perpustakaan sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung proses pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Fikih. Artikel ini membahas hasil wawancara dengan seorang guru Fikih mengenai pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar. Temuan menunjukkan bahwa meskipun pemanfaatan perpustakaan belum optimal, keberadaan e-book dan koleksi bacaan tambahan tetap mendukung proses pembelajaran. Perpustakaan berperan penting dalam meningkatkan literasi keagamaan, minat belajar, serta hasil belajar siswa. Kendala utama terletak pada keterbatasan ruang dan koleksi, namun kerja sama antara guru dan pustakawan menjadi strategi untuk mengoptimalkan fungsi perpustakaan</p> Dinda Maysuri, Latifah Munawaroh Copyright (c) 2026 Dinda Maysuri, Latifah Munawaroh https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1183 Tue, 07 Jul 2026 00:00:00 +0700 Revitalisasi Landasan Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Al-Qur'an dan Hadis di Era Modern https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1081 <p><em>The development of the modern era which is marked by technological advances and social changes requires adjustments in the development of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum. This article aims to examine the revitalization of the foundation for developing the PAI curriculum based on the Al-Qur'an and Hadith so that it remains relevant to the needs of the times. This research uses a library research method with a descriptive qualitative approach through analysis of various literature related to the PAI curriculum and sources of Islamic teachings. The research results show that the values ​​of the Qur'an and Hadith must be included in the PAI curriculum through a contextual approach that is in line with advances in science and technology. The PAI curriculum must pay equal attention to cognitive and affective aspects, as well as psychomotor and affective aspects. In addition, the curriculum must be designed flexibly and adaptively while maintaining the basic principles of Islamic teachings. Therefore, it is hoped that the revitalization of the PAI curriculum will be able to produce students who are faithful, virtuous and have critical thinking skills that are relevant to today's demands.</em></p> Delli Marlina, Tia Aulia Redisti, Sumiarti Sumiarti Copyright (c) 2026 Delli Marlina, Tia Aulia Redisti, Sumiarti Sumiarti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1081 Wed, 10 Jun 2026 00:00:00 +0700 INTEGRASI OUTCOME-BASED EDUCATION (OBE) DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM EVALUASI PROGRAM PENDAMPINGAN PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM SWASTA: STUDI KASUS UNIVERSITAS AL-QOLAM MALANG https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1112 <p>Pendampingan mutu menjadi salah satu peran strategis Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang telah berkembang dalam membina perguruan tinggi mitra di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dan potensi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mengevaluasi capaian program pendampingan PTKIS yang dilaksanakan oleh Universitas Al-Qolam Malang terhadap 34 PTKIS mitra di Jawa Timur dan sekitarnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melalui analisis dokumen rekapitulasi kegiatan pendampingan, observasi partisipatif tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), serta tinjauan literatur terkini terkait OBE dan AI dalam pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan PTKIS oleh Universitas Al-Qolam Malang dapat dikategorikan ke dalam enam klaster utama, yaitu bimbingan teknis PDDIKTI, migrasi/alih bentuk kelembagaan, benchmarking, pendampingan akreditasi, pembinaan kelembagaan, dan penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI); namun, evaluasi keberhasilannya masih bersifat administratif dan belum terstruktur dalam kerangka capaian pembelajaran (learning outcomes) yang terukur sebagaimana prinsip OBE. Penelitian ini mengusulkan model integrasi OBE-AI berupa kerangka evaluasi tiga lapis (capaian kelembagaan, capaian program studi, dan capaian individu dosen) yang didukung pemanfaatan AI untuk pemetaan data, deteksi kesenjangan mutu, dan penyusunan draf rekomendasi tindak lanjut. Model ini diharapkan mempercepat siklus penjaminan mutu, meningkatkan objektivitas evaluasi, serta memperkuat peran Universitas Al-Qolam Malang sebagai simpul (hub) pendampingan PTKIS berbasis data di wilayah Jawa Timur.</p> Muhammad Hasyim Copyright (c) 2026 Muhammad Hasyim https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1112 Thu, 25 Jun 2026 00:00:00 +0700 Penerapan Metode Al-Insyirah Dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur’an Pada Santri TPQ Al-Barokah Desa Pagentan Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1153 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Metode Al-Insyirah dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an di TPQ Al-Barokah Desa Pagentan, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian terdiri atas ketua TPQ, ustadz/ustadzah, dan santri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Metode Al-Insyirah dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, pengajar mempersiapkan materi dengan mempelajari ayat dan hukum tajwid yang akan diajarkan tanpa menggunakan perangkat pembelajaran tertulis. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan pembukaan, inti, dan penutup dengan menerapkan sistem membaca bergiliran, menyimak, serta membaca bersama. Tahap evaluasi dilakukan secara formatif melalui koreksi langsung terhadap bacaan santri dan tanya jawab mengenai hukum tajwid. Metode Al-Insyirah terbukti membantu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri melalui pembelajaran yang aktif, interaktif, dan berorientasi pada praktik langsung. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa rendahnya konsistensi kehadiran santri yang memengaruhi efektivitas pembelajaran.</p> Solihun Wildan, Shobrun Jamil Copyright (c) 2026 Solihun Wildan, Shobrun Jamil https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1153 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0700 PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA MELALUI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI MAN 2 WONOSOBO https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1172 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya optimalisasi peran pendidik di tengah melimpahnya sarana prasarana sekolah, secara khusus pada Perpustakaan Baitul Hikmah MAN 2 Wonosobo yang telah sangat memadai dan berhasil meraih prestasi Juara 2 Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Guru PAI sebagai motivator dan fasilitator literasi, bentuk pemanfaatan fasilitas perpustakaan nasional tersebut dalam pembelajaran PAI, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi oleh guru di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (<em>field research</em>). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada Guru PAI dan pengelola perpustakaan/pustakawan, serta didukung oleh teknik dokumentasi berupa arsip prestasi perpustakaan, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dokumen statistik kunjungan, dan foto kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Guru PAI menjalankan peran motivator melalui pendekatan nilai spiritual membaca (<em>iqra’</em>) serta metode <em>rewarding</em>, serta peran fasilitator melalui penugasan riset pustaka ringan terstruktur; (2) Pemanfaatan perpustakaan nasional dioptimalkan melalui program Jam Wajib Kunjung Perpustakaan dan pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan kenyamanan ruang diskusi, kelengkapan literatur Islam, hingga akses komputer <em>e-library</em>; (3) Faktor pendukung utama meliputi komitmen pembaruan koleksi buku oleh madrasah, sinergi guru-pustakawan, dan kultur agamis masyarakat lokal, sedangkan faktor penghambat terbesar adalah disrupsi gawai (<em>smartphone</em>) yang menurunkan daya tahan baca siswa serta keterbatasan alokasi jam pelajaran di kelas. Hambatan tersebut disiasati guru melalui inovasi pengalihan tugas resume ke aplikasi digital <em>e-library</em> resmi milik madrasah</p> Septiani Muslim, Listiana Zumrotun, Muhammad Fadly Anam Copyright (c) 2026 Septiani Muslim, Listiana Zumrotun, Muhammad Fadly Anam https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1172 Sun, 05 Jul 2026 00:00:00 +0700 INOVASI PENGEMBANGAN KURIKULUM MELALUI BERBAGAI MODEL DAN PENDEKATAN PENDIDIKAN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1195 <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Innovation in curriculum creation is a calculated attempt to raise educational standards in response to the needs of a time that is changing quickly. In order to keep education relevant, interesting, and able to prepare students for difficulties in the future, educational institutions must constantly modify their curricula due to the rapid advancements in science, technology, globalization, and societal demands. In order to construct learning processes that are efficient, student-centered, and in line with modern educational objectives, this article explores a number of curriculum development models and instructional strategies. By looking at ideas, concepts, and prior research findings pertaining to curriculum building, the study uses a literature review method. The results show that a variety of development models and techniques, such as competency-based, humanistic, technical, and social reconstruction approaches, can successfully execute curricular innovation. These methods foster critical thinking, creativity, teamwork, and problem-solving skills while encouraging the integration of knowledge, skills, values, and character. As a result, ongoing curriculum development is crucial to guaranteeing the quality of education, producing graduates who are capable and adaptable, and preparing students for the opportunities and difficulties of today's global society.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah inovasi dalam pengembangan kurikulum agar mampu menjawab tuntutan perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, dan dinamika masyarakat. Kurikulum yang inovatif bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang relevan, efisien, dapat disesuaikan, dan berpusat pada siswa. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menyelidiki berbagai model dan metodologi yang dapat digunakan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dalam proses pengembangan kurikulum. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan, yaitu mempelajari berbagai buku, artikel ilmiah, jurnal, dan dokumen yang terkait dengan teori dan praktik pengembangan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengembangan kurikulum seperti model administratif, akar rumput (akar rumput) dan sistem dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kondisi lembaga pendidikan. Selain itu, pendekatan seperti pendekatan berbasis kompetensi, pendekatan humanistik, pendekatan teknologi, dan pendekatan rekonstruksi sosial sangat penting untuk membuat kurikulum yang dapat disesuaikan dengan perkembangan teknologi, sosial, dan budaya. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum harus dilakukan secara berkelanjutan dengan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan dunia modern.</p> Cintya Pebriana, Tia Aulia Redisti, Yulia Erlim, Sumiarti Sumiarti Copyright (c) 2026 Cintya Pebriana, Tia Aulia Redisti, Yulia Erlim, Sumiarti Sumiarti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1195 Mon, 13 Jul 2026 00:00:00 +0700 INTEGRASI ILMU DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI RESPON TERHADAP DIKOTOMI ILMU DI SMP SABILILLAH BOARDING SCHOOL WAJAK https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1068 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dikotomi ilmu antara ilmu agama dan ilmu umum yang masih terjadi dalam dunia pendidikan di era globalisasi. Kondisi tersebut mendorong lembaga pendidikan Islam untuk mengembangkan model integrasi ilmu agar peserta didik memiliki keseimbangan intelektual, spiritual, dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi integrasi ilmu dalam manajemen Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Sabilillah Boarding School Wajak yang memadukan pembelajaran ilmu umum dan kitab kuning. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ilmu diterapkan melalui penyusunan kurikulum terpadu, pembiasaan nilai-nilai religius, serta kolaborasi antara pembelajaran umum dan kajian kitab kuning. Integrasi tersebut mampu membentuk peserta didik yang memiliki kompetensi akademik sekaligus karakter religius. Kesimpulannya, integrasi ilmu dalam manajemen PAI menjadi solusi efektif dalam mengatasi dikotomi ilmu di era globalisasi</p> Muhammad Kholidin, Muhammad Husni Copyright (c) 2026 Muhammad Kholidin, Muhammad Husni https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1068 Wed, 03 Jun 2026 00:00:00 +0700 PENDIDIKAN ISLAM DAN ISU TRANSNASIONALISME https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1093 <p>Fenomena transnasionalisme Islam adalah salah satu konsekuensi dari globalisasi dan kemajuan dalam teknologi informasi yang memungkinkan penyebaran ide, pemikiran, serta gerakan keagamaan melewati batas negara. Fenomena ini memberikan dampak yang besar terhadap kemajuan pendidikan Islam di Indonesia, baik dalam bentuk peluang maupun tantangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis fungsi pendidikan Islam dalam menghadapi fenomena transnasionalisme Islam dan pengaruhnya terhadap siswa dan lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang berasal dari buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dokumen kebijakan, dan laporan penelitian yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis isi melalui langkah-langkah reduksi data, pengelompokan, analisis tematik, sintesis, dan interpretasi data. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa transnasionalisme Islam mempengaruhi cara berpikir dan pemahaman religius siswa melalui akses yang luas ke berbagai sumber informasi digital. Di samping memberikan peluang seperti peningkatan akses terhadap literatur keislaman, kerjasama akademis internasional, dan peningkatan kualitas pendidikan, fenomena ini juga membawa tantangan berupa masuknya ideologi yang dapat menimbulkan sikap eksklusif, intoleran, dan radikal. Oleh sebab itu, pendidikan Islam perlu menguatkan moderasi beragama, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta nilai-nilai kebangsaan agar siswa dapat menghadapi pengaruh global tanpa mengorbankan identitas keislaman dan kebangsaan mereka.</p> Abdul Rouf Al-Majid, Mochamad Samsul Arifin Copyright (c) 2026 Abdul Rouf Al-Majid, Mochamad Samsul Arifin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1093 Wed, 17 Jun 2026 00:00:00 +0700 TA’ARUDL DAN TARJIH DALAM ISTINBAT HUKUM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1141 <p>Ta’arudl dan tarjih merupakan konsep penting dalam ushul fiqih yang berperan dalam menyelesaikan pertentangan dalil serta menentukan dalil yang lebih kuat untuk dijadikan dasar dalam istinbat hukum Islam. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian ta’arudl dan tarjih, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya ta’arudl antar dalil, metode penyelesaiannya, serta kedudukan tarjih dalam proses penetapan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ushul fiqih klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ta’arudl terjadi ketika terdapat dua atau lebih dalil yang secara lahiriah tampak bertentangan sehingga memerlukan upaya penyelesaian untuk memperoleh kepastian hukum. Para ulama ushul fiqih menetapkan beberapa metode penyelesaian ta’arudl, yaitu al-jam’u wa al-taufiq (kompromi antar dalil), al-naskh (penghapusan hukum terdahulu), al-tarjih (menguatkan salah satu dalil), dan al-tasaquth (menggugurkan kedua dalil apabila tidak ditemukan jalan penyelesaian). Tarjih menjadi metode yang sangat penting ketika kompromi dan naskh tidak dapat diterapkan, dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kekuatan sanad, kejelasan matan, kualitas periwayatan, serta kesesuaian dengan prinsip-prinsip syariat</p> Artika Armedia Putri, Rifky Dwi Ramadhan, Besse Ruhaya Copyright (c) 2026 Artika Armedia Putri, Rifky Dwi Ramadhan, Besse Ruhaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1141 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0700 SUMBER HUKUM ISLAM (DALIL SYAR’I): DALIL YANG DISEPAKATI https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1160 <p>Sebagai dasar utama dalam pembentukan hukum Islam, dalil syar'i memiliki peranan penting dalam memberikan arahan bagi umat Islam untuk menjalani kehidupan yang selaras dengan ketentuan syariat. Penelitian ini difokuskan pada pembahasan konsep dalil syar'i, penelusuran sumber-sumber hukum Islam yang memperoleh kesepakatan para ulama, serta kajian mengenai posisi dan kontribusi Al-Qur'an, As-Sunnah, Ijma', dan Qiyas dalam proses istinbath hukum. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang didasarkan pada analisis berbagai sumber literatur terkait ushul fiqh. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa Al-Qur'an dan As-Sunnah menempati posisi sebagai sumber hukum utama yang menjadi pijakan seluruh aturan syariat, sedangkan Ijma' dan Qiyas berfungsi sebagai sarana pengembangan hukum untuk menjawab persoalan-persoalan yang tidak diatur secara eksplisit dalam sumber hukum primer. Kombinasi keempat sumber hukum tersebut menghasilkan sistem hukum Islam yang tidak hanya kokoh secara normatif, tetapi juga adaptif terhadap dinamika sosial dan perkembangan zaman. Melalui penerapan yang terintegrasi antara Al-Qur'an, As-Sunnah, Ijma', dan Qiyas, hukum Islam mampu menawarkan solusi atas berbagai isu kontemporer dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip dasarnya. Dengan demikian, penguasaan yang mendalam terhadap dalil syar'i menjadi kebutuhan penting dalam upaya mengembangkan hukum Islam yang responsif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat</p> Nur Afni Nabila, Wasfi Awaliah, Jinan Filsa, Besse Ruhaya Copyright (c) 2026 Nur Afni Nabila, Wasfi Awaliah, Jinan Filsa, Besse Ruhaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1160 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0700 STRATEGI PEMBELAJARAN KONTEKSTUA https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1181 <p>Strategi Pembelajaran Kontekstual <em>(Contextual Teaching and Learning/CTL)</em> merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang menghubungkan materi pelajaran dengan situasi nyata yang dialami peserta didik sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna, aktif, dan aplikatif. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian strategi pembelajaran kontekstual, prinsip dan komponen utama CTL, implementasinya dalam proses pembelajaran, khususnya pada Pendidikan Agama Islam, serta kelebihan dan kekurangan penerapannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan <em>(library research)</em> dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai pembelajaran kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kontekstual mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan aktif siswa, kemampuan berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, serta kemampuan menghubungkan konsep akademik dengan kehidupan sehari-hari. Penerapan CTL dilakukan melalui tujuh komponen utama, yaitu konstruktivisme, <em>inquiry</em>, <em>questioning</em>, <em>learning community</em>, <em>modeling</em>, <em>reflection</em>, dan <em>authentic assessment</em>. Meskipun demikian, penerapan strategi ini masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, perlunya perencanaan pembelajaran yang lebih matang, kompleksitas dalam proses penilaian, serta adanya perbedaan latar belakang dan kemampuan peserta didik. Oleh karena itu, strategi pembelajaran kontekstual menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, relevan, dan berpusat pada peserta didik sehingga mampu mendukung tercapainya tujuan pendidikan, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.</p> M. Ali Hanfia, A. Junaedil, Muljono Domopolii, M. Shabir Umar Copyright (c) 2026 M. Ali Hanfia, A. Junaedil, Muljono Domopolii https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1181 Tue, 07 Jul 2026 00:00:00 +0700 Implementasi Assessment as Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti: Studi Kasus pada Siswa Kelas VIII H SMP Negeri 2 Purwokerto https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1077 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) berdasarkan konsep </em><em>Assessment as Learning</em><em> (AaL) pada siswa kelas VIII H SMP Negeri 2 Purwokerto serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengintegrasikan prinsip-prinsip </em><em>Assessment as Learning</em><em> dalam proses pembelajaran melalui keterlibatan aktif siswa, pengembangan kesadaran metakognitif, pelaksanaan </em><em>self-assessment</em><em>, penulisan jurnal refleksi, serta pemberian umpan balik konstruktif. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk memahami proses belajarnya secara mandiri. Namun demikian, pelaksanaan </em><em>peer-assessment</em><em> belum berjalan optimal karena masih berada pada tahap perencanaan instrumen. Faktor pendukung implementasi AaL meliputi kompetensi guru, antusiasme peserta didik, dan fleksibilitas Kurikulum Merdeka. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan adalah keterbatasan alokasi waktu pembelajaran dan rendahnya kemampuan refleksi kritis sebagian siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran PAI BP yang lebih reflektif, partisipatif, dan berorientasi pada kemandirian belajar peserta didik.</em></p> Ahmad Mufidudin, Yuslam Yuslam Copyright (c) 2026 Ahmad Mufidudin, Yuslam Yuslam https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1077 Tue, 09 Jun 2026 00:00:00 +0700 Internalisasi Nilai Karakter Santriwati melalui Program Fiqhunnisa: Studi Kasus di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1108 <p><em>This study aims to describe the process of internalising character values among female students through the Fiqhunnisa Programme at Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1, as well as to identify the character values instilled in the programme. The Fiqhunnisa Programme is a learning activity designed to equip female students with an understanding of women’s fiqh whilst instilling Islamic character values relevant to daily life. This study employs a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews with mentors and female students, and documentation of activities. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions, whilst data validity was tested using source and method triangulation techniques. The research findings indicate that the internalisation of character values within the Fiqhunnisa Programme is carried out through several stages, namely the imparting of an understanding of values, setting a good example, habit formation, supervision, and evaluation. The character values internalised include religiosity, responsibility, discipline, positive modesty, politeness, cleanliness, and self-awareness as Muslim women. The internalisation of these values takes place not only through the delivery of material but also through direct practice in the daily lives of the female students within the boarding school environment. The Fiqhunnisa programme contributes to shaping the character of female students so that they possess noble morals, understand their role and identity as women in accordance with Islamic teachings, and are able to implement these values in both their personal and social lives.</em></p> Arly Zahra Maulida, Cecep Sobar Rochmat, Idam Mustofa, Syarifah Syarifah Copyright (c) 2026 Arly Zahra Maulida, Cecep Sobar Rochmat, Idam Mustofa, Syarifah Syarifah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1108 Thu, 25 Jun 2026 00:00:00 +0700 KONSEP PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF GADAMER DAN RELEVANSINYA TERHADAP TANTANGAN DIGITALISASI PENDIDIKAN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1149 <p>Digitalisasi pendidikan kerap diperlakukan sebagai persoalan teknis-instrumental, padahal di baliknya tersimpan pergeseran epistemologis tentang apa artinya memahami dan menjadi terdidik. Artikel ini bertujuan menelaah konsep pendidikan dalam perspektif hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer serta merumuskan relevansinya bagi pembacaan kritis terhadap tantangan digitalisasi pendidikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (<em>library research</em>) yang bersifat deskriptif-analitis, menelaah karya utama Gadamer <em>Truth and Method</em> beserta literatur akademik pendukung yang terindeks dalam basis data ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Gadamerian berpijak pada tiga pilar: <em>Bildung</em> sebagai proses pembentukan diri yang berkelanjutan, lingkaran hermeneutis (<em>hermeneutic circle</em>) yang menempatkan pemahaman sebagai dialog timbal balik antara prapemahaman (<em>Vorverständnis</em>) dan teks atau realitas yang dihadapi, serta fusi horizon (<em>Horizontverschmelzung</em>) yang menuntut keterbukaan terhadap keberlainan (<em>otherness</em>) dalam proses belajar. Ketiga pilar tersebut berimplikasi kritis terhadap praktik digitalisasi pendidikan kontemporer yang berisiko mereduksi pembelajaran menjadi transmisi informasi terukur, melemahkan dialog intersubjektif guru-murid, dan mempersempit horizon pemahaman peserta didik akibat algoritma personalisasi. Kajian ini menyimpulkan bahwa kerangka hermeneutika Gadamer menuntut perancangan ulang arsitektur pedagogis digital agar tetap memberi ruang bagi dialog, prapemahaman reflektif, dan keterbukaan horizon sehingga makna pendidikan tidak tereduksi</p> Zulfa Khairiah Ali, Iefone Shiflana Habiba, Maragustam Siregar Copyright (c) 2026 Zulfa Khairiah Ali, Iefone Shiflana Habiba, Maragustam Siregar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1149 Wed, 01 Jul 2026 00:00:00 +0700 Tinjauan Sosiologis tentang Masuknya PAI ke dalam Kurikulum Sekolah Umum https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1170 <p>Penelitian ini menyajikan tinjauan sosiologis mengenai integrasi Pendidikan Agama Islam (PAI) ke dalam kurikulum sekolah umum di Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif berdesain studi kepustakaan, penelitian ini menjadikan kebijakan pemerintah, catatan sejarah, dan literatur akademik sebagai sumber data utama, yang dianalisis melalui teknik analisis isi meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya PAI ke dalam pendidikan umum merupakan upaya yang disengaja untuk menjembatani dualisme sistem pendidikan sekuler dan agama warisan era kolonial. Secara sosiologis, integrasi ini mencerminkan aspirasi kolektif masyarakat yang religius, berfungsi sebagai instrumen sosialisasi yang menginternalisasikan nilai-nilai keagamaan dan identitas nasional, sekaligus mendorong harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia. Namun, masih terdapat kesenjangan yang persisten antara desain kurikulum yang ideal dan implementasinya di lapangan, yang dibatasi oleh metode pengajaran konvensional dan kapasitas guru yang terbatas. Kebijakan ke depan perlu memperkuat kompetensi guru dan otonomi sekolah agar pendidikan agama menjadi lebih relevan dan inklusif</p> Muhammad Fathihudin, Diki Ramdani, Muhammad Abdullah Darraz Copyright (c) 2026 Muhammad Fathihudin, Diki Ramdani, Muhammad Abdullah Darraz https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1170 Sat, 04 Jul 2026 00:00:00 +0700 DALALAH DALAM PERSPEKTIF IMAM MAZHAB https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1191 <p>Dalalah dalam perspektif imam mazhab merupakan konsep fundamental dalam ushul fikih yang membahas hubungan antara lafaz dan makna sebagai dasar dalam proses istinbath hukum Islam. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian dalalah dalam perspektif imam mazhab, macam-macam dalalah yang digunakan dalam memahami nash syariat, serta perannya dalam melahirkan perbedaan istinbath hukum di kalangan mazhab. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui telaah terhadap berbagai literatur ilmiah, buku, dan jurnal yang relevan mengenai konsep dalalah dalam ushul fikih. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalalah memiliki kedudukan yang sangat penting sebagai jembatan antara teks syariat dengan penetapan hukum, sehingga pemahaman terhadap nash tidak hanya bertumpu pada makna literal, tetapi juga mempertimbangkan makna tersurat (<em>mantuq</em>), makna tersirat (<em>mafhum</em>), serta bentuk-bentuk penunjukan lain seperti <em>'ibarah al-nash</em>, <em>isyarah al-nash</em>, <em>dalalah al-nash</em>, dan <em>iqtida' al-nash</em>. Perbedaan penekanan terhadap metode dalalah di antara imam mazhab, khususnya mazhab Hanafi dan Syafi'i, menjadi salah satu faktor utama yang melahirkan keragaman hasil istinbath hukum, meskipun sumber hukum yang digunakan tetap sama. Contoh nyata terlihat pada perbedaan penafsiran lafaz <em>quru'</em> dalam hukum iddah dan konsep wali mujbir yang menghasilkan konsekuensi hukum yang berbeda. Dengan demikian, perbedaan pendapat di kalangan mazhab merupakan bentuk perbedaan metodologis dalam memahami dalalah, bukan perbedaan terhadap sumber syariat. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif terhadap konsep dalalah sangat penting untuk membangun sikap ilmiah, objektif, dan toleran dalam menyikapi keragaman pendapat dalam fiqih Islam</p> Wahyu Akbar, Rifki Arrasid, Fitri Arianti, Besse Ruhaya Copyright (c) 2026 Wahyu Akbar, Rifki Arrasid, Fitri Arianti, Besse Ruhaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1191 Fri, 10 Jul 2026 00:00:00 +0700 Jatuh Jatuh Bangun Manajemen Waktu Mahasiswa Aktif Organisasipada jurusan PGMI di Batusangkar: Mengatasi Prokrastinasi Tugas Kuliah https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/854 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Keterlibatan mahasiswa dalam organisasi mahasiswa adalah elemen krusial yang mendukung pengembangan karakter, kepemimpinan, dan kemampuan sosial, tetapi juga menimbulkan tantangan dalam manajemen waktu yang dapat menyebabkan prokrastinasi akademis. Penelitian ini bertujuan untuk secara komprehensif menggambarkan dinamika pengelolaan waktu siswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang terlibat aktif dalam organisasi, sekaligus memahami faktor-faktor yang menyebabkannya mengalami prokrastinasi dan taktik yang diterapkan untuk mengatasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan tiga orang mahasiswa PGMI yang aktif dalam organisasi sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan pencatatan lapangan, kemudian dianalisis dengan proses yang terdiri dari reduksi data, presentasi data, dan kesimpulan kesimpulan, dengan validitas data yang diupayakan melalui triangulasi sumber. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh faktor internal termasuk kelelahan mental, gangguan digital, pola pikir untuk menunda, dan sifat perfeksionis, serta faktor eksternal yang meliputi tanggung jawab keluarga dan sosial yang menciptakan konflik peran. Para mahasiswa menyusun strategi pengelolaan waktu seperti perencanaan perencanaan, prioritas tugas, pengendalian gangguan, dan pembagian tugas. Pengelolaan waktu yang fleksibel memberikan kontribusi positif terhadap kondisi akademis dan emosional siswa, didukung oleh lingkungan sosial yang berfungsi sebagai faktor penguat.</span></span></span></span></p> Annisa Salsabilla, Afrima Sari, Safrizal Safrizal, Syaiful Marwan, Yufi Latmini Lasari Copyright (c) 2026 Annisa Salsabilla, Afrima Sari, Safrizal Safrizal, Syaiful Marwan, Yufi Latmini Lasari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/854 Sat, 20 Jun 2026 00:00:00 +0700 Dinamika Peer Group (Teman Sebaya) Terhadap Pembentukan Moral Remaja https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1091 <p>Kelompok teman sebaya (peer group) merupakan salah satu agen sosialisasi utama yang berperan besar dalam pembentukan moral remaja, namun kajian holistik mengenai dinamikanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan mekanisme pengaruh peer group terhadap pembentukan moral remaja, mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan arah pengaruh tersebut, serta merumuskan implikasi pedagogis bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) terhadap artikel ilmiah yang ditelusuri melalui Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengaruh peer group terhadap moral remaja terjadi melalui tiga mekanisme utama, yaitu remaja cenderung mengikuti kebiasaan kelompoknya (konformitas), meniru perilaku teman yang dianggap berpengaruh (modeling sosial), dan termotivasi oleh penerimaan atau penolakan dari anggota kelompok (reinforcement). Peer group yang konstruktif mendorong penerapan nilai moral positif seperti empati dan tanggung jawab, sedangkan peer group yang disfungsional menjadi faktor risiko perilaku menyimpang. Faktor yang memoderasi arah pengaruh tersebut meliputi kualitas hubungan orang tua dan anak, karakteristik kepribadian remaja, iklim sekolah, keterlibatan komunitas, dan pengaruh media sosial. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pendekatan kolaboratif antara keluarga, sekolah, dan komunitas dalam mengoptimalkan peran positif peer group melalui program peer mentoring, literasi digital, dan pendidikan karakter berbasis kelompok.</p> Lafinatu Asfiya, Ellen Prima Copyright (c) 2026 Lafinatu Asfiya, Ellen Prima https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1091 Sun, 14 Jun 2026 00:00:00 +0700 MAQOSIDUS SYARI’AH SEBAGAI METODOLOGI PENETAPAN HUKUM ISLAM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1139 <p><em>Maqā</em><em>ṣ</em><em>id al-Syar</em><em>ī</em><em>'ah</em> merupakan konsep fundamental dalam ushul fikih yang berfungsi sebagai landasan filosofis dalam memahami tujuan ditetapkannya hukum Islam. Di tengah berkembangnya berbagai persoalan kontemporer yang tidak secara eksplisit dijelaskan dalam nash, pendekatan maqāṣid al-syarī'ah menjadi salah satu metodologi yang relevan dalam proses istinbāṭ hukum agar tetap sesuai dengan nilai-nilai kemaslahatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep maqāṣid al-syarī'ah sebagai metodologi penetapan hukum Islam, prinsip-prinsip yang mendasarinya, serta relevansinya dalam menjawab problematika hukum Islam kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap berbagai literatur klasik dan kontemporer yang berkaitan dengan maqāṣid al-syarī'ah, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maqāṣid al-syarī'ah merupakan pendekatan metodologis yang berorientasi pada realisasi kemaslahatan (jalb al-maṣāliḥ) dan pencegahan kemudaratan (dar' al-mafāsid) melalui perlindungan terhadap lima kebutuhan pokok (al-ḍarūriyyāt al-khams), yaitu menjaga agama (ḥifẓ al-dīn), jiwa (ḥifẓ al-nafs), akal (ḥifẓ al-'aql), keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan harta (ḥifẓ al-māl). Pendekatan ini memungkinkan hukum Islam bersifat dinamis, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman tanpa mengabaikan otoritas Al-Qur'an dan Sunnah.</p> Putri Amaliyah Ramadhani, Husnul Khatimah, Rizalul Rizalul, Izzahtul Aqidah, Besse Ruhaya Copyright (c) 2026 Putri Amaliyah Ramadhani, Husnul Khatimah, Rizalul Rizalul, Izzahtul Aqidah, Besse Ruhaya https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1139 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0700 EKSISTENSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBALISASI https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1158 <p>Globalisasi telah membawa perubahan pesat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran, tetapi juga memunculkan tantangan berupa menurunnya nilai moral, lemahnya kesadaran beragama, serta meningkatnya pengaruh budaya asing terhadap peserta didik. Kondisi ini menuntut Pendidikan Agama Islam untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan perannya dalam membentuk akhlak, karakter, dan spiritual peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan Pendidikan Agama Islam pada era globalisasi dalam perspektif Sosiologi Pendidikan Islam serta mengkaji strategi yang dapat diterapkan untuk memperkuat peran Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi perubahan sosial. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai buku, artikel, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan Pendidikan Agama Islam dapat dilakukan melalui pengembangan kurikulum yang adaptif, optimalisasi peran guru, pemanfaatan teknologi digital secara bijak, penguatan pendidikan karakter, peningkatan literasi dan moderasi beragama, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sehingga peserta didik mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan nilai nilai keislaman dan identitasnya.</p> Annisa Khayla Zahra, Maulana Azmi Haryadi Copyright (c) 2026 Annisa Khayla Zahra, Maulana Azmi Haryadi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1158 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0700 PEMIKIRAN PENDIDIKAN PAULO FREIRE https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1178 <p>Pendidikan pada hakikatnya merupakan sarana utama untuk membangun perubahan sosial dan membentuk kesadaran manusia. Namun dalam praktiknya, pendidikan sering kali justru melanggengkan dominasi dan ketidakadilan melalui sistem pembelajaran yang bersifat doktrinal dan menempatkan peserta didik sebagai objek pasif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji teori pendidikan pembebasan yang dikemukakan oleh Paulo Freire serta relevansinya dalam mengkritisi praktik pendidikan yang menindas. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis pemikiran Freire terkait konsep humanisasi, kritik terhadap sistem pendidikan gaya bank (banking concept of education), serta alternatif pendidikan dialogis melalui metode problem-posing. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan menurut Freire harus berorientasi pada proses humanisasi, yaitu memanusiakan manusia melalui pengembangan kesadaran kritis (critical consciousness). Pendidikan gaya bank yang memposisikan guru sebagai pusat pengetahuan dan murid sebagai objek pasif dinilai sebagai bentuk dehumanisasi yang harus diubah. Sebagai alternatif, Freire menawarkan pendidikan dialogis yang menempatkan guru dan murid sebagai subjek yang bersama-sama membangun pengetahuan melalui dialog kritis dan refleksi terhadap realitas sosial. Dengan demikian, pendidikan pembebasan menjadi sarana penting untuk membangun kesadaran kritis, memberdayakan peserta didik, serta menciptakan transformasi sosial yang lebih adil dan humanis.</p> Adelia Asfi Khalisa, Ita Ameliya Rahmawati, Imam Tantowi Alwi, Muhtar Sofwan Hidayat Copyright (c) 2026 Adelia Asfi Khalisa, Ita Ameliya Rahmawati, Imam Tantowi Alwi, Muhtar Sofwan Hidayat https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1178 Tue, 07 Jul 2026 00:00:00 +0700 IMPLEMENTASI DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMA NEGERI 3 PURWOKERTO https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1074 <p>Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai keagamaan yang kuat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik memahami materi secara mendalam dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan <em>deep learning</em> pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di kelas XI SMA Negeri 3 Purwokerto yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan <em>deep learning</em> telah diterapkan secara sistematis. Pada tahap perencanaan, guru menyusun tujuan pembelajaran, modul ajar, materi kontekstual, metode pembelajaran, serta evaluasi yang berorientasi pada pemahaman mendalam peserta didik. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran berlangsung secara aktif, kolaboratif, dan reflektif melalui diskusi, presentasi, tanya jawab, serta pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari. Pada tahap evaluasi, guru tidak hanya menilai hasil belajar, tetapi juga proses pembelajaran yang meliputi keaktifan, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, serta perubahan sikap peserta didik. Implementasi pendekatan <em>deep learning</em> memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman, kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, dan pembentukan karakter peserta didik</p> Nur Syahira Fauziah Kurniawan, Novi Mayasari Copyright (c) 2026 Nur Syahira Fauziah Kurniawan, Novi Mayasari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1074 Mon, 08 Jun 2026 00:00:00 +0700 Kontekstualisasi Ucapan Salam Kepada Non-Muslim: Kajian Hadis dan Implikasinya dalam Komunikasi Lintas Agama di Era Kontemporer https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1104 <p>Artikel ini mengkaji hukum dan etika ucapan salam kepada non-Muslim dalam perspektif hadis Nabi Muhammad SAW. serta implikasinya bagi komunikasi lintas agama di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang bersumber dari hadis-hadis sahih, kitab-kitab syarah hadis klasik, dan literatur akademik kontemporer yang relevan. Melalui analisis takhrij hadis, kajian sanad dan matan, serta pendekatan hermeneutika kontekstual, penelitian ini menemukan bahwa larangan memulai salam kepada non-Muslim yang tersurat dalam hadis riwayat Muslim memerlukan pemahaman kontekstual yang komprehensif. Ulama klasik dan kontemporer menunjukkan variasi ijtihad yang signifikan: sebagian mempertahankan larangan tekstual, sementara sebagian lain membolehkan dengan pertimbangan maslahat dan hubungan sosial. Kajian terhadap fatwa-fatwa kontemporer dan diskursus fiqh minoritas-mayoritas memperlihatkan bahwa kontroversi salam lintas agama masih menjadi perdebatan aktual hingga saat ini, sebagaimana tercermin dalam beda pandangan Majelis Ulama Indonesia dan Kementerian Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan salam alternatif yang inklusif tidak bertentangan dengan ruh ajaran Islam, bahkan sejalan dengan maqashid al-syariah dalam memelihara hubungan sosial (hifzh al-nafs dan hifzh al-din). Implikasi penelitian ini mencakup panduan praktis komunikasi Islam dalam konteks multikultural serta penguatan moderasi beragama di lembaga pendidikan Islam.</p> Hasan Syukur, Nasrulloh Nasrulloh, Moch Nasiruddin Copyright (c) 2026 Hasan Syukur, Nasrulloh Nasrulloh, Moch Nasiruddin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1104 Sat, 20 Jun 2026 00:00:00 +0700 TA’ARUL TARJIH DALAM ISTINBAT HUKUM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1147 <p>Ta'arudl dan tarjih merupakan dua konsep penting dalam ilmu ushul fikih yang berfungsi sebagai metode untuk menyelesaikan persoalan ketika terdapat dalil-dalil syariat yang secara lahiriah tampak saling bertentangan dalam proses istinbat hukum Islam. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian ta'arudl dan tarjih, dasar hukumnya, sebab-sebab terjadinya ta'arudl, bentuk-bentuk ta'arudl, metode penyelesaiannya, metode tarjih dalam ushul fikih, serta contoh penerapannya dalam penetapan hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ushul fikih klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ta'arudl bukanlah pertentangan hakiki dalam syariat Islam, melainkan pertentangan yang tampak akibat perbedaan pemahaman terhadap dalil. Oleh karena itu, penyelesaiannya dilakukan secara bertahap melalui metode <em>al-jam'u</em> (kompromi), tarjih, <em>nasikh</em> dan <em>mansukh</em>, serta <em>tawaqquf</em> apabila belum ditemukan penyelesaian yang memadai. Tarjih dilakukan berdasarkan berbagai kriteria, seperti kekuatan sanad, jumlah dan kualitas perawi, kejelasan makna dalil, serta kesesuaiannya dengan Al-Qur'an dan prinsip kemaslahatan. Penerapan konsep ta'arudl dan tarjih menunjukkan bahwa hukum Islam memiliki sistem istinbat yang sistematis, rasional, dan ilmiah sehingga mampu menghasilkan ketetapan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan serta tetap relevan dalam menghadapi berbagai persoalan hukum yang berkembang.</p> Magfirah Ramadani, Suci Mutaqhara, Fadil Reskiawan Copyright (c) 2026 Magfirah Ramadani, Suci Mutaqhara, Fadil Reskiawan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1147 Wed, 01 Jul 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Perangkat Digital terhadap Kedisiplinan Akademik Santri: Studi Kasus pada TPQ Ar¬-Ridho Ampelgading https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1168 <p>Penetrasi teknologi digital yang masif telah merambah entitas pendidikan non-formal akar rumput seperti Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Penggunaan perangkat digital yang nir-pengawasan oleh anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah membawa tantangan multidimensional terhadap pembentukan karakter, stabilitas emosional, dan kedisiplinan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dan komprehensif implikasi penggunaan perangkat digital terhadap kedisiplinan akademik santri di TPQ Arridho Ampelgading, melalui lensa psikologi kognitif dan teori perilaku, serta mengidentifikasi strategi mitigasinya. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk mengeksplorasi 30 santri heterogen, tenaga pendidik, dan wali santri. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif di ruang belajar terbatas (5 m²), wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Temuan lapangan yang disandingkan dengan pandangan para ahli (2023-2026) menunjukkan bahwa tingginya intensitas penggunaan gawai berkorelasi signifikan dengan prokrastinasi akut, keterlambatan kronis, perubahan adab ekstrem yang mengarah pada gejala putus zat (withdrawal syndrome), dan penurunan kapasitas retensi hafalan akibat beban kognitif berlebih. Kesimpulannya, degradasi kedisiplinan santri sangat dipengaruhi oleh kegagalan regulasi diri akibat absennya digital parenting dari wali santri, yang diperparah oleh keterbatasan infrastruktur. Hal ini menuntut adanya rekayasa sosial dan intervensi pedagogis yang holistik dari berbagai pemangku kepentingan</p> Izzal Fauzi, Sita Acetylena Copyright (c) 2026 Izzal Fauzi, Sita Acetylena https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1168 Fri, 03 Jul 2026 00:00:00 +0700 STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1189 <p>Strategi pembelajaran tematik merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran ke dalam satu tema sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang utuh, bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian strategi pembelajaran tematik, karakteristik dan prinsip-prinsipnya, model pengintegrasian tema, langkah-langkah pelaksanaannya dalam proses pembelajaran, serta kelebihan dan kekurangannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai strategi pembelajaran tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran tematik mampu meningkatkan pemahaman peserta didik melalui pembelajaran yang terintegrasi, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta membentuk karakter seperti tanggung jawab, kemandirian, dan kerja sama. Penerapan strategi ini dilakukan secara sistematis melalui tahapan perencanaan pembelajaran, pemetaan kompetensi dasar, penentuan tema, penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang meliputi pendahuluan, kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi), penutup, serta penilaian yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selain itu, pembelajaran tematik didukung oleh penggunaan berbagai media pembelajaran, baik media cetak maupun media digital interaktif yang mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Meskipun demikian, implementasi strategi pembelajaran tematik masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang terintegrasi, minimnya sarana dan prasarana, rendahnya literasi digital, keterbatasan media pembelajaran, serta tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Oleh karena itu, strategi pembelajaran tematik menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, holistik, kontekstual, dan bermakna sehingga mampu meningkatkan kualitas proses maupun hasil pembelajaran, khususnya pada jenjang pendidikan dasar serta dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam maupun mata pelajaran lainnya</p> Nur'indah Nur'indah, Selviana Selviana, A. Muljono Domopolii, M. Shabir Umar Copyright (c) 2026 Nur'indah Nur'indah, Selviana Selviana, A. Muljono Domopolii, M. Shabir Umar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1189 Thu, 09 Jul 2026 00:00:00 +0700 INTERNALISASI NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI UNTUK MEMBENTUK SIKAP SOSIAL SISWA DI SMA NEGERI 1 AJIBARANG https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1084 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam sistem dan dinamika internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) serta implikasinya terhadap pembentukan sikap sosial siswa di SMA Negeri 1 Ajibarang. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi lapangan yang bersifat deskriptif-naturalistik, data dihimpun melalui observasi non-partisipan secara berkala, wawancara semi-terstruktur bersama pendidik PAIBP dan siswa kelas XII, serta analisis dokumentasi perangkat kurikulum. Hasil analisis data menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai moderasi beragama di sekolah tersebut diimplementasikan secara bertahap melalui tiga fase utama, yakni transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Implikasi dari proses penanaman nilai yang terstruktur ini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kristalisasi tujuh dimensi sikap sosial siswa, yang meliputi empati, kerja sama, toleransi, disiplin sosial, tanggung jawab sosial, sopan santun dan tenggang rasa, serta gotong royong, sehingga mampu mengonstruksi ekosistem sekolah yang inklusif, harmonis, dan aman di tengah pluralitas agama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Budi Pekerti berperan penting dalam membentuk karakter sosial murid yang moderat, inklusif, dan harmonis.</p> Wilda Jamaliyah, Ajib Hermawan Copyright (c) 2026 Wilda Jamaliyah, Ajib Hermawan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1084 Thu, 11 Jun 2026 00:00:00 +0700 PEMIKIRAN PENDIDIKAN K.H HASYIM ASY’ARI https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1132 <p>Pemikiran pendidikan tokoh K.H. Hasyim Asy’ari memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam membentuk corak sistem pendidikan Islam di Indonesia, terutama di tengah tantangan disrupsi teknologi dan dekadensi moral di era modern abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep pendidikan menurut pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari, fungsi pendidikan, serta relevansinya terhadap perkembangan pendidikan Islam saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi (<em>content analysis</em>). Konsep pendidikan K.H. Hasyim Asy’ari berakar kuat pada paham <em>Ahlussunnah wal Jama’ah</em> yang menempatkan akhlak, kesucian jiwa, dan adab sebagai pilar utama di atas penguasaan kognitif semata untuk mencetak <em>insan purna</em> yang menyelaraskan iman, ilmu, dan amal. Pemikiran beliau yang tertuang dalam kitab <em>Adab al-'Alim wa al-Muta'allim</em> tetap sangat relevan sebagai rujukan kontemporer untuk merekonstruksi pendidikan karakter berbasis adab, membangun hubungan guru-murid yang harmonis, serta menerapkan pendekatan pemelajaran yang sehat melalui keseimbangan aspek jasmani dan rohani peserta didik.</p> Tri Dariyah, Evin Helmi Fadhila, Alya Nur Azizah, Muhtar Sofwan Hidayat Copyright (c) 2026 Tri Dariyah, Evin Helmi Fadhila, Alya Nur Azizah, Muhtar Sofwan Hidayat https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1132 Sun, 28 Jun 2026 00:00:00 +0700 PAI BERBASIS MULTIKULTURAL UNTUK MENANGGULANGI RADIKALISME DAN KONFLIK SOSIAL https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1156 <p>Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan sikap sosial peserta didik di tengah kehidupan masyarakat yang beragam. Namun, perkembangan sikap intoleransi, radikalisme, dan konflik sosial menjadi tantangan tersendiri dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, penerapan PAI berbasis multikultural menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk menanamkan nilai toleransi, moderasi beragama, serta sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat. Artikel ini membahas pengertian pendidikan multikultural, nilai-nilai PAI berbasis multikultural, faktor penyebab radikalisme dan konflik sosial, peran guru PAI, strategi pembelajaran multikultural, implementasi di sekolah, tantangan penerapan, serta dampaknya terhadap peserta didik. Melalui pendekatan multikultural, peserta didik diharapkan mampu memahami keberagaman sebagai bagian dari kehidupan sosial serta memiliki sikap terbuka, toleran, dan mampu hidup berdampingan secara damai. Dengan demikian, PAI berbasis multikultural dapat menjadi salah satu upaya strategis dalam mencegah berkembangnya paham radikal dan meminimalisasi konflik sosial di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.</p> Afiyah Zahroh Nugeroho, Khajah Indri Saputri Copyright (c) 2026 Afiyah Zahroh Nugeroho, Khajah Indri Saputri https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1156 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0700 PERAN GURU PAI DALAM MENGELOLA SUMBER BELAJAR DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI SISWA (Studi Kasus di SMP Nusantara Wonosobo) https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1175 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengelola sumber belajar di perpustakaan sekolah sebagai upaya peningkatan literasi siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik wawancara mendalam terhadap seorang guru PAI di SMP Nusantara Wonosobo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dalam pemilihan, pengusulan, dan penataan buku-buku PAI di perpustakaan. Selain itu, guru PAI juga aktif dalam program literasi rutin yang dilaksanakan setiap hari Sabtu. Kendala yang dihadapi antara lain minimnya buku PAI yang menarik perhatian siswa dan dominasi penggunaan gadget untuk media sosial. Solusi yang direncanakan adalah pengajuan program perpustakaan keliling untuk meningkatkan minat baca siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan memfokuskan analisis pada peran guru mata pelajaran dalam pengembangan koleksi dan program literasi berbasis perpustakaan di sekolah menengah pertama</p> Sardatul Hikmah, Waridatuzzulfa Waridatuzzulfa Copyright (c) 2026 Sardatul Hikmah, Waridatuzzulfa Waridatuzzulfa https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1175 Mon, 06 Jul 2026 00:00:00 +0700 Integrasi Ilmu Agama dan Sains dalam Manajemen Pendidikan Islam di Era Globalisasi (Studi di MA Sains Al-Qur’an Nurul Huda Pajaran) https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1071 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi integrasi ilmu agama dan sains dalam manajemen pendidikan Islam di era globalisasi di MA Sains Al-Qur’an Nurul Huda Pajaran Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum yang masih berkembang dalam dunia pendidikan Islam, sehingga diperlukan model pendidikan integratif yang mampu menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan perkembangan sains dan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru, dan peserta didik. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi integrasi ilmu agama dan sains di MA Sains Al-Qur’an Nurul Huda Pajaran dilakukan melalui pengembangan kurikulum integratif, pembelajaran berbasis nilai-nilai Al-Qur’an, penguatan budaya religius, serta pemanfaatan teknologi pendidikan yang tetap berlandaskan prinsip-prinsip Islam. Integrasi ilmu diwujudkan dengan mengaitkan materi sains dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman dalam proses pembelajaran. Selain itu, madrasah juga membangun budaya religius melalui kegiatan membaca Al-Qur’an, shalat berjamaah, dan program tahfidz Al-Qur’an. Implementasi integrasi ilmu agama dan sains memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas akademik, karakter religius, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam menghadapi tantangan globalisasi. Faktor pendukung implementasi integrasi ilmu meliputi komitmen pimpinan madrasah, kompetensi guru, dan lingkungan sekolah yang religius, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana teknologi dan kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran integratif.</p> Imam Muhidin, Muhammad Husni Copyright (c) 2026 Imam Muhidin, Muhammad Husni https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1071 Sat, 06 Jun 2026 00:00:00 +0700 ANALISIS KEBIJAKAN PERUNDANGAN MENGENAI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1097 <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini membahas analisis kebijakan peraturan-undangan mengenai pendidik dan tenaga kependidikan dalam sistem pendidikan nasional di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaturan hukum terhadap pendidik dan tenaga kependidikan, implementasi kebijakan tersebut, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Sumber data diperoleh dari bahan hukum primer berupa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal, dan pendapat para ahli.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></em></p> <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan peraturan-undang-undang di Indonesia telah memberikan landasan hukum yang jelas terhadap kedudukan, hak, kewajiban, serta perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik diakui sebagai tenaga profesional, sedangkan tenaga kependidikan berfungsi sebagai pendukung penyelenggaraan pendidikan. Namun implementasi kebijakan tersebut masih menghadapi beberapa kendala, seperti ketimpangan distribusi guru, rendahnya kesejahteraan tenaga honorer, serta belum meratanya peningkatan kompetensi. Berdasarkan analisis tersebut, diperlukan penguatan implementasi kebijakan agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai secara optimal.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></em></p> Muhammad Agus Salim, Nia Hasanah Copyright (c) 2026 Muhammad Agus Salim, Nia Hasanah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1097 Fri, 19 Jun 2026 00:00:00 +0700 ANALISIS KUALITAS BUTIR SOAL ASESMEN SUMATIF AKHIR TAHUN (ASAT) MATA PELAJARAN AL-QUR'AN HADITS DALAM KURIKULUM MERDEKA DI MTS AL-MASRURIYAH BATURRADEN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1144 <p>Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) dalam Kurikulum Merdeka bertujuan mengukur ketercapaian Capaian Pembelajaran secara formal. Penelitian deskriptif kuantitatif ini mengevaluasi kualitas psikometrik butir soal pilihan ganda ASAT mata pelajaran Al-Qur'an Hadits Kelas IX di MTs Al-Masruriyah Baturraden tahun ajaran 2025/2026 yang disusun kolaboratif bersama KKM Pelangi. Berdasarkan Teori Tes Klasik (CTT) dengan bantuan program ANATES V4, analisis dilakukan terhadap respons seluruh populasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara aspek teoretis dan empiris. Validitas isi naskah soal mencapai keselarasan mutlak dengan sebaran tingkat kesukaran yang proporsional didominasi kategori sedang. Namun secara empiris, hampir setengah dari total butir soal terbukti tidak valid secara statistik. Kelemahan empiris ini sejalan dengan derajat konsistensi internal (reliabilitas) instrumen yang berada pada kategori cukup, lemahnya fungsi opsi pengecoh yang mayoritas tidak bekerja secara efektif, serta ditemukannya anomali berupa daya pembeda negatif pada butir soal tertentu. Lemahnya distraktor secara sistematis meningkatkan faktor tebakan acak (guessing factor). Berdasarkan temuan ini, direkomendasikan melakukan rekonstruksi opsi pengecoh berbasis pola miskonsepsi siswa, penyesuaian kunci jawaban, serta penambahan butir soal homogen guna meningkatkan reliabilitas instrumen evaluasi hasil belajar madrasah</p> Nasrul Taufikurrohman, Donny Khoirul Aziz Copyright (c) 2026 Nasrul Taufikurrohman, Donny Khoirul Aziz https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1144 Tue, 30 Jun 2026 00:00:00 +0700 Literasi Artificial Intelligence Berbasis Nilai-Nilai Al-Qur'an dan Hadist https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1166 <p>The development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes in various aspects of life, including education, economics, communication, and decision-making. In addition to the various benefits offered, the use of AI also presents ethical challenges such as the dissemination of invalid information, violation of privacy, misuse of technology, and decreased moral responsibility of users. This study aims to examine the concept of Artificial Intelligence literacy based on the values ​​of the Qur'an and Hadith as an ethical basis for utilizing technology responsibly. The study uses a library research method with a normative-philosophical approach and a study of maudhu'i interpretation of the verses of the Qur'an and Hadith related to knowledge, trustworthiness, honesty, tabayyun, responsibility, and benefits. Data are analyzed descriptively and analytically through interpretation of relevant primary and secondary sources. The results show that AI literacy from an Islamic perspective includes not only the ability to understand and use technology, but also the ability to assess, criticize, and utilize AI based on the values ​​of monotheism, trustworthiness, honesty (ṣidq), information verification (tabayyun), justice, and responsibility. These values ​​serve as the foundation for building an ethical, humanistic, and welfare-oriented digital culture. Therefore, integrating AI literacy with the values ​​of the Quran and Hadith can become a relevant Islamic educational paradigm in addressing technological developments while simultaneously developing intelligent, integrated, and morally upright AI users.</p> Imam Anas Hadi, Rizka Dewi Khoirunnisa, Ilham Azmi, Dul Muhyi Copyright (c) 2026 Imam Anas Hadi, Rizka Dewi Khoirunnisa, Ilham Azmi, Dul Muhyi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1166 Fri, 03 Jul 2026 00:00:00 +0700 Peran Ulama dalam Kehidupan Sosial dan Politik Masyarakat Islam di Kecamatan Panyabungan Mandailing Natal https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1184 <p><em>Ulama have a very important function and role in teaching, guiding/directing and being role models for the people towards a better direction, so that deviations and errors in education are unlikely to occur. The purpose of this research is to determine the role of ulama, obstacles and efforts made by ulama in Panyabungan District, Mandailing Natal Regency in improving the development of Islamic religious education. This type of research is a type of field research, namely research on the role of ulama in development. </em><em>Islamic Religious Education in Panyabungan District, with a phenomenological approach, namely a case study that studies humans as phenomena. This research shows that the role of ulama in providing Islamic religious education guidance in Panyabungan District has played an active role, but is not really responded to by the community. Ulama only provide recitations for the community. This activity is carried out once a week. The study did not go very smoothly. Meanwhile, for young people, there are no recitation activities being organized. The obstacle or obstacles faced by ulama in Panyabungan District in religious formation is the lack of information from the study leaders in conveying the study schedule to the community. Community economic factors are also quite serious obstacles in conveying religious knowledge. The efforts made by the ulama include holding recitation activities for fathers, mothers and children, delivering religious material at Friday sermons and providing religious advice for families</em>.</p> M. Ilham Nasution, Faisal Riza, Aulia Kamal Copyright (c) 2026 M. Ilham Nasution, Faisal Riza, Aulia Kamal https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1184 Wed, 08 Jul 2026 00:00:00 +0700 Metode Pengajaran Rasulullah SAW dalam Menstimulasi Berpikir Kritis: Analisis Hadis Tarbawi dan Relevansinya bagi Generasi Digital Native https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1082 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan pada era digital, terutama bagi generasi yang tumbuh bersama teknologi dan arus informasi yang sangat cepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis metode pengajaran Rasulullah SAW dalam hadis-hadis tarbawi yang berpotensi menstimulasi pemikiran kritis serta mengkaji relevansinya bagi generasi digital native. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data diperoleh dari hadis-hadis tarbawi dan berbagai sumber yang membahas pendidikan Islam, pemikiran kritis, serta karakteristik </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">digital native</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tanya jawab, perumamaan ( </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">amtsal</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> ), dan refleksi mengandung prinsip-prinsip pedagogis yang mendorong aktivitas interpretasi, analisis, inferensi, evaluasi, dan refleksi. Metode ketiga tersebut tidak hanya berperan dalam penyampaian ajaran, tetapi juga mendukung pengembangan kemampuan berpikir peserta didik secara aktif dan kontekstual. Penelitian menunjukkan bahwa prinsip pembelajaran yang dicontohkan Rasulullah SAW memiliki relevansi dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21, khususnya dalam membentuk kemampuan peserta didik untuk memahami, menilai, dan memverifikasi informasi secara kritis di lingkungan digital.</span></span></p> Nur Sa'adatut Daraini, Syamsudin Syamsudin, M. Suyudi Copyright (c) 2026 Nur Sa'adatut Daraini, Syamsudin Syamsudin, M. Suyudi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1082 Wed, 24 Jun 2026 00:00:00 +0700 IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH AN-NAHDLIYAH DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN PAI DI SMP ISLAM SEDATI NGORO MOJOKERTO https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1123 <p>Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah (Aswaja An-Nahdliyah) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Islam Sedati Ngoro Mojokerto, sebagai respons terhadap tantangan radikalisme dan ideologi transnasional di era globalisasi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah - meliputi <em>tawasuth</em> (moderasi), <em>tawazun</em> (keseimbangan), <em>tasamuh</em> (toleransi), dan <em>i'tidal</em> (keadilan) - diimplementasikan secara sistematis melalui kurikulum PAI, proses pembelajaran, kegiatan keagamaan, dan budaya sekolah berbasis tradisi ke-NU-an. Internalisasi nilai tersebut tidak hanya bersifat teoritis, melainkan diwujudkan melalui keteladanan guru dan pembiasaan ibadah dalam suasana religius yang toleran. Dampaknya terlihat pada pembentukan karakter siswa yang religius, santun, disiplin, dan toleran, bahkan meluas ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan berbasis Aswaja merupakan strategi efektif dalam membentuk generasi muda yang moderat, berintegritas, serta beridentitas keislaman dan keindonesiaan.</p> Ahmad Sa’dulloh, Affan Hasnan Mubarok, Vividia Choirun Nisa Copyright (c) 2026 Ahmad Sa’dulloh, Affan Hasnan Mubarok, Vividia Choirun Nisa https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1123 Fri, 26 Jun 2026 00:00:00 +0700 REORIENTASI PERAN DAN FUNGSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENDIDIKAN ISLAM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1154 <p>Perubahan sosial yang semakin pesat, kemajuan teknologi digital, serta pergeseran kebijakan di bidang pendidikan memaksa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk mengubah peran dan fungsi mereka. Guru PAI tidak hanya memberi materi pelajaran, tapi juga membantu siswa, menginspirasi mereka, menjadi perubahan positif dalam masyarakat, serta menjadi contoh baik dalam membentuk sikap dan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan peran dan fungsi guru PAI dari sudut pandang sosiologi pendidikan Islam, serta mengupas dampaknya terhadap jalannya proses pendidikan di masa kini. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan mempelajari berbagai literatur yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan cara mengajar guru PAI berpengaruh positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, meningkatkan profesionalisme guru, memperkuat karakter siswa, mempromosikan moderasi beragama, mendorong berkembangnya budaya sekolah yang berlandaskan agama, meningkatkan kemampuan literasi digital, serta meningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam beradaptasi dengan perubahan sosial di abad ke-21. Oleh karena itu, perubahan peran guru PAI sangat diperlukan agar dapat menciptakan pendidikan Islam yang sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan bisa terus berkembang</p> Irfan Awalludin, Nur Hikmatusuriah Copyright (c) 2026 Irfan Awalludin, Nur Hikmatusuriah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1154 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0700 Pemikiran Pendidikan Islam Muhammad Athiyah al-Abrasyi dan Relevansinya terhadap Pendidikan Islam di Indonesia https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1173 <p>Pendidikan Islam di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memadukan nilai-nilai keislaman dengan tuntutan modernitas. Kajian terhadap pemikiran tokoh pendidikan Islam menjadi salah satu upaya strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran Muhammad Athiyah al-Abrasyi tentang pendidikan Islam, meliputi biografi intelektualnya, prinsip-prinsip dasar pendidikan, tujuan pendidikan Islam, serta komponen-komponen pendidikan yang mencakup pendidik, peserta didik, dan kurikulum, sekaligus mengkaji relevansinya bagi pendidikan Islam kontemporer di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Abrasyi membangun sistem pendidikan Islam yang holistik dengan tiga prinsip dasar: kesetaraan dan kebebasan belajar, kesesuaian materi dengan kemampuan peserta didik, serta perhatian terhadap bakat dan potensi individual. Tujuan pendidikannya berpusat pada pembentukan akhlak mulia sebagai ruh pendidikan Islam, yang diimbangi dengan pengembangan intelektual, keterampilan praktis, dan orientasi keilmuan yang tulus. Pemikirannya tentang guru sebagai bapak rohani dan kurikulum integratif yang menolak dikotomi ilmu agama dan ilmu umum terbukti selaras dengan kebijakan pendidikan nasional Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran al-Abrasyi tetap relevan dan dapat menjadi rujukan strategis bagi pengembangan pendidikan Islam yang berkarakter dan holistik di Indonesia.</p> Nurdhiya Laila Syita, Fina Sofiana, Mukhtar Sofwan Hidayat Copyright (c) 2026 Nurdhiya Laila Syita, Fina Sofiana, Mukhtar Sofwan Hidayat https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1173 Mon, 06 Jul 2026 00:00:00 +0700