Islamic Law Journal https://journal.nabest.id/index.php/ILJ <div id="journalDescription"> <p style="text-align: justify;"><strong>Islamic Law Journal (ILJ)</strong> adalah jurnal yang mengkaji tentang hulum islam. Fokus dan ruang lingkup <strong>Islamic Law Journal (ILJ)</strong> mencakup topik-topik berikut: Hukum Islam sebagai Hukum yang Positif, Hukum Keluarga Islam, Hukum dan Ilmu Sosial, Hukum Tata Negara (Fiqh Siyasah), Hukum Administrasi, Hukum Pidana ( Fiqh Jinayah) dan Kriminologi, Fikih, Observatorium Astronomi Islam, Bidang Ibadah Fiqh. Islamic Law Journal (ILJ) terbit 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.</p> </div> <table style="width: 100%;" border="0" width="100%" rules="none"> <tbody> <tr> <td style="width: 25.4282%;" width="190" height="100"><img src="https://journal.nabest.id/public/site/images/bigboss/mceclip0-e3bcf93b517db127c83274b521f9e16d.jpg" /></td> <td style="width: 74.4401%;"> <table class="data" style="height: 257px; width: 100%;" border="0" width="100%"> <tbody> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Journal Title</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%"><strong>Islamic Law Journal (ILJ)</strong></td> </tr> <tr style="height: 23px;" valign="top"> <td style="height: 23px;" width="30%"><strong>Subjects</strong></td> <td style="height: 23px;">:</td> <td style="height: 23px;" width="70%"><strong>ilj</strong></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Language</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">Indonesia and English</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>e-ISSN</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%"><strong>2985-9727</strong><strong> (Online)</strong></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>p-ISSN</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%"><strong>2986-0431 (Prin)</strong></td> </tr> <tr style="height: 36px;" valign="top"> <td style="height: 36px;" width="30%"><strong>Frequency</strong></td> <td style="height: 36px;">:</td> <td style="height: 36px;" width="70%">Januari,dan Juli</td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Publisher</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%"><a title="WEB" href="https://web.nabest.id/" target="_blank" rel="noopener"><strong>NAJAH BESTARI</strong></a></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>DOI</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%">-</td> </tr> <tr style="height: 36px;" valign="top"> <td style="height: 36px;" width="30%"><strong>Citation Analysis</strong> </td> <td style="height: 36px;">:</td> <td style="height: 36px;" width="70%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=LGFEnskAAAAJ&amp;hl=en&amp;authuser=1" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a></td> </tr> <tr style="height: 36px;" valign="top"> <td style="height: 36px;" width="30%"><strong>Editor-in-chief</strong></td> <td style="height: 36px;">:</td> <td style="height: 36px;" width="70%"><strong>Dr. Kholid Hidayatullah, M.H</strong></td> </tr> <tr style="height: 18px;" valign="top"> <td style="height: 18px;" width="30%"><strong>Email</strong></td> <td style="height: 18px;">:</td> <td style="height: 18px;" width="70%"><a href="mailto:ahmadlisin1988@gmail.com">kholidhidayat.fai@gmail.com</a> </td> </tr> </tbody> </table> </td> </tr> </tbody> </table> en-US Wed, 29 Jul 2026 16:13:27 +0700 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Status Anak dari Perkawinan Wanita Hamil Dalam Prespektif Hukum Islam dan Hukum Adat Tidore https://journal.nabest.id/index.php/ILJ/article/view/1267 <p>Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 dalam Pasal 42 yang menyatakan bahwa “Anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah”. dan Pasal 100 Kompilasi Hukum Islam juga mengatur tentang kedudukan anak yang sah. Perkawinan wanita hamil menurut hukum Islam dan hukum adat Tidore, memiliki pandangan hukum yang sama terhadap status perkawinanya, berdasarkan QS. An-Nisa ayat 23. Sedangkan untuk kedudukan anak dalam perkawinan wanita hamil menurut UU No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam memiliki perbedaan pendapat atas status anak tersebut. Letak perbedaan pertimbangan hukum menurut hukum Islam terdapat pada pengklasifikasian status anak terhadap gabungan pemahaman kedua ayat, dalam QS. Al-Ahqaf ayat 15 dan QS. Luqman ayat 14. Sedangkan pertimbangan hukum adat terhadap status anak dalam perkawinan wanita hamil adalah sebagai berikut: <em>Pertama, </em>terletak pada kemaslahatan anak, kemaslahatan keluarga, dan kemaslahatan sosial. <em>Kedua,</em> penyelesaian permasalahan adat berdasarkan dengan kelima prinsip hukum adat Tidore.</p> Muhammad Algazaly Ibnu Sulaiman Copyright (c) 2026 Islamic Law Journal https://journal.nabest.id/index.php/ILJ/article/view/1267 Thu, 30 Jul 2026 00:00:00 +0700 Kedudukan Hukum Nikah Siri dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan https://journal.nabest.id/index.php/ILJ/article/view/1232 <p>Nikah siri merupakan perkawinan yang dilaksanakan menurut ketentuan agama, tetapi tidak dicatatkan pada instansi yang berwenang sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia. Praktik ini masih banyak terjadi di masyarakat dan menimbulkan perdebatan mengenai keabsahan serta akibat hukumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum nikah siri dalam perspektif Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Undang-Undang Perkawinan di Indonesia, serta mengkaji akibat hukum yang ditimbulkan terhadap suami, istri, dan anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), yang dilakukan melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, serta berbagai literatur dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut hukum Islam, nikah siri dapat dinyatakan sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat perkawinan. Namun, menurut hukum positif Indonesia, perkawinan yang tidak dicatatkan tidak memperoleh pengakuan dan perlindungan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan beserta peraturan pelaksanaannya. Akibat hukum dari nikah siri antara lain tidak adanya kepastian hukum terhadap status perkawinan, lemahnya perlindungan hukum bagi istri, serta terbatasnya pemenuhan hak-hak keperdataan anak, terutama yang berkaitan dengan pembuktian hubungan hukum, pewarisan, dan harta bersama. Oleh karena itu, pencatatan perkawinan merupakan instrumen penting untuk menjamin kepastian hukum, perlindungan hak para pihak, serta mewujudkan tertib administrasi perkawinan di Indonesia</p> Randi Kusuma Wardana Copyright (c) 2026 Islamic Law Journal https://journal.nabest.id/index.php/ILJ/article/view/1232 Wed, 29 Jul 2026 00:00:00 +0700 STRES PARENTING DAN DAMPAKNYA TERHADAP KETAHANAN KELUARGA DALAM PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM https://journal.nabest.id/index.php/ILJ/article/view/1259 <p>Keluarga merupakan institusi dasar dalam pembentukan kepribadian individu dan stabilitas sosial. Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, keluarga ideal adalah keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Namun dalam realitas modern, banyak keluarga menghadapi tekanan psikologis, salah satunya stres parenting yang muncul akibat tuntutan pengasuhan anak yang kompleks. Penelitian ini merumuskan tiga masalah utama, yaitu: (1) bagaimana konsep stres parenting dalam perspektif psikologi keluarga, (2) bagaimana ketahanan keluarga dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, dan (3) bagaimana dampak stres parenting terhadap ketahanan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari literatur psikologi keluarga, Hukum Keluarga Islam, Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan pendekatan normatif-psikologis.</p> <p>Hasil kajian menunjukkan bahwa stres parenting merupakan kondisi tekanan psikologis yang dialami orang tua dalam proses pengasuhan anak. Stres ini dapat dipicu oleh faktor ekonomi, beban emosional, serta kurangnya dukungan sosial. Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, kondisi tersebut berdampak pada melemahnya komunikasi suami istri, terganggunya pola asuh anak, serta menurunnya ketahanan keluarga. Jika tidak dikelola dengan baik, stres parenting dapat meningkatkan risiko konflik rumah tangga hingga perceraian. Stres parenting memiliki pengaruh signifikan terhadap ketahanan keluarga dalam perspektif Hukum Keluarga Islam. Penguatan ketahanan keluarga diperlukan melalui pendidikan pranikah, konseling keluarga, serta penguatan peran spiritual dan komunikasi dalam keluarga agar tercipta keluarga yang harmonis dan stabil.</p> Mesta Wahyu Nita Copyright (c) 2026 Islamic Law Journal https://journal.nabest.id/index.php/ILJ/article/view/1259 Tue, 14 Jul 2026 00:00:00 +0700