An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) https://journal.nabest.id/index.php/annajah <p><strong style="text-align: justify; font-size: 0.875rem;">Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) </strong><span style="text-align: justify; font-size: 0.875rem;">khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam. <strong>Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) </strong>terbit 6 Kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September dan November dengan jumlah naskah sebanyak 6 Naskah.</span></p> <table style="width: 100%;" border="0" width="100%" rules="none"> <tbody> <tr> <td style="width: 25.4282%;" width="190" height="100"><img style="float: left;" src="https://journal.nabest.id/public/journals/2/journalThumbnail_en_US.jpg" width="200" height="318" /></td> <td style="width: 74.4401%;"> <table class="data" style="height: 257px; width: 100%;" border="0" width="100%"> <tbody> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Journal Title</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%"><strong>An Najah <em>(Jurnal Pendidikann Islam dan Sosial Keagamaan)</em></strong></td> </tr> <tr style="height: 23px;" valign="top"> <td style="height: 23px;" width="30%"><strong>Subjects</strong></td> <td style="height: 23px;">:</td> <td style="height: 23px;" width="70%"><strong>annajah</strong></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Language</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">Indonesia and English</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>e-ISSN</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">2964-965X</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>p-ISSN</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">2964-9633</td> </tr> <tr style="height: 36px;" valign="top"> <td style="height: 36px;" width="30%"><strong>Frequency</strong></td> <td style="height: 36px;">:</td> <td style="height: 36px;" width="70%">Januari, Maret, Mei, Juli, September dan November</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Publisher</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%"><a title="WEB" href="https://web.nabest.id/" target="_blank" rel="noopener"><strong>NAJAH BESTARI</strong></a></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>DOI</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">-</td> </tr> <tr style="height: 36px;" valign="top"> <td style="height: 36px;" width="30%"><strong>Citation Analysis</strong> </td> <td style="height: 36px;">:</td> <td style="height: 36px;" width="70%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=LGFEnskAAAAJ&amp;hl=en&amp;authuser=1" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a></td> </tr> <tr style="height: 36px;" valign="top"> <td style="height: 36px;" width="30%"><strong>Editor-in-chief</strong></td> <td style="height: 36px;">:</td> <td style="height: 36px;" width="70%"><a title="Google scholar" href="https://scholar.google.co.id/citations?user=cbKZSNcAAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener"><strong>Dr. Muhamad Rudi Wijaya</strong></a></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Email</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%"><a href="mailto:rudiwijaya68@gmail.com">rudiwijaya68@gmail.com</a> </td> </tr> </tbody> </table> </td> </tr> </tbody> </table> en-US rudiwijaya68@gmail.com (Dr. Muhamad Rudi Wijaya) ahmadlisin1988@gmail.com (Ahmad Mukhlisin) Fri, 10 Apr 2026 19:07:00 +0700 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM TERHADAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMK NEGERI 1 PURBALINGGA https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/997 <p>Pendidikan di Indonesia saat ini sedang mengalami reformasi untuk menyongsong abad ke-21, di mana keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan untuk berkolaborasi menjadi elemen-elemen yang semakin menjadi fokus utama. Permasalahan ini menuntut perlu adanya transformasi pendekatan pembelajaran, yakni pembelajaran mendalam. Model pembelajaran mendalam dalam pembelajaran berfokus pada pemahaman yang lebih dalam sehingga pembelajaran menjadi lebih konstruktif dan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran mendalam terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMK Negeri 1 Purbalingga secara keseluruhan mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, hingga pada evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif <em>field reseacrh </em>untuk menjelaskan setiap individu melalui penelitian lapangan. Lokasi penelitian berada di SMK Negeri 1 Purbalingga. Hasil penelitian menjelaskan pelaksanaan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam di SMK Negeri 1 Purbalingga berjalan melalui proses yang mengedepankan pengalaman belajar yang menyeluruh. Guru menerapkan pendekatan <em>mindful </em>dengan menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap makna pembelajaran, <em>meaningful </em>dengan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, serta <em>joyful </em>melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan seperti drama islami, proyek keluarga, dan kuis interaktif</p> Kaisar Abu Bakar, Dimas Indianto S Copyright (c) 2026 Kaisar Abu Bakar, Dimas Indianto S https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/997 Mon, 20 Apr 2026 00:00:00 +0700 Konsep Dasar Fikih (Studi Tentang Sumber Hukum dan Kaidah Fikih dalam Prespektif Modern) https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1032 <p>Penelitian ini mengkaji konsep dasar fikih yang berfokus pada sumber hukum islam dan kaidah fikih dalam prespektif modern. Penelitian ini tentu memiliki tujuan, yaitu untuk memahami bagaimana fikih dapat menjadi pedoman hukum islam yang dapat diterapkan sesuai dengan perkembangan zaman dan berbagai permasalahan di kehidupan modern. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui&nbsp; pendekatan studi literatur dengan cara mengumpulkan data dari buku, jurnal, dan sumber ilmiah lain yang berkaitan dengan fikih dan hukum islam. Kemudian data tersebut dianalisis secara deskriptif agar memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang sumber hukum islam seperti Al-Qur’an, hadis, ijma’, qiyas, dan penerapan dalam kaidah fikih di kehidupan Masyarakat saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kaidah fikih sangat memiliki peran penting untuk memberikan solusi bagi permasalahan modern, seperti perkembangan teknologi, ekonomi, dan sosial, tanpa harus meninggalkan dasar-dasar syariat islam. Di sisi lain juga dapat berperan sebagai pemahaman tentang sumber hukum islam yang membantu umat islam untuk menyelesaikan hukum sesuai pada kebutuhan zaman secara bijak. Kesimpulan dari penelitian ini ialah bahwa fikih tidak bersifat kaku, tetapi dapat berkembang sesuai perubahan Masyarakat dan tetap berpedoman pada sumber hukum islam yang utama</p> Eva Fitriyani, Lafinatu Asfiya, Alifiyani Azzahroh, Revan Dwi Alvanzy, Puput Rosyidah, Nur Wakhid Copyright (c) 2026 Eva Fitriyani, Lafinatu Asfiya, Alifiyani Azzahroh, Revan Dwi Alvanzy, Puput Rosyidah, Nur Wakhid https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1032 Thu, 14 May 2026 00:00:00 +0700 Manajemen Integrasi : Pengasuh Pesantren dan Yayasan https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1062 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengasuh pesantren dan yayasan dalam manajemen Pendidikan Agama Islam berbasis integrasi ilmu serta mendeskripsikan implementasi manajemen pendidikan integratif dalam pengembangan kompetensi santri di Pondok Pesantren Mansyaul Ulum. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pengasuh pesantren, pihak yayasan, kepala madrasah formal, guru, ustaz, dan santri sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori manajemen George R. Terry dan konsep integrasi ilmu M. Amin Abdullah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan integratif dilaksanakan melalui kolaborasi antara pengasuh pesantren dan yayasan dalam proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan formal maupun kepesantrenan. Sistem pendidikan tersebut diwujudkan melalui sinkronisasi jadwal pembelajaran, koordinasi kelembagaan, evaluasi pendidikan secara berkala, serta pembinaan karakter dan kompetensi akademik santri secara beriringan. Implementasi manajemen integratif berdampak pada meningkatnya kedisiplinan, kompetensi diniyah, prestasi santri, serta peningkatan jumlah santri dari tahun ke tahun.</p> Muhammad Husni, Juwairiyah Juwairiyah Copyright (c) 2026 Muhammad Husni, Juwairiyah Juwairiyah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1062 Sun, 31 May 2026 00:00:00 +0700 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PMRI TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS I DI MI DARUSSALAM PACET https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/380 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PMRI terhadap kemampuan numerasi siswa kelas I di MI Darussalama Pacet. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-eksperimental menggunakan <em>One Grup Pretest-Posttest Design. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas I MI Darussalam Pacet. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>Purposive Sumpling. </em>Sampel yang terpilih yakni IB sebagai kelas eksperimen. Instrument pengambilan data yang digunakan adalah lembar tes pilihan ganda yang diberikan melalui pretest-posttest. Data hasil penelitian ini dianalisis menggunakan statistic deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata nilai sebelum diberi perlakuan adalah 35,81, sementara rata-rata nilai setelah perlakuan meningkat menjadi 85.50. Jadi, H<sub>a </sub>diterima dan H<sub>o </sub>ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran PMRI terhadap kemampuan numerasi siswa kela I di MI Darussalam Pacet.</p> Nisa Aulia Rahmah, Yhasinta Agustyarini, Benny Angga Permadi, Rachmania Widyaningrum Copyright (c) 2026 Nisa Aulia Rahmah, Yhasinta Agustyarini, Benny Angga Permadi, Rachmania Widyaningrum https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/380 Mon, 11 May 2026 00:00:00 +0700 KARAKTER SEBAGAI MAHKOTA PENDIDIKAN: MENGGUGAT ESENSI PEMBELAJARAN DI TENGAH AKSELERASI INFORMASI GLOBAL https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1016 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pendidikan karakter sebagai esensi fundamental dari proses pendidikan di tengah akselerasi informasi global yang didominasi oleh mesin pencari digital. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena di mana transfer pengetahuan semakin mudah digantikan oleh teknologi, sementara pembentukan karakter, keteladanan moral, dan identitas autentik tetap menjadi peran manusia yang tidak tergantikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (<em>library research</em>). Data dikumpulkan dengan menganalisis literatur klasik tentang pendidikan karakter serta penelitian kontemporer mengenai psikologi perilaku dan neurosains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mesin pencari seperti Google unggul dalam penyediaan data, teknologi tersebut tidak memiliki kapasitas untuk empati, bimbingan moral, dan pengembangan kebijaksanaan (<em>hikmah</em>). Penelitian menyimpulkan bahwa karakter adalah "mahkota" pendidikan yang berfungsi sebagai filter kritis terhadap informasi dan fondasi dalam pengambilan keputusan yang etis. Implikasi dari penelitian ini adalah lembaga pendidikan harus menggeser fokus dari sekadar penyampaian informasi menuju koordinasi strategis antar divisi untuk memprioritaskan pembentukan karakter dan integritas profesional sebagai fondasi inovasi</p> Muhamad Fadil Azami Copyright (c) 2026 Muhamad Fadil Azami https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1016 Wed, 06 May 2026 00:00:00 +0700 STRATEGI GURU MENANAMKAN GROWTH MINDSET TERHADAP SANTRI DI PESANTREN MODERN PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1049 <p>Pentingnya penguatan <em>mindset</em> pada santri guna menghadapi tantangan di pesantren. Di lingkungan pesantren, keberagaman kognitif dan latar belakang pola asuh santri sering kali memicu munculnya pola pikir statis atau <em>fixed mindset</em>, seperti takut gagal dan rendah diri yang menyebabkan santri tidak betah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan pola pikir berkembang atau <em>growth mindset</em> terhadap santri di SMP MBS Zam-Zam Cilongok, Banyumas, beserta hambatan dan dampaknya. Penelitian dilakukan di SMP MBS Zam-Zam Cilongok, Banyumas dikarenakan pesantren ini sedang gencar-gencarnya menanamkan <em>growth mindset</em>. Dengan diterbitkannya majalah pesantren dengan judul “<em>Growth Mindset</em> Kunci Sukses Santri”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.</p> Nolla Alifa Ramadhani, Suparjo Suparjo Copyright (c) 2026 Nolla Alifa Ramadhani, Suparjo Suparjo https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1049 Mon, 25 May 2026 00:00:00 +0700 PENERAPAN MODEL PROYEK MELALUI ALAT PERAGA SISTEM PERNAPASAN MANUSIA DALAM PEMBELAJARAN IPAS KELAS 5 SDN 2 GLEMPANG BANJARNEGARA https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/995 <p>Penelitian ini menganalisis penerapan model proyek berbasis pembelajaran (Project-Based Learning) menggunakan alat peraga sistem pernapasan manusia pada pembelajaran IPAS kelas 5 SDN 2 Glempang, Banjarnegara. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggambarkan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi model tersebut, yang terbukti meningkatkan pemahaman siswa, kerja sama kelompok, kreativitas, dan keaktifan belajar. Hasil menunjukkan model proyek efektif mengatasi kesulitan siswa dalam memahami konsep abstrak sistem pernapasan melalui pembuatan alat peraga sederhana seperti botol, balon, dan sedotan, sekaligus mendukung Kurikulum Merdeka</p> Nahdia Apriliana Kusumastuti, Novi Mayasari Copyright (c) 2026 Nahdia Apriliana Kusumastuti, Novi Mayasari https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/995 Thu, 16 Apr 2026 00:00:00 +0700 Implementasi Kebijakan Pendidikan di Madrasah Aliyah dalam Meningkatkan Partisipasi Kewarganegaraan Siswa Perspektif Teori Civic Engagement dan Konsep Amar Ma’ruf Nahi Munkar https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1029 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan pendidikan, proses implementasi, serta dampaknya terhadap partisipasi kewarganegaraan siswa di Madrasah Aliyah Negeri 1 Lamongan dalam perspektif <em>civic engagement</em> dan konsep <em>amar ma’ruf nahi munkar</em>. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan model evaluatif CIPP. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek kebijakan, madrasah telah memiliki kebijakan normatif berbasis visi–misi yang mendukung <em>civic engagement</em>, namun masih bersifat implisit dan belum terstruktur secara operasional, sehingga berada pada tahap <em>amar ma’ruf bil qalb</em> (kesadaran nilai). Pada aspek proses implementasi, pembelajaran telah mengarah pada pendekatan dialogis dan kontekstual melalui diskusi isu sosial, yang menempatkan siswa pada kategori <em>participatory citizen</em>. Tahap ini sejalan dengan <em>amar ma’ruf bil lisan</em>, yaitu partisipasi melalui kesadaran kritis dan kemampuan berargumentasi. Namun, pelaksanaannya belum merata, masih dominan teoretis, serta minim pengalaman nyata dan kolaborasi eksternal. Pada aspek implementasi dan dampak, berbagai praktik telah meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa. Namun, keterlibatan dalam tindakan nyata masih rendah dan bersifat insidental, sehingga belum mencapai <em>justice-oriented citizen</em> dan dalam konsep amar ma’ruf nahi munkar belum sampai pada tahap <em>bil yad.</em> Dengan demikian, implementasi <em>civic engagement</em> masih parsial dan belum membentuk partisipasi kewarganegaraan yang aktif dan berkelanjutan.</p> Evi Wiyanti Copyright (c) 2026 Evi Wiyanti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1029 Thu, 14 May 2026 00:00:00 +0700 Green Islamic Education di Era Krisis Iklim: Rekonstruksi Kurikulum Berbasis Ekoteologi untuk Pendidikan Berkelanjutan https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1058 <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Krisis iklim tidak hanya mencerminkan masalah ekologis tetapi juga krisis nilai dalam hubungan antara manusia dan alam; oleh karena itu, pendidikan Islam perlu memainkan peran strategis dalam membentuk kesadaran ekologis siswa. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya Pendidikan Islam Hijau sebagai rekonstruksi kurikulum berbasis ekoteologi untuk mendukung pendidikan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan meneliti sumber-sumber yang relevan, termasuk artikel jurnal, buku, laporan dari lembaga internasional, dan dokumen kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan Islam, ekoteologi, krisis iklim, dan pendidikan berkelanjutan. Kerangka teoritis yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekoteologi Islam, yang berlandaskan pada nilai-nilai khalifah, amanah, mizan, dan maslahah, serta konsep pendidikan berkelanjutan UNESCO. Temuan menunjukkan bahwa kurikulum pendidikan Islam masih cenderung menempatkan isu lingkungan sebagai materi tambahan daripada sebagai elemen inti dalam membentuk karakter Islami. Oleh karena itu, rekonstruksi kurikulum berbasis ekoteologi diperlukan agar tujuan pembelajaran, materi, metode, dan penilaian dapat menumbuhkan ketakwaan individu, sosial, dan ekologis. Pendidikan Islam Hijau dapat berfungsi sebagai paradigma pendidikan Islam yang kontekstual, transformatif, dan relevan dalam menanggapi krisis iklim.</span></span></em></p> Widyani Nurmalasari Lucky, Andi Arif Rifa`i Copyright (c) 2026 Widyani Nurmalasari Lucky, Andi Arif Rifa`i https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1058 Sun, 31 May 2026 00:00:00 +0700 IMPLEMENTASI METODE REWARD AND PUNISHMENT DALAM MEMBENTUK KEDISIPLINAN SANTRI DI LPD AL-BAHJAH PANCALANG https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1011 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode reward and punishment dalam membentuk kedisiplinan santri di LPD Al-Bahjah Pancalang yang berlokasi di Rajawetan, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dengan fokus pada kegiatan ibadah dan pembelajaran. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan pelanggaran disiplin santri yang masih banyak ditemukan di lingkungan pesantren, khususnya dalam hal pelaksanaan shalat berjamaah, tilawah Al-Qur'an, , serta kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengasuh, ustadz, dan santri, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode reward yang diterapkan mencakup pemberian pujian lisan, penghargaan tertulis, dan hak istimewa tambahan, , sedangkan metode punishment diterapkan dalam bentuk bertahap dan bernilai edukatif. Penerapan kedua metode ini menunjukkan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kedisiplinan santri dalam kegiatan ibadah seperti shalat Subuh dan Tahajjud, serta dalam kegiatan pembelajaran formal maupun non formal. Faktor pendukung keberhasilan utama meliputi konsistensi penegakan, komitmen ustadz, dan lingkungan pesantren yang kondusif. Implikasi penelitian ini bahwa metode reward and punishment yang diterapkan secara tepat dan edukatif dapat menjadi strategi efektif dalam pembentukan karakter dan kedisiplinan santri.</span></span></p> Muhamad Irgi Prayoga Copyright (c) 2026 Muhamad Irgi Prayoga https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1011 Sun, 03 May 2026 00:00:00 +0700 HABITUASI INTITUSIONAL DAN PENGARUH LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PRAKTIK KEAGAMAAN SISWA MAN PURBALINGGA https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1047 <p>Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis dinamika perilaku keagamaan siswa di MAN Purbalingga dengan menyoroti aspek pembiasaan institusional, pengaruh lingkungan teman sebaya, dan kesadaran spiritual. Data dihimpun melalui wawancara mendalam bersama wakil kepala madrasah bidang humas, pendidik Akidah Akhlak, pengurus ROHIS, serta perwakilan siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas religius siswa dibentuk melalui sistem habituasi yang terorganisasi, meliputi pelaksanaan salat Zuhur berjamaah metode sif, tadarus Al-Qur'an sebelum pembelajaran, doa bersama, dan program Baca Tulis Al-Qur'an (BTA). Pembiasaan ini berkontribusi besar dalam membangun rutinitas ibadah harian siswa, meskipun pada fase awal masih digerakkan oleh aturan formal lembaga dan pengawasan ketat dari dewan guru. Di samping itu, dinamika sosial dalam kelompok teman sebaya turut memengaruhi kepatuhan siswa sebagai penguat dorongan moral kelompok. Penelitian memaparkan bahwa pemahaman religius siswa bertransformasi secara bertahap, berawal dari keterpaksaan regulasi menuju kesadaran spiritual mandiri melalui habituasi konsisten. Kesimpulannya, praktik keagamaan siswa merupakan perpaduan dari pembiasaan lembaga, lingkungan pergaulan, dan internalisasi nilai keagamaan.</p> Nindy Sofie Rahmawati A, Muh.Hanif Copyright (c) 2026 Nindy Sofie Rahmawati A, Muh.Hanif https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1047 Mon, 25 May 2026 00:00:00 +0700 PENGUATAN SPIRITUALITAS MAHASISWA KOTA METRO MELALUI KONSELING DAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERTEMA RELIGI https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/988 <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjudul “Penguatan Spiritualitas Mahasiswa Kota Metro melalui Konseling dan Pembelajaran Bahasa Inggris Bertema Religi”. Latar belakang pengabdian ini muncul dari hasil pengamatan sebelumnya yang menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa kurang memiliki kesadaran spiritual yang kuat dan motivasi belajar bahasa Inggris yang rendah, sehingga diperlukan pendekatan yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai religius dengan pembelajaran akademik. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Universitas Ma’arif Lampung dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran spiritual mahasiswa serta mengembangkan minat belajar bahasa Inggris melalui tema-tema keagamaan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), di mana mahasiswa dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga refleksi. Bentuk kegiatan meliputi sesi konseling spiritual, diskusi interaktif, dan pembelajaran bahasa Inggris berbasis tema religius. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan motivasi spiritual dan minat belajar bahasa Inggris mahasiswa, serta terbentuknya lingkungan akademik yang lebih reflektif dan religius. Kegiatan ini diharapkan dapat terus memperkuat internalisasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan akademik dan sosial mahasiswa Universitas Ma’arif Lampung</p> Irhamudin, Hasyim As’ari, Sugiarto Sugiarto, Muhamad Fahmi Anwar, Nurmaida Akmalia Copyright (c) 2026 Irhamudin, Hasyim As’ari, Sugiarto Sugiarto, Muhamad Fahmi Anwar, Nurmaida Akmalia https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/988 Fri, 10 Apr 2026 00:00:00 +0700 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBASIS MEDIA DIGITAL https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1027 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi model pembelajaran <em>Project Based Learning</em> berbasis media digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (<em>field research). </em>Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran <em>Project Based Learning </em>berbasis media digital mampu menciptakan proses pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa. Keaktifan siswa terlihat melalui keterlibatan dalam diskusi, penyelesaian proyek, presentasi, serta tanya jawab.&nbsp; Media digital yang digunakan selama pembelajaran berbasis proyek yaitu media presentasi, video YouTube, aplikasi Canva, Google Search, serta Instagram. Model pembelajaran ini mampu meningkatkan keaktifan siswa, kemampuan berkolaborasi, berpikir kritis memecahkan masalah, serta kreativitas siswa dalam menghasilkan karya. Dengan demikiann, model ini relevan digunakan dalam konteks pendidikan di era digital.</p> Nidaurohmah Nidaurohmah, Nurfuadi Nurfuadi Copyright (c) 2026 Nidaurohmah Nidaurohmah, Nurfuadi Nurfuadi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1027 Mon, 11 May 2026 00:00:00 +0700 Negosiasi Otoritas Pedagogis dalam Perubahan Ritme Akademik Pesantren https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1056 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan ritme akademik di Pesantren Mansyaul Ulum sebagai dampak dari standarisasi evaluasi pendidikan nasional serta implikasinya terhadap praktik pendidikan di lingkungan pesantren. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengelola, pengajar, dan santri, serta analisis dokumentasi kalender akademik. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ritme akademik pesantren mengalami penyesuaian yang signifikan, ditandai dengan percepatan pelaksanaan ujian madrasah diniyah, penataan ulang jadwal pembelajaran, serta pengelolaan waktu kegiatan yang semakin terintegrasi dengan kalender pendidikan formal. Selain itu, ditemukan variasi respons santri dalam menghadapi kepadatan aktivitas, yang tercermin dalam strategi belajar dan penentuan prioritas akademik. Perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada aspek teknis penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga mencerminkan dinamika penyesuaian antara sistem pendidikan formal dan praktik kepesantrenan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan evaluasi pendidikan memiliki implikasi yang luas terhadap struktur dan praktik pendidikan di pesantren, serta menunjukkan pentingnya pengelolaan yang adaptif dalam menghadapi tuntutan sistem pendidikan yang terus berkembang.</p> Juwairiyah Juwairiyah, Kurnia Indrianti, Farhus Sururi Copyright (c) 2026 Juwairiyah Juwairiyah, Kurnia Indrianti, Farhus Sururi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1056 Fri, 29 May 2026 00:00:00 +0700 ESENSI ILMU KALAM: IMPLEMENTASI NILAI TAUHID DALAM AKTIVITAS EKONOMI ISLAM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1009 <p>Ilmu Kalam sebagai disiplin teologi Islam memiliki peran penting dalam meneguhkan konsep tauhid sebagai inti ajaran yang tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga aplikatif dalam kehidupan, termasuk dalam aktivitas ekonomi Islam. Tauhid menegaskan bahwa seluruh kepemilikan hakiki adalah milik Allah, sementara manusia berperan sebagai khalifah yang mengelola sumber daya secara amanah dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tauhid ini kemudian diimplementasikan dalam prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti keadilan (‘adl), keseimbangan (tawazun), kejujuran (shidq), serta penolakan terhadap praktik-praktik yang merugikan seperti riba, gharar, dan maisir. Dengan demikian, aktivitas ekonomi dalam perspektif Islam tidak hanya berorientasi pada keuntungan material, tetapi juga pada keberkahan dan kemaslahatan bersama, sehingga integrasi Ilmu Kalam dalam ekonomi Islam menjadi landasan penting dalam membangun sistem ekonomi yang etis, adil, dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip syariah.</p> Arsyad Ali Fahmi Copyright (c) 2026 Arsyad Ali Fahmi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1009 Sun, 03 May 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Matematika Analitis Untuk Memahami Kontribusi Perawi Hadits Dalam Pelestarian Riwayat Kenabian. https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1037 <p><em>Autentisitas hadis senantiasa menjadi perhatian utama dalam keilmuan Islam, yang secara tradisional dinilai melalui kritik sanad dan matan. Seiring perkembangan teknologi, Social Network Analysis (SNA) memberikan perspektif analitis baru dengan memanfaatkan simpul (nodes) untuk merepresentasikan perawi dan relasi (edges) untuk memetakan transmisi sejarah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan matematika analitis dalam menerapkan SNA secara sistematis untuk memahami kontribusi perawi hadis dalam pelestarian riwayat kenabian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui teknik dokumentasi dari sumber rujukan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan matematika analitis tidak menggantikan metode ilmu hadis klasik, melainkan hadir sebagai alat bantu modern untuk memperkuat analisis objektif dan visualisasi jaringan sanad. Pendekatan ini berperan dalam memetakan rantai sanad secara visual, mengukur pengaruh perawi secara kuantitatif, dan melacak pola historis penyebaran hadis. Dengan demikian, analisis matematika ini hanya terbatas pada struktur dan pola koneksi, serta tidak menilai aspek moral, keadilan, maupun kekuatan hafalan perawi</em></p> Titan Zhafira Widya, Nur Efendi, Kojin Kojin Copyright (c) 2026 Titan Zhafira Widya, Nur Efendi, Kojin Kojin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1037 Wed, 20 May 2026 00:00:00 +0700 STRATEGI PEMBELAJARAN PAI UNTUK MEMBANGUN KEMANDIRIAN IBADAH SALAT ANAK TUNAGRAHITA DI SLB NEGERI PURBALINGGA https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/986 <p>Anak tunagrahita memiliki hambatan dalam fungsi intelektual dan perilaku adaptif yang berdampak pada sulitnya memahami konsep ibadah yang bersifat abstrak serta menghafal tata urutan gerakan maupun bacaan salat secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mengenai strategi pembelajaran PAI dalam menanamkan kemandirian ibadah salat bagi siswa tunagrahita di SLB Negeri Purbalingga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian melibatkan kepala sekolah, guru PAI, siswa tunagrahita kelas IX C dan IX C1, serta orang tua siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, display data dan kesimpulan.&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PAI yang diterapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kemandirian ibadah salat siswa. Strategi pembelajaran yang digunakan meliputi strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran yang digunakan meliputi strategi pembelajaran langsung dengan pendekatan klasikal yang dimodifikasi dengan metode ceramah dan metode demonstrasi serta strategi pembelajaran pengamatan melalui pengalaman dengan pendekatan klasikal yang dimodifikasi dengan metode simulasi. Implikasi diterapkannya strategi pembelajaran pada anak tunagrahita membuktikan bahwa strategi pembelajaran PAI di SLB Negeri Purbalingga mampu meningkatkan kemandirian siswa yang ditandai dengan inisiatif memakai perlengkapan salat, kemampuan mengikuti rangkaian salat berjamaah dengan serta inisiatif merapikan perlengkapan salat selesai.</p> Khoerotun Nisa Apriliyani, Layla Mardliyah Copyright (c) 2026 Khoerotun Nisa Apriliyani, Layla Mardliyah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/986 Fri, 10 Apr 2026 00:00:00 +0700 PERAN SUMATERA THAWALIB SEBAGAI UPAYA PEMBARUAN PENDIDIKAN ISLAM MODERN DI MINANGKABAU https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1020 <p>Kajian ini membahas peran Sumatera Thawalib dalam pembaruan pendidikan Islam di Minangkabau pada awal abad ke-20. Dengan menggunakan metode <em>literature review</em> dan pendekatan historis, kajian ini menganalisis proses transformasi sistem surau tradisional menuju lembaga madrasah modern yang terstruktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemunculan Sumatera Thawalib tidak dapat dilepaskan dari tiga faktor yang saling terkait, yakni penetrasi kebijakan kolonial Belanda melalui Politik Etis, pengaruh Pan-Islamisme yang dibawa oleh para ulama Minangkabau sepulang dari Haramain, serta gerakan intelektual Kaum Muda yang menghendaki reformasi pendidikan Islam dari dalam. Di bawah kepemimpinan Haji Abdul Karim Amrullah, Sumatera Thawalib berhasil memperkenalkan sistem pembelajaran berkelas, mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum ke dalam kurikulum agama, dan meruntuhkan dikotomi lama antara ilmu agama dan ilmu dunia. Pembaruan tersebut tidak hanya mengubah wajah pendidikan Islam di Minangkabau, tetapi juga menginspirasi gerakan serupa di berbagai wilayah Nusantara, menjadikan Sumatera Thawalib sebagai lembaga pionir dalam sejarah pendidikan Islam modern di Indonesia. Prinsip-prinsip progresif yang tertanam dalam lembaga ini masih relevan sebagai pijakan filosofis pengembangan pendidikan Islam yang adaptif dan berbasis teknologi di era kontemporer</p> Queen Qonita, Muhamad Fatchu Reza, Ghefira Salma Desianti Copyright (c) 2026 Queen Qonita, Muhamad Fatchu Reza, Ghefira Salma Desianti https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1020 Sat, 09 May 2026 00:00:00 +0700 SOSIOLOGI LEMBAGA PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN ISLAM: ANALISIS TENTANG RELEVANSI KURIKULUM KEJURUAN DENGAN KEBUTUHAN INDUSTRI (STUDI TENTANG KESENJANGAN KOMPETENSI DAN KETERAMPILAN SOSIAL LULUSAN) DI SMK MAARIF NU 01 KEMBARAN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1053 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi kurikulum kejuruan di SMK Ma’arif NU 01 Kembaran terhadap kebutuhan dunia industri, terutama berkaitan dengan kesenjangan kompetensi dan keterampilan sosial lulusan. Dalam kajian sosiologi lembaga pendidikan, SMK Islam memiliki fungsi penting dalam mempersiapkan peserta didik agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial serta tuntutan dunia kerja. Akan tetapi, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya ketidaksesuaian antara kemampuan lulusan dengan kebutuhan industri, baik dalam aspek keterampilan teknis maupun keterampilan sosial (<em>soft skills</em>). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pihak sekolah, peserta didik, alumni, serta pihak industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum kejuruan di SMK Ma’arif NU 01 Kembaran belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan industri. Kesenjangan kompetensi tampak pada kurang optimalnya penguasaan teknologi terkini serta keterampilan praktik yang dibutuhkan di dunia kerja. Selain itu, kemampuan sosial lulusan seperti komunikasi, kerja sama, disiplin, dan etika kerja juga masih menjadi perhatian pihak industri. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan hubungan <em>link and match</em> antara sekolah dan industri melalui pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas praktik kerja lapangan, dan pembinaan keterampilan sosial peserta didik agar lulusan SMK Islam memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tuntutan industri dan dinamika sosial masyarakat.</p> Ghefira Salma Desianti, Muh. Hanif Copyright (c) 2026 Ghefira Salma Desianti, Muh. Hanif https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1053 Thu, 28 May 2026 00:00:00 +0700 REVITALIZATION OF ISLAMIC EDUCATION IN THE PROPHETIC PERIOD OF MUHAMMAD (610-633 AD) https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/999 <p><em>The aim of this research is to understand 3 things: (1) forms, (2) factors, and (3) implications of the research theme. The method used is a library research with a literature review approach. Data collection was carried out using a library research procedure and data analysis techniques using content analysis. The results of the research indicate that, first, the forms (1) purpose: to form a person who is faithful, pious, and has noble morals. (2) material: monotheism, the Qur'an, social, and economic. (3) method: dialogue, parable, demonstration, and story or narrative. (4) mursyid: Prophet Muhammad. (5) students: Khadijah, Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar As-Shiddiq, Zaid bin Tsabit, Ummu Aiman. Second, internal factors: the person of the Prophet Muhammad as a good role model and al-Amin (trustworthy). External factors: idol worship and irrational and unusual customs of Arab society. Third, positive implications: many people embraced Islam and the paradigm and customs of Arab society changed. Negative implications: many challenges and sufferings were received by the Prophet Muhammad in realizing the forms and the followers of the Prophet Muhammad were tortured. The conclusion of this research is that various forms, factors, and implications are holistic and religious and relevant to the social context of the time. In addition, this study can be used as a guide in the construction of responsive, progressive and adaptive Islamic history, social and education.</em></p> La Zubair, Zulfi Mubaraq, Mohammad Asrori Copyright (c) 2026 La Zubair, Zulfi Mubaraq, Mohammad Asrori https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/999 Sat, 09 May 2026 00:00:00 +0700 KETELADANAN ORANG TUA DALAM KELUARGA DAN IMPLIKASI TERHADAP SIKAP KEAGAMAAN SISWA MADRASAH TSANAWIYAH: STUDI KEPUSTAKAAN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1033 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep keteladanan orang tua dalam lingkungan keluarga serta implikasinya terhadap pembentukan sikap keagamaan siswa Madrasah Tsanawiyah. Keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan melalui keteladanan yang diberikan orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pendidikan keluarga serta sikap keagamaan siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk memperoleh pemahaman yang sistematis mengenai konsep keteladanan orang tua dalam perspektif pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan orang tua dalam praktik ibadah, pembinaan akhlak, dan interaksi sosial memiliki peran penting dalam membentuk sikap keagamaan siswa, yang tercermin melalui kedisiplinan beribadah, kejujuran, tanggung jawab, serta sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, keteladanan orang tua menjadi fondasi penting dalam pembinaan sikap keagamaan siswa secara berkelanjutan.</p> <p> </p> Nuraisah Fadila, Ansari Ansari, Ruslan Ruslan Copyright (c) 2026 Nuraisah Fadila, Ansari Ansari, Ruslan Ruslan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1033 Fri, 22 May 2026 00:00:00 +0700 Manajemen Penggerakan Program Sorogan Berbasis Metode An-Nur: Upaya Akselerasi Pemahaman Kitab Kuning Santri Pondok Pesantren An-Nur 1 Putri Induk Bululawang https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1063 <p>Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara komprehensif mekanisme penggerakan (<em>actuating</em>) program sorogan berbasis Metode An-Nur di Pondok Pesantren An-Nur 1 Putri Induk Bululawang, serta mengukur dampaknya terhadap akselerasi pemahaman kitab kuning bagi santri putri yang menghadapi beban ganda kurikulum. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus lapangan, data dihimpun melalui triangulasi teknik yang meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi penggerakan diimplementasikan secara sistemik melalui tiga pilar utama George R. Terry. Pertama, fungsi <em>motivating</em> diterapkan melalui pendekatan emosional "sentuhan hati" oleh pengasuh dan ustadzah untuk meruntuhkan kecemasan mental (<em>mental block</em>) santri. Kedua, fungsi <em>directing</em> diwujudkan melalui strategi <em>organized repetition</em> (pengulangan terorganisir) dan kewajiban <em>lalaran</em> klasikal pasca-Subuh dan Magrib guna menstimulasi memori jangka panjang (<em>long-term memory</em>). Ketiga, fungsi <em>supervising</em> dimaterialisasikan secara intim melalui sesi sorogan privat individual yang nyaman dan adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi manajerial modern dan spiritualitas pesantren mampu mempercepat penguasaan literatur klasik Arab (<em>fahm al-kitab</em>) secara signifikan, sekaligus memvalidasi Metode An-Nur sebagai model hibrida pembelajaran <em>turats</em> yang adaptif di era kontemporer</p> Ni’matul Mukaromah, Muhammad Husni Copyright (c) 2026 Ni’matul Mukaromah, Muhammad Husni https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1063 Mon, 01 Jun 2026 00:00:00 +0700 Prinsip Manajemen Pendidikan Islam yang Fleksibel, Efektif, Open-Minded dan Partisipatif Berdasarkan Kajian Al-Quran https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/960 <p><em>This article aims to analyze the principles of Islamic educational management flexibility, effectiveness, open-mindedness, and participation based on Qur’anic foundations, particularly QS. al-Hajj: 78, QS. al-Kahf: 103–104, QS. an-Nisa: 58, and QS. al-Maidah: 51. This study employs a library research method using a thematic tafsir (maudhu’i) approach and content analysis. The findings show that QS. Al-Hajj: 78 highlights the importance of flexibility and ease in managing educational institutions; QS. Al-Kahf: 103–104 underscores the need for effectiveness to ensure that educational programs generate meaningful outcomes rather than routine yet unproductive activities; QS. An-Nisa: 58 provides a normative basis for trustworthy and participatory leadership; and QS. Al-Maidah: 51 guides institutions to be open-minded yet selective in adopting innovations and establishing collaborations. Integrating these Qur’anic principles demonstrates that Islamic educational management must be adaptive, outcome-oriented, collaborative, and receptive to new ideas while maintaining ethical and spiritual foundations. This study offers a conceptual framework that can serve as a reference for strengthening the governance of Islamic educational institutions, making them more responsive, sustainable, and competitive in addressing contemporary global challenges.</em></p> Ajril Akmal, Ali Hamdan Copyright (c) 2026 Ajril Akmal, Ali Hamdan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/960 Fri, 01 May 2026 00:00:00 +0700 PENGEMBANGAN DAN UJI KELAYAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS CANVA DALAM PEMBELAJARAN PAI KELAS VIII https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1018 <p>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam masih membutuhkan adanya media yang interaktif. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital menjadi hal yang penting untuk membangun partisipasi aktif siswa pada proses belajar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif berbasis <em>Canva</em> pada materi Peradaban Dinasti Turki Usmani untuk siswa kelas VIII, sekaligus menganalisis tingkat kelayakan media yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>Research and Development</em> (R&amp;D) dengan model ADDIE yang mencakup lima tahapan, yaitu <em>analyze</em>, <em>design</em>, <em>development</em>, <em>implementation</em>, dan <em>evaluation</em>. Penelitian melibatkan ahli materi, ahli media, dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui angket validasi serta angket respon siswa, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa multimedia interaktif berbasis <em>Canva</em> mendapatkan nilai rata-rata persentase sebesar 81,18% termasuk kategori sangat layak, sedangkan hasil respon siswa mencapai 88% dengan kategori sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa media yang dikembangkan layak diterapkan dalam pembelajaran karena mampu meningkatkan keterlibatan siswa. Dengan demikian, multimedia interaktif berbasis <em>Canva</em> dapat dipakai sebagai alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran PAI</p> Silfi Windriyani, Donny Khoirul Azis Copyright (c) 2026 Silfi Windriyani, Donny Khoirul Azis https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1018 Thu, 07 May 2026 00:00:00 +0700 KONTRIBUSI KERAJAAN ACEH TERHADAP PERKEMBANGAN LEMBAGA DAN SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DI SUMATERA https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1050 <p>This study examines the contribution of Kerajaan Aceh to the development of Islamic organizations and educational systems in Sumatera, with a historical focus on traditional dayah, mosque, and ulama organizations, as well as on curriculum elements, teaching methods, and the role of the sultan in education. This study used a kualitatif pustaka research methodology to examine articles and books related to Acehnese history, the structure of the Islamic education organization in Aceh, the mechanisms of knowledge acquisition, and the impact of kerajaan policies on the formalization of Islamic education. The thematic results indicate that Aceh's dayah, rangkang, meunasah, surau, and mosque institutions serve as places of education, moral culture, and dakwah that significantly contribute to the advancement of knowledge in the Nusantara region. The context of "Serambi Mekkah" originated from the Acehnese ulama and the sultan's surroundings in the formation of educational institutions, as well as a curriculum that connects traditional knowledge with modern education in later times. This article also highlights the differences in opinions regarding the level of modernization of the Dayah Pasca political reform in Aceh.</p> <p>&nbsp;</p> Sri Wahyuni, Rezki Amelya, Idrus Latif Copyright (c) 2026 Sri Wahyuni, Rezki Amelya, Idrus Latif https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1050 Thu, 28 May 2026 00:00:00 +0700 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN SERTA HAKIKAT MANUSIA DALAM BELAJAR PERSPEKTIF ISLAM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/996 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Artikel ini membahas konsep pertumbuhan, perkembangan, dan hakikat manusia dalam belajar dalam perspektif Islam dengan pendekatan konsep dan kepustakaan. Pertumbuhan dipahami sebagai perubahan kuantitatif yang bersifat fisik dan dapat diukur, sedangkan perkembangan merupakan proses perubahan kualitatif yang mencakup aspek intelektual, emosional, sosial, dan spiritual. Islam memandang kedua proses tersebut sebagai bagian dari sunnatullah yang berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan dalam kehidupan manusia. Al-Qur'an menjelaskan tahapan asal usul dan dinamika kehidupan manusia sebagai dasar teologis bagi konsep pertumbuhan dan perkembangan. Dalam konteks pendidikan, manusia diposisikan sebagai makhluk pembelajar yang memiliki potensi fitrah berupa akal, hati, dan jasad yang harus dikembangkan secara seimbang. Pemikiran Syed Muhammad Naquib al-Attas menegaskan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah membentuk manusia beradab yang mampu menempatkan ilmu secara proporsional dalam kerangka tauhid. Sementara itu, Al-Ghazali menekankan pentingnya tazkiyatun nafs sebagai inti perkembangan spiritual, dan Ibnu Khaldun menyoroti peran lingkungan sosial dalam membentuk perkembangan intelektual dan peradaban manusia. Dengan demikian, artikel ini menyimpulkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan dalam perspektif Islam bersifat holistik, integratif, dan berorientasi pada pembentukan insan kamil yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.</span></span></span></span></p> Muhammad Rizieq, Muslim Afandi, Mhd. Subhan Copyright (c) 2026 Muhammad Rizieq, Muslim Afandi, Mhd. Subhan https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/996 Sun, 19 Apr 2026 00:00:00 +0700 Integrasi Digital Storytelling Berbasis Nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Ibtidaiyah https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1031 <p>This study aims to analyse the integration of digital storytelling based on the value of religious moderation in the teaching of Islamic Culture Studies (SKI) at Madrasah Ibtidaiyah, using a Systematic Literature Review (SLR) approach. Literature sources were collected from Google Scholar, Scispace, DOAJ and Scopus databases, with publication criteria between 2016 and 2026. The results of the study show that digital storytelling significantly contributes to improving concept understanding, learning engagement, and experiential learning through the presentation of digital narrative-based material. Integrating values of religious moderation into SKI education plays a crucial role in fostering tolerance, empathy, and an inclusive religious character among students. This approach not only serves as a learning medium, but also as a pedagogical strategy that is relevant to the needs of Islamic education in the digital era. These findings emphasise the importance of contextual and value-based content design, enhancing teachers' digital competencies, and institutional support in optimally implementing digital storytelling in Madrasah Ibtidaiyah.</p> Ernawati Ernawati, Baiq Ida Astini, Hijratul Hasri, Indra Mayadi, Israfatul Ilmi Copyright (c) 2026 Ernawati Ernawati, Baiq Ida Astini, Hijratul Hasri, Indra Mayadi, Israfatul Ilmi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1031 Thu, 14 May 2026 00:00:00 +0700 Praktik Integrasi Keilmuan dalam Menjembatani Dikotomi Ilmu: Studi Kasus di Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Banjarejo https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1061 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik integrasi keilmuan dalam menjembatani dikotomi ilmu di Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Banjarejo, mengidentifikasi bentuk-bentuk mindset dikotomis yang masih berkembang, serta mengeksplorasi strategi kelembagaan dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang integratif. Penelitian ini berangkat dari masih terbatasnya kajian empiris mengenai persistensi mindset dikotomis di madrasah yang telah menerapkan praktik integrasi keilmuan melalui kajian kitab kuning. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, guru mata pelajaran umum, serta peserta didik. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validasi menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Banjarejo telah mengupayakan integrasi ilmu melalui pembelajaran kitab kuning sebagai muatan lokal yang dilaksanakan di tengah kurikulum formal madrasah. Namun demikian, integrasi tersebut belum sepenuhnya mampu menghilangkan mindset dikotomis antara ilmu agama dan ilmu umum. Sebagian peserta didik masih memandang ilmu agama lebih penting dibandingkan ilmu umum, sementara integrasi nilai-nilai Islam dalam mata pelajaran umum belum diterapkan secara konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan integrasi ilmu di madrasah tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga memerlukan transformasi paradigma berpikir, penguatan kultur akademik, dan pedagogi integratif secara berkelanjutan. Temuan penelitian mengimplikasikan perlunya penguatan pedagogi integratif dan transformasi kultur akademik madrasah untuk membangun paradigma keilmuan yang non-dikotomis.</p> Faridatul hasanah. S.Pd, Dr. K. Muhammad Husni, M.Pd.I Copyright (c) 2026 Faridatul hasanah. S.Pd, Dr. K. Muhammad Husni, M.Pd.I https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1061 Sun, 31 May 2026 00:00:00 +0700 MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN ISLAM KAJIAN LITERATUR KONTEMPORER https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1013 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Studi ini berlandaskan pada meningkatnya tuntutan akan kualitas pendidikan Islam di era global, yang menekankan tidak hanya prestasi akademik tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual. Namun, dalam praktiknya, implementasi manajemen mutu masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi sumber daya manusia maupun budaya organisasi. Studi ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep, integrasi nilai, dan implementasi manajemen mutu dalam pendidikan Islam berdasarkan literatur kontemporer. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui riset pustaka dengan menganalisis sekitar 15 artikel ilmiah relevan yang diterbitkan antara tahun 2017–2026 menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Total Quality Management (TQM) yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam seperti amanah, ihsan, dan itqan dapat membangun sistem manajemen mutu yang lebih komprehensif dan berorientasi nilai. Meskipun demikian, implementasinya masih belum optimal karena keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, budaya mutu yang lemah, dan kurangnya sistem evaluasi yang konsisten. Oleh karena itu, pengembangan manajemen mutu dalam pendidikan Islam harus mengadopsi pendekatan integratif yang menyelaraskan prinsip-prinsip manajemen modern dengan nilai-nilai Islam untuk mencapai kualitas pendidikan yang berkelanjutan dan bermakna.</span></span></p> <p><strong><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kata kunci:</span></span></em></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> nilai-nilai Islam, riset perpustakaan, manajemen mutu pendidikan Islam, manajemen mutu total</span></span></p> <p><em> </em></p> <p> </p> <p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Abstrak</span></span></strong></p> <p><strong> </strong></p> <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Penelitian ini bermula dari meningkatnya tuntutan terhadap mutu pendidikan Islam di era global yang tidak hanya menekan aspek akademik, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual. Namun dalam praktiknya, penerapan manajemen mutu masih menghadapi berbagai kendala, baik dari sisi sumber daya maupun budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep, integrasi nilai, serta implementasi manajemen mutu pendidikan Islam berdasarkan literatur kontemporer. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menganalisis sekitar 15 artikel ilmiah yang relevan dalam rentang tahun 2020–2026 menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Total Quality Management (TQM) yang dikombinasikan dengan nilai-nilai Islam seperti amanah, ihsan, dan itqan mampu menciptakan sistem manajemen mutu yang lebih komprehensif dan bernilai. Meskipun demikian, penerapannya masih belum maksimal akibat keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, lemahnya budaya mutu, serta belum optimalnya sistem evaluasi berkelanjutan. Oleh karena itu, pengembangan manajemen mutu pendidikan Islam perlu diarahkan pada pendekatan integratif yang mengharmoniskan prinsip manajemen modern dengan nilai-nilai keislaman guna mewujudkan mutu pendidikan yang berkelanjutan dan bermakna.</span></span></p> M. Zidan alfinjirie Copyright (c) 2026 M. Zidan alfinjirie https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1013 Fri, 08 May 2026 00:00:00 +0700 PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAMMENANAMKAN NILAI MULTIKULTURAL PADA SISWA https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1048 <p><em>&nbsp;This study employed a descriptive qualitative approach to analyze the role of Islamic Religious Education teachers in instilling multicultural values in students. The research data were collected through interviews, observations, and documentation. The results showed that Islamic Religious Education teachers play roles as educators, mentors, motivators, and role models in fostering attitudes of tolerance, mutual respect, and appreciation for diversity within the school environment. The strategies applied include integrating multicultural values into the learning process, habituating tolerant behavior, and conducting social activities among students. Supporting factors include a conducive school environment and cooperation between teachers and parents, while inhibiting factors stem from social environmental influences and students’ limited understanding of the importance of tolerance.</em></p> Resti Yulastri, Arrum Husaini Safitri, Bunga Apralia, Mursyidatul Hilmah, Selviana Safitri Copyright (c) 2026 Resti Yulastri, Arrum Husaini Safitri, Bunga Apralia, Mursyidatul Hilmah, Selviana Safitri https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1048 Sun, 24 May 2026 00:00:00 +0700 MAKNA DAN KEUTAMAAN KALIMAT TAUHID (LĀ ILĀHA ILLĀ ALLĀH) DALAM KEHIDUPAN SEORANG MUSLIM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/994 <p>Penelitian ini membahas makna kalimat tauhid lā ilāha illallāh dalam perspektif akidah Islam serta pengaruhnya terhadap pembentukan keimanan, akhlak, spiritualitas, dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai sumber tertulis seperti buku aqidah, jurnal ilmiah, tafsir, dan artikel akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kalimat tauhid merupakan inti ajaran Islam yang menegaskan keesaan Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, sekaligus menjadi fondasi utama seluruh bangunan keimanan seorang Muslim. Tauhid memiliki kedudukan sentral karena menjadi dasar seluruh amal ibadah, pedoman moral, dan sumber pembentukan karakter religius. Dalam praktik kehidupan, nilai tauhid tercermin melalui keikhlasan beribadah, sikap jujur, amanah, sabar, tawakal, serta tanggung jawab sosial. Selain itu, penghayatan terhadap kalimat tauhid juga memperkuat spiritualitas seorang Muslim dalam menghadapi tantangan modern, termasuk pengaruh materialisme dan perkembangan digital. Dengan demikian, penguatan pendidikan tauhid sangat penting untuk membentuk pribadi Muslim yang kokoh dalam iman, mulia dalam akhlak, dan konsisten dalam pengamalan ajaran Islam</p> Femas Dwi Andhika, Suci Rahmi, Nurhasanah Chan, Rahnia Mutari Anli, Risma Indriana, Sri Wahyuni Copyright (c) 2026 Femas Dwi Andhika, Suci Rahmi, Nurhasanah Chan, Rahnia Mutari Anli, Risma Indriana, Sri Wahyuni https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/994 Thu, 16 Apr 2026 00:00:00 +0700 STRATEGI PEMBELAJARAN ADAPTIF GURU PAI DALAM MENGHADAPI KEBERAGAMAN TINGKAH LAKU SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMP https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1028 <p><em>The diversity of students’ behavior in Islamic Religious Education requires teachers to apply flexible teaching strategies that suit classroom conditions. This study aims to describe the adaptive learning strategies used by an Islamic Religious Education teacher in dealing with differences in students’ character, abilities, and classroom responses at the junior high school level. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through an in-depth interview with one Islamic Religious Education teacher as the main informant. The findings show that the teacher applied adaptive strategies by using the teaching module as a guide, selecting methods based on the learning material, assigning tasks according to students’ abilities, and applying a personal approach to students who needed more attention. The teacher also used digital media, such as smartphones and Canva, under supervision to attract students’ attention and maintain their engagement in learning. In addition, the morning Qur’an reading routine served as part of the school’s religious reinforcement. These adaptive strategies indicate that Islamic Religious Education is not only concerned with delivering material but also with the teacher’s ability to understand students’ conditions and guide their behavior in a humanistic way.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Teaching Flexibility, Personal Approach, Religious Habituation.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Keberagaman tingkah laku siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam menuntut guru untuk memiliki cara mengajar yang fleksibel dan sesuai dengan kondisi kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran adaptif guru PAI dalam menghadapi perbedaan karakter, kemampuan, dan respons siswa pada mata pelajaran PAI di SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam kepada seorang guru PAI sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi adaptif melalui penggunaan modul ajar sebagai pedoman, pemilihan metode sesuai materi, pemberian tugas sesuai kemampuan siswa, serta pendekatan personal kepada siswa yang membutuhkan perhatian lebih. Guru juga memanfaatkan media digital seperti HP dan Canva secara terbimbing untuk menarik perhatian siswa dan menjaga keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Selain itu, pembiasaan membaca Al-Qur’an pada pagi hari menjadi bagian dari penguatan keagamaan di sekolah. Strategi adaptif ini menunjukkan bahwa pembelajaran PAI tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada kemampuan guru memahami kondisi siswa dan membina perilaku mereka secara humanis.</p> <p> </p> Alfin Febriansah, Muh. Hanif Copyright (c) 2026 Alfin Febriansah, Muh. Hanif https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1028 Thu, 14 May 2026 00:00:00 +0700 Tasawuf Sebagai Teknologi Pembelajaran Pai Di Pesantren Dafa Bantur https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1057 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran tasawuf sebagai teknologi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam proses internalisasi nilai dan pembentukan akhlak santri di Pondok Pesantren Dafa Bantur. Penelitian dilatarbelakangi oleh sistem pendidikan pesantren yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi keagamaan secara teoritis, tetapi juga menekankan pembiasaan spiritual, keteladanan guru, dan kultur kehidupan religius dalam membentuk karakter santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (<em>field research</em>). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pengasuh pesantren, guru, santri, alumni, serta masyarakat sekitar sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara bertahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran tasawuf di Pondok Pesantren Dafa Bantur diterapkan melalui pembelajaran kitab klasik seperti <em>Ihya’ Ulumuddin</em> dan <em>Syarah Al-Hikam</em>, pembiasaan spiritual berupa wirid, dzikir, dan ibadah berjamaah, serta keteladanan guru dan lingkungan religius pesantren. Sistem tersebut membentuk internalisasi nilai keikhlasan, kesabaran, tawadhu, kedisiplinan, dan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari santri. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi pembelajaran Pendidikan Agama Islam tidak selalu berbasis digital, tetapi juga dapat diwujudkan melalui sistem kehidupan pesantren yang mendukung pembentukan spiritualitas dan akhlak peserta didik secara berkelanjutan</p> Juwairiyah Juwairiyah, Muhammad Zainul Arifin, Muhammad Farhus Sururi, Sita Acetylena Copyright (c) 2026 Juwairiyah Juwairiyah, Muhammad Zainul Arifin, Muhammad Farhus Sururi, Sita Acetylena https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1057 Fri, 29 May 2026 00:00:00 +0700 DIMENSI IBADAH DALAM KONSUMSI HALAL: PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM SERTA IMPLIKASINYA BAGI PERILAKU KONSUMEN https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1010 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsumsi halal sebagai bentuk ibadah dalam perspektif ekonomi Islam dan implikasinya terhadap perilaku konsumen Muslim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, yang menganalisis berbagai literatur terkait konsep konsumsi halal dalam ekonomi Islam, serta dampaknya terhadap perilaku konsumen. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa dalam ekonomi Islam, konsumsi halal dipandang sebagai ibadah yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah melalui niat yang benar. Konsumsi halal sebagai ibadah mengharuskan konsumen untuk memilih produk yang sesuai dengan prinsip syariat, yaitu halal dan thayyib (baik, bersih, dan bermanfaat). Implikasi terhadap perilaku konsumen Muslim mencakup peningkatan kesadaran untuk lebih selektif dalam memilih produk, dengan mengutamakan produk yang sesuai dengan ajaran agama, etika sosial, dan keberlanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana prinsip ekonomi Islam dapat membentuk pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan, yang tidak hanya menguntungkan secara material tetapi juga secara spiritual</p> Andika Saputra Copyright (c) 2026 Andika Saputra https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1010 Sun, 03 May 2026 00:00:00 +0700 PESANTREN ANTARA TRADISI DAN MODERNISASI DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN ISLAM https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1040 <p><sup>Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, tradisi keilmuan, serta nilai-nilai keislaman di Indonesia. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, pesantren dihadapkan pada tantangan untuk tetap mempertahankan identitas tradisionalnya sekaligus melakukan inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pesantren dalam memperkuat pendidikan Islam melalui keseimbangan antara nilai-nilai tradisi dan unsur modernitas. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yaitu dengan menelaah berbagai literatur yang berkaitan dengan transformasi pesantren, pembaruan pendidikan Islam, serta kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren mampu bertahan dan berkembang melalui penguatan kurikulum yang integratif, pembenahan sistem kelembagaan, pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, serta peningkatan kualitas tenaga pendidik dan santri. Upaya tersebut dilakukan tanpa mengabaikan nilai-nilai tradisional yang menjadi ciri khas pesantren. Dengan demikian, pesantren memiliki posisi penting sebagai lembaga pendidikan Islam yang adaptif, berkarakter, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan zaman.</sup></p> Nurul Ilmi, Riski Amalia, Idrus L Copyright (c) 2026 Nurul Ilmi, Riski Amalia, Idrus L https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1040 Fri, 22 May 2026 00:00:00 +0700 IMPLEMENTASI GAMIFIKASI BERBASIS PLATFORM EDUCAPLAY SEBAGAI INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/987 <p>Rendahnya minat siswa dalam pembelajaran PAI yang cenderung monoton menjadi kendala utama dalam memahami materi teologis yang abstrak seperti Qadha dan Qadar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi gamifikasi melalui platform Educaplay sebagai solusi inovatif di sekolah menengah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fitur interaktif Match Up dan Froggy Jumps berhasil mentransformasi suasana kelas menjadi lebih dinamis dan partisipatif. Gamifikasi terbukti efektif meningkatkan keterlibatan emosional serta memudahkan siswa dalam membedakan konsep takdir muallaq dan mubram. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi media permainan digital mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan (joyful learning) sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai agama pada siswa</p> Tri Nilasari, Layla Mardliyah Copyright (c) 2026 Tri Nilasari, Layla Mardliyah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/987 Fri, 10 Apr 2026 00:00:00 +0700 IMPLEMENTASI METODE TALAQQI DALAM MENGHAFAL AL-QUR'AN DI MTS PONDOK PESANTREN DARUL HUFFADH TUJU-TUJU KAJUARA BONE https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1026 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode talaqqi dalam menghafal Al-Qur’an serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di MTs Pondok Pesantren Darul Huffadh Tuju-Tuju Kajuara Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian yaitu kepala tahfidz, guru pembina (muqri’ah), dan santriwati. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode talaqqi dilaksanakan secara sistematis melalui kegiatan halaqah dengan proses pembacaan, peniruan, pengulangan (muroja’ah), dan setoran hafalan. Metode ini terbukti efektif dalam meningkatkan ketepatan bacaan sesuai kaidah tajwid dan memperkuat hafalan santriwati. Faktor pendukung meliputi keikhlasan dan kompetensi guru, motivasi, kecerdasan, kesehatan, serta lingkungan yang kondusif. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, kurangnya kesiapan guru, menurunnya semangat santriwati, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Dengan demikian, metode talaqqi dapat menjadi metode yang efektif dalam menghafal Al-Qur’an apabila didukung oleh pengelolaan yang baik, konsistensi pelaksanaan, serta penguatan faktor pendukung yang ada</p> Andi Faizah, R. Nurhayati, Sartina Sartina Copyright (c) 2026 Andi Faizah, R. Nurhayati, Sartina Sartina https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1026 Mon, 11 May 2026 00:00:00 +0700 Internalisasi Nilai Islam melalui Deep Learning: Kerangka Perencanaan Pembelajaran PAI yang Kontekstual dan Reflektif https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1055 <p>Artikel ini bertujuan merumuskan kerangka perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Deep Learning yang berorientasi pada internalisasi nilai Islam secara kontekstual dan reflektif. Kajian ini berangkat dari persoalan pembelajaran PAI yang masih sering menekankan hafalan, transmisi materi, dan asesmen kognitif, sehingga belum sepenuhnya menguatkan penghayatan nilai, refleksi diri, dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan peserta didik. Metode yang digunakan ialah kajian pustaka dengan pendekatan konseptual. Data bersumber dari regulasi kurikulum nasional, naskah akademik Deep Learning, artikel jurnal mutakhir tentang PAI, pedagogi reflektif, asesmen autentik, dan literatur desain pembelajaran. Analisis dilakukan melalui identifikasi tema, reduksi gagasan, sintesis konseptual, dan perumusan kerangka operasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa Deep Learning relevan dengan PAI karena menempatkan peserta didik sebagai subjek yang memahami, menghayati, merefleksikan, dan mengamalkan nilai Islam. Artikel ini menawarkan kerangka perencanaan pembelajaran PAI melalui delapan tahap, yaitu diagnosis konteks belajar, pemetaan nilai Islam inti, penjabaran capaian pembelajaran, perumusan tujuan multidimensional, seleksi materi esensial, desain pengalaman belajar kontekstual-reflektif, asesmen autentik, serta tindak lanjut aksi nilai. Kerangka ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran PAI tidak hanya diukur dari penguasaan konsep, tetapi juga dari kedalaman refleksi, perubahan sikap, dan konsistensi praktik nilai Islam.</p> Muhammad Qusairi, Hilmi Mizani, Syaiful Bahri Djamarah Copyright (c) 2026 Muhammad Qusairi, Hilmi Mizani, Syaiful Bahri Djamarah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1055 Sat, 30 May 2026 00:00:00 +0700 Reorientasi Keterampilan Teknis Supervisi Akademik Dalam Kolaborasi Profesional Guru Di Lembaga Pendidikan Islam https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1004 <p><em>The research employed a qualitative approach using a literature review design through systematic searches and analyses of journal articles, books, and other scientific publications related to academic supervision and teacher professional development. Data were analyzed using thematic analysis to identify recurring patterns, key concepts, and gaps between conceptual expectations and actual supervision practices. The findings reveal that observation skills are fundamental to academic supervision, yet they are often conducted merely for administrative purposes. Assessment and planning processes are not fully data-driven or collaborative, while implementation and evaluation tend to be unsustainable and rarely followed by meaningful actions. This study contributes conceptually by strengthening the framework of technical supervision skills grounded in teacher professional collaboration. It concludes that supervisors’ technical competencies must be enhanced so that academic supervision moves beyond procedural routines and becomes a driver of real improvements in teaching practices. The study also offers theoretical implications for Islamic educational supervision and practical guidance for principals and supervisors in designing more effective, collaborative, and sustainable supervision systems.</em></p> Ajril Akmal, Yonanda Kumala Nasrilia, Indah Aminatuz Zuhriyah, Baharuddin Baharuddin Copyright (c) 2026 Ajril Akmal, Yonanda Kumala Nasrilia, Indah Aminatuz Zuhriyah, Baharuddin Baharuddin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1004 Wed, 06 May 2026 00:00:00 +0700 Eksistensi dan Peran Madrasah dalam Memajukan Pendidikan Islam di Indonesia https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1035 <p>Penelitian ini merangkum eksistensi dan peran madrasah dalam memajukan pendidikan Islam di Indonesia melalui telaah literatur terdokumentasi. Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang telah melewati dinamika historis menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan konvergensi kurikuler nasional dan ciri khas keagamaan, sehingga eksistensinya tetap relevan dalam membentuk sumber daya manusia berakhlak religius sekaligus siap berkompetisi secara global. Kebijakan nasional, terutama SKB 3 Menteri dan perumusan kebijakan kurikulum, memperkuat posisi madrasah sebagai bagian dari Sistem Pendidikan Nasional yang setara dengan sekolah umum, meskipun tetap memunculkan tantangan terkait mutu pembelajaran umum di madrasah dan keseimbangan antara mata pelajaran agama dengan umum. Peran strategis madrasah meliputi penyiapan lulusan yang mampu melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, peningkatan mutu kurikulum, serta kontribusi terhadap integrasi identitas Islam dalam pendidikan nasional, sebagaimana didorong berbagai kajian kebijakan dan innovasi sekolah Islam terpadu maupun madrasah berbasis pesantren. Penelitian ini menegaskan pentingnya reposisi, reaktualisasi, dan penguatan kapasitas madrasah untuk menghadapi era pendidikan 4.0 tanpa mengurangi esensi keislamannya, serta menyarankan kajian empirik lanjut mengenai implementasi kebijakan dan dampaknya terhadap mutu lulusan.</p> <p>&nbsp;</p> Nurul Islamia, Ridho Ramdhani, Idrus L Copyright (c) 2026 Nurul Islamia, Ridho Ramdhani, Idrus L https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1035 Tue, 19 May 2026 00:00:00 +0700 IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN GURU UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP TELKOM PURWOKERTO https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/978 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program pengembangan guru serta menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan mutu pendidikan di SMP Telkom Purwokerto. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peningkatan kompetensi guru sebagai faktor utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pengembangan guru di SMP Telkom Purwokerto dilaksanakan melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan integrasi teknologi pembelajaran, workshop strategi pembelajaran aktif, serta pelatihan penyusunan perangkat pembelajaran berbasis kurikulum nasional dan kurikulum merdeka. Program tersebut dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan pelatihan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi hasil pelatihan. Implementasi program pengembangan guru memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi profesional guru, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital dan penerapan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif. Dampak lainnya terlihat pada meningkatnya keaktifan siswa, prestasi belajar, serta terciptanya proses pembelajaran yang lebih variatif dan berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, program pengembangan guru terbukti berkontribusi signifikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Telkom Purwokerto.</p> Fatimatuzzahro Laeliyah, Anggi Nuril Handayani Copyright (c) 2026 Fatimatuzzahro Laeliyah, Anggi Nuril Handayani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/978 Fri, 01 May 2026 00:00:00 +0700 PERAN ORANG TUA DALAM MENANAMKAN LITERASI DIGITAL SEBAGAI BAGIAN DARI TARBIYAH ANAK DI ERA DIGITAL https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1019 <p>Perkembangan teknologi digital memberikan dampak besar terhadap pola pendidikan dan pembentukan karakter anak usia dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran orang tua dalam menanamkan literasi digital dan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian pustaka (<em>library research</em>) melalui analisis berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan penelusuran literatur, sedangkan analisis data menggunakan <em>content analysis</em> dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran strategis sebagai pendamping digital, pengawas, sekaligus teladan dalam membentuk karakter anak. Literasi digital yang baik membantu orang tua mengarahkan anak memilih konten edukatif, memahami etika bermedia, serta mengurangi risiko paparan konten negatif. Selain itu, pendekatan pengasuhan yang dialogis, religius, dan adaptif terbukti mampu memperkuat perkembangan moral, emosional, dan sosial anak di tengah perkembangan teknologi modern. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi keluarga dan pendidik dalam menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, edukatif, serta selaras dengan nilai-nilai Islam bagi anak usia dini kontemporer</p> Solehudin Solehudin Copyright (c) 2026 Solehudin, Solehudin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1019 Fri, 08 May 2026 00:00:00 +0700 Implementasi Deep learning Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1052 <p><em>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI) masih sering berfokus pada aspek kognitif dan hafalan, sehingga diperlukan pendekatan yang mampu mendorong pemahaman mendalam peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Deep Learning Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru PAI, dan peserta didik kelas VII F. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi deep learning dilaksanakan melalui tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) dengan mengidentifikasi latar belakang peserta didik, materi pelajaran, dan dimensi profil lulusan. Pada tahap pelaksanaan, prinsip mindful learning diterapkan melalui pembiasaan doa dan refleksi; meaningful learning melalui pengaitan materi dengan kehidupan nyata; serta joyful learning melalui variasi metode, lagu, dan aktivitas interaktif. Evaluasi dilakukan secara komprehensif melalui asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Kesimpulannya, pendekatan deep learning mampu meningkatkan keterlibatan, pemahaman, serta pembentukan karakter peserta didik dalam pembelajaran PAI.</em></p> Haykal Aufar Ahdan, Nurfuadi Nurfuadi Copyright (c) 2026 Haykal Aufar Ahdan, Nurfuadi Nurfuadi https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1052 Thu, 28 May 2026 00:00:00 +0700