HUMANISASI ILMU AGAMA SEBAGAI DASAR REKONSILIASI SAINS DAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF MUHYAR FANANI

Authors

  • Shyeftya Nurdyan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
  • Himatun Nisa Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
  • Lailatul Qodriah Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
  • Arditya Prayogi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia

Keywords:

Humanisasi Ilmu, Sains modern, Rekonsiliasi Islam, Muhyar Fanani, Epistemologi Islam

Abstract

Humanisasi ilmu agama menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kembali Islam normatif dengan realitas historisnya, terutama dalam menghadapi kemajuan sains modern. Penelitian ini bertujuan menelaah konsep humanisasi ilmu agama sebagai dasar integrasi antara sains dan Islam menurut pemikiran Muhyar Fanani. Metode yang digunakan ialah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui analisis berbagai sumber terkait humanisasi, epistemologi Islam, dan pemikiran Fanani. Hasil kajian menunjukkan bahwa humanisasi ilmu agama dijalankan melalui tiga proses utama: mengoptimalkan ilmu pengetahuan dalam memahami ajaran agama, menyesuaikan ajaran dengan dinamika sosial, serta menerapkan nilai-nilai moral secara reflektif dalam kehidupan individu. Ketiga proses ini membuka ruang dialog yang konstruktif antara ilmu agama dan sains tanpa menghilangkan dimensi ilahiah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa humanisasi memberikan kerangka yang efektif bagi harmonisasi nilai agama dan sains, sehingga keduanya dapat berkolaborasi dalam membangun peradaban yang lebih humanis dan beradab

References

Abid, M. (2023). Strategi Humanisasi Ilmu-Ilmu Keislaman Dalam Pandangan. 15(April), 84–104.

Adinugraha, H. H., & Khobir, A. (n.d.). Harmonisasi.

Ali, D. (n.d.). Konsep islam liberal abdurrahman wahid dan implikasinya terhadap pendidikan islam. 24, 21–54.

Faizatus Zulfa, J. A. (2023). Strategi Humanisasi Ilmu-Ilmu Keislaman Dalam Pandangan . Tasamuh: Jurnal Studi Islam, 84-104.

Hermawan, A. (n.d.). Ontologi manusia perspektif seyyed huseen nasr dan relevansinya dengan pembentukan moralitas kepemimpinan bangsa. 6(2), 15–30.

Ilaina, R., Ahid, N., & Presetiyo, A. E. (2022). Epistemology of Interdisciplinary Research at Islamic Study on State Islamic Religious Higher Education in Indonesia. 8(1), 1–20.

Kritis, A., Humanisasi, P., & Agama, I. (2018). Analisis Kritis Permasalahan Humanisasi Ilmu Agama. 4(1), 51–66.

Maulana, (2018) “Analisis Kritis Permasalahan Humanisasi Ilmu Agama.” Hikmatuna 4, no. 1: 51–66.

Mubarok, A. Z. (2019). Model pendekatan pendidikan karakter di pesantren terpadu. Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 134-145.

Muhyar Fanani, (2020) Spiritualisasi Imu Politik Revitalisasi Demokrasi Pancasila, (Jakarta: Haja Mandiri), 53–56.

Sciences, S., & Spiritualization, T. (2022). Integration of Islamic Sciences and Secular Sciences Through Spiritualization and Humanization Approaches. 8(1), 1–15.

Shania, S.S. (2024). Humanisasi Pendidikan Islam Persepektif Kurikulum Merdeka Dan Al-Quran. Kutubkhanah, 24(1), 36-50.

Soleh, A. K. (2020). Integrasi Quantumagama Dan Sains, Malang: UIN Maliki Press.

Downloads

Published

2025-12-08