Harmonisasi Neurosains dan Islam dalam Memahami Trauma: Implikasi bagi Kesejahteraan dan Pendidikan Peserta Didik Muslim

Authors

  • Nabila Putri Sarasti Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Pekalongan, Indonesia

Keywords:

trauma, neurosains, koping religius, pendidikan islam, kesehatan mental

Abstract

Trauma adalah salah satu persoalan kesehatan mental yang paling serius namun paling sering tidak terlihat di lingkungan pendidikan. Artikel ini mengkaji bagaimana neurosains menjelaskan mekanisme trauma pada otak, bagaimana ajaran Islam tentang sabar, tawakal, dzikir, dan shalat menyediakan mekanisme koping yang terbukti efektif secara empiris, serta bagaimana keduanya dapat diintegrasikan untuk kepentingan kesejahteraan dan pendidikan peserta didik Muslim. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka integratif dari sumber-sumber ilmiah tahun 2021–2025, kajian ini menemukan bahwa trauma mengubah otak secara biologis melalui tiga jalur utama: hiperaktivasi amigdala, disregulasi sumbu HPA dan kortisol, serta gangguan struktural pada hipokampus dan korteks prefrontal. Praktik ibadah Islam terbukti secara laboratorium mampu menstabilkan kortisol, mengaktifkan sistem parasimpatis, dan menurunkan reaktivitas amigdala. Sabar dan tawakal terbukti berkorelasi kuat dengan post-traumatic growth pada populasi Muslim yang mengalami trauma berat. Kajian ini menyimpulkan bahwa neurosains dan Islam saling memperkuat dalam membentuk model pemulihan trauma yang holistik, kontekstual, dan bermartabat bagi peserta didik Muslim di Indonesia.

References

Ahmad, F. M., & Sajit, D. M. (2024). Exploring the relationship between trauma, mental health, and occupational performance in health science center students. Frontiers in Public Health, 12, 1–10. https://doi.org/10.3389/fpubh.2024.1398238

Alfain, S. N. I., Soleh, A. K., & Yamani, M. R. (2023). The Role of Patience in Coping Mental Problems: A Quranic Perspective. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 34(2), 195–212. https://doi.org/10.33367/tribakti.v34i2.3633

Alsubaie, M. K., Dolezal, M., Sheikh, I. S., Rosencrans, P., Walker, R. S., Zoellner, L. A., & Bentley, J. (2021). Religious coping, perceived discrimination, and posttraumatic growth in an international sample of forcibly displaced Muslims. Mental Health, Religion and Culture, 24(9), 976–992. https://doi.org/10.1080/13674676.2021.1973978

BNPB. (2025). Infografis Bencana tahun 2025. Pusdatinkom BNPB. https://bnpb.go.id/infografis/infografis-bencana-tahun-2025

Brhawijaya, B., Afrilanti, A., Ezi, R., & Sejati, S. (2025). Analyzing The Impact Off Trauma on Mental Health: An Islamic Psychology Perspective. JURNAL BIKOTETIK (Bimbingan Dan Konseling: Teori Dan Praktik), 09(2), 291–300. https://journal.unesa.ac.id/index.php/jbk

Çınaroğlu, M. (2024). Islamic Coping, Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) and Islam Oriented Trauma Focused Cognitive Behavioral Therapy (IO-TF-CBT) in Post-Kahramanmaraş Earthquake Period. Eskiyeni, 52(Mart 2024), 351–376. https://doi.org/https://doi.org/10.37697/eskiyeni.1410050

Elvina, S. N., & Fitri, W. (2025). Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling Bagi Korban Bencana : Pendekatan Trauma Healing dan Dukungan Psikososial. Counseling As Syamil, 5(1), 63–76.

Gondal, M. U., Adil, A., & Niazi, S. (2021). Tawakkul Mediates between Religious Orientation and Depression among Muslims. Clinical and Counselling Psychology Review, 3(2), 27–46. https://doi.org/10.32350/ccpr.32.02

Ihsanillah, M. M., & Auliya. (2024). Konsep Sabar pada Surah Al-Baqarah dan Implikasinya dalam Kesehatan Mental. Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran Dan Tafsir, 8(1), 103–117. https://doi.org/10.58438/alkarima.v8i1.199

Knezevic, E., Nenic, K., Milanovic, V., & Knezevic, N. N. (2023). The Role of Cortisol in Chronic Stress, Neurodegenerative Diseases, and Psychological Disorders. Cells, 12(23), 2726. https://doi.org/10.3390/cells12232726

Mullin, A. C., Sharkey, J. D., & Barnett, M. (2024). Advancing trauma informed practices in schools using the Consolidated Framework for Implementation Research. Frontiers in Education, 9, 1–12. https://doi.org/10.3389/feduc.2024.1346933

Nurhuda, S. P., Nasichcah, & Ayasha, S. S. (2023). Terapi Dzikir Dalam Kesehatan Mental. Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora Dan Seni (JISHS), 2(1), 92–96. http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs

Paraniak-Gieszczyk, B., & Ogłodek, E. A. (2025). Impact of Post-Traumatic Stress Disorder Duration on Volumetric and Microstructural Parameters of the Hippo-Campus, Amygdala, and Prefrontal Cortex: A Multiparametric Magnetic Resonance Imaging Study with Correlation Analysis. Journal of Clinical Medicine, 14(20), 7242. https://doi.org/10.3390/jcm14207242

Pertiwi, S. R. (2024). Mental health dalam perspektif Islam. Maliki Interdisciplinary Journal, 2(12), 710–720. https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/index

Sobhani, V., Manshadi, E. M., Aghajani, J., & Hatef, B. (2022). Islamic praying changes stress-related hormones and genes. Journal of Medicine and Life, 15(4), 483–488. https://doi.org/10.25122/jml-2021-0167

Downloads

Published

2026-06-26

Issue

Section

Articles