Rekonstruksi Etnosains Gerak Tari dan Bunyi Gamelan pada Tari Lengger Wonosobo sebagai Sumber Belajar IPA Kontekstual bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah
Keywords:
etnosains, Tari Lengger Wonosobo, gamelan, pembelajaran IPA, Madrasah Ibtidaiyah, budaya lokalAbstract
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Madrasah Ibtidaiyah masih menghadapi tantangan dalam menghubungkan konsep-konsep ilmiah dengan pengalaman nyata peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan budaya lokal melalui pendekatan etnosains. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi pengetahuan etnosains pada gerak Tari Lengger Wonosobo dan bunyi gamelan sebagai sumber belajar IPA kontekstual bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi yang dilaksanakan di Sanggar Sido Maju, Kalibeber, Kabupaten Wonosobo. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan studi pustaka dengan narasumber Ketua Sanggar Sido Maju, pemain gamelan, dan guru IPA Madrasah Ibtidaiyah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak Tari Lengger mengandung konsep IPA berupa gerak, gaya, energi, koordinasi tubuh, dan keseimbangan, sedangkan bunyi gamelan merepresentasikan konsep getaran, gelombang bunyi, frekuensi, resonansi, dan perubahan energi. Rekonstruksi etnosains tersebut relevan dengan materi IPA fase B dan C Kurikulum Merdeka serta berpotensi menjadi sumber belajar yang kontekstual, meningkatkan motivasi belajar, memperkuat literasi sains, sekaligus menumbuhkan apresiasi peserta didik terhadap budaya lokal. Dengan demikian, Tari Lengger Wonosobo dan gamelan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber belajar IPA berbasis etnosains yang mendukung pembelajaran bermakna di Madrasah Ibtidaiyah.
References
Adellestia, G., Siwi, D. A., Sari, N. K., Sugiyanto, Y., & Elita, M. D. (2025). ETHNOSAINS DALAM PEMBELAJARAN IPA: MENANAMKAN KEBHINEKAAN GLOBAL MELALUI KEARIFAN LOKAL. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 1122–1136.
Campbell, S., Greenwood, M., Prior, S., Shearer, T., Walkem, K., Young, S., Bywaters, D., & Walker, K. (2020). Purposive sampling: complex or simple? Research case examples. Journal of Research in Nursing, 25(8), 652–661. https://doi.org/10.1177/1744987120927206
Hasibuan, H. Y., Syarifudin, E., Suherman, & Santosa, C. A. H. F. (2023). Ethnoscience as the Policy Implementation of Kurikulum Merdeka in Science Learning: A Systematic Literature Review. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(8), 366–372. https://doi.org/10.29303/jppipa.v9i8.4500
Humble, Á. M. (2009). Technique Triangulation for Validation in Directed Content Analysis. In International Journal of Qualitative Methods (Vol. 8, Number 3).
Ismail, I. A., Weriza, J., Mawardi, M., Lufri, L., Usmeldi, U., Festiyed, F., & Handri, S. (2024). Tinjauan Sistematis Analisis Integrasi Etnosains dalam Pembelajaran IPA dan Dampaknya terhadap Kompetensi Era Modern dan Nilai-nilai Pancasila. Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Indonesia, 4(5), 207–219. https://doi.org/10.52436/1.jpti.478
Khuzaimah, S., & Rohaeti, E. (2016). Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Berbasis LV untuk Menumbuhkan Sikap Positif Terhadap IPA dan Karakter. Jurnal Pendidikan Matematika Dan Sains, 4(2), 110–119. https://doi.org/10.21831/jpms.v4i2.12920
Moore, J., Goffin, P., Wiese, J., & Meyer, M. (2021). An interview method for engaging personal data. Proceedings of the ACM on Interactive, Mobile, Wearable and Ubiquitous Technologies, 5(4). https://doi.org/10.1145/3494964
Nurfajriani, W. V., Ilhami, M. W., Mahendra, A., Afgani, M. W., & Sirodj, R. A. (2024). Triangulasi Data Dalam Analisis Data Kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(17), 826–833. https://doi.org/10.5281/zenodo.13929272
Nurwahidah, I., & Widiyawati, Y. (n.d.). Development of Ethno-STEM Learning Module based on Javanese Gamelan. In JSER Journal of Science Education Research Journal (Vol. 2023, Number 2). Retrieved www.journal.uny.ac.id/jser
OECD. (2025). Education and skills at the OECD.
Salsabila Khoirunisa, D., & Cyntia Pritasari, A. (2026). Integrasi Etnosains dalam Pembelajaran IPA Sekolah Dasar pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Pengembangan Dan Evaluasi Pendidikan, 3(1), 8–14. https://doi.org/10.61692/jpep.v3i1.446
Setiawan, B., Innatesari, D. K., Sabtiawan, W. B., & Sudarmin, S. (2017). The Development of Local Wisdom-Based Natural Science Module to Improve Science Literation of Students. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 6(1). https://doi.org/10.15294/jpii.v6i1.9595
Sudarmin. (2014). Pendidikan Karakter, Etnosains dan Kearifan Lokal: Konsep dan Penerapannya dalam Penelitian dan Pembelajaran Sains. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang. http://mipa.unnes.ac.id
Suprapto, N., Prahani, B. K., & Cheng, T. H. (2021). Indonesian curriculum reform in policy and local wisdom: Perspectives from science education. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 10(1), 69–80. https://doi.org/10.15294/jpii.v10i1.28438
Vogl, S., Schmidt, E. M., & Zartler, U. (2019). Triangulating perspectives: ontology and epistemology in the analysis of qualitative multiple perspective interviews. International Journal of Social Research Methodology, 22(6), 611–624. https://doi.org/10.1080/13645579.2019.1630901
Wardani, K. S. K., Astria, F. P., & Nurwahidah, N. (2023). Development of Ethnoscience-Based Science Education Module Using a Case Based Learning Model. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(SpecialIssue), 473–478. https://doi.org/10.29303/jppipa.v9ispecialissue.6123
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dita Ayuningtyas, Yeni Suryaningsih, Hesti Sangadah, Finna Sofiana, Ahmad Khoiri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





