Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan Dampaknya terhadap Waktu Efektif Pembelajaran di SMK Takhassus Al-Qur’an

Authors

  • Drs. Ali Imron, M.Ag Program Studi Pendidikan Agama Isla, Universitas Sains Al-Qur'an Wonosobo, Indonesia
  • Sardatul Hikmah Program Studi Pendidikan Agama Isla, Universitas Sains Al-Qur'an Wonosobo, Indonesia
  • Rindiana Rindiana Program Studi Pendidikan Agama Isla, Universitas Sains Al-Qur'an Wonosobo, Indonesia
  • Ria Tri Hartini Program Studi Pendidikan Agama Isla, Universitas Sains Al-Qur'an Wonosobo, Indonesia
  • Denisa Amni Nabilah Amin Program Studi Pendidikan Agama Isla, Universitas Sains Al-Qur'an Wonosobo, Indonesia
  • Akhmad Muthohar Program Studi Pendidikan Agama Isla, Universitas Sains Al-Qur'an Wonosobo, Indonesia
  • Muhammad Akmal Program Studi Pendidikan Agama Isla, Universitas Sains Al-Qur'an Wonosobo, Indonesia
  • Fauzan Fauzan Program Studi Pendidikan Agama Isla, Universitas Sains Al-Qur'an Wonosobo, Indonesia
  • Siti Khadijah Program Studi Pendidikan Agama Isla, Universitas Sains Al-Qur'an Wonosobo, Indonesia

Keywords:

Makan Bergizi Gratis, waktu efektif, pembelajaran, peserta didik, sekolah

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang mendukung pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik selama mengikuti kegiatan pendidikan. Pelaksanaan program tersebut menjadi bagian dari aktivitas sekolah yang perlu diselaraskan dengan kegiatan pembelajaran agar keduanya dapat berjalan secara optimal. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta dampaknya terhadap waktu efektif pembelajaran di SMK Tahasus Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada guru dan peserta didik. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG memerlukan alokasi waktu tertentu untuk menerima, mengonsumsi, dan mengembalikan perlengkapan makan. Kondisi tersebut menyebabkan adanya penyesuaian terhadap waktu pembelajaran ketika pelaksanaan MBG berlangsung berdekatan dengan kegiatan belajar. Guru melakukan penyesuaian terhadap proses pembelajaran berdasarkan kondisi peserta didik dan waktu yang tersedia, sedangkan peserta didik memberikan tanggapan positif terhadap manfaat program MBG dalam memenuhi kebutuhan makan dan membantu menghemat pengeluaran untuk jajan. Pelaksanaan MBG dan pembelajaran tetap dapat berjalan, tetapi waktu pelaksanaannya perlu disesuaikan agar kegiatan makan tidak terlalu mengurangi waktu belajar. Penyesuaian waktu pelaksanaan menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung keterlaksanaan kedua kegiatan secara optimal.

References

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025a, January 7). Program MBG: Langkah strategis pemenuhan gizi dan penguatan karakter siswa. https://pdm.kemendikdasmen.go.id/media-berita/program-mbg-langkah-strategispemenuhan-gizi-dan-penguatan-karakter-siswa

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2026, February 18). Program MBG tingkatkan fokus belajar murid di kelas. https://www.kemendikdasmen.go.id/siaran-pers/14797program-mbg-tingkatkan-fokus-belajar-murid-di-kelas

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. https://peraturan.bpk.go.id/Details/43920/uu-no-20-tahun2003

Republik Indonesia. (2024). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional. https://peraturan.bpk.go.id/Details/295857/perpres-notahun-2024

Wijaya, A. F. C., La Ode, S., Roshita, A., & Asri, E. (2025). Panduan implementasi program makan bergizi gratis di satuan pendidikan. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/35485/

Downloads

Published

2026-09-04

Issue

Section

Articles