PENGILMUAN ISLAM: GAGASAN PENGILMUAN KUNTOWIJOYO

Authors

  • Nur Rohmah Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia
  • Fara Kanza Azzahra Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia
  • Fadilah Amalia Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia
  • Arditya Prayogi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia

Keywords:

Pengilmuan Islam, Trilogi Profetik, Pendidikan Islam

Abstract

Paradigma keilmuan modern telah menciptakan dikotomi tajam antara ilmu agama dan ilmu umum, menyebabkan keilmuan Islam menjadi terlalu tekstual dan normatif, sementara sains sekuler kehilangan landasan etika dan transendensi. Untuk mengatasi hal ini, konsep pengilmuan Islam Kuntowijoyo menawarkan alternatif fondasional yang berbeda dari pendekatan reaktif "islamisasi ilmu". Alih-alih sekadar menambahkan nilai-nilai Islam ke dalam kerangka Barat yang sudah ada, pengilmuan Islam mengambil inti epistemologisnya dari wahyu Ilahi, menerjemahkan prinsip-prinsip Al-Qur'an menjadi teori-teori ilmiah yang rasional, empiris, dan berorientasi sejarah. Proses ini dipandu oleh Trilogi Profetik Kuntowijoyo humanisasi, liberasi, dan transendensi yang memastikan ilmu pengetahuan melayani martabat manusia, keadilan sosial, dan orientasi ketuhanan. Penelitian ini, yang menggunakan studi kepustakaan kualitatif, menunjukkan bahwa pengilmuan Islam menyediakan kerangka terpadu yang koheren untuk pendidikan tinggi Islam (PTKI). Implementasinya dapat dilakukan melalui integrasi kurikulum, metodologi penelitian multidisiplin yang menyelaraskan wahyu dan akal, serta penerapan praktis dalam bidang-bidang seperti ekonomi (keuangan Syariah) dan pendidikan. Pada akhirnya, integrasi ini bukan hanya akademis, melainkan sebuah visi yang diperlukan untuk menghasilkan ilmu pengetahuan yang membangun peradaban dan membimbing manusia menuju nilai-nilai ilahiah

References

Abidin, M. Z. (2021). Pengislaman Ilmu Vs Pengilmuan Islam: Studi Model Penerapan Ilmu Integralistik Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia. ABHATS: Jurnal Islam Ulil Lbab, 2(2), 115–133.

Afida, I. (2016). ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN ( Syed Muhammad Naquib Al-Attas ). 285–305.

Badar, M. Z. (2020). Konsep Integrasi antara Islam dan Ilmu Telaah Pemikiran Kuntowijoyo. An-Nas, 4(1), 45–58.

Firdaus, D. A. (2022). Pengilmuan Islam : Konsep dan Implementasi dalam Riset Ilmiah. 02(01).

Fitriana, I., & Arsinta, A. (2024). Islam dan Sain : Telaah Terhadap Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Pengilmuan Islam. 1(3), 286–299.

Furoidah, N. L. (2020). Islam dan Sains : Telaah Terhadap Islamisasi Ilmu Pengetahuan , Pengilmuan Islam dan Paradigma Integrasi Interkoneksi-Transintegrasi Ilmu. 3(1), 266–281.

Izudin, A. (2018). PARADIGMA INTEGRASI-INTERKONEKSI: Analisis Epistemologi Pemikiran Keislaman M. Amin Abdullah. 103–122.

Kuntowijoyo. (2007). Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi, dan Etika. Tiara Wacana.

Leprianida, L. (2009). STUDI PEMIKIRAN KUNTOWIJOYO TENTANG ILMU SOSIAL PROFETIK. UIN RADEN FATAH PALEMBANG.

Syukri, A. (2021). Islam dan Sains : Antara Islamisasi Ilmu , Pengilmuan Islam , dan Transintegrasi Ilmu. 21(2), 1–2.

Yusuf, M. Y., Sutrisno, & Karwadi. (n.d.). EPISTEMOLOGI SAINS ISLAM PERSPEKTIF AGUS PURWANTO Mohamad. 17(3), 65–90.

Downloads

Published

2025-12-03