Pengembangan Masyarakat Islam Melalui Optimalisasi Ekonomi Pesantren: Kontribusi Nahdlatul Ulama di Ponpes Darul ‘Ulum Sekampung, Lampung Timur

Authors

  • Ahmad Mukhlishin Universitas Ma’arif Lampung Indonesia

Keywords:

Pengembangan Masyarakat Islam, Nahdlatul Ulama, Ekonomi Pesantren, Ponpes Darul ‘Ulum

Abstract

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia memiliki peran yang sangat strategis dalam pengembangan masyarakat Islam, khususnya melalui optimalisasi ekonomi yang berbasis pada pondok pesantren. Pesantren saat ini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan dan transmisi keagamaan, tetapi telah bertransformasi menjadi agen perubahan sosial (agent of social change) dan pusat pemberdayaan ekonomi umat yang berlandaskan pada prinsip keadilan sosial, kemandirian, dan kebersamaan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai kontribusi NU dalam mendorong kemandirian dan pengembangan masyarakat melalui ekosistem pesantren, dengan mengambil fokus studi kasus di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Sekampung, Lampung Timur. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menemukan bahwa kontribusi kelembagaan diwujudkan dalam optimalisasi program pemberdayaan seperti pembentukan koperasi pesantren, Baitul Maal wat Tamwil (BMT), serta penguatan ekosistem kewirausahaan santri dan masyarakat sekitar. Secara keseluruhan, peran NU bersifat multidimensi, mencakup edukasi, pemberdayaan sosial-ekonomi, dan penguatan kohesi sosial, meskipun dalam praktiknya masih dihadapkan pada tantangan keterbatasan manajerial, akses permodalan, dan literasi digital

References

Ahmadi, Dadi. “Interaksi Simbolik: Suatu Pengantar” 09, no. 02 (2008): 10.

Anika, Farida. “Menanamkan Kesadaran Multikultural: Belajar Menghapus Prasangka Di SMA Don Bonco Padang.” Panamas, no. 1 (2008).

Chalil, Ahmad. Islam Jawa: Sufisme Dalam Etika Dan Tradisi Jawa. Malang: UIN Malang Press, 2008.

Koentjaningrat. Kebudayaan, Mentalitas Dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2004.

Mukhlishin, A., & Suhendri, A. (2017). Aplikasi teori sosiologi dalam pengembangan masyarakat Islam. INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication), 2(2), 211-234.

Mukhlishin, A., Suhendri, A., & Dimyati, M. (2018). Metode penetapan hukum dalam berfatwa. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 3(2 December), 167-184.

Fealy, G., & Barton, G. (1996). Nahdlatul Ulama, traditional Islam and modernity in Indonesia. Monash Asia Institute.

Hafidhuddin, D., & Tanjung, H. (2003). Manajemen syariah dalam praktik. Gema Insani Press.

Mubyarto. (2002). Ekonomi kerakyatan dalam era globalisasi. Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PUSTEP) Universitas Gadjah Mada.

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI). (2014). Ekonomi Islam. Rajawali Pers.

Wahid, A. (2001). Menggerakkan tradisi: Esai-esai pesantren. LKiS.

Zubaedi. (2013). Pengembangan masyarakat: Wacana dan praktik. Kencana Prenada Media Group.Sugiyono. Metode Penelitian Kuantatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: CV Alfabeta, 2011.

Warisno, Andi. “Tradisi Tahlilan Upaya Menyambung Silaturahmi,” n.d.

Yuliani, Sri. Komunikasi Antar Budaya Masyarakat Mandar Dan Masyarakat Bugis Di Desa Lero Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Pare-Pare: IAIN Pare-Pare, 2020.

Zubaedi. Pendidikan Berbasis Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006.

Downloads

Published

2026-09-09

Issue

Section

Articles