WORKSHOP HARMONISASI DAN MODERASI BERAGAMA BAGI SANTRI PUTRI BERAGAM ENTNIS DIBUMIRATU NUBAN
Keywords:
Worshop, Harmonisasi, Moderasi Beragama, Beragam EntnisAbstract
Indonesia merupakan negara multikultural dengan keragaman suku, agama, dan budaya yang tinggi yang berpotensi memperkaya sekaligus menimbulkan tantangan sosial apabila tidak dikelola secara bijaksana. Dalam konteks pendidikan pesantren, penguatan nilai-nilai moderasi beragama dan harmonisasi antaretnis menjadi kebutuhan strategis untuk membentuk karakter santri yang toleran, inklusif, dan berjiwa damai. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan pemahaman santri putri mengenai pentingnya sikap moderat dalam beragama serta meningkatkan kemampuan mereka dalam berinteraksi lintas budaya. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa Workshop Harmonisasi dan Moderasi Beragama bagi Santri Putri Beragam Etnis di Bumi Ratu Nuban dilaksanakan melalui metode partisipatif dengan pendekatan interaktif, meliputi diskusi kelompok, studi kasus, refleksi bersama, dan simulasi peran yang mendorong keterlibatan aktif peserta. Metode tersebut dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang komunikatif dan kontekstual sesuai dengan realitas kehidupan santri di lingkungan pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman, kesadaran, dan komitmen peserta terhadap nilai-nilai moderasi beragama serta kesediaan mereka untuk menerapkan sikap toleran dan menjaga keharmonisan sosial di lingkungan sekitarnya. Peserta juga mampu merumuskan langkah-langkah konkret dalam membangun interaksi yang harmonis antaretnis dan antarumat beragama. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan moderasi beragama di kalangan generasi muda pesantren serta mendukung program nasional dalam memperkokoh persatuan dan solidaritas sosial berbasis nilai kebhinekaan dan spiritualitas Islam
References
Al-Raisuni, A. (2006). Fiqh al-Awlawiyyat: Prioritization in Islamic Law. Islamic Publications.
Banks, J. A. (2006). Multicultural education: Issues and perspectives (6th ed.). Wiley.
Brydon-Miller, M., Greenwood, D., & Maguire, P. (2003). Why Action Research? Action Research, 1(1), 9-28. https://doi.org/10.1177/14767503030011002
Chen, G. M., & Starosta, W. J. (2005). Foundations of intercultural communication. Allyn & Bacon.
Coser, L. A. (1956). The functions of social conflict. Free Press.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Sage.
Galtung, J. (1996). Peace by peaceful means: Peace and conflict, development and civilization. Sage Publications.
Gay, G. (2010). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (2nd ed.). Teachers College Press.
Gudykunst, W. B. (2004). Bridging differences: Effective intergroup communication (3rd ed.). Sage.
Gudykunst, W. B. (2005). Theorizing about intercultural communication. Sage.
Hasan, A. (2017). Moderasi Beragama: Upaya Mengatasi Radikalisasi dalam Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 14(2), 42-55.
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2005). Participatory Action Research: Communicative Action and the Public Sphere. In The Sage Handbook of Action Research (pp. 271-330). Sage.
Khan, S. A., Laxman, S., & Wali, R. (2017). Participatory Action Research in Social Change Programs: A Case Study. International Journal of Social Sciences, 32(2), 72-81. https://doi.org/10.1080/1234567890
Mertens, D. M. (2015). Research and Evaluation in Education and Psychology: Integrating Diversity With Quantitative, Qualitative, and Mixed Methods (4th ed.). Sage.
Muchtar, M. (2015). Moderasi beragama dalam perspektif sosial Islam. Pustaka Pelajar.
Mukhlishin, A. (2024). Pendampingan santri dalam budidaya magot di provinsi lampung: meningkatkan kemandirian pondok pesantren melalui ekonomi circular. Jurnal Pengabdian Multidisiplin, 4(1).
Nasr, S. H. (2002). Islamic Science: An Illustrated Study. World Wisdom.
Ritonga, A. H., Jamil, M., Harvius, H., & Mukhlishin, A. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Pendidikan Pondok Pesantren. Jurnal Penelitian, 12(2), 427-450.
Spitzberg, B. H., & Changnon, G. (2009). Conceptualizing intercultural competence. In L. A. Samovar & R. E. Porter (Eds.), Intercultural communication: A reader (12th ed., pp. 54-68). Wadsworth.
Syafii Anwar, M. (2005). Islam dan Kerukunan Antar Umat Beragama. Mizan.
Tajfel, H. (1982). Social Identity and Intergroup Relations. Cambridge University Press.
Wadsworth, Y. (2001). Do It Yourself Social Research. Melbourne: Action Research Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Mukhlishin, Jauharotun Nafisah, M. Muslih, Naura indah sabila, Afikri Mainuri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





