ORIENTALISME: PENGERTIAN, OBJEK, RUANG LINGKUP, DAN LATAR BELAKANG MUNCULNYA KAUM ORIENTALIS

Authors

  • Muhammad Riza Fahlevi Ar Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, UIN Sumatera Utara Medan
  • Abd. Rahman Nasution Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, UIN Sumatera Utara Medan
  • Munir Al Ansor Hasibuan Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam, UIN Sumatera Utara Medan

Keywords:

Orientalisme, Studi Islam, Kolonialisme, Metodologi, Bias Intelektual

Abstract

Kajian orientalisme merupakan disiplin ilmu Barat yang sangat krusial dalam memengaruhi cara pandang dunia terhadap Islam dan Timur. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengertian, objek, ruang lingkup, serta latar belakang munculnya kaum orientalis dari perspektif sejarah dan intelektual. Metodologi yang digunakan adalah analisis literatur kritis terhadap karya-karya orientalis klasik maupun modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa orientalisme memiliki wajah ganda; di satu sisi memberikan kontribusi signifikan dalam bidang filologi dan dokumentasi manuskrip, namun di satu sisi sarat dengan bias ideologis, kepentingan kolonial, dan agenda misionaris. Objek kajiannya sangat luas, mencakup Al-Qur'an, Hadis, sejarah, hingga hukum Islam, yang sering kali dianalisis menggunakan paradigma Eurosentris. Melalui pemahaman yang mendalam, diharapkan masyarakat akademis dapat menyikapi karya orientalis secara kritis, yakni dengan mengambil manfaat metodologisnya sembari tetap waspada terhadap distorsi fakta yang mungkin muncul. Kesimpulannya, orientalisme tetap relevan sebagai bahan diskusi intelektual untuk memperkuat metodologi studi Islam internal yang lebih objektif dan otoritatif.

References

Algadri, H. (1984). Snouck Hurgronje: Politik Belanda terhadap Islam dan Keturunan Belanda. Jakarta: Penerbit Sinar Harapan.

Al-Shalih, Sa‘id Al-Din Al-Sayyid. (1999). Jaringan Konspirasi Menentang Islam. Terj. Muhammad Thalib. Yogyakarta: Wihdah Press.

Arroisi, J & Afkar, M. (2020). Islam on Al-Attas and Wilfred C. Smith Perspective (Analysis Study on The Meaning of Islamic Religion). Kalimah: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 18(2), 308.

Azra, A. (2002). Historiografi Islam Kontemporer: Wacana Aktual dan Aktor Sejarah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Daniel, N. (1960). Islam and the West: The Making of an Image. Edinburgh: Edinburgh University Press.

Hamim, T. (2004). Islam & NU di Bawah Tekanan Problematik Kontemporer: Dialektika Kehidupan Politik, Agama, Pendidikan dan Sosial Masyarakat Muslim. Surabaya: Diantama.

Martin, R. (1985). Islam and Religious Studies: An Introductory Essay. Dalam Richard C. Martin (Ed.), Approaches Islam in Religious Studies. Tucson: The University of Arizona Press.

Said, EW. (1979). Orientalism. New York: Pantheon Books.

Saifullah. (2020). Orientalisme dan Implikasi kepada Dunia Islam. Mudarrisuna: Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 10(2), 187. http://dx.doi.org/10.21043/addin.v10i1.1128

Schacht, J. (1950). The Origins of Muhammadan Jurisprudence. Oxford: Clarendon Press.

Sholihah, I. (2022). Kajian Hadits Perspektif Orientalis. Samasyat: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 6(1), 20–21.

Downloads

Published

2026-01-16