KONSEP PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF GADAMER DAN RELEVANSINYA TERHADAP TANTANGAN DIGITALISASI PENDIDIKAN

Authors

  • Zulfa Khairiah Ali Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia
  • Iefone Shiflana Habiba Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia
  • Maragustam Siregar Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Keywords:

Hans-Georg Gadamer, hermeneutika filosofis, Bildung, fusi horizon, digitalisasi Pendidikan

Abstract

Digitalisasi pendidikan kerap diperlakukan sebagai persoalan teknis-instrumental, padahal di baliknya tersimpan pergeseran epistemologis tentang apa artinya memahami dan menjadi terdidik. Artikel ini bertujuan menelaah konsep pendidikan dalam perspektif hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer serta merumuskan relevansinya bagi pembacaan kritis terhadap tantangan digitalisasi pendidikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis, menelaah karya utama Gadamer Truth and Method beserta literatur akademik pendukung yang terindeks dalam basis data ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Gadamerian berpijak pada tiga pilar: Bildung sebagai proses pembentukan diri yang berkelanjutan, lingkaran hermeneutis (hermeneutic circle) yang menempatkan pemahaman sebagai dialog timbal balik antara prapemahaman (Vorverständnis) dan teks atau realitas yang dihadapi, serta fusi horizon (Horizontverschmelzung) yang menuntut keterbukaan terhadap keberlainan (otherness) dalam proses belajar. Ketiga pilar tersebut berimplikasi kritis terhadap praktik digitalisasi pendidikan kontemporer yang berisiko mereduksi pembelajaran menjadi transmisi informasi terukur, melemahkan dialog intersubjektif guru-murid, dan mempersempit horizon pemahaman peserta didik akibat algoritma personalisasi. Kajian ini menyimpulkan bahwa kerangka hermeneutika Gadamer menuntut perancangan ulang arsitektur pedagogis digital agar tetap memberi ruang bagi dialog, prapemahaman reflektif, dan keterbukaan horizon sehingga makna pendidikan tidak tereduksi

References

Aurelia, R., dkk. (2025). Humanisasi pendidikan dalam perspektif Paulo Freire: Telaah kritis terhadap Pendidikan Agama Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 9(1).

Baharizqi, S. L., Muhtar, T., Herlambang, Y. T., & Fahrozy, F. P. N. (2023). Kompetensi pedagogik di era society 5.0: Sebuah tinjauan dalam perspektif pedagogik kritis. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora.

Fuady, M. N. (2015). Hermeneutika dalam filsafat pendidikan Islam. Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam, 5(1). https://doi.org/10.18592/jtipai.v5i1.1823.

Gadamer, H.-G. (2004). Truth and method (J. Weinsheimer & D. G. Marshall, Terj., 2nd rev. ed.). London: Continuum.

Haris, M. A. (2023). Urgensi digitalisasi pendidikan pesantren di era society 5.0 (Peluang dan tantangannya di Pondok Pesantren Al-Amin Indramayu). Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(01), 49–64. https://doi.org/10.30868/im.v6i01.3616.

Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam. (2025). Humanisasi teknologi dalam pendidikan: Analisis filsafat terhadap ancaman dehumanisasi di era pembelajaran digital berbasis AI. Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam, 2(4). https://doi.org/10.61132/hikmah.v2i4.1453.

Mariyah, S., Syukri, A., & Badarussyamsi. (2022). Kajian hakikat, tujuan, dan aliran filsafat pendidikan dalam kurikulum. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 13(3), 202–209.

Nashihin, M., & Hidayati, T. W. (2025). Hermeneutika Gadamer dan aplikasinya terhadap tafsir ayat pendidikan. AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education, 6(1).

Palmer, R. E. (1969). Hermeneutics: Interpretation theory in Schleiermacher, Dilthey, Heidegger, and Gadamer. Evanston: Northwestern University Press.

Salimah, B. (2021). Kajian hermeneutika Hans-Georg Gadamer dan relevansinya dengan Pendidikan Agama Islam. Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran, 1(1), 38–43. https://doi.org/10.62825/revorma.v1i1.3.

Vessey, D. (2009). Gadamer and the fusion of horizons. International Journal of Philosophical Studies, 17(4), 531–542. https://doi.org/10.1080/09672550903164459.

Weinsheimer, J. C. (1985). Gadamer's hermeneutics: A reading of Truth and Method. New Haven: Yale University Press.

Zed, M. (2004). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Zubair. (2024). Dehumanisasi di era kecerdasan buatan: Implikasi etis dalam pendidikan. Asian Journal of Education and Social Studies, 48(2), 12–25.

Downloads

Published

2026-07-01

Issue

Section

Articles