MENERAPKAN MAKNA, TUJUAN, DAN PANDANGAN HIDUP GURU BERDASARKAN KECINTAAN TERHADAP PRINSIP MORAL DAN KEYAKINANNYA TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA DALAM PEMBELAJARAN BERMAKNA UNTUK PAI

Authors

  • GanGan Sayid Mikdad UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Irawan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Keywords:

internalisasi spiral, guru PAI, kehampaan eksistensial, ritual malam, iklim kelas rahmah, fenomenologi

Abstract

Penelitian kualitatif berdesain fenomenologi ini bertujuan mengungkap proses internalisasi prinsip moral dan ketuhanan sebagai pandangan hidup guru Pendidikan Agama Islam (PAI) serta implikasinya terhadap praktik pembelajaran bermakna. Partisipan berjumlah delapan guru PAI (4 laki-laki, 4 perempuan) dari SMA negeri dan madrasah aliyah di wilayah Bandung Raya yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pada 12 pertemuan kelas, dan analisis dokumen (RPP, jurnal refleksi, catatan siswa). Analisis dilakukan secara tematik dengan pendekatan Braun dan Clarke (2006). Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama yang bersifat spiral dan saling terkait: (1) kehampaan eksistensial sebagai titik awal, (2) ritual malam (tahajud dan istighfar) sebagai mekanisme regenerasi spiritual, dan (3) ruang kelas sebagai arena pembentukan iklim rahmah kolektif yang berangkat dari kerentanan guru. Temuan ini memperkaya Teori Internalisasi Spiral Berbasis Tauhid (Sutrisno & Mulyani, 2023) dengan konsep “spiral terputus” dan “rahmah berbasis kerentanan”. Implikasi praktis meliputi pengembangan modul “Kerentanan Guru sebagai Kekuatan Pedagogis” untuk Kurikulum Merdeka serta program pendampingan kesejahteraan emosional guru PAI

References

Al-Qur’an Al-Karim dan Terjemahannya dengan transliterasi, Departemen Agama RI, Semarang: PT. Karya Toha Putra,t.t.

Asy-Syahida, SN, Koestanti, M., & Irawan, I. (2025). Epistemologi Pendidikan Islam Al Syaibany Dalam Pembelajaran Akhlak. Raudhah Bangga Menjadi Profesional : Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 9 (3), 870–882. https://doi.org/10.48094/raudhah.v9i3.744

Ausubel, D. P. (1968). Educational Psychology: A Cognitive View. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Fathoni, A. (2024). Peran refleksi diri guru PAI dalam membentuk iklim kelas rahmah. Jurnal Tarbiyah, 31(1), 45–60. https://doi.org/10.24235/jt.v31i1.2345

Hidayatullah, S., & Suparlan, S. (2021). Pembelajaran bermakna afektif dalam Pendidikan Agama Islam: Studi kasus di SMA Negeri Jakarta. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 45–62. https://doi.org/10.24042/al-tadzkiyyah.v12i1.5678

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Rahayu, R., Prastowo, A., & Suryana, D. (2022). Guru PAI sebagai uswah hasanah: Integrasi kognitif, afektif, dan psikomotorik di MAN 2 Yogyakarta. EduReligia:Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), 23–40. https://doi.org/10.55210/edureligia.v6i1.234

Sutrisno, S., & Mulyani, M. (2023). Internalisasi nilai tauhid dan akhlak karimah dalam pembelajaran PAI: Pendekatan fenomenologi spiral. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 20(2), 112–130. https://doi.org/10.14421/jpai.2023.202-06

Tafsir, A. (2015).Pendidikan Agama Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Downloads

Published

2025-12-22