Eksistensi Tradisi Nganteuran Pada Masyarakat Sunda Dilingkungan Masyarakat Islam Ranau

Authors

  • Siti huzaimah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Indonesia
  • Meriyana Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung Indonesia
  • Ahmad Mukhlishin Universitas Ma’arif Lampung Indonesia

Keywords:

Tradisi Nganteuran, Masyarakat Sunda, Pluralism, Masyarakat Islam Ranau

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tentang tradisi nganteuran yang masih eksis hingga saat ini walaupun sudah berada di luar jawa dan sudah berada ditengah-tengah lingkungan masyarakat suku Ranau. Tradisi nganteuran adalah tradisi mengantarkan makanan khas lebaran seperti masakan yang berupa nasi, daging (ayam, sapi atau kerbau), ikan, hingga beragam jenis kue kering atau kue basah kepada orang terdekat seperti sanak saudara atau keluarga khususnya kepada saudara yang lebih tua. Khususnya oleh kalangan muda kepada orang yang lebih tua. Makanan biasanya di kemas dalam rantang bertingkat. Nganteuran merupakan sebuah tradisi yang mungkin saat ini sudah mulai jarang ditemukan khususnya di lingkungan masyarakat perkotaan. Tradisi nganteuran ini bisa eksis dan bertahan hingga saat ini karena di dalam tradisi nganteuran ini terdapat nilai-nilai dan makna-makna yang terkandung di dalamnya, nilai-nilai yang terkandung didalamnya adalah nilai kasih sayang (loves), nilai tanggung jawab (responsibility) dan nilai keserasian hidup (life harmony). Adapun makna dari tradisi nganteuran jika ditinjau dari teori interaksionisme simbolik Herbert Blumer yaitu; (a) Pemaknaan (meaning), Dalam penelitian ini masyarakat melakukan tradisi nganteuran dimaknai sebagai sarana dalam mempererat tali silaturahmi, penghormatan dan tanda kasih sayang kepada saudara atau keluarga yang lebih tua. Tradisi nganteuran juga memiliki makna bahwa dengan kita melakukan tradisi ini artinya kita masih bisa berbagi antar saudara sesama muslim. Adapun makanan yang terdapat dalam tradisi nganteuran seperti nasi, lauk seperti daging sapi, kambing, ayam atau ikan dan berbagai kue kering atau kue basah, semua itu juga memiliki makna. (b) Bahasa (Language) Tradisi nganteuran adalah sebuah hasil daripada suatu bentuk interaksi yang dibangun oleh para pendahulu yang beranggapan bahwa tradisi nganteuran tidak semerta-merta tradisi saling memberi saja, namun juga sebagai ajang berkumpulnya keluarga serta mempererat tali silaturahmi antar keluarga. Selain itu tradisi nganteuran juga memiliki makna kasih sayang dan penghormatan kepada orang yang lebih tua serta saling melengkapi antar saudara sesame muslim. (c) Pikiran (thought) Berdasarkan teori Blumer, manusia akan mencoba berpikir untuk  dapat merealisasikan makna dari simbol yang ada dikehidupan  sosialnya. Setelah itu, manusia akan menyepakati hasil makna dari suatu simbol dan disosialisasikan pada keturunannya. Sesudah dari hasil interaksi dan kesepakatan tersebut, para orang tua akan mengenal dan mengajarkan simbol tersebut kepada keturunannya agar dapat mempercayai dan menyakini pada simbol yang dibangun oleh para pendahulu kemudian dilakukan terus-menerus dan menjadikannya sebagai tradisi. Nilai-nilai dan makna-makna itulah yang mendasari tradisi nganteuran masih eksis dan bertahan hingga sekarang walaupun sudah berada ditengah-tengah lingkungan masyarakat yang bersuku Ranau. Adapun factor yang mempengaruhi eksistensi tradisi nganteuran diantaranya (a) Minat generasi selanjutnya dalam melestarikan tradisi nganteuran. (b) Kelonggaran dalam pelaksanaan tradisi. (c) Adanya persepsi positif yang berkembang di masyarakat.

References

Andi, wawancara dengan kalangan muda yang sudah menikah dan melaksanakan tradisi nganteuran, tanggal 27 Oktober 2023.

Ahmadi, Dadi. “Interaksi Simbolik: Suatu Pengantar” 09, no. 02 (2008): 10.

Anika, Farida. “Menanamkan Kesadaran Multikultural: Belajar Menghapus Prasangka Di SMA Don Bonco Padang.” Panamas, no. 1 (2008).

Chalil, Ahmad. Islam Jawa: Sufisme Dalam Etika Dan Tradisi Jawa. Malang: UIN Malang Press, 2008.

Kusnadi, wawancara dengan tokoh adat dan selaku orang yang pernah menerima dan melaksanakan tradisi nganteuran, 27 Oktober 2023.

Koentjaningrat. Kebudayaan, Mentalitas Dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2004.

Masnah, wawancara dengan kalangan muda yang sudah menikah dan sudah melaksanakan tradisi nganteuran, 27 Oktober 2023.

Mukhlishin, A., & Suhendri, A. (2017). Aplikasi teori sosiologi dalam pengembangan masyarakat Islam. INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication), 2(2), 211-234.

Mukhlishin, A., Suhendri, A., & Dimyati, M. (2018). Metode penetapan hukum dalam berfatwa. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 3(2 December), 167-184.

Meolong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2018.

Pakih, wawancara dengan selaku kepala desa sekaligus yang melaksanakan tradisi nganteuran, 26 Oktober 2023.

Paloma, Margaret M. Sosiologi Kontemporer. Jakarta: Rajawali Pers, 2013.

Rahayu, Eko Budi. . “. Eksistensi Kesenian ‘Cepetan Alas Cinta Karya Budaya’ Di Dusun Karangjoho Desa Karanggayam Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Timur. (Online), (Https://Eprints.Uny.Ac.Id/16256/1/SKRIPSI%20LENGKAP.Pdf).,” 2015. https://eprints.uny.ac.id/16256/1/SKRIPSI LENGKAP.pdf.

Rifai, Abubakar. Pengantar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Suka Press, 2021.

Risdi, Ahmad. Nilai-Nilai Sosial : Tinjuan Dari Sebuah Novel. Lampung: cv iqro, n.d.

Sari, Ratna. “Pemaknaan Ziarah Kubur Makam Keramat (Studi Kasus: Peziarah Makam Mbah Priok, Jakarta Utara).” Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2021.

Supriati, wawancara dengan orang yang bersuku jawa dan selaku orang yang pernah melakukan tradisi nganteuran, 30 Oktober 2023.

Soeprapto, Riyadi. Interaksionisme Simbolik Perspektif Sosiologi Modern. Malang: Averroes Press, 2002.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: CV Alfabeta, 2011.

Warisno, Andi. “Tradisi Tahlilan Upaya Menyambung Silaturahmi,” n.d.

Yuliani, Sri. Komunikasi Antar Budaya Masyarakat Mandar Dan Masyarakat Bugis Di Desa Lero Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Pare-Pare: IAIN Pare-Pare, 2020.

Zubaedi. Pendidikan Berbasis Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006.

Downloads

Published

2024-06-21

Issue

Section

Articles