VALIDASI EMPIRIS MODEL DEEP LEARNING INTEGRATIF TRANSENDEN (MDLIT) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 52 KOTA BANDUNG
Keywords:
Deep Learning, Filsafat Pendidikan Islam, Integrasi Ilmu, Muraqabah, Hikmah, Sa‘adah, Model MDLITAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi secara empiris Model Deep Learning Integratif Transenden (MDLIT) sebagai kontribusi orisinal dalam Filsafat Pendidikan Islam. Model ini merekonstruksi trilogi Deep Learning (Mindful, Meaningful, dan Joyful) melalui perspektif Tauhid dan integrasi ilmu pengetahuan Islam dengan menekankan tiga nilai utama, yaitu Muraqabah (kesadaran spiritual), Hikmah (kebijaksanaan epistemologis), dan Sa‘adah (kebahagiaan hakiki). Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods eksploratif dengan subjek satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan tiga puluh dua siswa kelas IX SMP Negeri 52 Kota Bandung tahun ajaran 2025–2026. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen (RPP, modul ajar, dan buku teks), observasi kelas, angket siswa, serta wawancara guru PAI, kemudian dianalisis menggunakan content analysis, statistik deskriptif, dan sintesis filosofis-empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Mindful–Meaningful–Joyful Learning telah diterapkan sebagian dengan rata-rata persepsi siswa sebesar 4,05 (kategori “baik”). Siswa menunjukkan peningkatan kesadaran spiritual dan kebahagiaan belajar, sementara integrasi antara ilmu agama dan sains masih terbatas. Guru PAI menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pembelajaran reflektif berbasis Tauhid, meskipun belum memiliki model konseptual yang sistematis. Secara filosofis, temuan ini memperkuat pandangan Irawan (2019, 2020) bahwa pendidikan Islam perlu merekonstruksi budaya belajar berdasarkan kesatuan ilmu, iman, dan adab. Dengan demikian, MDLIT memiliki validitas empiris awal sebagai kerangka pedagogis transendental yang mengintegrasikan dimensi ontologis (muraqabah), epistemologis (hikmah), dan aksiologis (sa‘adah) dalam pembentukan Insan Kamil
References
Al-Attas, S. M. N. (1991). The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. Kuala Lumpur: ISTAC.
Al-Faruqi, I. R. (1989). Islamization of Knowledge: General Principles and Work Plan. Herndon, VA: International Institute of Islamic Thought (IIIT).
Anna, D. N. (2022). Metode sains menurut Ian G. Barbour dan sumbangannya terhadap pengkajian Islam. Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya, 3(1), 1–17.
Arifin, M. F. S., Efendi, E., & Nurhayati, N. S. Y. (2022). Agama dan sains dalam struktur pembidangan studi Islam di Indonesia. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan, 17(1), 67–87.
Barbour, I. G. (2000). When Science Meets Religion: Enemies, Strangers, or Partners? San Francisco, CA: HarperSanFrancisco.
Biggs, J., & Tang, C. (2011). Teaching for Quality Learning at University (4th ed.). Maidenhead: McGraw-Hill.
Fauzi, I. S., Irawan, & Hasanah, A. (2023). Pandangan falsifikasionisme tentang keberadaan Tuhan dalam pembelajaran konsep entropi. Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya, 29(4), 25–32.
Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep Learning: Engage the World Change the World. Thousand Oaks, CA: Corwin.
Gardner, H. (1999). The Disciplined Mind: What All Students Should Understand. New York: Simon & Schuster.
Irawan. (2017). Paradigma keilmuan manajemen pendidikan islam. Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 297–315.
Irawan. (2019). Filsafat Manajemen Pendidikan Islam. Bandung: Rosdakarya.
Irawan. (2020). Manajemen Perubahan: Transformasi dan Perubahan Budaya Organisasi. Bandung: IAIN–UIN Press.
Irawan, & Priatna, T. (2023). Etika mahabbah dalam pendidikan Islam kontemporer. Jurnal Budi Pekerti Agama Islam (JBPAI), 2(3), 123–135.
Julhamdani, F., Irawan, & Priatna, T. (2023). Peranan struktur filsafat ilmu dalam pembelajaran agama Islam untuk meningkatkan pendidikan karakter. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 6(4), 4491–4497.
Langer, E. J. (1997). The Power of Mindful Learning. Reading, MA: Addison-Wesley.
Lestari, S. H. (2020). Islamization of knowledge of Ismail Raji Al-Faruqi in typologies of science and religion. TA’LIM: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 3(2), 127–141.
Lings, M. (1975). What is Sufism? London: George Allen & Unwin.
Maulana, M. N. A., Aulia, F., & Irawan. (2025). Analisis pemahaman Al-Ghazali dan Abu Thalib Al-Makky terhadap struktur keilmuan PAI. Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(1), 13–29.
Nasr, S. H. (1981). Knowledge and the Sacred. New York: Crossroad.
Nuraeni, R., & Irawan. (2021). Implementation of scientific integration concept monitoring and evaluation on the pesantren learning curriculum. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(2), 86–95.
Permana, G. S., Irawan, & Priatna, T. (2024). Hegemoni kekuasaan penguasa terhadap pendidikan bermoral dalam tataran ontologis, epistemologis dan aksiologis. Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat, 2(3), 123–131.
Popper, K. (2002). The Logic of Scientific Discovery. London: Routledge Classics.
Trianti, E., Irawan, & Priatna, T. (2025). Integrasi filsafat ilmu dalam pendidikan karakter di lembaga pendidikan Islam: Tantangan dan peran guru. Educompassion: Jurnal Integrasi Pendidikan Islam dan Global, 1(3).
Wan Daud, W. M. N. (1998). The Educational Philosophy and Practice of Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Kuala Lumpur: ISTAC.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hadiyanto, Irawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





