PERAN METODOLOGI STUDI ISLAM DALAM MENGHADAPI DEISLAMISASI MELALUI MEDIA DAN BUDAYA POPULER

Authors

  • Wirya Fatiha Alif Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Negeri Jakarta
  • Muhammad Rafli Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Negeri Jakarta
  • Dhika Bintang Dwiputra Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Negeri Jakarta

Keywords:

Metodologi Studi Islam, Deislamisasi, Media, Budaya Populer, Dakwah Kultural

Abstract

Fenomena deislamisasi yang kian marak melalui media dan budaya populer menjadi tantangan serius bagi umat Islam di era digital. Arus informasi global yang sarat dengan nilai-nilai sekuler, hedonistik, dan liberal sering kali menggusur nilai-nilai Islam dari ruang publik serta membentuk persepsi baru tentang identitas keislaman yang superfisial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran metodologi studi Islam dalam menghadapi proses deislamisasi tersebut, dengan menyoroti relevansi pendekatan normatif-teologis, historis, sosiologis, dan kultural dalam membaca realitas kontemporer. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research), penelitian ini menelaah berbagai karya ilmiah, teori komunikasi Islam, serta pandangan ulama dan pemikir Muslim mengenai strategi revitalisasi nilai Islam dalam media dan budaya populer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metodologi studi Islam memiliki fungsi strategis sebagai kerangka epistemologis yang tidak hanya memahami teks wahyu, tetapi juga menafsirkan konteks sosial budaya secara kritis. Melalui integrasi pendekatan tekstual dan kontekstual, studi Islam mampu melahirkan paradigma dakwah kultural yang kreatif, etis, dan relevan dengan kebutuhan generasi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan metodologi studi Islam menjadi kunci dalam membangun kesadaran kritis, literasi media, dan rekonstruksi budaya populer yang berorientasi pada nilai-nilai tauhid dan kemaslahatan umat.

References

Alhadi, I. A. (2023). Pendekatan psikologi dalam studi Islam. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Thawalib, 2(1), 37–46. https://doi.org/10.54150/thame.v2i1.178

Azzahra, S. (2024). Budaya Pop dan Transformasi Identitas Muslim: Pendekatan Kualitatif. Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan.

El Hanif, Z. Q., Al-Kattani, A. H., Alim, A., Irfan, M. A., & Fadhlan, M. (2025). Landasan filosofis pendidikan Islam dalam pemikiran Imam Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah. Tasfiyah: Jurnal Pemikiran Islam, 9(2), 327–351. https://doi.org/10.21111/tasfiyah.v9i2.15042

Ibad, a. (2025, Maret 30). Kompasiana.com. Retrieved from Islam dan Budaya Populer: Menjaga Identitas di Era Globalisasi: https://www.kompasiana.com/ivad8202/67e8d345ed6415176851ca02/islam-dan-budaya-populer-menjaga-identitas-di-era-globalisasi

Mastiyah, S. (2024). Pendekatan Psikologi Dalam Studi Islam. Al-Misbah (Jurnal Prodi PGMI), 10(1 Juni), 64–80. https://doi.org/10.70688/almisbah.v10iNo.1Juni.406

Munte, H. (2023). Kontribusi pendekatan sosiologi dalam studi Islam. Indonesian Journal of Multidisciplinary Scientific Studies, 1(3), 39–45.

Rizki, N. J., Yurna, Y., Erviana, R., Nurafifah, S., & Babullah, R. (2023). Metodologi studi Islam (Perspektif Arkoun dan Ibrahim M. Abu Rabi'). Jurnal Pendidikan Indonesia (JOUPI), 1(3),

Rozali, M., & Sumanti, S. T. (2020). Metodologi studi Islam dalam perspectives multydisiplin keilmuan. PT Rajawali Buana Pusaka.

Downloads

Published

2025-12-17