Polarisasi Pemahaman Keagamaan Dan Dampaknya Terhadap Toleransi Seagama Di Kalangan Generasi Z

Authors

  • Ilham Azmi Pendidikan Agama Islam, Agama Islam, Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman, Semarang, Indonesia
  • Diyah Nuraini Mahmudah Pendidikan Agama Islam, Agama Islam, Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman, Semarang, Indonesia
  • Lilis Setyoningsih Pendidikan Agama Islam, Agama Islam, Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman, Semarang, Indonesia
  • Zaenal Abidin Pendidikan Agama Islam, Agama Islam, Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman, Semarang, Indonesia

Keywords:

Polarisasi Keagamaan, Toleransi Seagama, Generasi Z, Media Sosial, Islam Moderat

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena polarisasi pemahaman keagamaan di kalangan Generasi Z serta dampaknya terhadap toleransi seagama. Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, tumbuh dalam ekosistem digital yang sangat masif, di mana informasi keagamaan mudah diakses namun seringkali tidak terfilter dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method, menggabungkan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan pendekatan kuantitatif melalui survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polarisasi pemahaman keagamaan di kalangan Generasi Z dipengaruhi oleh algoritma media sosial yang menciptakan echo chamber, minimnya bimbingan dari otoritas keagamaan yang terstruktur, serta dominasi konten keagamaan radikal yang mudah menyebar secara viral. Dampak dari polarisasi ini antara lain menurunnya sikap toleran antar sesama muslim, meningkatnya kecenderungan takfiri (mudah mengkafirkan sesama), serta melemahnya ukhuwah Islamiyah. Solusi yang ditawarkan mencakup penguatan pendidikan agama Islam yang moderat di lembaga pendidikan formal, literasi digital keagamaan, serta peran tokoh agama dan keluarga dalam membentuk pemahaman Islam yang rahmatan lil 'alamin.

References

Bunt, G. R. (2018). Hashtag Islam: How Cyber-Islamic Environments Are Transforming Religious Authority. Chapel Hill: University of North Carolina Press.

Dimock, M. (2019). Defining generations: Where Millennials end and Generation Z begins. Pew Research Center. https://www.pewresearch.org

Hasan, N. (2012). Salafi madrasas and Islamic radicalism in post-New Order Indonesia. In R. W. Hefner & M. Q. Zaman (Eds.), Schooling Islam: The Culture and Politics of Modern Muslim Education (pp. 204-226). Princeton University Press.

Mietzner, M., & Muhtadi, B. (2018). Explaining the 2016 Islamist mobilisation in Indonesia: Religious intolerance, militant groups and the politics of accommodation. Asian Studies Review, 42(3), 479-497.

Pratiwi, D., & Kurniawan, A. (2021). Media sosial sebagai sumber informasi keagamaan generasi Z: Peluang dan tantangan. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(2), 145-162.

Sunesti, Y. (2018). Young Salafi-niqabi and agency: Negotiating, challenging and performing identity. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 8(2), 173-198.

Wahid, A. (2019). Islam moderat dan tantangan radikalisme di era digital. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Zuhdi, M. (2020). Intoleransi intra-Islam di kalangan mahasiswa: Studi kasus di beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Jurnal Sosiologi Agama, 14(1), 23-44.

Published

2026-07-16

Issue

Section

Articles