Praktik Integrasi Keilmuan dalam Menjembatani Dikotomi Ilmu: Studi Kasus di Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Banjarejo
Keywords:
dikotomi ilmu, integrasi keilmuan, pendidikan Islam, madrasah aliyah, kitab kuningAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik integrasi keilmuan dalam menjembatani dikotomi ilmu di Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Banjarejo, mengidentifikasi bentuk-bentuk mindset dikotomis yang masih berkembang, serta mengeksplorasi strategi kelembagaan dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang integratif. Penelitian ini berangkat dari masih terbatasnya kajian empiris mengenai persistensi mindset dikotomis di madrasah yang telah menerapkan praktik integrasi keilmuan melalui kajian kitab kuning. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, guru mata pelajaran umum, serta peserta didik. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validasi menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madrasah Aliyah Mambaul Ulum Banjarejo telah mengupayakan integrasi ilmu melalui pembelajaran kitab kuning sebagai muatan lokal yang dilaksanakan di tengah kurikulum formal madrasah. Namun demikian, integrasi tersebut belum sepenuhnya mampu menghilangkan mindset dikotomis antara ilmu agama dan ilmu umum. Sebagian peserta didik masih memandang ilmu agama lebih penting dibandingkan ilmu umum, sementara integrasi nilai-nilai Islam dalam mata pelajaran umum belum diterapkan secara konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan integrasi ilmu di madrasah tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga memerlukan transformasi paradigma berpikir, penguatan kultur akademik, dan pedagogi integratif secara berkelanjutan. Temuan penelitian mengimplikasikan perlunya penguatan pedagogi integratif dan transformasi kultur akademik madrasah untuk membangun paradigma keilmuan yang non-dikotomis.
References
Abdullah, M. A. (2020). Multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin: Metode studi agama dan studi Islam di era kontemporer. IB Pustaka.
Aisyah, S., Rahmawati, E., & Siregar, M. (2022). Kurikulum terintegrasi atau sekadar administratif? Evaluasi segregasi pengetahuan di madrasah aliyah. Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 145–158.
Al-Attas, S. M. N. (1995). Islam and secularism. International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).
Al-Faruqi, I. R. (1982). Islamization of knowledge: General principles and workplan. International Institute of Islamic Thought.
Anwar, K. (2025). Problem laten dualisme cara pandang siswa terhadap ilmu pada lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 20(1), 89–104.
Aulia, H., Anwar, A., & Hadi, K. (2023). Nilai integrasi Islam dan sains di lembaga pendidikan Islam di Indonesia: Sekolah Islam terpadu, madrasah dan pesantren. Tafhim Al-’Ilmi, 14(1), 110–125. https://doi.org/10.37459/tafhim.v14i1.5714
Duryat, M. (2021). Paradigma pendidikan Islam: Upaya penguatan pendidikan agama Islam di institusi yang bermutu dan berdaya saing. Alfabeta.
Fauzi, M. (2023). Tradisi pesantren dan modernitas: Kajian kitab kuning dan tantangan integrasi epistemologis dengan ilmu umum. Mudarrisa: Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 15(1), 45–62.
Istiqomah, N., & Putro, K. Z. (2022). Konsep integrasi ilmu ke-MI-an dengan ilmu Islam. Madrosatuna: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 5(2), 97–110.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2024). Statistik pendidikan Islam tahun 2024. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Khalid, A. S. B., & Putri, I. D. (2020). Analisis konsep integrasi ilmu dalam Islam. Wardah, 21(1), 35–49.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Mulyani, S., & Hasanah, U. (2024). Pengaruh persepsi guru dalam membangun relasi makna antara mata pelajaran umum dan nilai-nilai Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 21(2), 210–225.
Muzakki, H., Natsir, A., & Fahrudin, A. (2021). Transformasi pengembangan materi pendidikan agama Islam dengan nilai Islam Indonesia (dari pendekatan monodisipliner menuju pendekatan interdisipliner). Journal of Islamic Education Research, 2(1), 27–44.
Ni’mah, Z. A. (2023). Telaah argumentasi kajian integrasi ilmu dan agama. Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran, 3(1), 12–23.
Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah.
Rahman, A., & Hidayat, T. (2021). Internalisasi paradigma integratif dalam pendidikan Islam melalui transformasi budaya akademik madrasah. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 9(2), 112–126.
Ramadhani, H., Hanum, A., & Arsyad, J. (2023). Internalisasi integrasi ilmu dalam pembentukan karakter Islami peserta didik: (Studi kasus di Madrasah Aliyah Kota Binjai). Ta’allum: Jurnal Pendidikan Islam, 11(2).
Sari, N. N. (2021). Karakteristik dan model integrasi ilmu madrasah ibtidaiyah. Tarbawy: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 145–159.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Zulkarnain, M. H., Jatmiko, A., Koderi, K., Pahrudin, A., & Refliyanto, R. (2025). Integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran sains: Studi implementasi pembelajaran terpadu di madrasah ibtidaiyah. Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan, 5(1), 55–70.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Faridatul hasanah. S.Pd, Dr. K. Muhammad Husni, M.Pd.I

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





