STRES PARENTING DAN DAMPAKNYA TERHADAP KETAHANAN KELUARGA DALAM PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM
Keywords:
Stres parenting, Ketahanan keluarga, hukum keluarga islamAbstract
Keluarga merupakan institusi dasar dalam pembentukan kepribadian individu dan stabilitas sosial. Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, keluarga ideal adalah keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Namun dalam realitas modern, banyak keluarga menghadapi tekanan psikologis, salah satunya stres parenting yang muncul akibat tuntutan pengasuhan anak yang kompleks. Penelitian ini merumuskan tiga masalah utama, yaitu: (1) bagaimana konsep stres parenting dalam perspektif psikologi keluarga, (2) bagaimana ketahanan keluarga dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, dan (3) bagaimana dampak stres parenting terhadap ketahanan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari literatur psikologi keluarga, Hukum Keluarga Islam, Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan pendekatan normatif-psikologis.
Hasil kajian menunjukkan bahwa stres parenting merupakan kondisi tekanan psikologis yang dialami orang tua dalam proses pengasuhan anak. Stres ini dapat dipicu oleh faktor ekonomi, beban emosional, serta kurangnya dukungan sosial. Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, kondisi tersebut berdampak pada melemahnya komunikasi suami istri, terganggunya pola asuh anak, serta menurunnya ketahanan keluarga. Jika tidak dikelola dengan baik, stres parenting dapat meningkatkan risiko konflik rumah tangga hingga perceraian. Stres parenting memiliki pengaruh signifikan terhadap ketahanan keluarga dalam perspektif Hukum Keluarga Islam. Penguatan ketahanan keluarga diperlukan melalui pendidikan pranikah, konseling keluarga, serta penguatan peran spiritual dan komunikasi dalam keluarga agar tercipta keluarga yang harmonis dan stabil.




