KUASA SUARA PEREMPUAN: NEGOSIASI WACANA DAN AGENSI SINDEN BANYUMASAN DALAM SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL

Authors

  • Kholid Mawardi Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Inten Mustika Kusumaningtias Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Bayu Hizbulloh Ibnu Mubarok Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia
  • Maritza Hazna Mawardi Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia

Keywords:

sinden Banyumasan, representasi gender, agensi perempuan, seni pertunjukan tradisional, performativitas budaya

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran perempuan sinden dalam pelestarian seni pertunjukan tradisional Banyumasan serta bagaimana representasi gender membentuk posisi, kuasa, dan agensi mereka di tengah struktur budaya patriarkal. Menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologis, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan 12 informan—termasuk sinden aktif, dalang, pelatih karawitan, dan pemerhati budaya—serta observasi partisipatif pada pertunjukan tradisional di Kabupaten Banyumas. Analisis tematik interpretatif berbasis model Miles dan Huberman diperkaya dengan teori gender dan representasi (Hall, Butler), teori agensi perempuan (Ortner, Giddens), serta teori performativitas dalam seni tradisi. Temuan menunjukkan bahwa sinden Banyumasan bukan sekadar pelengkap estetika, melainkan agen budaya yang aktif menegosiasikan identitas, menggunakan strategi resistensi simbolik, dan beradaptasi dengan modernitas melalui media digital tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal. Meski menghadapi stereotip gender dan keterbatasan pengakuan institusional, sinden menunjukkan agensi kultural melalui improvisasi tembang, interaksi ekspresif dengan penonton, dan pembentukan komunitas solidaritas. Penelitian ini menawarkan pembacaan ulang terhadap posisi perempuan dalam seni tradisional, menegaskan bahwa tubuh dan suara sinden adalah medan wacana di mana kuasa, identitas, dan representasi terus dinegosiasikan. Kontribusi utama penelitian ini adalah memperkuat narasi lokalitas Banyumas dalam kajian gender dan seni pertunjukan, sekaligus memberi rekomendasi kebijakan untuk pelestarian budaya yang sensitif gender.

References

Butler, J. (1990). Gender trouble: Feminism and the subversion of identity. Routledge.

Butler, J. (1993). Bodies that matter: On the discursive limits of sex. Routledge.

Giddens, A. (1984). The constitution of society: Outline of the theory of structuration. University of California Press.

Habsari, S. K. (2015). Tubuh perempuan dan resistensi dalam seni pertunjukan Jawa. Jurnal Perempuan, 20(3), 45-62.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. SAGE Publications.

Harding, S. (1987). Feminism and methodology: Social science issues. Indiana University Press.

Kartika, D. (2020). Performativitas gender dalam seni lengger Banyumas. Jurnal Kajian Budaya Nusantara, 8(2), 112-128.

Laksono, P. M. (2021). Resistensi simbolik perempuan dalam tradisi Jawa. Antropologi Indonesia, 42(1), 34-51.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.

Nasr, F. A. (2024). Kuasa simbolik dan negosiasi gender dalam seni pertunjukan Jawa. Jurnal Sosiologi Budaya, 15(1), 78-95.

Neuman, W. L. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (7th ed.). Pearson.

Nuraini, S. (2017). Strategi diam sebagai agensi perempuan dalam seni tradisi Jawa Tengah. Jurnal Perempuan dan Kebudayaan, 12(2), 156-173.

Ortner, S. B. (1974). Is female to male as nature is to culture? In M. Z. Rosaldo & L. Lamphere (Eds.), Woman, culture, and society (pp. 67-87). Stanford University Press.

Pramujiono, T. (2019). Sinden sebagai pelaku naratif dalam tradisi wayang Banyumas. Jurnal Seni Pertunjukan Indonesia, 29(1), 45-62.

Sari, M. P. (2018). Relasi kuasa gender dalam seni pertunjukan tradisional: Studi kasus sinden di Jawa Tengah. Jurnal Kajian Gender, 8(1), 89-107.

Setyaningsih, R. (2022). Representasi perempuan dalam wayang kulit: Antara tradisi dan modernitas. Jurnal Budaya Nusantara, 14(2), 134-152.

Spradley, J. P. (1980). Participant observation. Holt, Rinehart and Winston.

Sutrisna, D. (2022). Narasi maskulin dalam pewayangan dan seni tradisi Jawa. Jurnal Antropologi Budaya, 7(2), 112-129.

Utami, R. W. (2020). Fenomenologi tubuh dalam pertunjukan sinden Jawa. Jurnal Kajian Seni, 6(2), 178-195.

Utami, R. W. (2021). Agensi kultural sinden dalam pertunjukan tradisional Jawa. Jurnal Sosiologi Seni, 9(1), 56-74.

Wijayanto, A. (2020). Estetika vokal sinden Banyumasan: Antara tradisi dan inovasi. Jurnal Etnomusikologi Indonesia, 10(1), 34-52.

Wulandari, T. (2019). Transformasi peran sinden dalam seni pertunjukan Jawa kontemporer. Jurnal Seni dan Budaya, 17(2), 145-162.

Wulandari, T. (2023). Reartikulasi posisi gender dalam seni tradisi Jawa. Jurnal Kajian Feminisme, 11(1), 89-106.

Yulianti, D. (2022). Sinden Banyumasan dalam era digital: Negosiasi identitas dan pelestarian budaya. Jurnal Komunikasi Budaya, 13(2), 167-185

Downloads

Published

2026-01-04