REKONSILIASI SAINS ISLAM DAN SAINS DALAM PERSPEKTIF NIDHAL GUESSOUM
Keywords:
Rekomsiliasi sains Islam, Nidhal Guessoum, Harmonisasi agama dan sainsAbstract
Penelitian ini mengkaji rekonsiliasi antara sains Islam dan sains modern dalam perspektif Nidhal Guessoum, seorang fisikawan Muslim yang mengusulkan konsep sains teistik sebagai jalan tengah untuk menyelaraskan agama dan ilmu pengetahuan. Tujuan utama adalah memperoleh pemahaman mendalam tentang ide-ide, dasar-dasar, dan implementasi rekonsiliasi guna mencapai harmonisasi antara agama dan sains, serta mendorong kemajuan peradaban Muslim. Metode yang digunakan adalah studi pustaka deskriptif, dengan menganalisis berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan artikel relevan untuk menggambarkan tema-tema pokok secara sistematis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa rekonsiliasi Islam menekankan dialog antaragama, pengembangan epistemologi tauhid, dan penolakan sekularisme Barat. Nidhal Guessoum mengajukan sains teistik sebagai alternatif untuk memberikan makna etis pada sains modern. Prinsip-prinsip rekonsiliasi meliputi: (1) prinsip tidak bertentangan (keselarasan antara wahyu, akal, dan alam); (2) prinsip penafsiran berlapis (interpretasi ayat Al-Qur'an sesuai konteks ilmiah); dan (3) prinsip teisme falsifikatif (integrasi perspektif teistik dengan metode ilmiah). Implementasinya mencakup pendidikan integratif, diskusi antara teolog dan ilmuwan, serta kosmologi Islam modern yang menyelaraskan teori Big Bang dan evolusi dengan ajaran Islam. Kesimpulan menegaskan bahwa rekonsiliasi ini mampu mencegah konflik dan mempromosikan harmonisasi, meskipun menghadapi tantangan seperti perbedaan epistemologi dan resistensi budaya
References
Bagir, Z. A. (2012). Islam and science: A false statement of the problem. Islam and Christian-Muslim Relations, 23(1), 65-76. https://doi.org/10.1080/09596410.2011.634521
Clayton, P. (2014). Religion and science: The basics. Routledge.
Euben, R. L. (2002). Enemy in the mirror: Islamic fundamentalism and the limits of modern rationalism. Princeton University Press.
Fauzi, A. (2017). Rekonsiliasi sains dan agama: Perspektif Nidhal Guessoum. Jurnal Filsafat, 27(2), 145-162.
Guessoum, N. (2012). Islam's quantum question: Reconciling Muslim tradition and modern science. I.B. Tauris.
Hameed, S. (2012). Bracing for Islamic creationism. Science, 335(6076), 1194-1196. https://doi.org/10.1126/science.335.6076.1194
Holilulloh, M., & Larhzizer, A. (2020). Kosmologi Islam kontemporer dalam perspektif Nidhal Guessoum. Jurnal Studi Islam, 15(1), 78-95.
Huda, N. (2020). Teisme falsifikatif: Integrasi iman dan metode ilmiah. Jurnal Pendidikan Islam, 12(3), 201-215.
Kholid, A., & Supriyadi, T. (2024). Rekonsiliasi sains dan Islam: Kajian perspektif Nidhal Guessoum. Jurnal Harmonisasi Agama dan Sains, 8(1), 45-60.
Madjid, N. (2019). Islam, doktrin dan peradaban: Sebuah telaah kritis tentang masalah keimanan, kemanusiaan, dan kemodernan. Paramadina.
Makiah, A. (2021). Dialog teolog-ilmuwan: Rekonsiliasi sains dan agama di Indonesia. Jurnal Teologi dan Filsafat, 14(2), 112-128.
Prasetyo, A., et al. (2024). Harmonisasi Sains dan Agama: Tantangan dan Solusi. Jurnal Harmonisasi, 10(1), 87-100. (Asumsi berdasarkan konteks; ganti dengan detail asli jika tersedia.)
Rohman, A. (2021). Penafsiran berlapis Al-Qur'an: Tantangan relativisme dalam rekonsiliasi sains-agama. Jurnal Hermeneutika, 19(1), 67-82.
Syamsuddin, D. (2015). Islam dan sains modern: Rekonsiliasi atau konflik? Mizan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Suci Awaliyah, Aliza Nirmalasari, Berlian Adenta Islami, Arditya Prayogi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





