PEMIKIRAN PENDIDIKAN PAULO FREIRE

Authors

  • Adelia Asfi Khalisa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur’an, Wonosobo, Indonesia
  • Ita Ameliya Rahmawati Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur’an, Wonosobo, Indonesia
  • Imam Tantowi Alwi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur’an, Wonosobo, Indonesia
  • Muhtar Sofwan Hidayat Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur’an, Wonosobo, Indonesia

Keywords:

pendidikan pembebasan, Paulo Freire, humanisasi, pendidikan dialogis, kesadaran kritis

Abstract

Pendidikan pada hakikatnya merupakan sarana utama untuk membangun perubahan sosial dan membentuk kesadaran manusia. Namun dalam praktiknya, pendidikan sering kali justru melanggengkan dominasi dan ketidakadilan melalui sistem pembelajaran yang bersifat doktrinal dan menempatkan peserta didik sebagai objek pasif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji teori pendidikan pembebasan yang dikemukakan oleh Paulo Freire serta relevansinya dalam mengkritisi praktik pendidikan yang menindas. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis pemikiran Freire terkait konsep humanisasi, kritik terhadap sistem pendidikan gaya bank (banking concept of education), serta alternatif pendidikan dialogis melalui metode problem-posing. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan menurut Freire harus berorientasi pada proses humanisasi, yaitu memanusiakan manusia melalui pengembangan kesadaran kritis (critical consciousness). Pendidikan gaya bank yang memposisikan guru sebagai pusat pengetahuan dan murid sebagai objek pasif dinilai sebagai bentuk dehumanisasi yang harus diubah. Sebagai alternatif, Freire menawarkan pendidikan dialogis yang menempatkan guru dan murid sebagai subjek yang bersama-sama membangun pengetahuan melalui dialog kritis dan refleksi terhadap realitas sosial. Dengan demikian, pendidikan pembebasan menjadi sarana penting untuk membangun kesadaran kritis, memberdayakan peserta didik, serta menciptakan transformasi sosial yang lebih adil dan humanis.

References

Freire, Paulo. 1970. Pedagogy of the Oppressed. New York: Continuum.

Freire, Paulo. 1998. Pedagogy of Freedom: Ethics, Democracy, and Civic Courage. Lanham: Rowman & Littlefield.

Freire, Paulo, and Ira Shor. Menjadi Guru Merdeka: Petikan Pengalaman. Translated by A. Nashir Budiman. Yogyakarta: Lkis Pelangi Aksara, 2001.

Mariani. “Pendidikan Yang Membebaskan Menurut Paulo Freire Dan Asghar Ali Engineer Serta Relevansinya Dengan Pendidikan Islam Kontemporer Di Indonesia.” Tesis pada PPs IAIN Antasari Banjarmasin, 2013.

Nata, Abuddin. Pemikiran Pendidikan Islam Dan Barat. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012.

Pramudya, Wahyu. “Mengenal Filsafat Pendidikan Paulo Freire: Antara Banking Concept of Education, Problem Posing Method, Dan Pendidikan Kristen Di Indonesia.” Jurnal Veritas Vol. 2, No. 2 (October 2001).

Shor, Ira. “Educating the Educators: A Freirean Approach to the Crisis in Teacher Education.” In Freire for the Classroom: A Sourcebook for Liberatory Teaching. Portsmouth: Boynton/Cook Publisher, 1987.

Umiarso, and Zamroni. Pendidikan Pembebasan Dalam Perspektif Barat Dan Timur. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011.

Zamroni. 2011. Pendidikan Demokrasi pada Masyarakat Multikultural. Yogyakarta: Gavin Kalam Utama.

Zed, Mestika. 2014. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Downloads

Published

2026-07-07

Issue

Section

Articles