TINJAUAN SOSIOLOGI TENTANG POLA PENDIDIKAN dan KEPEMIPINAN PESANTREN

Authors

  • Hilwah Azizah Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta, Indonesia
  • Ahmad Akbar Maulana Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta, Indonesia

Keywords:

Pesantren, Sociology, Leadership

Abstract

Pesantren adalah institusi pendidikan Islam yang paling tua di Indonesia dan memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter, moral, serta interaksi sosial masyarakat. Dari sudut pandang sosiologis, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar agama, tetapi juga sebagai lembaga sosial yang terlibat dalam proses sosialisasi, penginternalisasian nilai, serta pembentukan budaya dan norma dalam masyarakat. Metode pendidikan pesantren berfokus pada pengembangan akhlak, disiplin, kemandirian, dan tanggung jawab melalui pembelajaran yang berlangsung baik secara formal maupun dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kepemimpinan kiai menjadi elemen utama dalam menjaga kelangsungan sistem pendidikan, melalui teladan, otoritas moral, serta kemampuan membimbing para santri. Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini, pesantren menghadapi berbagai tantangan, seperti digitalisasi pendidikan, peningkatan mutu manajemen, persaingan dengan institusi pendidikan modern, serta kebutuhan untuk mengembangkan kepemimpinan yang adaptif sambil tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.

References

Afandi, R. (2013). EFEKTIFITAS KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL PESANTREN BAGI PENINGKATAN MUTU LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM. 1(1), 99–122.

Affandi, F. (2005). POLA KEPEMIMPINAN KYAI DALAM PENDIDIKAN PESANTREN ( Penelitian di Pondok Pesantren As- syi ’ ar Leles ). 20–30.

Arifin, I. (1993). Kepemimpinan kyai: kasus Pondok Pesantren Tebuireng. Kalimasahada Press.

Arifin, Z. (2016). EFEKTIFITAS KEPEMIMPINAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI PESANTREN. 27, 40–64.

Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kiai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia. LP3ES.

Ghofur, M. I. (2017). Negosiasi Otoritas Kepemimpinan Pondok Pesantren Pabelan ... 11(April), 141–156.

Irsad, M. (2016). PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH. 2(1).

Kartono, K. (1998). Pemimpin dan kepemimpinan: apakah pemimpin abnormal itu ?

Madjid, N. ‘CAK N. (n.d.). BILIK-BILIK PESANTREN.

Qomar, M. (2007). Pesantren: dari transformasi metodologi menuju demokratisasi institusi.

Qotrunada, E., Azizah, I. F., Alawiyah, S., & Anwar, A. N. (2025). TANTANGAN PESANTREN TRADISIONAL DI ERA GLOBALISASI : TINJAUAN SOSIOLOGIS TERHADAP PERGESERAN FUNGSI SOSIAL PENDIDIKAN ISLAM. 4(2). https://doi.org/10.58540/jipsi.v4i2.947

Rahardjo, M. (2006). Quo vadis pendidikan Islam.

Silviana, A. R., Sa’adi, & Miftahuddin. (2025). Tinjauan Sosiologis Pola Kepemimpinan Pondok Pesantren : Antara Tradisi dan Modernitas. 5(2), 6498–6512.

Yunus. (2012). Pola Kepemimpinan Kiai dalam Penerapan Nilai Pesantren di Era. 4947, 55–71.

Downloads

Published

2026-07-02

Issue

Section

Articles